Majalah Aneka Info Unik Edisi 1 2013

Download Majalah Aneka Info Unik Edisi 1 2013

Post on 29-Oct-2015

627 views

Category:

Documents

0 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

Majalah Info Unik edisi perdana menghadirkan artikel-artikel yang unik dan menarik antara lain:-Fakta Unik Kondisi Bendera Amerika di Bulan-Sekilas Unik-Tulou, Bangunan Rumah Yang Menyerupai Bentuk UFO-Blog Sahabat : Hikayat Peci Di Indonesia, Asal Mula Peci di Indonesia-X-47B, Drone Baru Jagoan AL Amerika Serikat-Fakta Unik Kendaraan Berbahan Bakar Kayu

TRANSCRIPT

<ul><li><p>EDISI PERDANA HADIR 11 HALAMAN </p><p>KAMI MENGHADIRKAN BERAGAM INFORMASI UNIK DAN MENARIK UNTUK ANDA </p><p>INFO UNIK Kunjungi website kami di www.anekainfounik.blogspot.com </p><p>EDISI 1, JULI 2013 </p><p>TULOU, BANGUNAN RUMAH DI CHINA YANG MIRIP UFO </p><p>Fakta Unik: Kondisi Bendera Amerika Di Bulan </p><p>Fakta Unik: Ini Dia Kendaraan Berbahan Bakar Kayu </p><p>X-47B, Drone Baru Jagoan AL Amerika </p><p>3 10 9 </p></li><li><p>2 </p><p>SA</p><p>LA</p><p>M R</p><p>ED</p><p>AK</p><p>SI</p><p>SA</p><p>LA</p><p>M R</p><p>ED</p><p>AK</p><p>SI</p><p>SA</p><p>LA</p><p>M R</p><p>ED</p><p>AK</p><p>SI </p><p>S udah sekitar 2 tahun saya memiliki blog </p><p>www.anekainfounik.blogspot.com. Blog </p><p>ini saya kelola sendiri, sempat mengala-</p><p>mi pasang surut, dan mungkin juga bakal </p><p>pasang surut lagi mengingat blog yang awalnya </p><p>saya gunakan sebagai hobi di waktu luang, namun </p><p>seiring dengan tuntutan pekerjaan menyebabkan </p><p>saya kurang aktif dalam dunia blog. Walau begitu </p><p>masih ada keinginan saya yang belum terwujud </p><p>yaitu memiliki e-magazine sendiri. Nah berbekal </p><p>modal nekat akhirnya saya merilis majalah digital </p><p>yang sumber-sumbernya saya ambil dari </p><p>postingan saya sendiri, namun saya juga me-</p><p>nyisipkan beberapa postingan blog . Karena itu </p><p>jika masih terdapat kekurangan di sana sini saya </p><p>minta maaf dan maklumnya. </p><p>Bertepatan dengan bulan puasa ini saya selaku </p><p>admin www.anekainfounik.blogspot.com juga </p><p>menyampaikan selamat menjalankan ibadah pua-</p><p>sa, semoga amal ibadah kita diterima Allah SWT. </p><p>Salam redaksi .......................................................................... ................ ....... 2 </p><p>Daftar isi ................................................................................... ................ ....... 2 </p><p>Fakta Unik Kondisi Bendera Amerika di Bulan................. ................ ....... 3 </p><p>Sekilas Unik ............................................................................. ................ ....... 3 </p><p>Tulou, Bangunan Rumah Yang Menyerupai Bentuk UFO ................ ....... 4 </p><p>Blog Sahabat : Hikayat Peci Di Indonesia, Asal Mula Peci di Indonesia 7 </p><p>X-47B, Drone Baru Jagoan AL Amerika Serikat ................ ................ ....... 8 </p><p>Fakta Unik Kendaraan Berbahan Bakar Kayu ................... ................ ....... 