limbah kulit pisang

Download Limbah Kulit Pisang

Post on 01-Dec-2015

88 views

Category:

Documents

4 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

  • 1LIMBAH KULIT PISANG KEPOKSEBAGAI BAHAN BAKUPEMBUATAN ETHANOL

    OLEH :

    RETNO DEWATI

  • 2LIMBAH KULIT PISANG KEPOK SEBAGAI BAHAN BAKUPEMBUATAN ETHANOL

    Hak Cipta pada Penulis, hak penerbitan ada pada Penerbit UPNPress

    Penulis : Retno Dewati

    Diset dengan : MS - Word Font Times New Roman 12Halaman Isi : 46Ukuran Buku : 16 x 23 cmCetakan I : 2008

    Penerbit : UPN Veteran Jatim

    ISBN : 978-602-9372-06-9

  • 3KATA PENGANTAR

    Puji syukur dipanjatkan kepada Allah SWT., karena atas

    karunia-Nya Monograf yang berjudul Limbah Kulit Pisang Kepok

    sebagai Bahan Baku Pembuatan Ethanol ini dapat tersusun dengan

    baik.

    Monograf ini membahas tentang pemanfaatan limbah kulit pisang

    kepok yang dapat diproses menjadi Ethanol .

    Kulit pisang Kepok diambil patinya yang mengandung karbohidrat

    untuk diolah menjadi Ethanol dimulai dengan proses hidrolisis yang

    dilanjutkan dengan proses fermentasi.

    Akhirnya penyusun sangat mengharapkan kritik dan saran

    yang membangun untuk lebih menyempurnakan buku ini, baik bagi

    mahasiswa maupun pembaca yang lain. Semoga buku ini bermanfaat,

    dapat memberikan sumbangan terhadap perkembangan teknologi pada

    umumnya di Indonesia.

    Ucapan terima kasih disampaikan kepada semua pihak yang

    telah membantu sehingga buku ini diterbitkan

    Surabaya, Juli 2008

    Penyusun

  • 4DAFTAR ISI

    KATA PENGANTAR .................................................................. i

    DAFTAR ISI................................................................................ ii

    DAFTAR TABEL........................................................................ iii

    DAFTAR GAMBAR .................................................................... iv

    1. Pendahuluan .............................................................................. 1

    1.1 Latar Belakang ................................................................... 1

    1.2 Rumusan Masalah .............................................................. 3

    2. Tanaman Pisang ........................................................................ 4

    2.1 Kegunaannya ...................................................................... 5

    2.2 Komposisi Kulit Pisang...................................................... 6

    2.3 Pengambilan Pati dari Kulit Pisang.................................... 7

    3. Proses Hidrolisis ....................................................................... 9

    3.1 Faktor faktor Yang Berpengaruh Pada Proses Hidrolisis. 10

    3.2 Analisa Kadar Gula Reduksi (DE) ..................................... 12

    3.3 Analisa Kadar Glukosa Dengan Metode Luff Schrool ...... 13

    4. Proses Fermentasi .................................................................... 20

    4.1 Faktor-faktor Yang Berpengaruh Pada Proses Fermentasi 21

    4.2 Tahap Fermentasi .............................................................. 23

    4.3 Pertumbuhan Mikrobial..................................................... 25

    4.4 Analisis Kadar Ethanol...................................................... 27

    4.5 Analisa Dengan Menggunakan Metode Pour Plate........... 29

    5. Kesimpulan ............................................................................. 37

    Daftar Pustaka ............................................................................... 38

    Lampiran A ................................................................................... 39

    Lampiran B ................................................................................... 43

  • 5DAFTAR TABEL

    Tabel 1. Komposisi Kulit Pisang Kepok....................................... 6

    Tabel 2. Kadar Glukosa Awal (sebelum fermentasi).................... 16

    Tabel 3. Kadar Glukosa Setelah Fermentasi Hari ke-1................. 16

    Tabel 4. Kadar Glukosa Setelah Fermentasi Hari ke-2................. 17

    Tabel 5. Kadar Glukosa Setelah Fermentasi Hari ke-3................. 17

    Tabel 6. Kadar Glukosa Setelah Fermentasi Hari ke-4................. 18

    Tabel 7. Kadar Glukosa Setelah Fermentasi Hari ke-5................. 18

    Tabel 8. Fase Pertumbuhan........................................................... 20

