lkti kopi lamtoro

Click here to load reader

Post on 04-Dec-2015

352 views

Category:

Documents

48 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

karya tulis ilmiah remaja

TRANSCRIPT

PEMANFAATAN LEUCAENA LEUCOCEPHALA SEBAGAI INOVASI MINUMAN KOPI KESEHATAN BAGI MASYARAKAT

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Kopi adalah minuman yang sudah cukup dikenal oleh umat manusia. Dengan rasanya yang nikmat kopi menjadi minuman yang cukup banyak digemari oleh banyak orang, dan tidak heran jika kopi adalah minuman nomor dua yang paling banyak dikomsumsi setelah minyak bumi. Dalam kehidupan sehari-hari kopi biasanya disajikan sebagai pendamping sarapan pagi bagi keluarga. Di dalam kopi terdapat suatu sejenis senyawa kimia alkaloid xantina yang mengandung molekul metabolit yaitu 1,3,7 asam trimelilulat, paraksantina, teofillina, dan teobromina yang disebut dengan kafein. Kandungan kafein dalam kopi memiliki efek yang beragam pada setiap manusia. Beberapa orang akan mengalami efeknya secara langsung, sedangkan beberapa orang yang lain tidak merasakannya secara langsung. Hal ini terkait dengan sifat genetika yang dimiliki masing-masing individu terkait dengan kemampuan metabolisme tubuh dalam mencerna kafein. Metabolisme kafein terjadi dengan bantuan enzim sitokrom P450 1A2 (CYP1A2). Dalam kafein terdapat 2 tipe enzim, yaitu CYP1A2-1 dan CYP1A2-1. Beberapa orang yang memiliki enzim CYP1A2-1 mampu mematabolisme kafein dengan cepat dan efisien sehingga efek dari kafein dapat dirasakan secara nyata. Dan sedangkan Enzim CYP1A2-2 memiliki laju metabolisme kafein yang lambat sehingga kebanyakan orang dengan tidak merasakan efek kesehatan dari kafein dan bahkan cenderung menimbulkan efek yang negatif.

Kafein di dalam kopi dapat menimbulkan perangsangan terhadap susunan saraf pusat (otak) , sistem pernapasan, sistem pembuluh darah seta jantung dan memiliki kemampuan mengikat reseptor adenosine, nukleotida di dalam otak yang merespon rasa lelah sehingga tidak heran setiap minum kopi dalam jumlah wajar 1 hingga 3 cangkir, tubuh kita terasa segar, daya pikir lebih cepat, tidak mudah lelah atau mengantuk. Tetapi menurut penelitian medis jika terlalu sering mengomsumsi kopi akan berdampak buruk bagi kesehatan manusia itu sendiri, karena jika kandungan kopi yang masuk dalam tubuh melebihi batas normal maka akan menyebabkan intoksikasi kafeina dan bisa membuat kejang otot, pikiran kusut, kepanikan, denyut jantung terganggu, dan gejolak psikomotor.

Berdasarkan latar belakang tersebut kami membutuhkan sebuah inovasi baru yang dapat meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap kesehatan, salah satunya dengan mengolah tanaman yang jarang digunakan oleh masyarakat tetapi memiliki banyak manfaat terhadap kesehatan. Pada penelitian ini kami memanfaatkan biji lamtoro yang selain untuk bahan campuran pecal dan botok adalah sebagai bahan untuk membuat kopi yang kami sebut dengan Coffealeucaena Drink. Tanaman lamtoro menyukai iklim tropis yang hangat (suhu harian 25-30C) maka tidak heran jika iklimnya yang tropis menjadikan tanaman itu sendiri sering kita jumpai diberbagai daerah di wilayah indonesia. Tanaman ini juga mudah diperbanyak dengan biji dan dengan pemindahan anakan. karena mudahnya tumbuh, di berbagai tempat lamtoro seringkali merajalela menjadi gulma. Tanaman ini pun mudah trubus setelah dipangkas, ditebang atau dibakar, tunas-tunasnya akan tumbuh kembali dalam jumlah banyak, tidak banyak hama yang menyerang tanaman ini, akan tetapi lamtoro teristimewa rentan terhadap serangan hama (Heteropsylla cubana). Tetapi serangan hama ini di Indonesia pada akhir tahun 1980an telah mengakibatkan habisnya jenis lamtoro lokal di banyak tempat, oleh sebab itu dengan adanya produk semacam ini diharapkan dapat menambah kepedulian masyarakat selain terhadap kesehatan juga terhadap populasi tanaman itu sendiri. Penulisan ini juga di informasikan kepada masyarakat agar inovasi terhadap tanaman lamtoro menjadi produk olahan yang berguna dan dapat meningkatkan ketertarikan masyarakat untuk melestarikan tanaman lamtoro itu sendiri.1.2 Rumusan Masalah

