makalah bener bahasa

Click here to load reader

Post on 26-Dec-2015

42 views

Category:

Documents

5 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

Bahasa IndonesiaPenalaran dan Definisi

Disusun Oleh: M Ehan1112081000015Muhammad Rizki1113081000006Rifka Indi1113081000014Dimas Wiranugraha1113081000023Debi Kurnia Sandi1113081000037Ramadhan Ali Nasution1113081000041Maya Kartika Laksmiwati1113081000042

UIN Syarif Hidayatullah JakartaFakultas Ekonomi dan BisnisManajemen

ii

KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Allah SWT, karena atas berkat rahmat dan hidayahnya kami dapat menyelesaikan makalah ini. Tak lupa shalawat serta salam senantiasa tercurah kepada junjungan Nabi Besar Muhammad SAW, beserta keluarga dan para sahabatnya.Makalah yang berjudul Definisi dan Penalaran ini kami buat untuk memenuhi kompetensi mata kuliah bahasa Indonesia. Dalam penyusunan makalah ini, kami telah berusaha sekuat tenaga. Namun tentu saja, makalah ini tidaklah luput dari kesalahan. Untuk itu kami mengharapkan kritik dan saran yang membangun, agar makalah ini menjadi lebih baik.Dalam pembuatan makalah ini kami mendapatkan dukungan dari berbagai pihak. Untuk itu, kami ingin mengucapkan rasa terima kasih kepada:1. Ibu Didah, selaku dosen mata kuliah bahasa Indonesia,2. Kedua orang tua yang telah memberikan dukungan, baik secara moril maupun materil kepada kami, dan3. Rekan-rekan seperjuangan, yang telah memberikan energi positifnya kepada kami.

Kami berharap semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi pembaca pada umumnya dan penulis pada khususnya.Jakarta, 13 Mei 2014

Penulis

DAFTAR ISI

KATA PENGANTARiDAFTAR ISIiiBAB I PENDAHULAN11.1 Latar Belakang11.2 Rumusan Masalah11.3 Tujuan Penulisan2BAB II PEMBAHASAN32.1 Definisi32.1.1 Pengertian32.1.2 Syarat-Syarat Definisi yang Baik32.1.3 Tujuan Pembuatan Definisi32.1.4 Jenis Definisi42.2 Penalaran62.2.1 Pengertian62.2.2 Ciri Ciri Penalaran72.2.3 Preposisi dan Term72.2.4 Jenis-jenis Proposisi92.2.5 Bentuk-bentuk Proposisi112.2.6 Penalaran Deduktif122.2.7 Penalaran Induktif172.2.8 Salah Nalar20BAB III PENUTUP243.1 Simpulan243.2 Saran24DAFTAR PUSTAKA25

i

BAB I PENDAHULAN1.1 Latar BelakangDalam suatu istilah pasti memuat suatu definisi, tetapi setiap pembaca kadang mengalami kendala dalam menarik suatu definisi. Tak sering pula salah dalam menarik suatu definisi. Definisi yang baik harus memenuhi syarat-syarat sesuai kaidah yang telah ditentukan. Definisi terbagi dalam beberapa jenis diantaranya 5 jenis definisi yang paling umum yang banyak orang tidak mengetahuinya, sehingga perlu memberikan suatu referensi untuk para pembaca.Pencarian kesimpulan yang benar harus berlangsung menurut prosedur atau kaidah hukum, yaitu berdasarkan logika. Sedangkan aplikasi dari logika dapat disebut dengan pengetahuan ilmiah. Untuk memperoleh pengetahuan ilmiah dapat dijadikan 2 jenis penalaran, yaitu penalaran deduktif dan penalaran induktif.Penalaran deduktif bertolak dari sebuah konklusi atau simpulan yang didapat dari satu atau lebih pertanyaan yang lebih umum yang dapat dilakukan secara langsung dan dapat dilakukan secara tidak langsung. Penalaran induktif adalah penalaran yang bertolak dari pernyataan yang bertolak dari pernyataan-pertanyaan yang khusus dan menghasilkan simpulan yang umum. Oleh karena itu, simpulan yang diperoleh atau tidak lebih khusus daripada pernyataan (premis).Selain metode dalam menarik suatu pernyataan, terdapat proposisi dan term yang perlu diperhatikan. Banyak bentuk dan jenis-jenis dari proposisi dalam membantu menarik suatu penalaran dari sebuah premis atau lebih. Dalam menarik suatu penalaran, terkadang kita mengalami kendala atau tidak disadari salah dalam menarik penalaran. Banyak juga faktor yang menyebabkan salah nalar, seperti premis yang tidak sesuai, premis yang terlalu umum, dan masih banyak lagi.1.2 Rumusan Masalah1.2.1 Apa Pengertian Definisi?1.2.2 Apa Syarat-Syarat Definisi?1.2.3 Apa Tujuan Pembuatan Definisi?1.2.4 Apakah Jenis Definisi?1.2.5 Apa yang Dimaksud Proposisi dan Term?1.2.6 Bagaimana Jenis-Jenis Proposisi?1.2.7 Bagaimana Bentuk-Bentuk Proposisi?1.2.8 Apa Pengertian Penalaran?1.2.9 Apa Ciri-Ciri Penalaran?1.2.10 Apa yang Dimaksud dengan Penalaran Deduktif?1.2.11 Apa yang Dimaksud dengan Penalaran Induktif?1.3 Tujuan Penulisan1.3.1 Tujuan Penulisan Secara Umum1.3.1.1 Memenuhi tugas mata kuliah bahasa Indonesia.1.3.1.2 Menambah pengetahuan mengenai penalaran dan definisi.

