lps ar 2010

Download LPS AR 2010

Post on 14-Jul-2015

185 views

Category:

Documents

0 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

Keyakinan dalam KepastianConfident in CertaintySebagai lembaga yang ditunjuk Pemerintah Indonesia untuk menjaga kepentingan nasabah perbankan, Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) berhasil meningkatkan kepercayaan masyarakat luas pada perbankan nasional dalam beberapa tahun terakhir. Penjaminan simpanan nasabah bank yang dilakukan oleh LPS memberi keyakinan dan kepastian akan keamanan simpanan dana dan dengan demikian masyarakat tidak akan ragu untuk melakukan transaksi perbankan.

As an institution appointed by the Government of Indonesia to safeguard the interests of bank customers, the Indonesian Deposit Insurance Corporation (IDIC) succeeded in increasing public confidence in the nation banking in recent years. By providing insurance over bank deposits, IDIC gives confidence and certainty on the security of deposit of funds and, hence, the community will not hesitate to do banking transactions.

VisiMenjadi lembaga penjamin simpanan yang dipercaya dalam memelihara stabilitas sistem perbankan nasional.

VisionLembaga Penjamin Simpanan 2010 Annual Report To become the deposit insurer entrusted with maintaining the stability of Indonesias banking system

Misi1 Mewujudkan program penjaminan simpanan yang efektif; dan 2 Berperan aktif dalam memelihara stabilitas sistem perbankan nasional.

Mission1) To implement an effective deposit insurance program; and 2) To play an active role in maintaining the stability of Indonesias banking system.

Nilai-Nilai1. Integritas; 2. Profesionalisme; 3. Independensi; 4. Transparansi; dan 5. Akuntabilitas

Values1) 2) 3) 4) 5) Integrity; Professionalism; Independency; Transparency; and Accountability.

i

PENGANTAR KETUA DEWAN KOMISIONERMessage from the Chairman

C. Heru Budiargo Ketua Dewan Komisioner Chairman

Lembaga Penjamin Simpanan Laporan Tahunan 2010

Indikator ekonomi selama tahun 2010 menunjukkan bahwa secara umum perekonomian nasional diwarnai dengan banyak pencapaian-pencapaian yang baik. Pertumbuhan ekonomi 6,1%, inflasi bisa dikendalikan pada tingkat 6,9% dengan tingkat inflasi inti 4,28% ditopang oleh apresiasi rupiah serta surplus neraca transaksi berjalan sebesar USD 6,2 Miliar atau 0,9% dari Produk Domestik Bruto. Kondisi perekonomian yang kondusif ini berdampak positif kepada iklim usaha sehingga kondisi industri perbankan tumbuh dengan baik. Prospek dan ketahanan ekonomi nasional juga menarik minat investor asing sehingga Foreign Direct Investment mencapai USD12,6miliar atau 3 kali lipat dari angka tahun 2009. Neraca pembayaran menunjukkan surplus USD 30miliar, sehingga cadangan devisa mencapai USD 96,2miliar atau naik 45% dibandingkan dengan tahun 2009.

Economic indicators showed that Indonesias economy generally performed positively in 2010. This was clearly reflected by economic growth of 6.1%, inflation maintained at a controllable level of 6.9% with core inflation at 4.288%, which was supported by the Rupiahs appreciation, and current balance of payment surplus amounted to US$ 6.2 billion, or 0.9% of the Gross Domestic Product. This conducive economic condition affected the industrys climate thereby drove the banking industry to grow positively. Indonesias economic resilience and prospects attracted foreign investor interest driving Foreign Debt Investment to USD12.6 billion, or 3 times the figure achieved in 2009. Balance of payment produced a surplus of USD 30 billion, while foreign exchange reserves amounted to US$ 96.2 billion or increased 45% from 2009.

ii

Pengantar Ketua Dewan Komisioner Message from the Chairman

Rencana strategis LPS yang dicanangkan pada bulan September 2010 telah memberi peluang pengelolaan LPS secara lebih berencana dengan hasil yang efektif. Kami melengkapinya dengan penerapan metodologi manajemen kinerja yang disesuaikan guna meningkatkan budaya kinerja lembaga.IDIC strategic plan which was established in September 2010 has given an opportunity for more planned and effective management of IDIC. We have equipped it with the implementation of performance management methodology which has been adjusted to improve the institutions performance culture.