Pada penelitian ini, penulis mengangkat rumusan masalah sebagai berikut :

1. Bagaimanakah cara yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap kesehatan ?2. Apa saja kandungan yang terdapat pada bahan yang digunakan untuk pembuatan Coffealeucaena Drink ?

3. Apa saja manfaat yang terdapat pada bahan yang digunakan untuk pembuatan Coffealeucaena Drink ?

4. Bagaimanakah proses pembuatan Coffealeucaena Drink ?1.3 Batasan Masalah

Penulis membatasi penelitian ini dengan melakukan eksperimen terhadap tanaman lamtoro sebagai bahan produk yang diberi nama Coffealeucaena Drink. Karya tulis ini menjelaskan tentang kandungan dan manfaat dari bahan pembuatan Coffealeucaena Drink serta proses pembuatannya.1.4 Tujuan Penelitian

Penelitian ini dilakukan dengan tujuan sebagai berikut :

1. Memberikan informasi kepada masyarakaat tentang kesehatan.

2. Memberikan informasi tentang kandungan yang ada pada bahan pembuatan Coffealeucaena Drink.3. Memberikan informasi tentang manfaat yang ada pada bahan pembuatan Coffealeucaena Drink.4. Memberikan informasi kepada masyarakat tentang cara mengolah buah biji mengkudu menjadi Coffealeucaena Drink.1.5 Manfaat Penelitian

Penelitian ini memberikan manfaat antara lain :

a. Bagi Penulis

1. Menambah wawasan dan pengalaman bagi penulis dalam menyusun karya tulis ilmiah.

2. Dapat menerapkan metode ilmiah seperti yang dilakukan para ilmuwan dalam melakukan peneltian.

3. Membuat penulis lebih peka untuk memanfaatkan potensi alam sebagai produk yang bermanfaat bagi masyarakat.b. Bagi Masyarakat

1. Meningkatkan ketertarikan masyarakat untuk melestarikan tanaman lamtoro.

2. Dapat mengetahui kandungan yang ada pada bahan pembuatan Coffealeucaena Drink.3. Dapat mengetahui manfaat yang ada pada bahan pembuatan Coffealeucaena Drink.4. Dapat mengetahui cara mengolah buah biji mengkudu menjadi Coffealeucaena Drink.c. Bagi pemerintahHasil penelitian diharapkan dapat menjadi sumber pemikiran dan kebijakan suatu tindakan yang lebih baik dimasa mendatang teutama pada pelestarian tanaman lamtoro di Kabupaten Probolinggo.d. Bagi Pihak Lain

Diharapkan semoga hasil penelitian ini dapat menambah informasi yang bermanfaat untuk masa yang akan datang serta dapat menambah ilmu pengetahuan yang ada sebagai referensi untuk penelitian yang sejenis serta dapat digunakan sebagai dasar penelitian selanjutnya.

