makalah alkes 1

Click here to load reader

Post on 29-Nov-2015

277 views

Category:

Documents

6 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

penggunaan alat-alat kesehatan pada operasi appendiktomi

TRANSCRIPT

OPERASI USUS BUNTU (APENDIKTOMI)(Studi Deskriptif tentang Operasi Sedang)

MAKALAHDiajukan untuk memenuhi syarat mengikuti UTS matakuliah Alat Kesehatan

OlehKelompok III

1. Dyah Putri Ayu Dinastyar2. Liska3. Iin Suhesti4. Fretty Eka Novia5. Erna Yafniwati

SEKOLAH TINGGI FARMASI MUHAMMADIYAHTANGERANG2013

14

Kata Pengantar

Assalamu`alaikum Wr.Wb.

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT, yang telah memberikan rahmat dan karunia-Nya, sehingga kami dapat menyelesaikan makalah ilmiah yang berjudul Appendiktomi. Adapun tujuan dari penulisan makalah ilmiah ini adalah untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah alat kesehatan untuk memenuhi kompetensi nilai.Dalam penyusunan makalah ilmiah ini, kami akui mendapatkan beberapa hambatan. Namun berkat dorongan dari berbagai pihak, baik secara langsung maupun tidak langsung, dan secara moril maupun materil akhirnya makalah ini dapat kami selesaikan tepat pada waktunya.Tak lupa, kami juga mengucapkan banyak terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu dalam menyelesaikan makalah ilmiah ini sehingga selesai tepat pada waktunya.kami menyadari bahwa makalah ini, masih jauh dari kata sempurna, untuk itu kami mengharapkan masukan dari pembaca, baik saran maupun kritikan yang bersifat membangun agar kami dapat lebih baik lagi kedepannya. kami berharap, semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi pembaca umumnya dan penulis sendiri khususnya.

Wassalam`alaikum Wb.Wb.

Tangerang, Oktober 2013

Penulis

Daftar Isi

Kata Pengantar iDaftar Isi iiBab I Pendahuluan 11.1. Latar Belakang 11.2. Rumusan Masalah 11.3. Tujuan 11.4. Manfaat 1Bab II Tinjauan Pustaka 22.1 Pengertian Appendisitis 22.2 Anatomi dan Fisiologi 32.2.1 Anatomi Usus Besar 32.2.2 Anatomi Appendix 42.2.3 Fisiologi Appendisitis 52.3 Etiologi 52.4 Patofisiologi 62.5 Manifestasi Klinik 72.6 Komplikasi 82.7 Pemeriksaan Diagnostik 92.8 Penatalaksanaan 92.9 Pengertian Operasi 112.10 Pengertian Sterilisasi 112.10.1. Efektivitas Sterilisasi 122.10.2. Penatalaksanaan Sterilisasi 12

Bab III Pembahasan 143.1 Alat-alat dan Fungsinya 143.1.1 Alat Steril 143.1.2 Alat Non Steril 183.2 Penatalaksaan Sterilisasi Alat 193.2.1. Pemeliharaan Alat-alat Logam 193.2.2. Pemeliharaan Sarung Tangan 203.3 Penatalaksanaan Sterilisasi Ruangan 20

Daftar Pustaka24

BAB I Pendahaluaun

1.1 Latar Belakang

Apendisitisadalah suatu radang yang timbul secara mendadak pada apendiks dan merupakan salah satu kasus akut abdomen yang paling sering ditemui. Apendiks disebut juga umbai cacing. Apendisitis sering disalah artikan dengan istilah usus buntu, karena usus buntu sebenarnya adalah caecum. Apendisitis akut merupakan radang bakteri yang dicetuskan berbagai faktor. Diantaranya hyperplasia jaringan limfe, fekalith, tumor apendiks dan cacing ascaris dapat juga menimbulkan penyumbatan.

