lukisan dinding - mendesain sebuah lukisan dinding untuk pintu masuknya. maryam telah memikirkan ide

Download LUKISAN DINDING - mendesain sebuah lukisan dinding untuk pintu masuknya. Maryam telah memikirkan ide

Post on 29-Oct-2019

0 views

Category:

Documents

0 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

  • LUKISAN DINDING

    Hai, kami dari Salam Sisters dan kami SANGAT senang bertemu kalian! Kami semua berteman akrab dan kami berbagi banyak petualangan dan pengalaman bersama-sama. Kami akan

    sangat senang jika kalian bergabung bersama kami menjelajah dunia, belajar hal-hal baru, dan

    bersenang-senang bersama!

    Maryam: Kreativitas, Seni, Desain Karima: Olahraga, Kebugaran, Bernyanyi

    Nura: Alam, Sains, Lingkungan Layla: Fesyen, Berkebun, Kenyamanan

    Yasmina: Jurnalistik foto, Kepemimpinan Sosial

    NURA MARYAM LAYLA KARIMA YASMINA

  • LUKISAN DINDING MARYAM

  • Hai, aku Maryam, aku suka menggambar, melukis, mendesain, membuat kode dan membangun apa saja! Aku juga menyukai puisi dan bercerita untuk adik perempuanku beserta teman-temannya. Salah satu hal yang senang aku lakukan adalah membantu menghidupkan gagasan dengan memadukan kreativitas ke dalamnya.

    Semua orang mengatakan bahwa aku sangat penyabar, dan aku pikir itu benar karena aku mencurahkan banyak waktu untuk desainku. Di saat ada waktu luang, kamu mungkin akan menemukanku sedang bermain permainan video atau berenang di pantai.

    Ketika dewasa nanti, aku ingin menginspirasi dan membantu orang-orang dengan membangun sesuatu yang MENGAGUMKAN! Aku belum tau apa itu, namun aku selalu mencari ide besar selanjutnya!

    Salam, Maryam.

    PERKENALKAN, MARYAM!

  • Saat itu hari Sabtu pagi yang cerah dan lautan berkilau seperti permata di dalam peti harta karun. Maryam duduk di papan seluncurnya, menunggu ombak berikutnya. Ia senang berada di air, dinginnya laut menggelitik kakinya.

    Ia berdiri di papan seluncurnya, mengawasi gelombang sempurna terbentuk di belakangnya. Ia menekuk lututnya dan meregangkan lengannya bagaikan seekor burung yang membubung tinggi ke langit.

    Menjaga keseimbangan dengan sempurna, Maryam menaiki ombak kembali menuju pantai.

    Alhamdulillah!

    Ia mengeringkan tubuhnya dengan handuk, mengibaskan pasir yang melekat sebelum pulang ke rumah, dengan papan seluncur di bawah lengannya.

    1

  • Sambil berjalan melalui taman yang merupakan jalan pintas ke rumahnya, ia memikirkan rencananya untuk menghabiskan waktu hari itu - mulai membuat lukisan dindingnya

    Perpustakaan setempat mengadakan kompetisi untuk mendesain sebuah lukisan dinding untuk pintu masuknya. Maryam telah memikirkan ide untuk lukisan dinding itu selama satu minggu terakhir, namun belum menemukan sesuatu yang spesial.

    Maryam sering mengerjakan sejenis proyek desain — dari lukisan, untuk membuat model sebuah mobil, atau membuat sketsa ide-ide terbaru yang dibuat bersama teman-temannya.

    Ia adalah orang yang dapat mengambil sebuah ide dan menjadikannya sebuah desain yang sempurna.

    3

  • “Assalamu alaykum!” Maryam menyapa ayahnya di dapur.

    “Walaykum salam Maryam, bagaimana ombaknya pagi ini?”” Ayahnya bertanya.

    “Luar Biasa! Sekarang aku tak sabar memulai untuk kompetisi lukisan dinding.”

    Ayahnya adalah inspirasi terbesar untuk Maryam, ia bekerja di sebuah studio desain dan telah membantu Maryam dengan semua proyeknya.

    Maryam bergegas ke kamarnya dan mulai membuat sketsa beberapa ide. Ia mencoba beberapa gaya dan tema yang berbeda namun tidak ada kemajuan sama sekali!

    Ayahnya menengok ke kamarnya dan berkata, “bagaimana keadaannya sayang?”

    “Tidak bagus,” katanya dengan frustrasi, berputar-putar di kursi putarnya.

    “Kenapa kau tidak mengganti pemandangannya, ayo berkendara untuk mencari inspirasi,” ia menganjurkan.

    “Ide bagus ayah!”

    5

  • 8

    Maryam dan ayahnya berkendara melalui pinggiran kota sambil bercerita soal minggu itu dan melihat-lihat ke luar untuk mencari ide.

    Saat mereka mendekati perpustakaan, mobil itu melambat dan berhenti di suatu tempat.

    Maryam menatap ayahnya dan menyeringai, “Aku rasa ini adalah tempat yang sempurna untuk mencari inspirasi!”

    Sembari duduk di bangku depan, di tabletnya ia mulai membuat beberapa sketsa singkat pintu masuk dan kebun perpustakaan.

    Ia memikirkan semua hal yang disukainya dari perpustakaan itu; seperti bau buku-buku baru, kegembiraan saat lokakarya seniman dan kesenangan dari bercerita di sore hari.

    Ia punya kenangan-kenangan hangat di sini. Sekarang ia harus memikirkan bagaimana menuangkan perasaan- perasaan itu ke desainnya.

  • “Hai Maryam!” seseorang memanggil.

    Maryam menoleh dan melihat Yasmina berlari ke arahnya.

