lembaga kebijakan pengadaan barang/jasa...

Click here to load reader

Post on 02-May-2019

212 views

Category:

Documents

0 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

LEMBAGA KEBIJAKAN PENGADAAN BARANG/JASA PEMERINTAHREPUBLIK INDONESIA

PERATURANKEPALA LEMBAGA KEBIJAKAN PENGADAAN

BARANG/JASAPEMERINTAH

NOMOR 1 TAHUN 2015

TENTANG

E-TENDERING

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

KEPALA LEMBAGA KEBIJAKAN PENGADAAN BARANG/JASAPEMERINTAH,

Menimbang : Bahwa untuk melaksanakan ketentuan Pasal109 ayat (8) Peraturan Presiden Nomor 4Tahun 2015 tentang Perubahan KeempatPeraturan Presiden Nomor54 Tahun 2010tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah,perlu menetapkan Peraturan Kepala LembagaKebijakan Pengadaan Barang/JasaPemerintah tentang E-Tendering;

Mengingat : 1. Peraturan Presiden Nomor 106 Tahun 2007tentang Lembaga Kebijakan PengadaanBarang/Jasa Pemerintah sebagaimanatelah diubah dengan Peraturan PresidenNomor 157 Tahun 2014 tentang PerubahanAtas Peraturan Presiden Nomor 106 Tahun2007 Tentang Lembaga KebijakanPengadaan Barang/Jasa Pemerintah;

2. Peraturan Presiden Nomor 54 Tahun 2010tentang Pengadaan Barang/JasaPemerintah sebagaimana telah diubahbeberapa kali terakhir dengan PeraturanPresiden Nomor 4 Tahun 2015 tentangPerubahan Keempat Atas PeraturanPresiden Nomor 54 Tahun 2010 tentangPengadaan Barang/Jasa Pemerintah(Lembaran Negara Republik IndonesiaTahun 2014 Nomor 5, Tambahan LembaranNegara Republik Indonesia Nomor 5655).

Paraf I Paraf II Paraf III Paraf IV

LEMBAGA KEBIJAKAN PENGADAAN BARANG/JASA PEMERINTAHREPUBLIK INDONESIA

PERATURANKEPALA LEMBAGA KEBIJAKAN PENGADAAN

BARANG/JASAPEMERINTAH

NOMOR 1 TAHUN 2015

TENTANG

E-TENDERING

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

KEPALA LEMBAGA KEBIJAKAN PENGADAAN BARANG/JASAPEMERINTAH,

Menimbang : Bahwa untuk melaksanakan ketentuan Pasal109 ayat (8) Peraturan Presiden Nomor 4Tahun 2015 tentang Perubahan KeempatPeraturan Presiden Nomor54 Tahun 2010tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah,perlu menetapkan Peraturan Kepala LembagaKebijakan Pengadaan Barang/JasaPemerintah tentang E-Tendering;

Mengingat : 1. Peraturan Presiden Nomor 106 Tahun 2007tentang Lembaga Kebijakan PengadaanBarang/Jasa Pemerintah sebagaimanatelah diubah dengan Peraturan PresidenNomor 157 Tahun 2014 tentang PerubahanAtas Peraturan Presiden Nomor 106 Tahun2007 Tentang Lembaga KebijakanPengadaan Barang/Jasa Pemerintah;

2. Peraturan Presiden Nomor 54 Tahun 2010tentang Pengadaan Barang/JasaPemerintah sebagaimana telah diubahbeberapa kali terakhir dengan PeraturanPresiden Nomor 4 Tahun 2015 tentangPerubahan Keempat Atas PeraturanPresiden Nomor 54 Tahun 2010 tentangPengadaan Barang/Jasa Pemerintah(Lembaran Negara Republik IndonesiaTahun 2014 Nomor 5, Tambahan LembaranNegara Republik Indonesia Nomor 5655).