1.3.2 Tujuan Penulisan Secara Khusus1.3.2.1 Mengetahui Pengertian Definisi1.3.2.2 Dapat Menyebutkan Syarat-Syarat Definisi1.3.2.3 Dapat Menyebutkan Tujuan Pembuatan Definisi1.3.2.4 Dapat Menyebutkan Jenis Definisi1.3.2.5 Mengetahui Pengertian Proposisi dan Term1.3.2.6 Mengetahui Jenis-Jenis Proposisi1.3.2.7 Mengetahui Bentuk-Bentuk Proposisi1.3.2.8 Mengetahui Pengertian Penalaran1.3.2.9 Dapat Menyebutkan Ciri-Ciri Penalaran1.3.2.10 Mengetahui Penalaran Deduktif1.3.2.11 Mengetahui Penalaran Induktif

BAB II PEMBAHASAN2.1 Definisi2.1.1 PengertianDefinisi adalah suatu pernyataan mengenai ciri-ciri penting suatu hal, dan biasanya lebih kompleks dari arti, makna, atau pengertian suatu hal. Ada berbagai jenis definisi, salah satunya yang umum adalah definisi perkataan dalam kamus (lexical definition). Definisimempunyai tugas untuk menetukan batas suatu pengertian dengan tepat, jelas dan singkat.[footnoteRef:2] [2: Rakhmawati Lestari, Penalaran dan Definisi, http://tarirl.wordpress.com/2013/05/16/definisi-dan-penalaran/, diakses 20 April 2014, jam 07.45 WIB.]

2.1.2 Syarat-Syarat Definisi yang BaikDefinisi yang baik harus memenuhi syarat:2.1.2.1 Merumuskan dengan jelas, lengkap dan singkat semua unsur pokok (isi) pengertian tertentu.2.1.2.2 Yaitu unsur-unsur yang perlu dan cukup untuk mengetahui apa sebenarnya barang itu (tidak lebih dan tidak kurang). Sehingga dengan jelas dapat dibedakan dari semua barang yang lain.2.1.3 Tujuan Pembuatan Definisi2.1.3.1 Tujuan Umum2.1.3.1.1 Memfasilitasi komunikasi dengan membantu proses komunikasi yang berlangsung menjadi sederhana dan lebih tepat, atau dengan kata lain mempersingkat ekspresi suat pernyataan yang panjang dan kompleks sifatnya. Contoh : WHO, singkatan dari World Health Organization.2.1.3.1.2 Definisi dibuat untuk memperkenalkan kata baru dalam bahasa.2.1.3.1.3 Definisi juga dapat memberikan suatu arti baru terhadap kata yang sudah lama, contoh : kata Bibi, dahulu didefinisikan sebagai adik kandung ayah atau ibu perempuan, namun saat ini bisa mempunyai arti pembantu rumah tangga.2.1.3.1.4 Definisi adalah suatu cara yang terbaik dan paling efektif untuk menjamin ketepatan dan kebenaran dari penggunaan kata tersebut.2.1.3.2 Tujuan Khusus2.1.3.2.1 Definisi yang tepat (Precising definition).2.1.3.2.2 Definisi yang bersifat teoritis (Theoritical definition).2.1.4 Jenis DefinisiAda 5 jenis definisi, yang kesemuanya mengacu dari 5 tujuan dibuatnya definisi, yaitu :2.1.4.1 Definisi Stipulatif, penjelasannya sama dengan definisi nominal diatas.[footnoteRef:3] [3: Ibid.]