BAB II

KAJIAN PUSTAKA2.1 Pengertian Coffealeucaena Drink

Coffealeucena drink adalah sejenis kopi yang unik. Coffea berasal dari nama ilmiah yang berarti kopi sedangkan leucaena ( leucena leucocophala ) berasal dari nama ilmiah yang berarti tanaman lamtoro. Kopi ini berbeda dengan kopi pada umumnya , karena tidak mengandung sejenis senyawa kimia alkaloid xantina yang bernama kafein. Lamtoro adalah tanaman yang memiliki banyak manfaat terhadap kesehatan, tetapi serangan hama di Indonesia pada akhir tahun 1980an telah mengakibatkan habisnya jenis lamtoro lokal di banyak tempat. Oleh karena itu untuk mecegah populasinya tanaman lamtoro di Indonesia dibutuhkan produk semacam ini untuk diharapkan dapat menambah kepedulian masyarakat selain terhadap kesehatan dan manfaat yang terdapat pada tanaman sekitar, juga terhadap populasi tanaman itu sendiri. Coffealeucaena drink diolah dengan menggunakan tanaman lamtoro dan rempah-rempah jahe serta cengkeh. Minuman ini memiliki tekstur yang unik yang membuat masyarakat menyukainya, serta memiliki aroma yang khas sehingga menarik minat konsumen untuk menerguknya. Kopi ini juga tidak sekental kopi pada umumnya karena patinya lebih cepat mengendap sehingga Coffealeucaena Drink sangat diminati konsumennya.2.2 Kandungan pada bahan Coffealeucaena DrinkCoffealeucaena Drink merupakan minuman multifungsi karena minuman ini memiliki khasiat bagi kesehatan tubuh. Kandungan yang terdapat didalamnya antara lain :2.2.1 LamtoroNAMA ZATJUMLAH

Kalori148 Kalori

Lemak0,5 gram

Vitamin C20 miligram

Vitamin B10,23 miligram

Vitamin A416 SI

Fosfor59 gram

Hidrat Arang26,2 gram

Zat Besi2,2 gram

Kalsium155 mili gram

Lamtoro juga mengandung mimosin, leukanin, dan leukanol.2.2.2 JaheKandungan senyawa kimia pada jahe adalah minyak atsiri yang terdiri dari senyawa-senyawa seskuiterpen, zingiberen, bisabolena, sineol, sitral, zingiberal, felandren. Disamping itu, terdapat juga sagaol, gingerol, pati, damar, asam-asam organic seperti asam malat dan asam oksalat, Vitamin A,B, dan C, senyawa-senyawa flavonoid dan polifenol.Minyak atsiri yang terkandung dalam jahe antara 1 sampai 3%. Oleoresin (campuran dari minyak atsiri dan resin) sebagai zat aktif untuk mengobati batuk, penurun panas, dan analgetikSifat khas jahe disebabkan adanya minyak atsiri dan oleoresin jahe. Aroma harum jahe disebabkan oleh minyak atsiri, sedangkan oleoresinnya menyebabkan rasa pedas. Mnnyak atsiri dapat diperoleh atau diisolasi dengan destilasi uap dari rhizoma jahe kering. Ekstrak minyak jahe berbentuk cairan kental berwarna kehijauan sampai kuning, berbau harum tetapi tidak memiliki komponen pembentuk rasa pedas. Kandungan minyak atsiri dalam jahe kering sekitar 1 3 persen. Komponen utama minyak atsiri jahe yang menyebabkan bau harum adalah zingiberen dan zingiberolSelain itu adalah sebagai antiemetic (antimuntah) dan sangat berguna pada ibu hamil untuk mengurangi morning sickness. sangat efektif menurunkan metoklapamid senyawa penginduksi nusea (mual) dan muntah. Menurut komisi E (Germa Federal Health Agency) jahe efektif untuk mengobati gangguan pencernaan dan pencegahan gejala motion sickness.

2.2.3 Cengkeh

Banyak zat terkandung dalam minyak cengkeh yaitu antibiotik, anti-virus, anti-jamur dan memiliki khasiat sebagai antiseptik. Selain itu ditemukan pula sekitar 60-90 persen eugenol dalam minyak cengkeh.

Kandungan lain yang tedapat di dalamnya adalah zat mangan, asam lemak omega 3, magnesiu