Secara menyeluruh rasio-rasio keuangan perbankan terkait dengan prudential practices dapat dicapai sesuai harapan. Pertumbuhan aset perbankan meningkat 18,7% dan ekspansi kredit meningkat 22,8%, rasio kecukupan modal bank rata-rata 17,2%, NPL gross 2,56%, likuiditas terjaga dengan baik serta kemampuan perbankan menghasilkan laba yang tercermin dari Net Interest Margin (NIM) bank berada sekitar 5,7%. Kondisi ketahanan keuangan perbankan yang stabil dan sangat baik ini, menempatkan risiko LPS sebagai pelaksana penjaminan dan resolusi bank gagal, berada dalam tingkatan yang relatif rendah. Perlu kami sampaikan bahwa Dana Pihak Ketiga Perbankan pada tahun 2010 mencapai Rp2.370,98 triliun. Dari jumlah tersebut sebesar Rp1.435,20 triliun yang merupakan 99,88% jumlah rekening Dana Pihak Ketiga termasuk dalam penjaminan LPS, yang langsung atau tidak langsung jumlah tersebut menggambarkan exposure risiko LPS. Dari sisi keuangan LPS selama tahun 2010, dapat kami sampaikan bahwa secara keseluruhan kinerja keuangan LPS baik. Hal tersebut ditunjukan oleh pengumpulan premi dapat dilaksanakan sesuai ketentuan, investasi yang konservatif, biaya operasi dan administrasi yang dikelola dengan efisien, pembayaran klaim yang relatif tidak besar serta pembentukan cadangan klaim penjaminan dilakukan sesuai ketentuan. Opini hasil audit BPK RI atas laporan keuangan 2010 adalah tidak memberikan pendapat (disclaimer) sama dengan opini atas laporan keuangan tahun 2009. Hal tersebut, antara lain, disebabkan oleh penyajian Penyertaan Modal Sementara (PMS) pada PT Bank Mutiara, Tbk dilakukan berdasarkan nilai historis (historical cost) dan bukan nilai wajar (fair value) sebagaimana pandangan BPK RI.

Overall, the banking sectors financial ratios pertaining to prudential practices can be achieved as expected. The banking sectors assets increased 18.7% and loan expansion grew 22.8%, while average capital adequacy ratio was at 17.2%, gross NPL was at 2.56%, and well maintained liquidity along with the banking sectors ability to produce profits was clearly reflected in the bank sectors Net Interest Margin of around 5.7%. A stable and good condition of bankings financial resilience has put IDIC risk, as the executor of deposit insurance and failed bank resolution, in a relatively low level. The third party fund in 2010 was amounting to Rp2,370.98 trillion. From that amount, as many as Rp1,435.20 trillion represented 99.88% of total account of third party fund insured by IDIC which directly or indirectly describing IDIC risk exposure.

iii

Lembaga Penjamin Simpanan 2010 Annual Report

Financially, in 2010, IDICs financial performance in overall was performing well. It reflected by premium collection can be conducted as prescribed by the regulation, conservative investment, effectively managed operating and administration cost, relatively moderate claim payments as well as the establishment of provision for insurance claims in accordance with applicable regulations. The Audit Board of the Republic of Indonesia (BPK RI) has provided a disclaimer opinion toward IDICs financial statements for 2010 which was the same as in 2009. It was caused by the presentation of Temporary Capital Placement in PT Bank Mutiara, Tbk which used historical cost instead of fair value as the view of BPK RI.

Pengantar Ketua Dewan Komisioner Message from the Chairman

Rencana strategis LPS yang dicanangkan pada bulan September 2010 telah memberi peluang pengelolaan LPS secara lebih berencana dengan hasil yang efektif. Kami melengkapinya dengan penerapan metodologi manajemen kinerja yang disesuaikan guna meningkatkan budaya kinerja lembaga. Disamping melaksanakan fungsi pokok penjaminan dan penyelamatan bank pada tahun 2010, program-program kerja dan inisiatif di LPS bertumpu pada perbaikan praktik tata kelola, manajemen risiko, dan pengelolaan SDM. Kami fokus pada peningkatan kemampuan akses data makro ekonomi dan industri perbankan sehingga risiko pengelolaan LPS dapat dianalisa, diukur dan dimitigasi secara lebih baik. Disamping itu LPS juga sadar akan perlunya meningkatkan pemahaman nasabah perbankan tentang program penjaminan LPS melalui akses elektronik, pendidikan, serta program komunikasi khusus yang dirancang untuk itu. Pada tahun 2010 terdapat 10 Bank BPR yang ditutup dengan portofolio Dana Pihak Ketiga sebesar Rp28,03 miliar telah dibayar penjaminannya, sementara ada 5 Bank BPR yang proses likuidasinya telah diselesaikan. Kami juga melaporkan bahwa PT Bank Mutiara, Tbk yang telah menerima Penyertaan Modal Sementara LPS telah mencapai kinerja yang baik sesuai harapan. Untuk tahun 2011 inisiatif-inisiatif tersebut tetap dilanjutkan. Tahun 2010 sudah kita lewati dengan baik. Namun, tantangan ke depan tetap harus kita waspadai. Ancaman krisis dapat datang secara tiba-tiba, baik berasal dari internal maupun eksternal. Dalam rangka mengantisipasi risiko tersebut, LPS merasa perlu mendorong kiranya Pemerintah bersama dengan DPR dapat menyelesaikan pembahasan RUU JPSK. Dengan adanya UU JPSK diharapkan para pengambil keputusan dapat melaksanakan tugasnya dalam menyelamatkan perekonomian nasional dengan landasan hukum yang kuat. Selain itu, koordinasi penanganan krisis dapat lebih efektif sehingga dapat meminimalkan biaya, karena kunci penanganan krisis adalah kecepatan dan keakuratan tindakan.Lembaga Penjamin Simpanan Laporan Tahunan 2010

IDIC strategic plan which was established in September 2010 has given an opportunity for more planned and effective management of IDIC. We have equipped it with the implementation of performance management methodology which has been adjusted to improve the institutions performance culture. Apart from carrying out of its main functions of i