majalah edisi desember 2014 - jdih.· waralaba dengan ijin/ lisensi dari pemberi waralaba untuk...

Download Majalah Edisi Desember 2014 - jdih.· waralaba dengan ijin/ lisensi dari pemberi waralaba untuk memanfaatkan

Post on 12-Mar-2019

212 views

Category:

Documents

0 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

BIRO HUKUM SEKRETARIAT JENDERAL Jl. M.I. Ridwan Rais No. 5Jakarta PusatTelp. (021) 23528444Fax. (021) 23528454Email : jendela_informasihukum@yahoo.comSETJEN/MJL/108/XII/2014

Edisi Desember 2014

Susunan Redaksi

PENANGGUNG JAWAB Yuni Hadiati, SH

REDAKTUR Maryam Sumartini, SmHk

Kartika Puspitasari, SHSara Lingkan Mangindaan, SH

Ponidi, SH

PENYUNTING /EDITORAminah

ArmiyatiArianti Septana

DESAIN GRAFISIndra Wijaya

SEKRETARIATSauminYuliana

Sudarmi

ALAMAT M.I. Ridwan Rais No. 5 , Jakarta Pusat

Telp. (021) 23528444; Fax. (021) 23528454

EMAILjendela_informasihukum@yahoo.com

Redaksi menerima artikel, berita yang terkait dengan Informasi

Hukum Bidang Perdagangan dan disertai identitas penulis/pengirim.

Kritik dan saran kami harapkan demi kelengkapan dan kesempurnaan

majalah kami.

Daftar Isi

Dari Redaksi

WARALABA DARI KACAMATA HUKUM PERSAINGAN USAHA

Oleh: Adhi Santoso HM

PERANAN HUKUM DALAM PEMBANGUNANEKONOMI INDONESIA

Oleh: Eko Prilianto SudradjatBagian Kedua

TINJAUAN HUKUM TENTANG PERLINDUNGAN PEMEGANG SAHAM MINORITAS

Oleh: Evi E. Tambunan

PERAN KETENTUAN ASAL BARANG ATAU RULES OF ORIGIN (ROO) DALAM PERDAGANGAN

DUNIAOleh: Lina Rachmatia

BALI PACKAGE DAN DAMPAKNYA TERHADAP PERATURAN PERUNDANG - UNDANGAN NASIONAL

Oleh: Widdiyanti Dwi Maynarni SH., MH

KETENTUAN UMUM MENGENAI VERIFIKASI ATAU PENELUSURAN TEKNISOleh : Sylviana Kusuma Lestari

3

15

20

27

23

Berakhirnya perhelatan pesta demokrasi yang ditutup dengan gelaran pesta rakyat disambut meriah, ditandai dengan antusiasme masyarakat yang membludak mendatangi Taman Monas tempat digelarnya pesta rakyat. Eforia kemenangan telah usai. Dengan adanya pemimpin baru diharapkan dapat membawa angin segar khususnya bagi iklim investasi di Indonesia. Kementerian Perdagangan merupakan salah satu motor yang menggerakkan sendi perekonomian Indonesia dengan menelurkan kebijakan pengaturan yang meggeliatkan iklim usaha semakin bergairah. Untuk itu Jurnal Jendela Informasi Hukum Di Bidang Perdagangan senan asa se a turut berkontribusi dengan tetap menyuarakan berbagai informasi yang terkait dengan bidang perdagangan.