    “Apa yang sedang kau cari?” Yasmina bertanya, menyapa Maryam dengan pelukan yang erat.

    “Aku sedang mencari ide desain untuk kompetisi lukisan dinding perpustakaan” “Itu bagus sekali! Apa yang kamu dapat hingga saat ini?”

    Maryam menunjukkan beberapa sketsa yang dibuatnya di tabletya.

    “Wow! Ini luar biasa!” Seru Yasmina.

    “Terima kasih, hanya saja aku belum selesai 100%, aku masih merasa ada sesuatu yang terlewat.”

    “Kamu akan menyelesaikannya, teruslah mencoba!” Yasmina menyemangatinya.

    10

  • “Justru, ini, ini mungkin akan menginspirasimu.” Yasmina menarik kameranya dari kantongnya.

    Ia telah mengambil beberapa foto dari perpustakaan minggu lalu ketika mereka semua berada di sana bersama- sama untuk pembukaan pameran Rumi yang baru.

    Maryam terkesiap. Foto-foto itu diambil saat matahari terbenam, dan perpustakaan ditutupi dengan kombinasi warna merah muda, ungu tua, dan warna emas yang hangat, terletak berhadapan dengan lautan berwarna safir terang di belakang.

    Maryam tidak pernah berpikir untuk membuat sketsa perpustakaan dari sudut pandang itu sebelumnya.

    “Terima kasih banyak Yasmina, ini sempurna.”

    Ayah Maryam menuju mobil, “waktunya pulang Maryam!” Ia memanggil.

    Maryam dan Yasmina berpamitan, dan Maryam dengan gembira memberitahu ayahnya tentang semua ide baru yang dimilikinya.

    12

  • Segera sesampainya di rumah, Maryam berlari ke kamarnya dan mengeluarkan pensi, spidol, cat, dan kertas.

    Ia duduk di meja, menutup mata dan membayangkan semua warna indah yang dilihat di foto Yasmina.

    Nah, ini dia! Saya mampu melakukan ini! I berkata yakin kepada dirinya, dan mulai menuangkan warna pada kertas kosong di depannya.

    Setelah bekerja tak kenal lelah selama hari itu, Maryam akhirnya meletakkan kuas, bersandar, dan tersenyum.

    Senang dengan kerja keras yang ia tumpahkan dalam seni, ia akhirnya siap untuk menyerahkannya. Ia mengambil foto lukisan dinding itu, dan meminta ayahnya mengunggah penyerahan ke situs web perpustakaan tersebut.

    “Tunggu! Sebelum kita mengklik kirim!” Maryam tiba-tiba berseru, “Aku hampir lupa — bismillah!” Dan dengan itu, mereka mengirimkannya.

    Sekarang ia tinggal menunggu saja...

    14

  • Beberapa minggu kemudian, Maryam telah berada di toko guna mencari sebuah tas baru untuk membawa semua peralatan seninya.

    “Layla, bagaimana pendapatmu tentang tas dengan bintik berkilau itu?” tanyanya.

    “Aku sangat menyukainya, tetapi apakah menurutmu benda itu bisa memuat papan gambar yang besar itu?”

    “Hmm benar juga, menurutku tidak semua bisa muat di dalamnya!”

    “Mungkin kamu membutuhkan papan gambar yang lebih kecil!” Layla tertawa.

    Ibunya menepuk pundak Maryam, “Sayang, ayahmu menelepon, ia ingin memberitahukanmu sesuatu.”

    Maryam mendekatkan telepon ke telinganya, “Assalamu alaykum, Yah!”

    “Wa alaykum salam, sayang! Kamu tahu tidak? Aku baru saja menerima surat dari perpustakaan!”

    Jantung Maryam berdetak lebih kencang. Ini dia berita yang ia tunggu-tunggu.

    “Di dalam surat tertulis bahwa mereka sangat terkesan dengan karyamu, dan ... kamu menang!”

    “Aaaahhh! Tidak mungkin!!” Maryam berteriak kegirangan.

    Ia menceritakan berita gembira itu kepada ibunya dan Layla yang langsung memeluknya dengan hangat.

    “Sudah kuduga kamu pasti menang!” Layla tersenyum, “Kerja kerasku terbayar juga”. “Ayo kita undang teman- temanmu makan-makan malam ini untuk merayakannya!” Saran ibunya.

    Gadis-gadis itu melakukan tos dan merencanakan pesta malam itu.

    15

  • AKTIVITAS

  • Hai semua! Untuk merayakan kemenangan, kita akan pergi piknik. Aku membawa

    semua barang ini dan butuh tempat untuk menaruhnya di

    karpet piknik. Bisakah kamu melukisnya?

  • Ketika aku kehabisan ide untuk melukis lukisan dinding, sebaiknya ingatkan aku untuk melakukan apa yang menjadi keahlianku. Apa keahlianmu? Yes

    You Can!

    Dream Big!

  • Aku berencana untuk menghadiahkan ayahku sebuah lukisan. Bisakah kamu membantuku membuat lukisan

    untuknya?

    Ayo melukis sisi lain dari lampu itu!

  • Find this story book in your language on our website العثور على هذا القصة كتاب في لغتك على موقعنا على االنترنت

    Temukan buku cerita ini dalam bahasa Anda di situs kami

    Trouvez ce livre d’histoire dans votre langue sur notre site

    Cari buku cerita ini dalam bahasa anda di laman web kami

    Web sitemizdeki bu hikaye kitabı kendi dilinizde bulun

    SALAMSISTERS.COM

    lebih lanjut lihat salamsisters.com ikuti @salam.sisters

    KUMPULKAN SELURUH SERI!

  • LUKISAN DINDING

    Hai, kami dari Salam Sisters dan kami SANG