    Tabel 9. Kadar Ethanol dan Jumlah Biomassa Pada hari ke-1 ..... 30

    Tabel 10. Kadar Ethanol dan Jumlah Biomassa Pada hari ke-2 ... 30

    Tabel 11. Kadar Ethanol dan Jumlah Biomassa Pada hari ke-3 ... 31

    Tabel 12. Kadar Ethanol dan Jumlah Biomassa Pada hari ke-4 ... 31

    Tabel 13. Kadar Ethanol dan Jumlah Biomassa Pada hari ke-5 ... 32

  • 6DAFTAR GAMBAR

    Gambar 1. Diagram Alir Proses Hidrolisis ................................... 15

    Gambar 2. Grafik Hub. Jumlah Nutrient thd Kadar Glukosa ...... 19

    Gambar 3. Diagram Alir Proses Fermentasi ................................. 24

    Gambar 4. Diagram Alir Proses Distilasi...................................... 25

    Gambar 5. Diagram Alir Analisa Kadar Ethanol .......................... 28

    Gambar 6. Grafik Hub. Jumlah Nutrient thd. Kadar Ethanol ....... 33

    Gambar 7. Grafik Hub.Waktu Fermentasi thd. Kadar Ethanol..... 33

    Gambar 8. Grafik Hub. Jumlah Nutrient thd. Jumlah Biomassa . 34

    Gambar 9. Grafik Hub. Waktu Fermentasi thd. Jumlah Biomassa 35

  • 1I. PENDAHULUAN

    1.1 Latar Belakang

    Limbah pisang masih belum mendapatkan penanganan yang

    cukup karena pada limbah pisang masih mengandung pati, protein,

    dan serat yang cukup tinggi. Masalah yang sering dihadapi pada

    industri kimia adalah pemanfaatan bahan-bahan tidak berguna yang

    murah menjadi bahan-bahan yang lebih berguna dan bernilai tinggi.

    Pada masa sekarang kecenderungan pemakaian bahan bakar

    sangat tinggi sedangkan sumber bahan bakar minyak bumi yang

    dipakai saat ini semakin menipis. Oleh karena itu, perlu adanya bahan

    alternatif yang dapat digunakan sebagai bahan bakar untuk pemecahan

    masalah energy pada saat ini.

    Alkohol dapat dihasilkan dari tanaman yang banyak

    mengandung senyawa selulosa dengan menggunakan bantuan dari

    aktivitas mikroba. Penggunaan alkohol khususnya ethanol sebagai

    bahan bakar merupakan salah satu pemecahan masalah energi dewasa

    ini. Karena pemakaian energi dari tahun ketahun sangat meningkat

    sedangkan bahan bakar yang dipakai semakin menipis, sehingga

    diperlukan alternatif lain dalam mencari sumber bahan bakar yang

    baru.

    Kulit pisang merupakan limbah selulosik dimana pembuatan

    alkohol dari limbah selulosik merupakan rangkaian dari proses

    pembuatan glucose, dimana tahap awalnya dengan menghidrolisis

    menggunakan asam kuat (HCl) pada limbah selulosa tersebut (kulit

    pisang). Pengambilan kulit pisang sebagai limbah selulosik karena di

  • 2ketahui pada umumnya tebal kulit pisang adalah 41 bagian dari

    buahnya, oleh karena itu diperlukan pemikiran usaha untuk

    memanfaatkannya.

    Etanol merupakan cairan hasil proses fermentasi gula dari

    sumber karbohidrat (pati) menggunakan bantuan mikroorganisme .

    Produksi etanol dari tanaman yang mengandung pati atau karbohidrat

    dilakukan melalui proses konversi karbohidart menjadi gula atau

    glukosa dengan beberapa metode diantaranya dengan hidrolisis asam

    dan secara enzimatis. Metode hidrolisis secara enzimatis lebih sering

    digunakan karena lebih ramah lingkungan dibandingkan dengan

    katalis asam. Glukosa yang diperoleh selanjutnya dilakukan proses

    fermentasi atau peragian dengan menambahkan yeast atau ragi

    sehingga diperoleh etanol.

    Tujuan dari penelitian ini adalah membuat ethanol dari pati

    kulit pisang kapok serta mencari kondisi yang terbaik dari pembuatan

    ethanol.

    Manfaat Penelitian

    - Mengetahui proses pembuatan ethanol dari pati kulit pisang

    dengan cara fermentasi

    - Dapat memberikan nilai tambah pada pemecahan masalah dari

    limbah selulosik sehingga mengurangi sampah

    - Mencari alternatif energy

  • 31.2 Rumusan Masalah

    Berdasarkan uraian diatas maka timbul beberapa masalah

    yang dapat dirumuskan sebagai berikut :

    1. Bagaimana pengaruh waktu dan suhu hidrolisis terhadap kadar

    ethanol ?

    2. Perlakuan manakah yang optimal pada proses fermentasi dan

    hidrolisa pati kulit pisang kepok?

  • 4II. TANAMAN PISANG

    Pisang merupakan tanaman asli daerah asia tenggara

    termasuk Indonesia. Nama latinnya adalah Musa Paradisiaca. Nama

    ini diberikan sejak sebelum masehi, diambil dari nama dokter kaisar

    Romawi Octavianus Augustus (63 SM 14 M) yang bernama

    Antonius Musa. (Munadjim,1988). Tanaman pisang ini oleh

    masyarakat dapat dimanfaatkan mulai dari bunga, buah, daun, batang

    sampai bonggolpun dapat dimanfaatkan untuk dibuat sayur. Pisang

    merupakan tanaman hortikultura yang penting karena potensi

    produksinya yang cukup besar dan produksi pisang berlangsung tanpa

    mengenal musim.

    Sejak lama pisang sudah dikenal sebagai buah yang lezat dan

    berkhasiat bagi kesehatan, karena pisang mengandung gizi sangat

    baik, antara lain menyediakan energi cukup tinggi dibanding dengan

    buah2an lain. Walaupun demikian, pemanfaatan pisang masih

    terbatas. Selain dapat dimakan langsung sebagai buah segar, pisang

    juga dapat diolah dalam keadaan mentah maupun matang. Pisang

    mentah dapat diolah menjadi gaplek, tepung dan keripik, sedangkan

    pisang matang dapat diolah menjadi anggur, sari buah, pisang goreng,

    pisang rebus, kolak, getuk dan lain sebagainya.

    Dalam proses pengolahan buah pisang seperti disebutkan

    diatas tentun