Paraf I Paraf II Paraf III Paraf IV

LEMBAGA KEBIJAKAN PENGADAAN BARANG/JASA PEMERINTAHREPUBLIK INDONESIA

PERATURANKEPALA LEMBAGA KEBIJAKAN PENGADAAN

BARANG/JASAPEMERINTAH

NOMOR 1 TAHUN 2015

TENTANG

E-TENDERING

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

KEPALA LEMBAGA KEBIJAKAN PENGADAAN BARANG/JASAPEMERINTAH,

Menimbang : Bahwa untuk melaksanakan ketentuan Pasal109 ayat (8) Peraturan Presiden Nomor 4Tahun 2015 tentang Perubahan KeempatPeraturan Presiden Nomor54 Tahun 2010tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah,perlu menetapkan Peraturan Kepala LembagaKebijakan Pengadaan Barang/JasaPemerintah tentang E-Tendering;

Mengingat : 1. Peraturan Presiden Nomor 106 Tahun 2007tentang Lembaga Kebijakan PengadaanBarang/Jasa Pemerintah sebagaimanatelah diubah dengan Peraturan PresidenNomor 157 Tahun 2014 tentang PerubahanAtas Peraturan Presiden Nomor 106 Tahun2007 Tentang Lembaga KebijakanPengadaan Barang/Jasa Pemerintah;

2. Peraturan Presiden Nomor 54 Tahun 2010tentang Pengadaan Barang/JasaPemerintah sebagaimana telah diubahbeberapa kali terakhir dengan PeraturanPresiden Nomor 4 Tahun 2015 tentangPerubahan Keempat Atas PeraturanPresiden Nomor 54 Tahun 2010 tentangPengadaan Barang/Jasa Pemerintah(Lembaran Negara Republik IndonesiaTahun 2014 Nomor 5, Tambahan LembaranNegara Republik Indonesia Nomor 5655).

Paraf I Paraf II Paraf III Paraf IV

LEMBAGA KEBIJAKAN PENGADAAN BARANG/JASA PEMERINTAHREPUBLIK INDONESIA

PERATURANKEPALA LEMBAGA KEBIJAKAN PENGADAAN

BARANG/JASAPEMERINTAH

NOMOR 1 TAHUN 2015

TENTANG

E-TENDERING

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

KEPALA LEMBAGA KEBIJAKAN PENGADAAN BARANG/JASAPEMERINTAH,

Menimbang : Bahwa untuk melaksanakan ketentuan Pasal109 ayat (8) Peraturan Presiden Nomor 4Tahun 2015 tentang Perubahan KeempatPeraturan Presiden Nomor54 Tahun 2010tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah,perlu menetapkan Peraturan Kepala LembagaKebijakan Pengadaan Barang/JasaPemerintah tentang E-Tendering;

Mengingat : 1. Peraturan Presiden Nomor 106 Tahun 2007tentang Lembaga Kebijakan PengadaanBarang/Jasa Pemerintah sebagaimanatelah diubah dengan Peraturan PresidenNomor 157 Tahun 2014 tentang PerubahanAtas Peraturan Presiden Nomor 106 Tahun2007 Tentang Lembaga KebijakanPengadaan Barang/Jasa Pemerintah;

2. Peraturan Presiden Nomor 54 Tahun 2010tentang Pengadaan Barang/JasaPemerintah sebagaimana telah diubahbeberapa kali terakhir dengan PeraturanPresiden Nomor 4 Tahun 2015 tentangPerubahan Keempat Atas PeraturanPresiden Nomor 54 Tahun 2010 tentangPengadaan Barang/Jasa Pemerintah(Lembaran Negara Republik IndonesiaTahun 2014 Nomor 5, Tambahan LembaranNegara Republik Indonesia Nomor 5655).

Paraf I Paraf II Paraf III Paraf IV

~ 2 ~

Paraf I Paraf II Paraf III Paraf IV

MEMUTUSKAN :

Menetapkan : PERATURAN KEPALA LEMBAGA KEBIJAKANPENGADAAN BARANG/JASA PEMERINTAHTENTANG E-TENDERING

BAB IKETENTUAN UMUM

Pasal 1

Di dalam peraturan kepala ini, yang dimaksud dengan:1. E-Lelang adalah metode pemilihan Penyedia barang/pekerjaan

konstruksi/jasa lainnyasecara elektronik untuk semua pekerjaan yangdapat diikuti oleh semua Penyedia barang/pekerjaan konstruksi/jasalainnya yang memenuhi syarat.