Suatu definisi yang menetapkan arti untuk suatu kata baru, mencakup penciptaan suatu kata baru atau pemberian suatu arti baru untuk suatu kata yang lama. Biasanya bertujuan menggantikan suatu ungkapan yang lebih kompleks dengan ungkapan yang lebih sederhana. Seringkali karena adanya fenomena dan perkembangan baru definisi stipulatif diperlukan. Contoh: istilah tigon dipakai untuk penyebutan anak hasil perkawinan antara seekor harimau jantan dengan seekor singa betina. Istilah liger dipakai untuk penyebutan anak hasil perkawinan antara seekor singa jantan dengan seekor harimau betina.Kemudian definisi stipulatifpun dipakai untuk menetapkan kode-kode sandi rahasia. Contoh: istilah tora, tora dipakai selama perang dunia dua sebagai nama kode yang dikirim oleh admiral yamamoto ke kantor pusat pengendalian perang di Tokyo, kode itu untuk menandakan bahwa tentara Jepang tidak terhambat dalam beberapa jam sebelum pengeboman Pearl Harbour.2.1.4.2 Definisi Leksikal, penjelasannya pun sama dengan definisi riil.Suatu definisi leksikal dipakai untuk menyampaikan/melaporkan arti yang sudah dimiliki oleh suatu kata dalam suatu bahasa. Definisi-definisi leksikal mempunyai tujuan lebih jauh yaitu mengeliminasi ambiguitas yang bisa muncul jika satu dari arti yang dimaksudkan dicampuradukan dengan arti lainnya. Contoh: definisi-definisi yang terdapat dalam kamus. Karena suatu definisi leksikal mendaftar bermacam-macam arti yang dimiliki suatu kata, seseorang yang berusaha merumuskan suatu definisi lebih baik siap menghindari kata-kata ambigu yang digunakannya dan mendeteksi arti-arti lainnya. Dalam banyak kasus, masalah terjadi bukan karena perbedaan-perbedaan yang jelas arti kata-kata seperti tahu, kali, dan bisa tetapi karena ketidakjelasan arti akibat pencampuradukan arti yang satu dengan arti yang lainnya. Contoh: jika seorang gadis dikatakan baik, yang dimaksud bisa saja dia sopan, bersahaja, rendah hati, bahkan menyenangkan. Peran definisi leksikal akan membedakan bermacam-macam ketidakjelasan semacam itu dan dengan demikian akan mencegah kemungkinan terjadinya menduanya arti.2.1.4.3 Definisi Ketepatan (Precising Definition), definisi dibuat dan dapat menimbulkan definisi baru sehingga harus benar-benar diperhatikan agar tidak terjadi kerancuan.[footnoteRef:4] [4: Ibid.]

Tujuannya mengurangi ketidakjelasan arti suatu kata. Jika demikian seseorang dapat mencapai suatu keputusan tentang berlakunya suatu kata dalam situasi tertentu. Misal telah dikatakan bahwa kata miskin itu tidak jelas untuk menentukan siapa yang miskin dan siapa yang tidak miskin secara tepat, maka peran suatu definisi yang tepat diperlukan. Contoh: dalam bidang kedokteran, kata momen kematian (moment of death) didefinisikan sebagai saat otak berhenti berfungsi yang diukur dengan suatu alat bernama electroenchephaloghraph.2.1.4.4 Definisi Teoritis, definisi yang muncul dalam rangka mengusulkan agar teori yang ditemukan diterima dengan mudah oleh masyarakat.Suatu definisi yang menetapkan arti bagi suatu kata dengan mengusulkan suatu teori yang mem