makalah diabetes mellitus

Download Makalah Diabetes Mellitus

Post on 31-Oct-2015

295 views

Category:

Documents

0 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

kimia klinik

TRANSCRIPT

MAKALAH DIABETES MELLITUS

BAB IPENDAHULUAN

A. Latar BelakangProses menua adalah keadaan yang tidak dapat dihindarkan. Manusia seperti halnya semua makhluk hidup didunia ini mempunyai batas keberadaannya dan akan berakhir dengan kematian. Perubahan-perubahan pada usia lanjut dan kemunduran kesehatannya kadang-kadang sukar dibedakan dari kelainan patologi yang terjadi akibat penyakit. Dalam bidang endokrinologi hampir semua produksi dan pengeluaran hormon dipengaruhi oleh enzim-enzim yang sangat dipengaruhi oleh proses menjadi tua.Pola hidup masyarakat saat ini harus diakui sangat praktis, terlebih untuk pola makan. Masyarakat dimanjakan dengan berbagai jenis makanan yang sangat cepat untuk disajikan dan bahkan instan. Ditambah dengan jenis makanan dari mancanegara yang menurut generasi sekarang disebut dengan modern. Fakta bahkan menunjukkan sebagian besar masyarakat begitu bangga akan fast food atau junk food. Tanpa mereka ketahui, dari perilaku tersebut, penyakit degeneratif mengintai setiap saat. Penyakit yang masuk dalam kelompok penyakit degeneratif antara lain diabetes mellitus atau kencing manis, stroke, jantung koroner, kardiovaskular, obesitas, penyakit lever, penyakit ginjal dan lainnya (Triawati, 2011).Diabetes mellitus yang terdapat pada usia lanjut gambaran klinisnya bervariasi luas dari tanpa gejala sampai dengan komplikasi nyata yang kadang-kadang menyerupai penyakit atau perubahan yang biasa ditemui pada usia lanjut.Penyakit kencing manis atau diabetes melitus merupakan suatu penyakit yang di tandai dengan kadar gula (glukosa) dalam darah tinggi, diabetes melitus merupakan sekelompok penyakit metabolik yang ditandai dengan meningkatnya kadar gula darah (hiperglikemia) akibat jumlah dan atau fungsi insulin terganggu (Iskandar, 2009).Dalam makalah ini dibahas masalah penyakit diabetes pada usia lanjut beserta asuhan keperawatannya.B. Tujuan1. Tujuan umumDapat melakukan simulasi asuhan keperawatan, penkes, pengelolaan asuhan keperawatan, nursing advokasi, mengidentifikasi masalah penelitian dengan kasus gangguan system endokrin pada berbagai tingkat usia dengan memperhatikan aspek legal dan etis.

2. Tujuan khususa. Mahasiswa mampu melakukan simulasi asuhan keperawatan dengan kasus gangguan system endokrin pada berbagai tingkat usia dengan memperhatikan aspek legal dan etis.b. Mahasiswa mampu melakukan simulasi pendidikan kesehatan dengan kasus gangguan system endokrin pada berbagai tingkat usia dengan memperhatikan aspek legal dan etis.c. Mahasiswa mampu mengidentifikasi masalah-masalah penelitian yang berhubungan dengan system endokrin dan menggunakan hasil-hasil penelitian dalam mengatasi masalah gangguan system endokrin.d. Mahasiswa mampu melakukan simulasi pengelolaan asuhan keperawatan pada sekelompok klien dengan gangguan system endokrin pada berbagai tingkat usia dengan memperhatikan aspek legal dan etis.e. Mahasiswa mampu melaksanakan fungsi advokasi pada kasus dengan gangguan system endokrin pada berbagai tingkat usia.f. Mahasiswa mampu mendemonstrasikan intervensi keperawatan pada kasus dengan gangguan system endokrin pada berbagai tingkat usia sesuai dengan standar yang berlaku dengan berfikir kreatif dan inovatif sehingga menghasilkan pelayanan yang efisien dan efektif.