2. E-Seleksi adalah metode pemilihan Penyedia jasa konsultansi secaraelektronik untuk semua pekerjaan yang dapat diikuti oleh semuaPenyedia jasa konsultansi yang memenuhi syarat.

3. Aplikasi SPSE adalah aplikasi perangkat lunak Sistem PengadaanSecara Elektronik (SPSE) berbasis web yang terpasang di serverLayanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE)atau server LembagaKebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) yang dapatdiakses melalui website LPSE atau Portal Pengadaan Nasional.

4. Pengguna SPSE adalah perorangan/badan usaha yang memiliki hakakses kepada aplikasi SPSE, direpresentasikan oleh user id danpassword yang diberikan oleh LPSE, antara lain Pejabat PembuatKomitmen (PPK), Kelompok Kerja Unit Layanan Pengadaan (Pokja ULP),Penyedia barang/jasa, Auditor/Pemeriksa.

5. Pengelola Agregasi Data Penyedia adalah personil di LembagaKebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah yang memiliki tugasmengelola Agregasi Data Penyedia.

6. File adalah sekumpulan rekaman (records) yang saling berhubungan.7. User id adalah nama atau pengenal unik sebagai identitas diri dari

pengguna yang digunakan untuk beroperasi di dalam aplikasi SPSE.8. Password adalah kumpulan karakter atau string yang digunakan oleh

Pengguna untuk memverifikasi user id kepada aplikasi SPSE.9. Form isian elektronik adalah tampilan/antarmuka pemakai berbentuk

grafis berisi komponen isian yang dapat diinput oleh penggunaaplikasi.

10. Apendo adalah Aplikasi Pengaman Dokumen, yang dikembangkan olehLembaga Sandi Negara.

11. Spamkodok adalah Sistem Pengamanan Komunikasi Dokumen yangdikembangkan oleh Lembaga Sandi Negara.

12. Informasi Kinerja Penyedia Barang/Jasaadalah data/informasielektronik mengenai riwayat kinerja dan/atau data kualifikasi Penyediabarang/jasa.

13. Sistem Informasi Kinerja Penyedia Barang/Jasa yang selanjutnyadisebut SIKaP adalah aplikasi yang merupakan sub sistem dari SistemPengadaan Secara Elektronik yang digunakan untuk mengelolaInformasi Kinerja Penyedia Barang/Jasa dan dikembangkan oleh LKPP.

~ 3 ~

Paraf I Paraf II Paraf III Paraf IV

Pasal 2

Peraturan Kepala ini mengatur pengadaan barang/jasa pemerintahdengan cara E-Tendering.

BAB IIE-TENDERING

Pasal 3

Metode E-Tendering terdiri dari:1. E-Lelang untuk pemilihan Penyedia barang/pekerjaan

konstruksi/jasa lainnya;2. E-Lelang Cepat untuk pemilihan Penyedia barang/pekerjaan

konstruksi/jasa lainnya;3. E-Seleksi untuk pemilihan Penyedia jasa konsultansi; dan4. E-Seleksi Cepat untuk pemilihan Penyedia jasa konsultansi.

Pasal 4

(1) Secara umum pelaksanaan E-Tendering sebagaimana dimaksud padaPasal 3 dilakukan dengan ketentuan:a. tidak diperlukan Jaminan Penawaran;b. tidak diperlukan sanggahan kualifikasi;c. apabila penawaran yang masuk kurang dari 3 (tiga) peserta,

pemilihan Penyedia dilanjutkan dengan dilakukan negosiasiteknis dan harga/biaya;

d. tidak diperlukan sanggahan banding;e. untuk pemilihan Penyedia Jasa Konsultansi:

1) daftar pendek berjumlah 3 (tiga) sampai 5 (lima) PenyediaJasa Konsultansi;

2) seleksi sederhana dilakukan dengan metode pascakualifikasi.f. penyusunan jadwal pelaksanaan pemilihan Penyedia barang/jasa

dilakukan berdasarkan hari kalender dengan batas akhir setiaptahapan adalah hari kerja.

(2) Sanggahan kualfikasi dapat dilakukan untuk pekerjaan yang aspekkualifikasinya menentukan kualitas penawaran.

