makalah blok 7.docx

Download makalah blok 7.docx

Post on 04-Mar-2016

232 views

Category:

Documents

0 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

Tinjauan PustakaStruktur dan Mekanisme RespirasiSiska (102012102/BP10)Universitas Kristen Krida Wacana, Jl. Arjuna Utara No.6, Jakarta, 11510strawberry_mutz@hotmail.comAbstrak: Suatu sistem pernapasan meliputi suatu proses masuknya oksigen dan keluarnya karbondioksida dari dalam paru-paru. Oksigen di dalam tubuh dibutuhkan untuk proses metabolisme tubuh dan karbondioksida sebagai hasil dari proses tersebut. Seperti hal lainnya, pernapasan juga melewati suatu mekanisme. Mekanisme ini melibatkan transport oksigen dan karbondioksida di dalam darah. Selain itu, tekanan di dalam maupun di luar tubuh dapat mempengaruhi pernapasan. Untuk menjalankan sistem pernapasan dibutuhkan organ-organ tubuh untuk berperan yang dapat dibedakan secara mikroskopik dan makroskopik. Kata kunci : mekanisme pernapasan

PendahuluanPengertian pernafasan atau respirasi adalah suatu proses mulai dari pengambilan oksigen, pengeluaran karbohidrat hingga penggunaan energi di dalam tubuh. Manusia dalam bernapas menghirup oksigen dalam udara bebas dan membuang karbon dioksida ke lingkungan. Pada dasarnya ia dibentuk oleh jalan atau saluran nafas dan paru- paru beserta pembungkusnya (pleura) dan rongga dada yang melindunginya. Terdapat juga otot-otot utama dan otot-otot tambahan yang membantu dalam inspirasi dan ekspirasi. Srtuktur dan mikroskopik alveoli dan structural paru menjadikan proses difusi efektif. Terjadi perubahan pada bagian-bagian toraks ketika inspirasi dan ekspirasi.Makalah ini turut mengetahui pemeriksaan fungsi paru dengan melakukan spirometri untuk mengukur volume pernapasan.Selain itu turut mempelajari pusat respirasi yang mengontrol fungsi otonom pernapasan.Sistim pernapasan mencakup organ paru-paru dan sistim saluran yang menghubungkan jaringan paru dengan udara dari luar tubuh ke jaringan tubuh. Sistim ini dilalui udara yang dihirup yang mengandung O2 yang penting untuk metabolisme dan mengeluarkan CO2 dan zat-zat lain yang merupakan hasil metabolisme tubuh.Organ yang berperan secara makroskopis Secara anatomi sistem pernafasan dibagi menjadi dua, yaitu saluran pernafasan atas dan saluran pernafasan bawah. Saluran pernafasan atas terdiri atas bagian di luar rongga dada yaitu mulai dari udara yang masuk melewati hidung, kavitas nasalis, faring, laring dan trakea bagian atas. Sedangkan saluran pernafasan bawah adalah mulai dari bagian yang terdapat dalam rongga dada yaitu trakea bagian bawah dan paru paru itu sendiri yang meliputi pipa bronchial dan alveoli.1Saluran nafas bagian atasSaluran nafas bagian atas ini berfungsi untuk menghangatkan, menyaring, dan melembabkanudara yang masuk ke dalam tubuh. Organ saluran nafas bagian atas adalah sebagai berikut:

Gambar 1. Rongga HidungSumber : http://www.dokterdesa.com/2012/11/hidung-nasal.html