Kali ini kami menyajikan mengenai Waralaba Dilihat Dari Kacamata Hukum Persaingan Usaha. Saat ini Perjanjian Waralaba adalah salah satu model kerjasama bisnis yang populer dan sedang berkembang pesat, karena memiliki beberapa keuntungan bagi perusahaan yang ingin melakukan ekspansi dalam waktu singkat dengan biaya yang efek f, terutama perusahaan yang dak memiliki atau dak ingin menggunakan modal sendiri untuk mengembangkan bisnisnya. Kami juga mengupas topik tentang

Peranan Hukum Dalam Pembangunan Ekonomi Indonesia yang hangat diperdebatkan di berbagai forum. Dalam kegiatan ekonomi Hukum sangat diperlukan karena sumber-sumber ekomi yang terbatas disatu pihak dan dak terbatasnya permintaan atau kebutuhan akan sumber-sumber ekonomi dilain pihak, sehingga konfl ik antara sesama warga dalam memperebutkan sumber-sumber ekonomi akan sering terjadi, untuk itu diperlukan peranan hukum yang adil sehingga dak mema kan inisia f dan daya kreasi manusia yang menjadi daya dorong utama dalam pembangunan ekonomi. Tinjauan Hukum Tentang Perlindungan Pemegang Saham Minoritas juga menjadi topik bahasan kami kali ini. Pemegang saham minoritas dan pemegang saham mayoritas mempunyai kepen ngan yang seringkali bertentangan satu sama lain. Untuk itu agar dapat mencapai adanya suatu keadilan maka diperlukan suatu keseimbangan sehingga pemegang saham mayoritas dan pemegang saham minoritas mendapatkan haknya secara proporsional. Disamping itu masih terdapat topik-topik lain yang kami sajikan disini yang sayang untuk dilewatkan begitu saja yaitu Peran Ketentuan Asal Barang Dalam Perdagangan Dunia Atau Rules Of Origin (ROO) , Bali Package dan Dampaknya Terhadap Peraturan Perundang-Undangan Nasional serta Ketentuan Umum Mengenai Verifi kasi Atau Penelusuran Teknis juga pen ng untuk dibaca. Mudah-mudahan apa yang kami sajikan ini bermanfaat dan dapat menambah cakrawala baru bagi pembaca sekalian....

Selamat membaca............

Jurnal Edisi Desember 2014

30

atau penelusuran teknis.

Secara tegas, Permendag 46/2014 menyatakan bahwa surveyor bertanggung jawab sepenuhnya terhadap hasil pelaksanaan verifi kasi atau penelusuran teknis yang telah dituangkan dalam laporan surveyor, baik terhadap laporan surveyor yang dibuatnya secara langsung maupun laporan surveyor yang telah dibuat oleh perusahaan surveyor yang menjadi afi liasinya di luar negeri. Surveyor juga wajib untuk menyampaikan laporan tertulis mengenai kegiatan verifi kasi atau penelusuran teknis secara periodik kepada Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan atau Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan dan menyampaikan laporan surveyor yang telah diterbitkan melalui h p://inatrade.kemendag.go.id.

Menteri Perdagangan melakukan pengawasan dan evaluasi atas pelaksanaan verifi kasi atau penelusuran teknis yang dilakukan oleh surveyor. Penetapan sebagai surveyor tersebut dapat dicabut oleh Menteri Perdagangan apabila surveyor:

a. menerbitkan laporan surveyor yang dak sesuai dengan ruang lingkup

yang telah ditetapkan;

b. menerbitkan laporan surveyor yang dak sesuai dengan jangka waktu, yaitu paling lambat 1 (satu) hari setelah dokumen fi nal pengapalan diterima oleh surveyor secara lengkap dan benar dari impor r (untuk impor) dan paling lambat 1 (satu) hari setelah selesai pemeriksaan (untuk ekspor dan perdagangan antar pulau);

c. dak melaksanakan kewajiban menyampaikan laporan tertulis;

d. dak melaksanakan kewajiban menyampaikan laporan surveyor;

e. masa berlaku ser fi kat akreditasi KAN telah berakhir; atau

f. dak memperoleh akreditasi dari KAN sesuai ruang lingkup yang relevan dalam waktu 2 (dua) tahun, yaitu:

1. sejak tanggal penetapan sebagai surveyor, bagi surveyor yang belum terakreditasi; dan

2. sejak Peraturan Menteri Perdagangan ini diundangkan (yaitu sejak tanggal 11 Agustus 2014), bagi surveyor yang telah ditetapkan oleh Menteri Perdagangan dan dapat membuk kan bahwa surveyor tersebut sedang mengajukan permohonan akreditasi kepada KAN dan akan memperoleh akreditasi dalam waktu 2 (dua) tahun sejak tanggal penetapan.

