makalah bab 7 kelompok2 3a

Download Makalah Bab 7 Kelompok2 3a

Post on 11-Apr-2016

6 views

Category:

Documents

0 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

kkkk

TRANSCRIPT

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah

Pengembangan sistem memiliki biaya yang sangat tinggi. Oleh karena itu, proses pengembanganganhendaknya dikelola dengan baik. Eksekutif perusahaan akan memberikan tingkat pengawasan yang tinggi, sering kali para eksekutif tersebut ikut berpartisipasi di dalam suatustreering committeesistem informasi manajemen yang mengawasi saluran proyek yang sedang berjalan. Masing-masing proyek pada umumnya dikelola oleh seorang pemimpin proyek.Tujuan utama dari manajemen proyek adalah untuk mengendalikan biaya. Mengestimasikan total biaya dari sudut proyek sebelum pekerjaan dimulai adalah proktik yang umum dilakukan. Praktik ini meminta adanya perencanaan mendalam yang diarahkanpada penentuan pekerjaan apa yang akan dikerjakan, oleh siapa, dan kapan. Sejumlah teknik yang beberapa diantaranya melibatkan komputer dan internet, digunakan dalam pengestimasian biaya-biaya proyek.Baik manajer maupun para pengembang sistem dapat menerapkan pendekatan sistem ketika memecahkan masalah. Pendekatan sistem terdiri atas tiga tahapan kerja, persiapan, defenisi, dan solusi. Di dalam setiap tahapan terdapat urut-urutan langkah. Upaya persiapan terdiri dari atas melihat perusahaan sebagai suatu sistem, mengenal sistem lingkungan, dan mengidentifikasi subsistem-subsistem perusahaan.Upaya defenisi melanjutkandiri satu sistem ke tingkat subsistem dan menganalisis bagian-bagian sistem dengan urutan-urutan tertentu. Upaya solusi melibatkan pengidentifikasian solusi-solusi alaternatif, mengevaluasinya, dan memilih solusi yang terbaik. Solusi ini kemudian diimplementasikan, dan ditindaklanjutkan untuk memastikan bahwa masalah telah terpecahkan. Ketika diterapkan pada masalah pengembangan sistem, pendekatan sistem ini disebut siklus hidup pengembangan sistem.

1.2 Rumusan Masalah

1.2.1 Apa yang dimaksud dengan pendekatan sistem dan apa saja langkah-langkahnya ?1.2.2 Apa yang dimaksud dengan siklus hidup pengembangan sistem (system development life-cycle-SDLC) ?

1.2.3 Apa yang dimaksud dengan prototyping dan apa saja jenisnya ?

1.2.4 Apa yang dimaksud dengan Rapid Application Development ?

1.2.5 Apa yang menjadi dasar manajemen proyek ?1.3 Tujuan Penulisan

1.3.1 Mengetahui apa yang dimaksud dengan pendekatan sistem dan langkah-langkahnya.1.3.2 Mengetahui apa yang dimaksud dengan siklus hidup pengembangan sistem (system development life-cycle-SDLC).1.3.3 Mengetahui apa yang dimaksud dengan prototyping dan jenisnya.1.3.4 Mengetahui apa yang dimaksud dengan Rapid Application Development.1.3.5 Mengetahui apa yang menjadi dasar manajemen proyek. BAB II

PEMBAHASAN

2.1 Pendekatan SistemProses-proses pemecahan masalah secara sistematis pertama kali dikembangkan oleh John Dewey, seorang profesor ilmu filosofi di Columbia University. Dalam sejarah buku di tahun 1910,Dewey mengidentifikasi tiga rangkaian pertimbangan yang terlibat dalam pecehan sebuah koversi secara memadai.1. Mengenali kontroversi.

