lembaran daerah kabupaten batang peraturan .keadaan dibudidayakan dengan alat atau cara . apapun,

Download LEMBARAN DAERAH KABUPATEN BATANG PERATURAN .keadaan dibudidayakan dengan alat atau cara . apapun,

Post on 08-Mar-2019

213 views

Category:

Documents

0 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN BATANG Tahun 2010 Nomor 4 9

PERATURAN DAERAH KABUPATEN BATANG

NOMOR 4 TAHUN 2010

TENTANG

RETRIBUSI IZIN USAHA PERIKANAN

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN BATANG Tahun 2010 Nomor 4 9

PERATURAN DAERAH KABUPATEN BATANG

NOMOR 4 TAHUN 2010

TENTANG

RETRIBUSI IZIN USAHA PERIKANAN

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

BUPATI BATANG,

Menimbang : a. bahwa untuk meningkatkan ketertiban kegiatan usaha perikanan

di wilayah Kabupaten Batang agar berhasil guna dan berdaya guna, maka diperlukan keterpaduan

peranan pemerintah daerah dengan

masyarakat dalam penyelenggaraan usaha perikanan;

b. bahwa untuk tertibnya dalam penyelenggaraan usaha perikanan, diperlukan pengaturannya dalam

bentuk izin usaha perikanan; c. bahwa berdasarkan pertimbangan

sebagaimana huruf a tersebut, maka perlu menentapkan Peraturan Daerah tentang Retribusi Izin Usaha

Perikanan.

Mengingat : 1. Undang-undang Nomor 9 Tahun 1965 tentang Pembentukan Daerah

Tingkat II Batang (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1965 Nomor 52, Tambahan Lembaran

Negara Republik Indonesia Nomor 2757);

2. Undang-undang Nomor 8 Tahun 1981 tentang Hukum Acara Pidana (Lembaran Negara Republik

Indonesia Tahun 1981 Nomor 76, Tambahan Lembaran Negara

Republik Indonesia Nomor 3209); 3. Undang-undang Nomor 10 Tahun

2004 tentang Pembentukan

Peraturan Perundang-undangan (Lembaran Negara Republik

Indonesia Tahun 2004 Nomor 53, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4389);

4. Undang-undang Nomor 15 Tahun 2004 tentang Pemeriksaan

Pengelolaan dan Tanggungjawab Keuangan Negara (Lembaran Negara

Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 66, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor

4400); 5. Undang-undang Nomor 31 Tahun

2004 tentang Perikanan (Lembaran Negara Republik IndonesiaTahun 2004 Nomor 118, Tambahan

Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4433) sebagaimana telah

diubah dengan Undang-undang Nomor 45 Tahun 2009 tentang

Perubahan Atas Undang-undang Nomor 31 Tahun 2004 tentang Perikanan (Lembaran Negara

Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor 154, Tambahan Lembaran

Negara Republik Indonesia Nomor 5073);

6. Undang-undang Nomor 32 Tahun

2004 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik

Indonesia Tahun 2004 Nomor 125, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4437)

sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Undang-

undang Nomor 12 tahun 2008 tentang Perubahan Kedua Atas Undang-undang Nomor 32 Tahun

2004 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik

Indonesia Tahun 2008 Nomor 59, Tambahan Lembaran Negara

Republik Indonesia Nomor 4844); 7. Undang-undang Nomor 33 Tahun

2004 tentang Perimbangan

Keuangan Antara Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah (Lembaran

Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 126, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia

Nomor 4438); 8. Undang-undang Nomor 28 Tahun

2009 tentang Pajak Daerah (Lembaran Negara Republik

Indonesia Tahun 2009 Nomor 130, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5049);

9. Peraturan Pemerintah Nomor 21 Tahun 1988 tentang Perubahan

Batas Wilayah Kotamadya Daerah Tingkat II Pekalongan, Kabupaten Daerah Tingkat II Pekalongan dan

Kabupaten Daerah Tingkat II Batang (Lembaran Negara Republik

Indonesia Tahun 1988 Nomor 42, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3381);

10. Peraturan Pemerintah Nomor 54 Tahun 2002 tentang Usaha Perikanan

(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2002 Nomor 100, Tambahan Lembaran Negara

Republik Indonesia Nomor 4230);

11. Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2005 tentang Pengelolaan

Keuangan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 140, Tambahan Lembaran

Negara Republik Indonesia Nomor 4578);

12. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan antara

pemerintah, Pemerintah Daerah Provinsi dan Pemerintah Daerah

Kabupaten/Kota (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007

Nomor 82, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4737);

13. Peraturan Presiden Nomor 1 Tahun 2007 tentang Pengesahan,

Pengundangan dan Penyebarluasan Peraturan Perundang-undangan;

14. Peraturan Daerah Kabupaten Batang

Nomor 2 Tahun 2005 tentang Penyidik Pegawai Negeri Sipil

(Lembaran Daerah Kabupaten Batang Tahun 2005 Nomor 2 Seri E Nomor 1);

15. Peraturan Daerah Kabupaten Batang Nomor 1 Tahun 2007 tentang Pokok-

pokok Pengelolaan Keuangan Daerah (Lembaran Daerah Kabupaten Batang Tahun 2007 Nomor 1 Seri E

Nomor 1);

16. Peraturan Daerah Kabupaten Batang Nomor 3 Tahun 2008 tentang

Pembentukan Susunan Organisasi dan Tata Kerja Dinas daerah Kabupaten Batang (Lembaran

Daerah Kabupaten Batang Tahun 2008 Nomor 3 Seri D Nomor 2).