Insiden apendisitis akut lebih tinggi pada negara maju daripada Negara berkembang, namun dalam tiga sampai empat dasawarsa terakhir menurun secara bermakna, yaitu 100 kasus tiap 100.000 populasi mejadi 52 tiap 100.000 populasi. Kejadian ini mungkin disebabkan perubahan pola makan, yaitu negara berkembang berubah menjadi makanan kurang serat. Menurut data epidemiologi apendisitis akut jarang terjadi pada balita, meningkat pada pubertas, dan mencapai puncaknya pada saat remaja dan awal 20-an, sedangkan angka ini menurun pada menjelang dewasa. Insiden apendisitis sama banyaknya antara wanita dan laki-laki pada masa prapuber, sedangkan pada masa remaja dan dewasa muda rationya menjadi 3:2, kemudian angka yan tinggi ini menurun pada pria.

Dari berbagai penelitian yang telah dilakukan, obstruksi merupakan penyebab yang dominan dan merupakan pencetus untuk terjadinya apendisitis. Kuman-kuman yang merupakan flora normal pada usus dapat berubah menjadi patogen, menurut Schwartz kuman terbanyak penyebab apendisitis akut adalah Bacteriodes Fragilis bersama E.coli.

Beberapa gangguan lain pada sistem pencernaan antara lain sebagai berikut: Peritonitis; merupakan peradangan pada selaput perut (peritonium). Gangguan lain adalah salah cerna akibat makan makanan yang merangsang lambung, seperti alkohol dan cabe yang mengakibatkan rasa nyeri yang disebut kolik. Sedangkan produksi HCl yang berlebihan dapat menyebabkan terjadinya gesekan pada dinding lambung dan usus halus, sehingga timbul rasa nyeri yang disebut tukak lambung. Gesekan akan lebih parah kalau lambung dalam keadaan kosong akibat makan tidak teratur yang pada akhirnya akan mengakibatkan pendarahan pada lambung. Gangguan lain pada lambung adalah gastritis atau peradangan pada lambung. Dapat pula apendiks terinfeksi sehingga terjadi peradangan yang disebut apendisitis.

Dalam hal ini salah satu penatalaksaannya ialah dengan dilakukannya operasi, dimana dilakukannya pengangkatan appendix dari dalam tubuh. Namun sebelum dilakukannya operasi tersebut dibutuhkan beberapa perlakuan khusus seperti, mensterilkan alat dan ruangan, peninjauan terhadap pasien dan menunggu hasil observasi.Oleh karena itu makalah ini dibuat untuk menjelaskan lebih lanjut alat-alat yang akan digunakan, fungsi dari alat-alat tersebut dan bagaimana cara mensterilkan alat-alat dan ruangan sebelum dilakukannya operasi.

1.2 Rumusan MasalahRumusan masalah dari makalah ini adalah :1. Apa saja alat-alat yang dipakai pada saat operasi Appendiktomi?,2. Apa fungsi dari alat-alat tersebut?,3. Bagaimana cara mensterilkan alat-alat operasi?.

1.3 Tujuan Tujuan dari pembuatan makalah adalah untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah Alat Kesehatan.

1.4 ManfaatManfaat dari pembuatan makalah ini :1. Kita dapat mengetahui alat-alat yang akan digunakan pada saat melakukan operasi sedang , yaitu operasi appendiktomi.2. Kita dapat mengetahui kegunaan dari masing-masing alat-alat pada saat proses operasi.3. Mengetahui cara mensterilisasi alat-alat operasi.