2. Mempertimbangkan berbagai alternatif pendapat.

3. Membentuk satu penilaian.

Dewey tidak mempergunakan istilahpendekatan sistem,namun iamenyadari adanya sifat berurutan dari pemecahan masalah mengidentifikasi suatu masalah. Pendekatan sistem (system approach) adalah suatu urutan pemecahan masalah dengan memahami masalah terlebih dahulu, kemudian mempertimbangkan berbagai solusi alternatif, dan pada akhirnya memilih solusi yang terlihat paling baik.

2.1.1 Rangkaian Langkah-Langkah

Meskipun banyak uraian mengenai pendekatan sistem mengakui pola dasar yang sama, namun jumlah langkahnya dapat bervariasi, kita menggunakan 10 langkah, yang dikelompokkan menjadi tiga fase. Fase pertama, preparation effort (upaya persiapan), yaitu mempersiapkan orang atau personel yang bertugas memecahkan masalah dengan memberi mereka orientasi sistem. Fase kedua, definition effort (upaya definisi) yang terdiri dari identifikasi masalah yang akan dipecahkan kemudian dilanjutkan dengan pemahaman terhadap masalah tersebut. Fase ketiga, solution effort (upaya solusi) dengan melibatkan indentifikasi solusi alternatif, evaluasi solusi alternatif, memilih salah satu yang terbaik, menerapkan solusi terbaik, dan memastikan bahwa masalah tersebut dapat dipecahkan.

Gambar 1. Tahapan Upaya Pengembangan Sistem1) Upaya PersiapanTiga langkah persiapan tidak harus dikerjakan secara berurutan. Selain itu, langkah-langkah ini dapat terjadi selama jangka waktu yang lama dimulai dari sekarang.

Langkah 1 Melihat PerusahaansebagaiSuatu sistemAnda harus dapat memandang perusahaan, anda sebagai suatu sistem. Hal ini dapat terlaksana dengan mempergunakan meodel sistem umum. Anda seharusnya dapat melihat bagaimana perusahaan atau unit organisasiAnda sesuai dengan model.

Langkah 2 Mengenal SistemLingkunganHubungan perusahaan atau organisasi dengan lingkungan juga merupakan suatu hal yang penting. Delapan unsur lingkungan yang telah diperlajari, memberikan suatu cara yang efektif dalam memosisikan perusahaan sebagai suatu sistem dalam lingkungannya.

Langkah 3 Mengidentifikasi Sub SistemPerusahaanSub sistem utama perusahaan dapat mengambil beberapa bentuk. Bentuk termudah yang dapat dilihat manajer adalaharea-area bisnis. Masing-masing area dapat dianggap sebagai suatu sistem yang terpisah.

Manajer juga dapat melihattingkat-tingkat manajemensebagai suatu subsistem. Subsistem memiliki hubungan atasan-bawahan dan terhubung oleh arus informasi maupun keputusan. Ketika manajer melihat perusahaan dengan cara seperti ini, arti penting arus informasi menjadi jelas. Tanpa adanya arus ini manajemen di tingkat yang lebih tinggi akan terpisah dari manajemen di tingkat yang lebih rendah.

Manajer juga dapat menggunakanarus sumber dayasebagai dasar untuk membagi perusahaan menjadi subsistem-subsistem.Keuangan, sumber daya manusia, dan layanan informasi semuanya mencerminkan unit-unit organisasi yang ditujukanuntuk memfasilitasi arus-arus sumber daya tertentu. Manajemen rantai pasokan akan berkepentingan dengan pengolahan arus-arus sumber daya ini.

Ketika manajer dapat melihat perusahaan sebagai suatu sistem dari subsistem-subsistem yang berada di dalam suatu lingkungan, maka suatu orientasi sistem telah tercapai. Manajer telah menyelesaikan upaya persiapandan kini siap untuk mempergunakan pendekatan sistem dalam memecahkan masalah.