Dengan Persetujuan Bersama

DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH KABUPATEN BATANG

dan

BUPATI BATANG

MEMUTUSKAN :

Menetapkan : PERATURAN DAERAH TENTANG RETRIBUSI IZIN USAHA PERIKANAN.

BAB I

KETENTUAN UMUM

Pasal 1

Dalam Peraturan Daerah ini yang dimaksud dengan :

1. Daerah adalah Kabupaten Batang. 2. Pemerintah Daerah adalah Bupati dan perangkat

daerah sebagai unsur penyelenggara pemerintahan daerah Kabupaten Batang.

3. Bupati adalah Bupati Batang.

4. Dinas adalah Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Batang.

5. Kepala Dinas adalah Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Batang.

6. Perikanan adalah kegiatan yang berhubungan dengan

pengelolaan dan pemanfaatan sumber daya ikan dan lingkungannya mulai dari pra produksi, produksi,

pengolahan sampai dengan pemasaran, yang dilaksanakan dalam suatu sistem bisnis perikanan.

7. Ikan adalah segala jenis organisme yang seluruh

atau sebagian dari siklus hidupnya berada dalam lingkungan perairan.

8. Usaha Perikanan adalah semua usaha perorangan atau badan hukum untuk menangkap atau

membudidayakan ikan, termasuk kegiatan menyimpan, mendinginkan atau mengawetkan ikan untuk tujuan komersial.

9. Perusahaan Perikanan adalah perusahaan yang melakukan usaha perikanan dan dilakukan oleh

warga negara Indonesia atau badan hukum Indonesia.

10. Badan adalah suatu bentuk badan usaha yang

meliputi perseroan terbatas, perseroan komanditer, perseroan lainnya, badan usaha milik negara atau

daerah dengan nama dan bentuk apapun, persekutuan, perkumpulan, firma, kongsi, koperasi, yayasan atau organisasi yang sejenis, lembaga, dana

pensiun, bentuk usaha tetap serta bentuk badan usaha lainnya.

11. Nelayan adalah orang yang mata pencahariannya melakukan penangkapan ikan.

12. Penangkapan Ikan adalah kegiatan untuk

memperoleh ikan di perairan yang tidak dalam keadaan dibudidayakan dengan alat atau cara

apapun, termasuk kegiatan yang menggunakan kapal untuk memuat, mengangkut, menyimpan,

mendinginkan, menangani, mengolah, dan/atau mengawetkannya.

13. Pembudidaya ikan adalah orang yang mata

pencahariannya melakukan pembudidayaan ikan. 14. Pembudidaya ikan kecil adalah orang yang mata

pencahariannya melakukan pembudidayaan ikan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

15. Pembudidayaan ikan adalah kegiatan untuk

memelihara, membesarkan dan/atau membiakkan ikan serta memanen hasilnya dalam lingkungan

terkontrol. 16. Pengumpulan dan pengangkutan ikan adalah

kegiatan mengumpulkan hasil perikanan dan mengangkut hasil perikanan dari tempat pelelangan ikan maupun tempat produksi hasil perikanan ke

tempat pemasaran dengan menggunakan alat pengangkutan darat.

17. Pengolahan ikan adalah rangkaian kegiatan dan/atau perlakuan dari bahan baku ikan sampai menjadi produk akhir untuk konsumsi manusia.

18. Produk perikanan adalah setiap bentuk produk pangan yang berupa ikan utuh atau produk yang

mengandung bagian ikan, termasuk produk yang sudah diolah dengan cara apapun yang berbahan baku utama ikan.

19. Kapal Perikanan adalah kapal, perahu, atau alat apung lain yang dipergunakan untuk melakukan

penangkapan ikan, mendukung operasi penangkapan ikan, pembudidayaan ikan, pengangkatan ikan, pengolahan ikan, pelatihan perikanan, dan

penelitian/eksplorasi perikanan.

20. Perairan Umum adalah sungai, danau, waduk dan genangan air lainnya yang ada di wilayah Kabupaten

Batang. 21. Kapal Penangkap Ikan adalah kapal yang secara

khusus dipergunakan untuk menangkap ikan

termasuk menampung, menyimpan, mendinginkan, atau mengawetkan yang berukuran tidak lebih dari

10 (sepuluh) Gross Tonnage (GT). 22. Kapal Pengangkut Ikan adalah kapal yang secara

khusus dipergunakan untuk mengangkut ikan

termasuk menampung, menyimpan, mendinginkan dan mengawetkan yang berukuran tidak lebih dari 10

(sepuluh) Gross Tonnage (GT). 23. Surat Izin Usaha Perikanan, yang selanjutnya

disingkat SIUP adalah izin tertulis yang harus dimiliki perusahaan perikanan untuk melakukan usaha perikanan dengan menggunakan sarana produksi

yang tercantum dalam izin tersebut. 24. Surat Izin Penangkapan Ikan yang selanjutnya

disingkat SIPI adalah izin tertulis yang harus dimiliki setiap kapal perikanan untuk mel

Recommended

View more >