10 </p><p>DAFTAR ISI </p><p>WWW.ANEKAINFOUNIK.BLOGSPOT.COM </p></li><li><p>3 </p><p>Fakta Unik Kondisi Bendera Amerika di Bulan </p><p>K etika manusia pertama datang ke bu-</p><p>lan dia tidak hanya meninggalkan se-</p><p>buah jejak kaki, namun juga sebuah </p><p>bendera Amerika yang ditancapkan di permukaan </p><p>bulan. Bendera ini sekaligus meneguhkan superior-</p><p>itas teknologi antariksa Amerika ketika itu. Nah </p><p>sekarang yang menjadi pertanyaan selama puluhan </p><p>tahun di atas sana bagaimana kondisi bendera ter-</p><p>sebut? </p><p>Lunar scientist, Paul Spudis mengungkapkan kepa-</p><p>da majalah Smithsonian Air&amp;Space, kondisi bulan </p><p>yang ekstrem, tanpa atmosfir menyebabkan sinar </p><p>matahari dan sinar UV langsung menerpa per-</p><p>mukaan bulan, belum lagi suhu dipermukaan bulan </p><p>bisa mencapai 100 derajat Celcius sementara keti-</p><p>ka dingin bisa mencapai -150 derajat Celcius. Kom-</p><p>binasi faktor alam tersebut menyebabkan bendera </p><p>bisa saja berubah warna menjadi gelap atau putih. </p><p>SEKILAS UNIK </p><p> Google sangat perhatian terhadap Hak </p><p>Atas Kekayaan Intelektual, karena itu </p><p>tiap hari Google menscan tiap hari video</p><p>-video yang telah diunggah ke situs </p><p>Youtube, dan jika semua video tersebut </p><p>disambungkan maka panjang video akan </p><p>mencapai 100 tahun, dan itu di scan tiap </p><p>hari oleh Google! </p></li><li><p>4 </p><p>TULOU, BANGUNAN RUMAH DI CHINA YANG MIRIP UFO </p><p>B ayangkan sebuah desa yang se-luruh desain rumahnya berbentuk unik atau </p><p>tak lazim....nominasi saya adalah rumah Dome </p><p>di Yogyakarta dan sekitarnya. Nah ternyata ada </p><p>lagi sebuah wilayah yang memiliki desain ru-</p><p>mah yang sangat unik. Ternyata di China ada </p><p>sebuah desa yang desain rumahnya bak se-</p><p>buah UFO yang mendarat di kawasan per-</p><p>tanian, penasaran? Tulou namanya. </p><p>Tulou adalah sebuah bentuk rumah komunal </p><p>berbentuk lingkaran atau mirip UFO di daerah </p><p>Cina Selatan provinsi Fujian yang didirikan </p><p>oleh etnis Hakka yang dibangun antara abad </p><p>12-20. </p><p>LIPUTAN UTAMA </p></li><li><p>5 </p><p>Rumah-rumah Tulou ini berbentuk bundar </p><p>dengan bagian luar yang minim ornamen, ke-</p><p>napa? karena rumah ini juga berfungsi se-</p><p>bagai benteng (China di masa lalu tidak terla-</p><p>lu aman karena adanya para penjahat dan </p><p>penjarah desa). Rumah-rumah ini membentuk </p><p>cluster-cluster khusus. Minimal satu rumah </p><p>Tulou bertingkat satu dan dihuni satu keluar-</p><p>ga, namun untuk keluarga besar yang cukup </p><p>kaya Tulou bisa setinggi 3-4 lantai dan bisa </p><p>didiami sampai 70 keluarga, wow keren juga. </p><p>Karena bangunanya berbentuk lingkaran atap-</p><p>nya juga berbentuk lingkaran. Bagian tengah </p><p>berfungsi untuk ruang gerak penghuni. </p><p>Dinding Tulou bagian bawah memiliki te-</p><p>bal 1,5 m, semakin keatas semakin tipis. </p><p>Dinding yang tebal ini terbukti sangat </p><p>berguna ketika menghadapi musim dingin </p><p>dan musim panas, dan tentu saja </p><p>menghadapi para penjarah dan perampok. </p><p>Untuk Tulou berlantai 3-4 bagian bawah </p><p>untuk keperluan dapur dan menyimpan </p><p>makanan sedangkan lantai 3 dan 4 untuk </p><p>kamar-kamar. </p><p>Umumnya Tulou dibangun diatas tanah </p><p>yang diberi perkerasan batu. Mungkin ka-</p><p>rena kebanyakan Tulou dibangun di daerah </p><p>pegunungan sehingga perkerasan batu </p><p>memberi fondasi yang lebih mantap. </p></li><li><p>6 </p><p>Bangunan di desain secara efektif untuk pertahan-</p><p>an, penembak bisa melakukan serangan dari </p><p>lubang di jendela atas Tulou. Kebutuhan air bisa </p><p>dipasok oleh sumur yang berada ditengah Tulou, </p><p>untuk Tulou mewah biasanya tiap unit rumah </p><p>memiliki sumur sendiri. Nampak juga Tulou ber-</p><p>bentuk kotak yang dinamakan Fang Cai (Benteng </p><p>Kotak) sedangkan yang bulat dinamakan Yuen Cai </p><p>(Benteng Bulat). </p><p>Banyak yang menafsirkan desain bangunan Tulou, </p><p>situs tempat penulis merujuk