(3) E-Tendering dengan metode E-Lelang Cepat/E-Seleksi Cepatdilakukan dengan memanfaatkan Informasi Kinerja PenyediaBarang/Jasa.

(4) Pelaksanaan E-Tendering dengan metode E-Lelang Cepat/E-SeleksiCepatsebagaimana yang dimaksud dalamPasal 3 angka 2 dan angka4 selain dilakukan dengan ketentuan sebagaimana dimaksud padaayat (1), juga dilakukan dengan ketentuan:a. dapat menyebutkan merek/type/jenis pada spesifikasi teknis

barang/jasa yang akan diadakan;b. tidak memerlukan penilaian kualifikasi, administrasi dan teknis;c. tidak memerlukan sanggahan dan sanggahan banding.

~ 4 ~

Paraf I Paraf II Paraf III Paraf IV

Pasal 5

(1) E-Tendering dilaksanakan melalui aplikasi Sistem Pengadaan SecaraElektronik (SPSE) yang dikembangkan oleh LKPP.

(2) Pedoman pelaksanaan E-Tendering terdiri dari:a. Syarat dan ketentuan penggunaanaplikasi SPSE;b. Panduan penggunaan aplikasi SPSE (user guide);c. Tata cara E-Tendering; dand. Standar Dokumen Pengadaan Secara Elektronik.

Pasal 6

Syarat dan ketentuan penggunaan aplikasi SPSE sebagaimanadimaksud dalam Pasal 5 ayat (2) huruf a, dan panduan penggunaanaplikasi SPSE (user guide) sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5 ayat (2)huruf b ditetapkan dengan Keputusan Deputi Bidang MonitoringEvaluasi dan Pengembangan Sistem lnformasi.

Pasal 7

Tata CaraE-Tendering sebagaimana dimaksud pada Pasal 5 ayat (2)huruf c diatur dalam lampiran Peraturan Kepala ini dan merupakansatu kesatuan yang tidak terpisahkan.

Pasal 8

(1) Standar Dokumen Pengadaan Secara Elektronik sebagaimanadimaksud dalam Pasal 5 ayat (2) huruf d ditetapkan oleh DeputiBidang Pengembangan Strategi dan Kebijakan.

(2) Standar Dokumen Pengadaan Secara Elektronik sebagaimanadimaksud pada ayat (1) melekat pada aplikasi SPSE.

BAB IIIKETENTUAN PERALIHAN

Pasal 9

Dengan berlakunya Peraturan Kepala ini maka:(1) E-Tendering yang sedang dilaksanakan dan telah melampaui batas

akhir pemasukan penawaran sebelum berlakunya Peraturan Kepalaini, tetap dilanjutkan dengan berpedoman pada Peraturan sebelumditetapkannya peraturan Kepala ini.

(2) E-Tendering yang sedang dilaksanakan dan belum melampaui batasakhir pemasukan penawaran sebelum berlakunya Peraturan Kepalaini, dapat dilanjutkan dengan berpedoman pada Peraturan Kepala iniatau Peraturan yang berlaku sebelum ditetapkannya peraturanKepala ini sesuai dengan Peraturan yang menjadi acuan dalamDokumen Pengadaan dan/atau perubahannya apabila ada.

~ 5 ~

Paraf I Paraf II Paraf III Paraf IV

(3) E-Tendering yang sedang dilaksanakan, telah melampaui batas akhirpemasukan penawaran dan dinyatakan gagal sebelum berlakunyaPeraturan Kepala ini, dapat dilanjutkan dengan berpedoman padaPeraturan Kepala ini atau Peraturan yang berlaku sebelumditetapkannya peraturan Kepala ini sesuai dengan Peraturan yangmenjadi acuan dalam Dokumen Pengadaan dan/atau perubahannyaapabila ada.

Pasal 10

Peraturan Kepala Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/JasaPemerintah Nomor 18 Tahun 2012 tentang E-Tendering dicabut dandinyatakan tidak berlaku sejak ditetapkannya Peraturan Kepala ini.

BAB IVKETENTUAN PENUTUP

Pasal 11

Peraturan Kepala Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/JasaPemerintah ini mulai berlaku pada tanggal diundangkan.

