majalah compact edisi 4

Download Majalah Compact Edisi 4

Post on 06-Apr-2016

238 views

Category:

Documents

11 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

 

TRANSCRIPT

  • Mengentaskan Kemiskinan melalui Pertumbuhan Ekonomi04Desember 2013

    Melaju LKPPdengan Procurement Modernization

    Program Procurement Modernization MCA-Indonesia memfasilitasi ULP menjadi

    tangguh, transparan dan profesional. Terpilih 30 ULP percontohan yang intensif

    mendapatkan pendampingan.

  • SME TOWER Lantai 8Jl. Jenderal Gatot Subroto Kav.94 , Jakarta 12780 - IndonesiaTelp : 021. 799 1025 | Fax : 021. 799 6033 - 799 1125 | Call Center : 021. 7167 3000

    Untuk informasi lebih lanjut, klik saja:

    www.lkpp.go.id

    mau ikut lelang Pemerintah?

    Daftarkan perusahaan Anda di LPSE terdekat

    Begini caranya:

    Masukkan Username & Passwordyang telah Anda dapat

    GAMPANG, KOK

    Pengadaan yang KredibelSejahterakan Bangsa

  • Daftar

    Isi

    6

    12

    16

    22

    24

    26

    30

    34

    36

    Cover StoryMenyertai Pengendali

    Kemudi

    Cover StorySiap Menggabungkannya

    dengan e-budgeting

    Cover StoryAgar Pemerintah Maju, Swasta

    Berkembang

    InsideKecil-kecil Cabe Rawit

    InsideMWA, Penjaga Prinsip

    Ownership

    InsidePria Pemikul Batu Inspirasi GP

    Green ProsperityMeretas Batas,

    Menjamin Investasi

    Health & NutritionInsentif Merangsang

    Pemicuan

    Health & NutritionDi Balik Perjanjian 28 Oktober

    Edisi 04, Desember 2013

    3Desember, 2013

  • Armida Alisjahbana

    Lukita Dinarsyah Tuwo

    Hari Kristijo

    J.W. Saputro

    Wismana Adi SuryabrataNina SardjunaniEmmy SuparmiatunKennedy SimanjuntakJadhie J Ardajat

    Lila Meulila Moekti Ariebowo

    Vincentius PrasetyoArief SetyadiBayu Aji PrakosoArbain Nur BawonoAnas Nasrullah

    Paska Rina TVero ArdiantoRully AgungDian PurwantiFitria Dewi WandawatiWuri HandayaniTema Wanda TamtamaAstri AmirudinRani Desi YantiRiska Anneli Septovia

    Ricky M. RamdhanWidiantoArie Bayu HariyantoChoirul Amri

    Gamar AriyantoNura DirgantaraIing MursalinAugy MursaliantoWawan HeryawanDeddy EriantonoFarah AminiAchmad Adhitya

    Pelindung

    Penasehat

    Penanggungjawab/Pemimpin Redaksi

    Wakil Penanggungjawab/Pemimpin Redaksi

    Dewan Redaksi

    Penyunting dan penyelaras Naskah

    Bagian Produksi

    Bagian Administrasi & Distribusi

    Bagian Keuangan

    Kontributor

    4 Desember, 2013

  • EditorialHari KristijoPemimpin Redaksi Compact

    S elamat bertemu kembali pembaca, edisi ke empat majalah Compact merupakan edisi terakhir pada Tahun 2013. Pada edisi ini, dibahas secara detil tentang proyek procurement modern-ization yang dibiayai oleh Hibah MCC. Wawancara beberapa narasumber dilakukan untuk mengetahui harapan pengembangan pengadaan barang dan jasa nasional di masa datang.

    Waktu pun berjalan sangat cepat seiring dengan tantangan dan harap an masyarakat Indonesia agar APBN dan APBD dapat dibelanjakan sesuai prinsip efisien, efektif, transparan, terbuka bersaing dan akuntabel de ngan menciptakan persaingan yang sehat dan mendorong penggunaan produksi dalam negeri. Selain itu juga member

    ikan dampak langsung pada pengembangan dunia usaha termasuk Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) dan Koperasi serta mampu menciptakan lapangan kerja.