menganggap </p><p>bangunan ini seperti donut raksasa, dimata penulis </p><p>lebih mirip bentuk UFO, Amerika malah mengira </p><p>bangunan ini sebagai lokasi peluncuran missil, na-</p><p>mun apapun julukannya Tulou sekarang menjadi </p><p>bagian kebudayaan dunia dengan pengakuan </p><p>UNESCO sebagai World Heritage. </p></li><li><p>7 </p><p>Hikayat Peci Di Indonesia, Asal Mula Peci Sampai Ke Indonesia </p><p>P eci, penutup kepala yang lazim dipakai saat sholat, silaturahmi lebaran, atau kegiatan keagamaan lainnya memiliki berbagai sisi cerita menarik. Wa-</p><p>lau mungkin susah ditelusuri data faktual sejarahnya - maklum, nenek moyang kita terbiasa dengan tradisi lisan - setidaknya ada gambaran sedikit yang membuat kita mengerti hal-ihwal peci di tanah air. </p><p> Bentuk peci yang khas sepintas mirip torbus (atau tur-ban) dari Turki meyakinkan peneliti soal garis budaya dari negara-negara penyebar Islam dan termasuk India meluaskan pengaruh hingga ke Asia Tenggara. Kalau kita akrab dengan sebutan "peci" maka di Malaysia, Brunei Darussalam, Singapura, dan selatan Thailand menyebut-nya "songkok". Menurut Rozan Yunos dalam The Origin of the Songkok or Kopiah dalam The Brunei Times, 23 September 2007, songkok diperkenalkan para pedagang Arab, yang juga menyebarkan agama Islam. Pada saat yang sama, dikenal pula serban atau turban. Namun, serban dipakai oleh para cendekiawan Islam atau ulama, bukan orang biasa. Menurut para ahli, songkok menjadi pemandangan umum di Kepulauan Malaya sekitar abad ke-13, saat Is-lam mulai mengakar, tulis Rozan. Lucunya, orang-orang arab yang dipandang sebagai penyebar peci atau songkok di tanah melayu malah meninggalkan tradisi itu. Sehingga pengamat sejarah berspekulasi soal keberadaan peci Indonesia. </p><p>Di beberapa negara Islam, sesuatu yang mirip songkok tetap populer. Di Turki, ada fez dan di Mesir disebut tar-boosh. Fez berasal dari Yunani Kuno dan diadopsi oleh Turki Ottoman. Di Istanbul sendiri, topi fez ini juga dikenal dengan nama fezzi. Di Asia Selatan (India, Paki-stan, dan Bangladesh) fez dikenal sebagai Roman Cap (Topi Romawi) atau Rumi Cap (Topi Rumi). Ini men-jadi simbol identitas Islam dan menunjukkan dukungan Muslim India atas kekhalifahan yang dipimpin Kekaisa-</p><p>ran Ottoman. Namun bentuk peci agak berbeda. Pada bagian atas peci memilik lipatan jahitan lebih kaku dibanding penutup kepala dari negara-negara arab. Karenanya, ada yang menyebut bahwa peci hasil modifikasi blangkon Jawa dengan surban Arab. </p><p>Sunan Kalijaga Konon, peci merupakan rintisan dari Sunan Kalijaga. Pa-da mulanya beliau membuat mahkota khusus untuk Sul-tan Fatah yang diberi nama kuluk yang memiliki bantuk lebih sederhana daripada mahkota ayahnya, Raja tera-khir Majapahit Brawijaya V. Kuluk ini mirip kopiah, hanya ukurannya lebih besar. Hal itu agar sesuai ajaran Islam yang egaliter. Raja dan rakyat sama kedudukannya di hadapan Allah SWT. Han-ya ketakwaan yang membedakan. </p><p>Keabsahan kisah di atas masih perlu dipertanyakan ten-tunya. Yang jelas, peci merupakan pemandangan umum di tanah melayu sejak abad 13. Saat Raja Ternate Zainal Abidin (1486-1500) belajar agama Islam di madrasah Giri, ia membawa oleh-oleh peci saat pulang ke kam-pung halaman. Jean Gelman Taylor, yang meneliti interaksi antara kos-tum Jawa dan kostum Belanda periode 1800-1940, menemukan bahwa sejak pertengahan abad ke-19, pengaruh itu tercermin dalam pengadopsian bagian-bagian tertentu pakaian Barat. Pria-pria Jawa yang dekat dengan orang Belanda mulai memakai pakaian gaya