Agar setiap orang mengetahuinya, memerintahkan pengundanganPeraturan Kepala Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/JasaPemerintah ini dengan penempatannya dalam Berita Negara RepublikIndonesia.

Ditetapkan di JakartaPada tanggal 29 Januari 2015KEPALA LEMBAGAKEBIJAKANPENGADAANBARANG/JASAPEMERINTAH,

AGUS RAHARDJO

Diundangkan di JakartaPada tanggalMENTERI HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIAREPUBLIK INDONESIA,

YASONNA H. LAOLYBERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA TAHUN 2015 NOMOR 157

LAMPIRANPERATURAN KEPALA LEMBAGAKEBIJAKAN PENGADAANBARANG/JASA PEMERINTAHNOMOR 1 TAHUN 2015TENTANG E-TENDERING

TATA CARA E-TENDERING

I. METODE E-TENDERINGMetode E-Tendering terdiri dari:1. E-Lelang untuk pemilihan Penyedia barang/pekerjaan

konstruksi/jasa lainnya;2. E-Lelang Cepat untuk pemilihan Penyedia barang/

konstruksi/jasa lainnya dengan memanfaatkan InformasiKinerja Penyedia Barang/Jasa yang tidak memerlukan penilaiankualifikasi, administrasi, dan teknis;

3. E-Seleksi untuk pemilihan Penyedia jasa konsultansi; dan4. E-Seleksi Cepat untuk pemilihan Penyedia jasa konsultansi

dengan memanfaatkan Informasi Kinerja Penyedia Barang/Jasayang tidak memerlukan penilaian kualifikasi, administrasi, danteknis.

II. AKTIVITAS PEMILIHAN METODE E-TENDERING1. Persiapan Pemilihan

a. Pejabat Pembuat Komitmen (PPK)1) PPK yang belum memiliki kode akses (user ID dan

password) aplikasi SPSE harus melakukan pendaftaransebagai pengguna SPSE.

2) PPK menyerahkan rencana pelaksanaan pengadaanbarang/jasa yang berisikan paket, spesifikasi teknis,Harga Perkiraan Sendiri (HPS), dan rancangan umumkontrak kepada Kelompok Kerja Unit Layanan Pengadaan(Pokja ULP).

3) PPK dapat menyebutkan merek/type/jenis padaspesifikasi teknis barang/jasa yang akan diadakan padapelaksanaan E-Tendering dengan E-Lelang Cepat/E-Seleksi Cepat.

4) Surat beserta lampirannya sebagaimana dimaksud padabutir 2) di atas dapat berbentuk dokumen elektronik.

b. Pokja ULP1) Pokja ULP yang belum memiliki kode akses (user id dan

password) aplikasi SPSE harus melakukan pendaftaransebagai pengguna SPSE.

2) Pokja ULP menerima dan menyimpan surat/dokumenrencana pelaksanaan pengadaan yang disampaikan olehPPK serta melaksanakan pemilihan.

3) Pokja ULP menyusundan menetapkan dokumenpengadaan.

Paraf I Paraf II Paraf III Paraf IV

~ 2 ~

Paraf I Paraf II Paraf III Paraf IV

c. Penyedia Barang/Jasa1) Penyedia barang/jasa yang belum memiliki kode akses

aplikasi SPSE wajib melakukan pendaftaran pada aplikasiSPSE dan melaksanakan verifikasi pada LayananPengadaan Secara Elektronik (LPSE) untuk mendapatkankode akses aplikasi SPSE.

2) Penyedia barang/jasa yang dapat diikutsertakan dalamE-Lelang Cepat dan E-Seleksi Cepat adalah Penyediabarang/jasa yang riwayat kinerja dan/atau datakualifikasinya sudah tersedia dalam Sistem InformasiKinerja Penyedia (SIKaP).

3) Penyedia barang/jasa yang riwayat kinerja dan/atau datakualifikasinya belum tersedia/belum dimutakhirkandalam SIKaP, wajib mengisi/melakukan pemutakhiranriwayat kinerja dan/atau data kualifikasinya melaluiSIKaP.