    Pemerintah pun cukup cekatan dalam merespon keinginan semua pihak dengan menetapkan berdirinya Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) pada tanggal 6 Desember 2007, berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 106 Tahun 2007. LKPP adalah Lembaga Pemerintah NonKementerian (LPNK) yang berada di bawah dan bertanggung jawab langsung kepada Presiden.

    Pengadaan barang jasa mempunyai dimensi ruang dan waktu. Membeli barang di pasar tradisional atau di

    pasar modern (supermarket) adalah salah satu praktik pengadaan barang dan jasa yang dilakukan oleh ma syarakat.

    Pelaku pun bervariasi mulai dari tuamuda, kayamiskin, sistem pembayaran pun juga bermacam macam, yaitu tunaicicil, cash-credit, hutang. Alat bayar pun juga beranekaragam, yaitu uang kertas, credit card. Aturan pun juga mulai dari tertulis sampai tidak tertulis. Caranya pun juga berbedabeda.barter.diskon.tawar menawar.lelang terbukatunjuk langsung bayar.

    Profesi terdidik pun juga dilibatkanahli hukum.notaris..bankirdoktersalesman..asuransi. Seluas dan sedalam samudera..pengadaan barang jasa yang menjadi tanggungjawab LKPP untuk terus dikembangkan baik peraturan, SDM (pelaku, pelaksana), dan kelembagaan, mulai dari sistem pembayaran sampai dengan dendaada eproc, ecatalog, etendering..LPSEULP.

    Semoga pengadaan barang jasa di Indonesia semakin modernsemakin efisiendan memberikan dampak positif pada pertumbuhan ekonomi di semua sektor yang akhirnya mensejahterakan semua lapisan masyarakat.

    Tapi ingat!.Salah pengadaan atau pun mengatur pengadaan ataupun KKN pengadaanjuga akan membawa kita menginap di hotel prodeo . mulai dari Cipinang sampai Lowokwaru, bahkan Sukamiskin.atau pun ingin tenang di Nusakambangan.

    Dipilih.dipilih..seribu tigasuara lengkingan pedagang di Taman Sunda Kelapa Menteng menjajakan dagangannya.

    Hari Kristijo

    Pengadaan Barang dan Jasa Terus Berkembang

    5Desember, 2013

  • Cover Story

    S ecanggihcanggihnya mobil, pada akhirnya pemegang kemudi yang menentukan jalannya. Mobil Ferari ratus an miliar jadi tak tampak hebat bila pengemudinya tak mampu mengetahui seluk beluk, kegunaan panelpanel di kemudi. Kehebatan Ferari tak terasa dan tak terlihat. Jadinya siasia dan tak mampu membawa penumpang lebih cepat mencapai tujuan.

    LKPP (Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah), ter

    masuk Unit Layanan Pegadaan (ULP), juga sebuah kendaraan, cara atau alat. Kendaraan inilah yang bertujuan membawa warga Indonesia ke iklim pengadaan barang/jasa pemerintah yang bersih, transparan, dan profesional.

    Saat ini secara umum, pengadaan barang/jasa di lingkungan pemerintah masih dalam tahap reaktif. Artinya ketika ada kebutuhan pengadaan, barulah dibentuk panitia pengadaannya, kata Deddy Eriantono, Procurement Modernization Project Director

    Menyertai Pengendali Kemudi

    Saat ini secara umum, pengadaan barang/jasa di lingkungan pemerintah masih dalam tahap reaktif. Artinya ketika ada kebutuhan untuk pengadaan, barulah dibentuk panitia pengadaannya.

    Purw

    anta

    BS-

    Bapp

    enas

    6 Desember, 2013

  • MCAIndonesia. Deddy menambahkan model reaktif tersebut merupakan tahap awal dari proses perkembangan organisasi. Arahnya menjadikannya organisasi atau lembaga yang terlibat dalam pengadaan barang/jasa lebih matang.