Surveyor yang melanggar ketentuan verifi kasi atau penelusuran teknis yang telah tercantum dalam Permendag 46/2014 selain dikenai sanksi pencabutan penetapan sebagai surveyor juga dapat dikenai sanksi lain sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

1.1.

3

Jurnal Edisi Desember 2014

Waralaba Dari Kacamata Hukum Persaingan Usaha

Oleh: Adhi Santoso HM

Terdapat beberapa jalan bagi pelaku usaha untuk mengembangkan usahanya, diantaranya adalah dengan meningkatkan kuan tas produksi produk barang dan/ atau jasa, meningkatkan kualitas produk yang sudah ada, maupun dengan menciptakan produk baru. Untuk dapat mengembangkan usahanya tersebut perusahaan tentu membutuhkan dana, dana tersebut dapat bersumber dari dana sendiri maupun dana lain. Dana lain dapat berupa dana pinjaman modal usaha dari bank atau koperasi, mencari dana hibah, atau melalui dana yang diperoleh dari penjualan kepemilikan perusahaan kepada investor (Equity Financing).

Perusahaan juga dapat memper mbangkan pilihan untuk menjalin kerjasama dengan rekan bisnis lain baik melalui perjanjian rekanan atau masuk dalam aliansi. Berbeda dengan alterna f pengembangan usaha

yang disebutkan diatas, perusahaan yang terikat dalam suatu kerjasama harus berbagi keuntungan dan resiko dengan rekan bisnisnya. Tergantung pada kepen ngan dan strategi bisnis yang ditempuh, hubungan kerjasama atau kemitraan antar perusahaan dapat berupa kerjasama keagenan, penyalur, distributor, broker atau pialang, kerjasama dengan perusahaan penyedia barang dan jasa, kerjasama untuk masuk dalam perusahaan joint venture, serta melakukan merger atau dengan mengakusisi perusahaan lain, dapat menjadi pilihan yang perlu diper mbangkan.

Perjanjian Waralaba adalah salah satu model kerjasama bisnis yang populer dan sedang berkembang pesat karena memiliki beberapa keuntungan bagi perusahaan yang ingin melakukan ekspansi dalam waktu singkat dengan biaya yang efek f, terutama dalam kasus dimana perusahaan dak

memiliki atau dak ingin menggunakan modal sendiri untuk mengembangkan bisnisnya. Meskipun unsur-unsur pada perjanjian waralaba memiliki kesamaan dengan perjanjian kerjasama yang telah disebutkan, perjanjian waralaba memiliki karakteris k hukum yang spesifi k dan dak bisa diklasifi kasikan sebagai

perjanjian joint venture atau kerjasama antar perusahaan. Waralaba adalah suatu kegiatan usaha untuk mereplikasi bisnis atau kegiatan usaha dari Perusahaan lain dengan bermuara pada hak kekayaan intelektual sebagai unsur pen ng dalam perjanjian waralaba.

Ketentuan mengenai waralaba di Indonesia diatur secara umum dalam Peraturan Pemerintah Nomor 42 tahun 2007 tentang Waralaba, dimana disebutkan Waralaba adalah hak khusus yang dimiliki oleh orang perseorangan atau badan usaha terhadap sistem bisnis dengan ciri khas usaha dalam rangka memasarkan barang dan/ atau jasa

1.1.

Jurnal Edisi Desember 2014

4

yang telah terbuk berhasil dan dapat dimanfaatkan dan/ atau digunakan oleh pihak lain berdasarkan perjanjian Waralaba. Para pihak dalam perjanjian waralaba adalah Pemberi Waralaba yaitu orang perseorangan atau badan usaha yang memberikan hak untuk memanfaatkan dan atau menggunakan Waralaba yang dimilikinya kepada Penerima Waralaba yang kemud

Recommended

View more >