4) Penyedia barang/jasa dapat memilih kriteria paketpekerjaan dan/ataukriteria kualifikasi untuk diundangmengikuti E-Lelang Cepat dan E-Seleksi Cepat.

d. LPSE1) LPSE menerbitkan kode akses Pengguna SPSE dan

menyimpan dokumen pendukung proses registrasi danverifikasi pengguna SPSE.

2) LPSE dapat mendelegasikan tugas sebagaimanadimaksud pada angka 1) kepada pengguna SPSE diK/L/D/I sesuai dengan syarat dan ketentuanpenggunaan aplikasi SPSE.

2. PELAKSANAAN PEMILIHANa. Pelaksanaan Pemilihan E-Lelang/E-Seleksi

1) Pembuatan paket, Pengumuman dan pendaftarana) Paket pemilihan yang dilakukan dalam aplikasi SPSE

merupakan paket pemilihan baru atau paket pemilihanulang pengadaan secara elektronik.

b) Pokja ULP membuat paket dalam aplikasi SPSElengkap dengan informasi paket dan sistem pengadaanberdasarkan informasi yang diberikan PPK maupunkeputusan internal Pokja ULP.

c) Pokja ULP memasukkan nomor surat/dokumenrencana pelaksanaan pengadaan barang/jasa yangditerbitkan oleh PPK dan menjadi dasar pembuatanpaket sebagaimana dimaksud pada huruf b).

d) Pokja ULP menyusun jadwal pelaksanaan pemilihanberdasarkan hari kalender dengan alokasi waktumengacu pada ketetapan waktu yang diatur padaPeraturan Presiden Nomor 54 Tahun 2010 tentangPangadaan Barang/Jasa Pemerintah besertaPerubahannya.

e) Pokja ULP menyusun jadwal sebagaimana dimaksudpada huruf d) dengan memperhatikan jam kerja danhari kerja untuk tahapan:(1) pemberian penjelasan;(2) batas akhir pemasukan penawaran;

~ 3 ~

Paraf I Paraf II Paraf III Paraf IV

(3) pembukaan penawaran;(4) pembuktian kualifikasi; dan(5) batas akhir sanggah.

f) Pokja ULP dapat melakukan perubahan jadwal tahappemilihan dan wajib mengisi alasan perubahan yangdapat dipertanggungjawabkan.

g) Penyusunan dokumen pengadaan secara elektronikdilakukan dengan cara:(1) Dokumen pengadaandibuat oleh Pokja ULP

mengikuti standar dokumen pengadaan secaraelektronik yang melekat pada aplikasi SPSE dandiunggah (upload)pada aplikasi SPSE; atau

(2) Dokumen pengadaan dibuat oleh Pokja ULPmenggunakan form isian elektronik dokumenpengadaan yang melekat pada aplikasi SPSE.

h) Penyusunan dokumen pengadaan sebagaimanadimaksud pada huruf g) disesuaikan dengan syaratdan ketentuan penggunaan aplikasi SPSE dan/ataupanduan penggunaan aplikasi SPSE (user guide).

i) Aplikasi SPSE secara otomatis akan menampilkaninformasi pengumuman pemilihan Penyediabarang/jasa paket pekerjaan dengan format dan isiyang tersedia pada aplikasi SPSE.

2) Pemberian Penjelasana) Pemberian penjelasan dilakukan secara online tanpa

tatap muka melalui aplikasi SPSE.b) Pokja ULP dapat memberikan informasi yang dianggap

penting terkait dengan dokumen pengadaan.c) Pokja ULP menjawab setiap pertanyaan yang masuk,

kecuali untuk substansi pertanyaan yang telahdijawab.

d) Pokja ULP pada saat berlangsungnya pemberianpenjelasan dapat menambah waktu batas akhirtahapan pemberian penjelasan sesuai dengankebutuhan.

e) Dalam hal waktu tahap pemberian penjelasan telahberakhir, Penyedia barang/jasa tidak dapatmengajukan pertanyaan namun Pokja ULP masihmempunyai tambahan waktu untuk menjawabpertanyaan yang masuk pada akhir jadwal.

f) Kumpulan tanya jawab dan keterangan lain pada saatpemberian penjelasan merupakan Berita AcaraPemberian Penjelasan.

g) Jika dianggap perlu dan tidak dimungkinkanmemberikan informasi lapangan ke dalam dokumenpemilihan dan Berita Acara Pemberian Penjelasan,Pokja ULP dapat melaksanakan proses pemberianpenjelasan lanjutan dengan peninjauanlapangan/lokasi pekerjaan.

h) Hasil pemberian penjelasan lanjutan dituangkan kedalam Berita Acara Pemberian Penjelasan Lanjutandan diunggah (upload) pada aplikasi SPSE oleh PokjaULP.