C. Rumusan masalahDilihat dari latar belakang diatas didapatkan rumusan masalahnya yaitu:Bagaimanamelakukan simulasi asuhan keperawatan, penkes, pengelolaan asuhan keperawatan, nursing advokasi, mengidentifikasi masalah penelitian dengan kasus gangguan system endokrin pada berbagai tingkat usia dengan memperhatikan aspek legal dan etis?

D. Metode penulisanMetode penulisan dalam makalah ini adalah:BAB 1 Pendahuluan didalamnya mengenai latar belakang, tujuan, rumusan masalah, dan metode penulisan makalah.BAB 2 Landasan Teori didalamnya mengenai teori tentang anatomi fisiologi system endokrin, konsep penyakit tentang diabetes mellitus, asuhan keperawatan tentang penyakit diabetes mellitus, simulasi pendidikan kesehatan tentang penyakit diabetes mellitus, hasil penelitian tentang penyakit diabetes mellitus, serta prinsip legal dan etis dengan ganggguan penyakit diabetes mellitus.BAB 3 Pembahasan Kasus didalamnya mengenai kasus yang dibahas serta jawaban kasus.BAB 4 Penutup yang didalamnya terdapat kesimpulan dan saran mengenai masalah gangguan pada system endokrin.Dan juga terdapat daftar pustaka yang isinya adalah refensi yang diambil dari buku buku dan dari teknologi komputer seperti internet membantu untuk melengkapi isi makalah.

BAB IILANDASAN TEORI

A. Anatomi Fisiologi System Endokrin1. Definisi Sistem endokrin adalah sistem kontrol kelenjar tanpa saluran (ductless) yang menghasilkan hormon yang tersirkulasi di tubuh melalui aliran darah untuk memengaruhi organ-organ lain. Hormon bertindak sebagai "pembawa pesan" dan dibawa oleh aliran darah ke berbagai sel dalam tubuh, yang selanjutnya akan menerjemahkan "pesan" tersebut menjadi suatu tindakan. Sistem endokrin tidak memasukkan kelenjar eksokrin seperti kelenjar ludah, kelenjar keringat, dan kelenjar-kelenjar lain dalam saluran gastroinstestin.Sistem endokrin terdiri dari kelenjar-kelenjar endokrin. Kelenjar endokrin merupakan sekelompok susunan sel yang mempunyai susunan mikroskopis sangat sederhana. Kelompok ini terdiri dari deretan sel-sel ,lempengan atau gumpalan sel disokong oleh jaringan ikat halus yang banyak mengandung pembuluh kapiler. Kelenjar endokrin mensekresi substansi kimia yang langsung dikeluarkan ke dalam pembuluh darah, Sekresinya disebut hormon. Hormon yaitu penghantar (transmitter) kimiawi yang dilepas dari sel-sel khusus ke dalam aliran darah. Selanjutnya hormon tersebut dibawa ke sel-sel target (responsive cells) tempat terjadinya efek hormon.Sistem endokrin, dalam kaitannya dengan sistem saraf, mengontrol dan memadukan fungsi tubuh. Kedua sistem ini bersama-sama bekerja untuk mempertahankan homeostasis tubuh. Kelenjar eksokrin melepaskan sekresinya ke dalam duktus pada permukaan tubuh, seperti kulit, atau organ internal, seperti lapisan traktus intestinal.Fungsi endokrin diantaranya adalah :a. fungsi metabolisme tubuh b. fungsi pertumbuhan c. fungsi sexd. fungsi pencernaan e. fungsi kardiovaskuler2. Kelenjar Endokrina. Adrenal