1. Rongga Hidung (Cavum Nasalis)Udara dari luar akan masuk lewat rongga hidung (cavum nasalis). Rongga hidung berlapis selaput lendir, di dalamnya terdapat kelenjar minyak (kelenjar sebasea) dan kelenjar keringat (kelenjar sudorifera). Selaput lendir berfungsi menangkap benda asing yang masuk lewat saluran pernapasan. Selain itu, terdapat juga rambut pendek dan tebal didalam cavum nasi yang disebut vestibulum yang berfungsi menyaring partikel kotoran yang masuk bersama udara.2 Di dinding lateralnya terdapat 3 tonjolan tulang yaitu concha nasalis superior , concha nasalis medius dan concha nasalis inferior. Dimana chonca nasalis inferior terdapat banyak plexus venosus yang disebut sweet bodies, yang berfungsi untuk menghangatkan udara pernapasan melalui hidung. Disebelah posterior rongga hidung terhubung dengan nasofaring melalui dua lubang yang disebut choanae. Sedangkan yang berhubungan dengan lubang hidung anterior atau kearah wajah disebut nares.3Pembuluh-pembuluh nadi yang mendarahi rongga hidung adalah :a. Aa. ethmoidalis anterior dan posterior, cabang A. ophthalmica, yang mendarahi pangkal hidung, sinus-sinus/cellulae ethmoidalis dan frontalisb. A. sphenopalatina, cabang A. maxillaries interna, mendarahi mukosa dinding-dinding lateral dan medial hidung.c. A. palatina major, cabang palatina descendens A. maxillaries interna, yang melewati foramen palatinum majus dan canalis incisivus serta beranastomosis dengan A. sphenopalatina.d. A. labialis superior, cabang A. facialis, yang mendarahi septum nasi daerah vestibulum, beranastomosis dengan A. sphenopalatina dan seringkali menjadi lokasi kejadian epistaxis.4

Gambar 2. Nasopharynx, Oropharynx, LaryngopharynxSumber : http://www.dokterdesa.com/2012/11/hidung-nasal.html

2. Nasofaring Nasofaring bersama orofaring, dan laringofaring merupakan bagian dari faring. Faring sendiri merupakan percabangan dua saluran yakni traktus digestivus dan traktus respiratorius. Faring berperan dalam proses menelan makanan. Rongga nasofaring ini tidak pernah tertutup, berbeda dari orofaring dan laringofaring. Nasofaring berhubungan dengan rongga hidung melalui choanae. Sedangkan yang berhubungan dengan orofaring melalui isthimus pharingeum.3

3. OrofaringOrofaring merupakan pertemuan rongga mulut dengan faring, disini terdapat pula pangkal lidah. Pada dinding lateralnya terdapat tonsilla palatina yang masing-masingnya terletak disinus tonsillaris. Berhubungan dengan rongga mulut melalui isthmus oropharingeum. Makanan dalam bentuk bolus dari rongga mulut didorong masuk ke orofaring. Bolus menekan uvula (tekak) sehingga menutup saluran menuju ke hidung. Hal ini menjaga supaya makanan yang masuk tidak keluar ke hidung. Proses dilanjutkan dengan menurunnya epiglotis yang menutup glotis. Bolus melalui laringofaring dan masuk ke esophagus.3

4. LaringofaringPada laringofaring ini terjadi persilangan antara aliran udara dan aliran makanan. Laringofaring terdiri dari epitel bervariasi tetapi sebagian besar terdiri dari epitel berlapis gepeng tidak bertanduk.2 Laringofaring akan berhubungan dengan laring melalui aditus laringis.

5. FaringPada faring terdapat tiga otot lingkar/sirkular yakni musculus contrictor pharingis inferior, musculus contrictor pharingis medius dan musculus constrictor pharingis superior, serta tiga otot yang masing-masing turun dari processus styloideus, torustubarius cartilaginis tubae auditiva dan palatum molle, yakni musculus stylopharingeus, musculus salpingopharingeus dan musculus palatopharingeus.Perdarahan pada faring berasal dari arteri pharingea ascendens, arteri palatina ascendens dan ramus ronsillaris cabang arteri facialis, arteri palatina major dan artericanalis ptrygoidea cabang arteri maxillaris interna dan rami dorsales linguae cabang arterilingualis. Pembulih balik membentuk sebuah plexus yang keatas berhubungan dengan plexus pterygoidea dan kearah bawah bermuara kedalam vena jugularis interna dan venafacialis. Persarafan pada faring berasal dari plexus pharingeus yang terdiri dari nervus palatina minor dan nervus glossopharing.3