~ 4 ~

Paraf I Paraf II Paraf III Paraf IV

i) Adendum dokumen pengadaan dapat dilakukan secaraberulang dengan mengunggah (upload) adendumdokumen pengadaan melalui aplikasi SPSE palingkurang 2 (dua) hari sebelum batas akhir pemasukandokumen penawaran.

j) Apabila adendum dokumen pengadaan mengakibatkankebutuhan penambahan waktu penyiapan dokumenpenawaran maka Pokja ULP memperpanjang batasakhir pemasukan penawaran.

3) Pemasukan Data Kualifikasia) Data kualifikasi disampaikan melalui form isian

elektronik kualifikasi yang tersedia pada aplikasiSPSE.

b) Jika form isian elektronik kualifikasi yang tersediapada aplikasi SPSE belum mengakomodirdatakualifikasi yang disyaratkan Pokja ULP, maka datakualifikasi tersebut diunggah (upload) pada fasilitaspengunggahan lain yang tersedia pada aplikasi SPSE.

c) Pada prakualifikasi, Pokja ULP wajib memintaPenyedia barang/jasa untuk melengkapi datakualifikasi dengan memanfaatkan fasilitas komunikasiyang tersedia pada aplikasi SPSE dan/atau fasilitaskomunikasi lainnya.

d) Dengan mengirimkan data kualifikasi secara elektronikPenyedia barang/jasa menyetujui pernyataan sebagaiberikut:(1) yang bersangkutan dan manajemennya tidak dalam

pengawasan pengadilan, tidak pailit, dan kegiatanusahanya tidak sedang dihentikan;

(2) yang bersangkutan berikut pengurus badan usahatidak masuk dalam daftar hitam;

(3) perorangan/yang bertindak untuk dan atas namabadan usaha tidak sedang dalam menjalani sanksipidana;

(4) data kualifikasi yang diisikan benar, dan jikadikemudian hari ditemukan bahwa data/dokumenyang disampaikan tidak benar dan ada pemalsuan,maka direktur utama/pimpinan perusahaan, ataukepala cabang, atau pejabat yang menurutperjanjian kerja sama berhak mewakili badanusaha yang bekerja sama dan badan usaha yangdiwakili bersedia dikenakan sanksi administratif,sanksi pencantuman dalam daftar hitam, gugatansecara perdata,dan/atau pelaporan secara pidanakepada pihak berwenang sesuai dengan ketentuanperaturan perundang undangan.

(5) pimpinan dan pengurus badan usaha bukansebagai pegawai K/L/D/I atau pimpinan danpengurus badan usaha sebagai pegawai K/L/D/Iyangsedang mengambil cuti diluar tanggunganK/L/D/I.

(6) pernyataan lain yang menjadi syarat kualifikasiyang tercantum dalam dokumen pengadaan.

~ 5 ~

Paraf I Paraf II Paraf III Paraf IV

e) Untuk Penyedia barang/jasa yang berbentukkonsorsium/kemitraan/bentuk kerjasama lain,pemasukan kualifikasi dilakukan oleh badan usahayang ditunjuk mewakilikonsorsium/kemitraan/bentuk kerjasama lain.

4) Pemasukan/Penyampaian Dokumen Penawarana) Dokumen penawaran disampaikan melalui fitur

penyampaian penawaran pada aplikasi SPSE atauApendo/Spamkodok.

b) Dalam hal penyampaian dokumen penawaranditetapkan secara:(1) satu file maka dokumen penawaran administrasi,

teknis dan harga disampaikan secara bersamaandalam file penawaran terenkripsi.

(2) dua filemaka dokumen penawaran administrasidan teknis disampaikan dalam satu file penawaranterenkripsi, serta penawaran harga disampaikandalam satu file penawaran terenkripsi lainnya,yang disampaikan bersamaan.

