M a c e t (Bandara Juanda Surabaya 10 Juli 2011)

Download M  a  c  e  t   (Bandara Juanda Surabaya 10 Juli 2011)

Post on 31-Oct-2014

66 views

Category:

Self Improvement

2 download

DESCRIPTION

Macet Ide adalah salah satu MOMOK menakutkan bagi banyak penjual dan pemasar di seluruh dunia, bagaimana cara kita mengatasi MACET IDE ?

TRANSCRIPT

  • 1. M A C E T ! Akhir-akhir ini di dalam perjalanan berkeliling ke kota-kota besar di Indonesia maka sangat mengagumkan bahwa ada satu fenomena yang sama dialami serta terjadi di semua kota- kota besar tersebut yakni Surabaya, Semarang, Yogyakarta, Bandung, Denpasar, Makasar dan Medan. Fenomena yang dimaksudkan adalah mulai tampak kemacetan di kota-kota besar tersebut diatas baik di jalan-jalan utamanya dan juga dijalan-jalan arteri atau kecilnya, tentunya fenomena ini bisa disebabkan oleh banyak hal : - Pertumbuhan ekonomi Indonesia yang memang sangat bagus karena ditunjang oleh konsumsi domestik yang sangat besar, sehingga banyak warga masyarakat bisa membeli motor dan mobil baru. - Penataan jalur transportasi yang tidak direncanakan dengan baik seperti petunjuk larangan parkir yang tidak jelas, lampu lalu lintas yang mati di beberapa tempat yang padat. - Pengelolaan pertumbuhan jumlah jalan tidak sebanding dengan pertambahan jumlah kendaraan, dan seterusnya . . . Bilamana analisa penyebab M A C E T ini dibahas maka berpuluh-puluh lembar kertas tidak akan pernah cukup untuk menampungnya, namun demikian perihal M A C E T di jalan raya ini ternyata juga mengilhami penulis dalam hal yang lain, yakni bahwa ternyata BANYAK SEKALI PARA PENJUAL yang juga mengalami M A C E T IDE, M A C E T PENJUALANNYA, M A C E T MOTIVASI-nya dan M A C E T DAYA SAINGNYA. APA YANG TERJADI jika seorang penjual mengalami M A C E T IDE ? Dalam kehidupan sehari-hari tampak terlihat bagaimana bergairah dan antusiasnya seseorang dalam menjalani kerasnya kehidupan, yakni lihatlah didalam sebuah tayangan televisi seorang nenek tua yang sudah berpuluh-puluh tahun membuat GULA MERAH dengan prosesnya yang sangat sederhana = sesederhana idenya yakni membuat minimal 10 kg sehari agar bisa membeli beras dan sedikit lauk untuk makan. Juga ide seorang warga desa untuk membuat listrik dari derasnya aliran sungai yang melewati desanya karena dia berkeinginan supaya desanya menjadi terang di kala malam menyergap. Dua hal potret kehidupan diatas dipicu dan digerakkan oleh IDE ! Yakni yang satu digerakkan oleh ide yang SANGAT MENDASAR supaya dapat bertahan hidup sehari ditambah sehari lagi dan ditambah sehari lagi dengan cara membuat dan menjual minimal 10 kg Gula Merah, namun di kejadian kedua tampak bahwa IDE YANG MUNCUL lebih besar dampaknya yakni bisa memenuhi kebutuhan sekunder untuk menjadikan
  • 2. desanya terang di malam hari plus bisa menyalakan televisi untuk hiburan keluarga. NAMUN HASIL AKHIRNYA sangat NYATA mengingat keduanya bisa bertahan HIDUP dan terus BERTAHAN HIDUP !. Kembali kepada keadaan bagaimana jika seorang penjual M A C E T IDE ? Penjual yang M A C E T IDE bisa diibaratkan seperti seseorang pengidap penyakit kritis yang sudah di ujung tanduk nasib kehidupannya di dunia ini, seorang penjual yang M A C E T IDE bisa berubah menjadi seorang penjual yang FRUSTASI karena di saat pendekatannya ke pelanggan besar yang sedang ditargetkan ditolak terus menerus ternyata penjual ini tidak ada lagi IDE IDE segar keluar dari kepalanya. Kejadian berikutnya mudah untuk ditebak yakni bisa saja akhirnya target pelanggan besar ini dicoret dari daftarnya, tidak lagi mengunjungi atau menelepon, tidak lagi mengirimkan penawaran terbaru dan tidak lagi ada usaha lainnya karena memang PENJUAL ini telah M A C E T IDE !. Lantas bagaimana caranya agar seorang penjual tidak sampai di keadaan M A C E T IDE ? Dari pengalaman selama 20 tahun berkecimpung di dunia penjualan serta selama 5 tahun terakhir sebagai pembicara aktif di berbagai acara seminar penjualan maka ada 2 cara sederhana untuk menjauhkan diri dari M A C E T IDE : 1. Seorang penjual yang memiliki kebiasaan membaca buku, mengikuti seminar penjualan, berkumpul dan bertukar pikiran dengan kelompok tenaga penjual lainnya (baik off line ataupun on line maka dapat dipastikan bahwa penjual ini relatif lebih jarang mengalami keadaan M A C E T IDE karena sumber inspirasi dan pengalaman berpikir kreatifnya sangat beragam dan mendalam). 2. BERPIKIR KREATIF adalah pintu keluar TERBAIK dari kondisi M A C E T IDE. Teknik berpikir kreatif bisa distimulasi semisal dengan belajar MIND MAPPING (dari Tony Buzan), karena dengan menempatkan sebuah kondisi yang sedang dihadapi menjadi pusat dari sebuah peta yang akan di buat penuh warna-warni akan bisa membawa IDE BARU. Memang sangat sederhana sekali teknik untuk menghindarkan keadaan M A C E T IDE bagi seorang penjual. Selamat menikmati perjalanan EKSPLORASI agar dijauhkan dari kondisi M A C E T IDE ! Artikel ini dimulai penulisannya sejak 10 Juli 2011 di eksekutif lounge bandara Juanda Surabaya dan karena M A C E T IDE maka baru bisa dituntaskan dikamar bersama-sama dengan anak-anak sembari menonton STAR WARS The Clone Wars III di hari Minggu, 02 Oktober 2011.