majalah compact edisi 2

Download Majalah Compact Edisi 2

Post on 06-Apr-2016

224 views

Category:

Documents

6 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

 

TRANSCRIPT

  • Mengentaskan Kemiskinan melalui Pertumbuhan Ekonomi02Agustus 2013

    Gendang DitabuhGP Menari

    Program Green Prosperity mendapat jatah terbesar dana hibah MCC, yaitu 332 juta dolar Amerika. Harus terdistribusi dalam lima tahun (2013-2018).

  • Daftar

    Isi

    6

    18

    22

    24

    26

    30

    32

    36

    38

    Cover StoryKemakmuran Hijau:

    Langkah Santun pada Bumi

    Cover StoryESMS: Menyerasikan Manusia dan

    Lingkungan

    Cover StoryCatatan dari Tri Mumpuni

    InsideJ.W Saputro:

    Kita Sudah On The Track

    InsideSlamet Soedarsono:

    CSA : Jalan Pintas Akuntabilitas

    Procurement ModernizationUpaya Meningkatkan Transparansi

    dan Kompetisi

    Procurement ModernizationPerkuat Kapasitas

    ULP

    Health & NutritionPredikat Memalukan Itu Harus

    Dienyahkan

    Health & NutritionTepat Membidik Sasaran

    Edisi 02, Juli 2013

    3Juli, 2013

  • Armida Alisjahbana

    Lukita Dinarsyah Tuwo

    Hari Kristijo

    J.W. Saputro

    Wismana Adi SuryabrataNina SardjunaniEmmy SuparmiatunKennedy SimanjuntakJadhie J ArdajatSyahrial loetan

    Lila Meulila Gamar AriyantoMoekti Ariebowo Sjamsul Hidajat

    Nura DirgantaraIing MursalinAugy MursaliantoWawan HeryawanVincentius PrasetyoArief SetyadiBayu Aji PrakosoArbain Nur BawonoAnas Nasrullah

    Paska Rina TVero ArdiantoRully AgungDian PurwantiFitria Dewi WandawatiWuri HandayaniTema Wanda TamtamaAstri AmirudinRani Desi Yanti

    Ricky M. RamdhanWidiantoArie Bayu HariyantoChoirul Amri

    Pelindung

    Penasehat

    Penanggungjawab/Pemimpin Redaksi

    Wakil Penanggungjawab/Pemimpin Redaksi

    Dewan Redaksi

    Penyunting dan penyelaras Naskah

    Bagian Produksi

    Bagian Administrasi & Distribusi

    Bagian Keuangan

    4 Juli, 2013

  • T idak terasa MCA-Indonesia telah bekerja lebih dari 3 bulan sejak Entry Into Force (EIF) ditandatangani oleh ketua MWA pada 2 April 2013 di ruang SG-1,2 Bappenas. Dengan ditandatanganinya EIF tersebut, maka Program Compact di Indonesia akan dilaksanakan selama 5 tahun, dan akan berakhir pada 1 April 2018. Tidak ada perpanjangan waktu untuk program compact, jadi dana hibah sebesar $600 juta harus diserap maksimum pada 1 April 2018. Apabila dana tersebut tidak diserap, maka sisanya akan kembali ke MCC USA (US Teasury). Hal ini berbeda sekali dengan permainan sepabola apabila hasil-nya pertandingan 2 x 45 menit adalah seri, maka wasitpun meniup peluit untuk perpanjangan waktu 2x 15 menit dengan sistem sudden death system. Oleh karena itu, kata kunci untuk MCA-Indonesia sebagai institusi pelaksana compact adalah mulai bekerja secepatnya (start working) sesuai guidelines MCC , akuntabel, dan transparan.