    Faktor mendasar untuk menciptakan iklim pengadaan itu yaitu pe ningkatan kapasitas dan keterampil an SDM. Peningkatan SDM menjadi daya ungkit terciptanya lembaga pengadaan barang/jasa pemerintah yang profesional.

    Artinya, infrastruktur, apapun bentuknya seperti teknologi procure-ment, sistem dan jaringan, gedung, sampai kelengkapan akan siasia jika pola pikir, keterampilan, dan SDM nya tidak siap. Sama saja dengan memberikan mobil super cepat nan

    canggih pada pengemudi bawah umur tanpa surat izin mengemudi.

    Deddy menjelaskan perubahan mind set dari memandang proses pe ngadaan barang/jasa sebagai ad hoc, menjadi sebuah lembaga yang matang dan profesional adalah hal yang MCAIndonesia inginkan. Padahal, seseorang harusnya bisa berkarir di bidang pengadaan. Di beberapa negara maju, pegawai pengadaan itu sebuah profesi, katanya. Itulah alasannya, beragam pelatihan yang ditujukan pada peningkatan kapasitas didukung penuh MCAIndonesia. Konsultan yang berkompeten di bidang yang relevan dengan pengadaan barang/jasa, baik nasional dan internasional, diundang, katanya.

    Dari titik itu, kemudian MCAIndonesia mengembangkan beragam pendukung untuk mendorong LKPP lebih tumbuh menguat. Secara umum, MCAIndonesia menyentuh empat bidang yaitu SDM, proses, sistem dan institusinya. Tujuan Procurement Modernization (PM) ini mempercepat proses reformasi pengadaan yang telah dan sedang dilakukan oleh LKPP, ujar Deddy.

    Salah satu bidang yang juga sedang dirintis yaitu PPP (Public Private Partner ship). Bidang ini juga mendapat sentuhan MCAIndonesia karena memiliki daya ungkit yang besar pada pertumbuhan perekono

    mian. Prinsipnya MCAIndonesia membantu penyusunan beragam prosedur dan tata cara dasar dalam menjaring keterlibatan pihak swasta dalam pembangunan sebuah negara.

    Beragam program yang disusun, MCAIndonesia memang berperan sebagai fasilitator. Artinya, kunci utama perubahan tetap ada di ta ngan LKPP (termasuk ULP). Itulah kenapa komitmen pemimpin lembaga, kementerian atau daerah untuk mewujudkan hal itu sangat penting, katanya.

    Akhirnya pengendali kemudilah yang berperan besar menambah cepat atau lambat para penumpang mencapai tujuan. MCAIndonesia me nebarkan pupuk supaya banyak lahir pemegang kemudi ULP yang handal.

    n

    Pengendali kemudi ULP masih banyak dipegang laki-laki, padahal kemu-di kendaraan tidak men-syaratkan jenis kelamin.

    Untuk itu MCA-In-donesia mendorong

    munculnya keterlibatan perempuan sebagai ahli pengadaan yang setara dengan laki-laki di ULP.

    Purwanta BS-Bappenas

    7Desember, 2013

  • Cover Story

    M ari sejenak membayangkan orang kekurangan darah. Mukanya pucat badan lemas. Bergerak saja enggan apalagi diminta semangat. Lebih kurang seperti itulah bila sebuah negara terlalu banyak bocor anggaran di sanasini. Anggaran, dana atau uang itu serupa darah dalam tubuh manusia. Kurang darah sama saja tak sehat.

    Bila kurang darah akibat minimnya pendapatan tentu beda cerita. Namun

    bila kurang darah karena tak efisien menggunakan dana yang ada, boros, apalagi sampai tahap ceroboh, itu yang harus diwaspadai, dibenahi dan diberantas.

    Indonesia termasuk yang terlambat memiliki LKPP (Lembaga Kebijaka