BAB IITinjauan Pustaka

2.1 Pengertian Apendisitis

Apendisitis adalah peradangan pada apendiks vermiformis dan merupakan penyebab abdomen akut yang paling sering. Penyakit ini mengenai semua umur baik laki-laki maupun perempuan, tetapi lebih sering menyerang laki-laki berusia 10 sampai 30 tahun (Mansjoer, 2000). Sedangkan menurut Smeltzer C. Suzanne (2001), Apendisitis adalah penyebab paling umum inflamasi akut pada kuadran bawah kanan dari rongga abdomen dan merupakan penyebab paling umum untuk bedah abdomen darurat. Jadi, dapat disimpulkan apendisitis adalah kondisi dimana terjadi infeksi pada umbai apendiks dan merupakan penyakit bedah abdomen yang paling sering terjadi. Klasifikasi apendisitis terbagi menjadi dua yaitu, apendisitis akut dan apendisitis kronik (Sjamsuhidayat, 2005).1. Apendisitis akut.Apendisitis akut sering tampil dengan gejala khas yang didasari oleh radang mendadak umbai cacing yang memberikan tanda setempat, disertai maupun tidak disertai rangsang peritonieum lokal. Gajala apendisitis akut talah nyeri samar-samar dan tumpul yang merupakan nyeri viseral didaerah epigastrium disekitar umbilikus. Keluhan ini sering disertai mual dan kadang muntah. Umumnya nafsu makan menurun. Dalam beberapa jam nyeri akan berpindah ketitik mcBurney. Disini nyeri dirasakan lebih tajam dan lebih jelas letaknya sehingga merupakan nyeri somatik setempat

2. Apendisitis kronik.Diagnosis apendisitis kronis baru dapat ditegakkan jika ditemukan adanya : riwayat nyeri perut kanan bawah lebih dari 2 minggu, radang kronik apendiks secara makroskopik dan mikroskopik. Kriteria mikroskopik apendisitis kronik adalah fibrosis menyeluruh dinding apendiks, sumbatan parsial atau total lumen apendiks, adanya jaringan parut dan ulkus lama dimukosa , dan adanya sel inflamasi kronik. Insiden apendisitis kronik antara 1-5%.

2.2 Anatomi dan Fisiologi

2.2.1 Anatomi Usus Besar

Usus besar atau kolon yang panjangnya kira-kira satu setengah meter, adalah sambungan dari usus halus dan mulai di katup ileokolik atau ileoseka, yaitu tempat sisa makanan lewat, dimana normalnya katup ini tertutup dan akan terbuka untuk merespon gelombang peristaltik dan menyebabkan defekasi atau pembuangan. Usus besar terdiri atas empat lapisan dinding yangsama seperti usus halus. Serabut longitudinal pada dinding berotot tersusun dalam tiga jalur yang memberi rupa berkerut-kerut dan berlubang-lubang. Dinding mukosa lebih halus dari yang ada pada usus halus dan tidak memiliki vili. Didalamnya terdapat kelenjar serupa kelenjar tubuler dalam usus dan dilapisi oleh epitelium silinder yang memuat sela cangkir. Usus besar terdiri dari :

1. SekumSekum adalah kantung tertutup yang menggantung dibawah area katup ileosekal. Apendiks vermiformis merupakan suatu tabung buntu yang sempit, berisi jaringan limfoid, menonjol dari ujung sekum.

2. KolonKolon adalah bagian usus besar, mulia dari sekum sampai rektum. Kolon memiliki tiga bagian, yaitu :

a. Kolon asendenMerentang dari sekum sampai ke tepi bawah hatti sebelah kanan dan membalik secara horizontal pada fleksura hepatika.

b. Kolon transversumMerentang menyilang abdomen dibawah hati dan lambung sampai ke tepi lateral ginjal kiri, tempatnya memutar kebawah pada flkesura splenik.

c. Kolon desendenMerentang ke bawah pada sisi kiri abdomen dan menjadi kolon sigmoid berbentuk S yang bermuara di rektum.

3. RektumRektum Adalah bagian saluran pencernaan selanjutnya dengan panjang 12 sampai 13 cm. Rektum berakhir pada saluran anal dan membuka ke eksterior di anus.

2.2.2 Anatomi Appendix

Apendiks merupakan organ berbentuk tabung, panjangnya kira-kira 10 cm (4 inci), lebar 0,3 - 0,7 cm dan isi 0,1 cc melekat pada sekum tepat dibawah katup ileosekal. Pada pertemuan ket