2) Upaya DefenisiUpaya defenisi biasanya dirancang oleh suatupemicu masalah (problem trigger)- suatu sinyal yang menandakan bahwa keadaan berjalah lebih baik atau lebih buruk dari yang telah direncanakan. Sinyal ini dapat berasal dari dalam perusahaan atau lingkungannya, dan akan mengawali suatu proses pemecahan masalah. Gejala (symptom)adalah suatu kondisi yang ditimbulkan oleh masalah dan biasanya lebih jelas dari pada akar masalah tersebut.

Kita mendefinisikan suatumasalahsebagai suatu kondisi atau kejadian yang merugikan atau berpotensi merugikan atau mengungtungkan atau berpotensi menguntungkan bagi perusahaan.

Langkah 4-Mengalihkan Sistem Menjadi Sub Sistem.Ketika manajer mencoba untuk memahami masalah, analisis akan memulai pada sistem yang menjadi tanggung jawab manajer tersebut. Sistem ini dapat berupa perusahaan atau salah satu unitnya. Analisis kemudian dilanjutkan menuju ke bawah hierarki sistem, tingkat demi tingkat.

Manajer pertama kali mempelajari posisi sistem sehubungan dengan lingkungannya. Selanjutnya, manajemen menganalisissistem dilihat darisubsistem-subsistem-nya. Tujuan dari analisis dari atas ke bawah in adalah untuk mengidentifikasi tingkat sistem di mana terdapat penyebab terjadinya masalah.Langkah 5- AnalisisBagian-Bagian Sistem dalam Urutan Tertentu.Saat manajer mempelajari setiap tingkat sistem, elemen-elemen sistem dianalisis secara berurutan.

Elemen 1- Mengevalusi Standar.

Standar kinerja bagi suatu sistem biasanya dinyatakan dalam bentuk rencana, anggaran dan kuota. Manajemen menentukan standar dan harus memastikan bahwa standar tersebut realistis, dapat dipahami, dapati diukur, dan valid.

Elemen2- Membandingkan Output Sistem dengan Standar

Setelah manajer merasa puas dengan standar-standarnya. Mereka lalu mengevaluasi output sistem dengan membandingkannya pada standar.

Elemen 3- Mengevaluasi Manajemen.

Diberikan satu penilaian kritis atas manajemen dan struktur organisasi sistem.

Elemen 4- Mengevaluasi Prosesor Informasi.

Ada kemungkinan terdapat tim menajemen yang baik, namun tim tersebut tidak mendapatkan informasi yang ia butuhkan. Jika kasusnyaseperti ini, kebutuhan harus diidentifikasi dan sistem informasi yang memadai harus dirancang dan diimplementasikan.

Elemen 5 -Mengevaluasi Input dan Sumber Daya Input.

Ketika analisis pada sistim di tingkat ini telah tercapai, sistem konseptual tidak lagi menjadi masalah, dan masalah terdapat pada sistem fisik, analisis akandilakukan oleh sumber daya fisik di dalam unsure input dari sistem.

Elemen 6- Mengevaluasi Proses Tranformasi.

Prosedur-prosedur dan praktik-praktik yang tidak efesien dapat menimbulkan kesulitan dalam mengubah input menjadi output. Otomatisasi, robot, desain dan produk yang dibantu oleh komputer, serta produksi yang diintegrasikan oleh komputer adalah dari upaya untuk memecahkan masalah.

Elemen 7- Mengevaluasi Sumber Daya Output.

Dalam menganalisis elemen 2, kita memberikan perhatian pada output yang diproduksi oleh sistem. Di sini kita akan mempertimbangkan sumber daya fisikdalam elemen outuput suatu sistem.

Dengan selesainya upaya defenisi, lokasi masalah jika dilihat dari tingkat dan unsur sistem telah ditentukan, kini masalah akan dapat dipecahkan.3) Upaya Pemecahan MasalahUpaya solusi melibatkan suatu pertimbangan atas alternative-alternatif yang layak, pemilihan alternative terbaik, dan diimplementasikan, jang