    Dimulai dengan proses penyiapan yang cukup panjang (lebih dari 5 tahun), program compact Indonesia diawali dengan diskusi intensif antara Bappenas dan Kemente-rian Keuangan serta MCC USA. Proses panjang ini dimu-lai de nga n assesment atas usulan 388 proposal proyek. Kemudian pada Bulan Juni 2010, Pemerintah Indonesia mengusulkan kepada MCC sebanyak 13 konsep paper dan akhirnya dicapai kesepakatan hanya 3 proyek yang akan dibiayai oleh program compact, yaitu Green Prosperity Project, Community Based Nutrition Project, Procurement Modernization Project. Rangkaian persiapan tersebut telah me libatkan berbagai stakeholder dari unsur pemerintah pusat/provinsi/kabupaten/kota, dunia usaha, masyarakat sipil, dan akademisi, yang memperlihatkan penyiapan ker-jasama bilateral (Government to Government) dilakukan secara partisipatif. Keseluruhan Proses yang telah dilalui meliputi: EligibilityNotification pada 11 Desember 2008 Constraints Analysis pada 15 Oktober 2009 Concept Paper Received pada 16 Juni 2010 USACongressNotificationonIntenttoNegotiate pada 8

    Juli 2011 MCC Board Approval 28 pada September 2011 USA Congress Notification on Intent to Sign Compact

    pada 20 Oktober 2011

    Compact Signed pada 19 Nopember 2011 EIF signed pada 2 April 2013.

    Edisi ke-2 Buletin Compact akan menekankan pada pokok bahasan Green Prosperity Project, yaitu proyek yang bertujuan untuk meningkatkan produktivitas di daerah perdesaan melalui perluasan akses kepada renewable energy and peningkatan praktek penggunaan lahan untuk mendukung pengembangan ekonomi karbon rendah (low carbon economic development), perlindungan sumberdaya alam (protection of natural capital), dan meningkatan pendapatan rumah tangga (increased household incomes) di lokasi proyek. Selain itu, di edisi buletin ini juga akan ditampilkan pendapat beberapa key person tentang pan-dangan dan harapan tentang program compact dan green prosperity project. Diharapkan, pembaca akan lebih menge tahui tentang program compact khususnya tentang output dan manfaat yang akan diterima oleh masyarakat.

    Ready, Set, Go adalah aba-aba yang diberikan sebelum lari cepat (sprint) dimulai. Sesuai dengan jadwal, dalam 6 bulan pertama sesudah Entry Into Force (EIF), proyek Green Prosperity (GP) melakukan berbagai proses persia-pan khususnya pedoman operasional fasilitas pendanaan GP Financing Facility (GPFF).

    Pada tanggal 18-20 Oktober 2013 dalam kegiatan Expo & Conference Compact MCA-Indonesia, akan dipaparkan penjelasan mengenai GPFF. Kemudian bulan Januari 2014 nanti proyek GP direncanakan sudah Go dan lari cepat seperti anak panah yang dilepas meluncur mencapai tujuan.

    Selamat bekerja untuk MCA-Indonesia......dalam men-capai reducing poverty through economic growth.

    n

    EditorialHari KristijoPimpinan Redaksi Compact

    Ready, Set, Go!

    5Juli, 2013

  • Cover Story

    Bumi telah berubah karena polah manusia. Kemudian, manusia kewalahan mengh-adapi bumi yang baru terse-but. Beragam perubahan terjadi dan terus terang banyak orang tidak siap harus bersikap apa. Langkah pa ling sederhana yaitu menebus segala bentuk perusakan dengan langkah konservasi.

    Kesadaran ini tidak lagi milik segelintir orang saja, melainkan warga bumi dari ujung alaska sampai antar-

    tika mulai merasakan peran penting-nya dalam menjaga bumi. Untuk itu, negara yang masih memiliki hutan luas, lingkungan yang hijau menjadi perhatian bersama. Kalau bisa bahkan warga bumi ikut bersama-sama men-dukung kelestariannya.