Gambar 3. LaringSumber : http://www.dokterdesa.com/2012/11/hidung-nasal.html6. LaringLaring sering disebut kotak suara, nama yang menunjukan salah satu fungsinya,yaitu berbicara adalah saluran pendek yang menghubungkan faring dengan trakea. Laring memungkinkan udara mengalir di dalam struktur ini, dan mencegah benda padat agar tidak masuk ke dalam trakea. Laring merupakan suatu saluran yang dikelilingi oleh tulang rawan. Terdiri atas cartilago threoidea, cartilago cricoidea dan cartilago arytaenoid yang merupakan tulang rawan hialin dan cartilago epiglotis, cartilago cuneiformis dan cartilago corniculata yang merupakan tulang rawan elastis.2Laring berada diantara orofaring dan trakea, dianterior laringofaring. Laring dapat ditutup oleh katup pangkal tenggorok (epiglotis). Epiglotis atau kartilago epligotik adalah kartilago yang paling atas, bentuknya seperti lidah dan keseluruhannya dilapisi oleh membran mukosa. Selama menelan, laring bergerak ke atas dan epiglotis tertekan ke bawah menutup glotis.Gerakan ini mencegah masuknya makanan atau cairan ke dalam laring.2Otot pada laring terbagi menjadi dua kelompok yakni kelompok ekstrinsik dan kelompok intrinsik. Otot-otot ekstrinsik menghubungkan laring dengan sekitarnya dan berperan dalam proses menelan; termasuk otot-otot tersebut adalah musculus sternothyreoideus, musculus thyreohyoid dan musculus constrictor pharingis inferior. Sedangkan musculus intrinsik laring berperan untuk fonasi. Otot yang termasuk dalam musculus intrinsik laring adalah musculus cricoarytaenoid posterior, musculus cricoarytaenoid lateral, musculus arytaenoid obliquus, musculus arytaenoid transversus, musculus thyreoarytaenoid, musculus aryepigloticcus dan sekitarnya. Perdarahan utama laring berasal dari cabang-cabang artery thyreodea superior dan arteri thyroidea inferior. Persarafan berasal dari cabang-cabang internus dan externus nervus laringeus superior dan nervus reccuren dan saraf simpatis.3

Gambar. 4. TrakeaSumber : http://www.dokterdesa.com/2012/11/hidung-nasal.html

7. TrakeaTrachea adalah tuba dengan panjang 10 cm-12 cm dan diameter 2,5 cm serta terletak di atas permukaan anterior esophagus. Tuba ini merentang dari laring pada area vertebra serviks keenam sampai area vertebra toraks kelima tempatnya membelah menjadi dua bronkus utama. Trachea dapat tetap terbuka karena adanya 16-20 cincin kartilago berbentuk C. Ujung posterior mulut cincin dihubungkan oleh jaringan ikat dan otot sehingga memungkinkan ekspansi esophagus.5 Trakea diperdarahi oleh arteri thyreodea inferior sedangkan ujung thoracalnyadidarahi oleh cabang arteri bronchiales. Persarafan trakea berasal dari cabang trachealnervus vagi, nervus recurrens dan truncus symphaticus.3

Organ yang berperan secara mikroskopis1. Rongga Hidung (Cavum Nasalis)

Udara dari luar akan masuk lewat rongga hidung (cavumnasalis).Rongga hidung berlapis selaput lendir, di dalamnya terdapat kelenjar minyak(kelenjar sebasea)dan kelenjar keringat(kelenjar sudorifera).Selaput lendir berfungsi menangkap benda asing yang masuk lewat