Bar-at. Menariknya, blangkon atau peci tak pernah lepas dari kepala mereka. </p><p>www.apakabardunia.com </p></li><li><p>8 </p><p>S ekali lagi Amerika menunjukkan </p><p>peralatan tempur super canggihnya ke </p><p>hadapan publik, kali ini adalah pe-</p><p>sawat tanpa awak yang dijagokan oleh </p><p>Angkatan Laut Amerika untuk melakukan </p><p>berbagai misi udara. Berbeda dari drone Ameri-</p><p>ka lain, yang satu ini lebih besar dan mampu </p><p>lepas landas dari Kapal Induk, kemampuan ini </p><p>mengingatkan kita akan film "Stealth" . </p><p>X-47B didesain dengan sayap yang bisa dilipat </p><p>sehingga mudah disimpan di dalam pesawat </p><p>induk. Sistem robot untuk perang menjadi </p><p>lebih independen dan X-47B merupakan bagi-</p><p>an dari tren tersebut. X-47B bisa memiliki wak-</p><p>tu terbang lebih lama ketimbang pesawat be-</p><p>rawak. </p><p>X-47B merupakan primadona dari program sis-</p><p>tem penerbangan pesawat tempur tanpa awak. </p><p>X-47B, Drone Baru Jagoan AL Amerika </p></li><li><p>9 </p><p>Pesawat ini dirancang lebih independen, </p><p>artinya pesawat dapat diprogram terbang dan </p><p>mendarat otomatis setelah melakukan misi. </p><p>Namun operator pesawat masih bisa </p><p>mengintervensi dengan komputer khusus di </p><p>kapal Induk, Bussines Insider menggambarkan </p><p>pesawat ini mudah dikontrol hanya dengan </p><p>mouse, ini sebuah kemajuan besar dibanding </p><p>drone lain yang harus dikendalikan oleh opera-</p><p>tor darat ketika lepas landas dan mendarat. </p><p>Lalu apakah Amerika akan menggantikan se-</p><p>luruh pilotnya dengan drone ini? Sepertinya </p><p>waktu yang akan menjawab. </p></li><li><p>10 </p><p>Fakta Unik Kendaraan Berbahan Bakar Kayu </p><p>K onon katanya keterbatasan akan me-</p><p>macu kita menjadi semakin kreatif, be-</p><p>gitu juga di era Perang Dunia II dimana </p><p>dunia mengalami kegentingan, pasokan energi </p><p>tidak selancar di masa damai, namun itu tidak </p><p>menghentikan para insinyur untuk terus berkarya. </p><p>Soviet contohnya, kekurangan bahan bakar min-</p><p>yak mendorong para insinyur membuat truk ber-</p><p>bahan bakar kayu, bagaimana caranya? </p><p>Pertama prinsip kerja dari truk ini sama seperti </p><p>kereta api, yaitu kayu dibakar untuk memanaskan </p><p>air, timbul uap dan uap inilah yang kemudian </p><p>menggerakkan roda. </p><p>Pengemudi tidak harus terus menerus memasuk-</p><p>kan kayu ke dalam bara menyala. Kendaraan ini di </p><p>desain agar pengemudi cukup memasukkan kayu </p><p>secara bertumpuk, kayu paling bawah akan terba-</p><p>kar duluan dan ketika kayu sudah habis otomatis </p><p>kayu diatasnya akan turun ke bawah untuk diba-</p><p>kar (lihat mekanisme berbentuk X di truk). </p></li><li><p>11 </p><p>Walaupun kelihatan mudah namun mekanisme </p><p>kendaraan ini sangat rumit dan berbeda dari </p><p>mesin berbahan bakar minyak, jadi perlu tena-</p><p>ga ahli untuk mengoperaikannya </p><p>Interior bagian dalam truk sangat sederhana, </p><p>mengingat truk ini dibuat tahun 1940-an tidak </p><p>heran kalau anda tidak menemukan teknologi </p><p>yang cukup "wow". </p><p>Dengan murahnya harga BBM (ehmm Indone-</p><p>sia) tentu tidak seorangpun sekarang ini yang </p><p>mau membeli kendaraan bermesin uap, tapi </p><p>mungkin kelak jika kita benar-benar kehabisan </p><p>cadangan minyak bumi kita bakalan memakai </p><p>kendaraan seperti ini lagi. Dan jika saat itu tiba </p><p>semoga saja harga kayu dan air tidak meroket </p><p>selangit. </p></li><li><p>WWW.ANEKAINFOUNIK.BLOGSPOT.COM </p></li></ul>