    Indonesia salah satu tempat yang perlu dijaga bersama kelestarian alamnya oleh warga dunia. Hutan bakau, kawasan mangrove, hutan konservasi didukung untuk tetap lestari. Namun bukan berarti warga

    Kemakmuran Hijau: Langkah Santun pada Bumi

    Indonesia salah satu tempat yang perlu dijaga bersama kelestarian alamnya oleh warga dunia

    BAPPENAS-Moekti Ariebowo

    6 Juli, 2013

  • Pergantian kepemimpinan biasanya diikuti pula dengan pergantian kebijakan. Namun lain halnya dengan kepemimpinan di Kabupaten Merangin, Provinsi

    Jambi. Meskipun telah mengalami pergantian bupati dan wakil bupati, dukungan terhadap pelaksanaan Pro-gram Compact tetap berlaku.

    Saya sangat mendukung dan terus melanjutkan program Green Pros-perity yang telah dicanangkan oleh pimpinan provinsi maupun kabupa-ten yang terdahulu, kata A. Khafid Moein, Wakil Bupati Merangin terpi-lih untuk masa jabatan 2013-2018.

    Menurut Khafid, Pemerintah Merangin harus mendorong program yang dilakukan Millennium Challenge Account-Indonesia (MCA-I) tersebut. Apalagi program Compact dapat

    mengembangkan potensi-potensi wilayah di daerah Merangin, katanya.

    Khafid juga berharap, masyarakat dapat meningkatkan pendapatannya melalui industri rumahan (home industry) melalui program pengem-bangan energi terbarukan yang dilakukan MCA-I.

    Kami tentu akan mendorong dan mendukung program MCA-I. Mari kita sama-sama tunjukkan kepada masyarakat bahwa niat baik kita dapat dilaksanakan. Kami siap mem-back-up jika kemungkinan terjadi miskomunikasi di dalam masyarakat, ujarnya. n

    di kawasan yang penting bagi keseim-bangan ekosistem dunia itu jadi tetap miskin. Setiap orang berhak untuk sejahtera, namun banyak cara bisa dilakukan tanpa merusak alam sekitar tempat hidupnya.

    Salah satu ujud kepedulian warga dunia pada konservasi alam itu mendukung dengan program Com-pact. Dari tiga buah program utama, ada program yang secara khusus bertujuan mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat di sekitar kawasan vital bagi ekosistem dunia. Namanya program Green Prosperity

    (GP)/Kemakmuran Hijau. Program Kemakmuran Hijau di -

    ujudkan dalam berbagai kegiatan yaitu Renewable Energy, Natural Resources Management, Participatory Land Use Planning, Environment and Social Management System, Green Know ledge, dan Gender.

    Salah satu langkah paling dekat program ini yaitu membangun listrik mikro hidro di kawasan sekitar kon-servasi. Sudah ada empat kabupaten yang menandatangani MOU dengan MCA-I untuk pelaksanaan program ini. Pada tahun 2013 ini setidaknya

    ada delapan buah kegiatan yang siap jalan.

    Program GP menggunakan pendekatan kawasan. Artinya, kawasan yang sangat strategis untuk menyeimbangkan bumi secara ke seluruhan jadi fokus utama. Misal-nya kawasan Rimba Koridor di Suma-tera, Heart Borneo, dan kawasan strategis di Sulawesi yaitu Gandade-wata.

    Sekitar kawasan itu, MCA-I masuk lewat program GP untuk mengajak masyarakat sekitar supaya turut menjaganya. Salah satunya dengan memfasilitasi masyarakat menjadi sejahtera, lebih produktif tanpa harus merusak hutan, lahan gambut, atau ekosistem terdekatnya.

    Listrik berbahan bakar non fosil dikembangkan. Listrik merupakan indikator dasar kemakmuran. Kalau ada listrik potensi jadi lebih sejahtera lebih besar. Setelah itu, masyarakat disiapkan dengan beragam kemam-puan mengelola diri dan lingkungan dengan cara yang santun pada bumi. n

    Kabupaten Merangin Dukung Program MCA-I

    SALAH SATU LANGKAH PALING DEKAT PROGRAM INI YAITU MEMBANGUN LISTRIK MIKRO HID