Kelenjar adrenal atau suprarenal menempel pada kutub superior ginjal. kelenjar adrenal kiri dan kanan tidak simetris pada sumbu tubuh, kelenjar adrenal sebelah kanan lebih inferior, terletak tepat diatas ginjal, dan bentuknya lebih piramid shape. Sementara kelenjar suprarenal kiri lebih inferior, lebih kearah batas medial ginjal kiri, dan bentuknya lebih cressent shape. Masing-masing berukuran tebal sekitar 1 cm, lebar apex sekitar 2 cm, lebar basal sekitar 5 cm. beratnya antara 7-10 gr. Kelenjar ini dibagi menjadi:- Bagian korteks yang mencakup 80-90% organ, terletak bagian luar, dan berwarna kekuningan - Bagian medula yang terletak pada bagian dalam, berwarna gelap. Keduanya memiliki fungsi endokrin, bagian korteks memproduksi kortikosteroid (kortisol, kortikosteron) dari kolesterol, diregulasi ACTH. Bagian medulla memproduksi epineprin dan norepineprin, diregulasi saraf simpatisKelenjar adrenal terletak retroperitoneal, dibungkus kapsul jaringan ikat dengan banyak jaringan adiposa. Kapsul jaringan ikat tersebut membentuk septa ke arah parenkim yang masuk bersama pembuluh darah dan saraf.Kelenjar suprarenal merupakan salah satu organ yang paling kaya vaskularisasi. tiap kelenjar mendapat perdarahan dari tiga arteri yang berbeda:- Arteri Phrenic inferior yang akan membentuk arteri suprarenal superior- Aorta yang akan membentuk arteri suprarenal medial- Arteri renalis yang akan membentuk arteri suprarenal inferior.- Korteks adrenal :a) berasal dari mesoderm hormon kortikostreoid dibagi 3: Luar (zona glomerulosa) sekresi mineralokortikoid Tengah (zona fasikulata)glukosa Dalam (zona retikularis) gonado kortikoid b) MedullaBerasal dari ektoderm menghasilkan hormon adrenalin dan noradrenalin:Disintesis oleh medula adrenal. Disebut juga adrenalin & noradrenalin. Simpatomimetik pengaruh menirukan yang dihasilkan oleh bgn simpatetik ANS. Sprti : glukortikoid dari adrenal = membantu tubuh melawan stress.Cabang-cabang ketiga arteri tersebut membentuk pleksus subcapsular. Dari pleksus tersebut muncul arteri kortikal pendek, selanjutnya membentuk sinusoid berpori, dan bermuara ke pleksus vena suprarenal di medula. selanjutnya vena suprarenal kiri bermuara ke vena renal kiri dan vena suprarenal kanan bermuara ke vena cava inferior. selain arteri kortikal pendek, dari pleksus subcapsular, juga muncul arteri kortikal panjang yang tidak bercabang. menembus korteks sampai medulla.Fungsi kelenjar adrenal diantaranya:- Mengatur keseimbangan air, elektrolit, dan geram-garam - Mengatur/ memengaruhi metabolisme lemak karbohidrat dan protein- Memengaruhi aktifitas jaringan limfoid

b. HipotalamusHipotalamus merupakan struktur yang menjadi dasar ventrikel ketiga otak. Struktur ini tampak pada pembelahan sagital otak, terdiri dari badan mamillari, kiasma opticum, dan tuber cinereum yang bergabung dengan infundibulum dari hipofisis. Pada bagian posterior, hipotalamus berbatasan dengan tegmentum mesensefalon. Pada bagian anterior berbatasan dengan kiasma opticum dan bersatu dengan membran basal area olfaktori. Dan pada bagian lateral, hipotalamus , berbatasan dengan jaras optic dan crura cerebri serta bergabung dengan daerah subtalamus tanpa garis batas yang jelas.Hipotalamus mendapat perdarahan dalam jumlah besar dari arteri-arteri kecil percabangan dari Sirkulus Willis. Susunan arteri hipotalamus antar individu bervariasi namun membentuk pola umum yang sama, yaitu membentuk:- Grup anterior, berasal dari arteri karotis interna, cerebral anterior, dan bagian posterior arteri comunicans- Grup intermedia, berasal dari bagian posterior arteri comunicans- Grup posterior, berasal dari arteri serebral posterior, bagian posterior arteri comunicans, dan arteri basilarisBag