(3) dua tahap, maka dokumen penawaranadministrasi dan teknis disampaikan dalam satufile penawaran terenkripsi, serta penawaran hargadisampaikan dalam satu file penawaran terenkripsilainnya sesuai waktu yang ditentukan.

c) Enkripsi file penawaran menggunakan Apendo/Spamkodok.

d) Surat/Form penawaran dan/atau surat/form lainsebagai bagian dari dokumen penawaran yangdiunggah (upload) ke dalam aplikasi SPSE dianggapsah sebagai dokumen elektronik dan telahditandatangani secara elektronik olehpemimpin/direktur perusahaanatau kepala cabangperusahaan yang diangkat oleh kantor pusat yangdibuktikan dengan dokumen otentik atau pejabat yangmenurut perjanjian kerjasama adalah yang berhakmewakili perusahaan yang bekerjasama.

e) Penyedia barang/jasa dapat mengunggah (upload)ulang file penawaran untuk mengganti atau menimpafile penawaran sebelumnya, sampai dengan batasakhir pemasukan penawaran.

f) Pengguna SPSE wajib mengetahui dan melaksanakanketentuan penggunaanApendo/Spamkodok yangmelekat pada Apendo/Spamkodok.

g) Untuk Penyedia barang/jasa yang berbentukkonsorsium/kemitraan/bentuk kerjasama lain,pemasukan penawaran dilakukan oleh badan usahayang ditunjuk mewakilikonsorsium/kemitraan/bentuk kerjasama lain.

h) Untuk menjamin pelaksanaan pengadaan sesuaidengan prinsip-prinsip pengadaan, Pokja ULP dapatmelakukan perubahan jadwal pemasukan dokumenpenawaran dan memberikan penjelasan alasanperubahan.

~ 6 ~

Paraf I Paraf II Paraf III Paraf IV

i) Pokja ULP dapat memperpanjang batas akhir jadwalpemasukkan penawaran dalam hal setelah batas akhirpemasukan penawaran tidak ada peserta yangmemasukkan penawaran.

j) Pepanjangan jangka waktu sebagaimana dimaksudpada huruf i) dilakukan pada hari yang sama denganbatas akhir pemasukan penawaran.

5) Pembukaan dan EvaluasiDokumen Penawaran,sertaPengumuman Pemenanga) Pada tahap pembukaan penawaran, Pokja ULP

mengunduh (download) dan melakukan dekripsi filepenawaran dengan menggunakan Apendo/Spamkodok.

b) Harga penawaran dan hasil koreksi aritmatikdimasukkan pada fasilitas yang tersedia pada aplikasiSPSE.

c) Terhadap file penawaran terenkripsi yang tidak dapatdibuka (dekripsi), Pokja ULP wajib menyampaikan filepenawaran tersebut kepada LPSE dan bila dianggapperlu LPSE dapat menyampaikan file penawarantersebut kepada LKPP.

d) Terhadap file penawaran terenkripsi yang tidak dapatdibuka yang disampaikan kepada LPSE atau LKPP,maka LPSE atau LKPP akan memberikan keterangankondisi file penawaran kepada Pokja ULP.

e) Berdasarkan keterangan dari LPSE/LKPP apabila filepenawaran tidak dapat dibuka maka Pokja ULP dapatmenetapkan bahwa file penawaran tersebut tidakmemenuhi syarat sebagai penawaran dan Penyediabarang/jasa yang mengirimkan file penawarantersebut dianggap tidak memasukkan penawaran.

f) Dengan adanya proses penyampaian file penawaranyang tidak dapat dibuka (dekripsi) sebagaimanadimaksud dalam huruf c), Pokja ULP dapat melakukanpenyesuaian jadwal evaluasi dan tahapan selanjutnya.

g) Pembuktian kualifikasi dilakukan diluar aplikasi SPSE(offline).

h) Dalam tahapan pembuktian kualifikasi, Pokja ULPtidak perlu meminta seluruh dokumen kualifikasiapabila Penyedia barang/jasa sudah pernahmelaksanakan pekerjaan yang sejenis,dan/atau dataKualifikasi Penyedia sudah terverifikasi dalam SistemInformasi Kinerja Penyedia (SIKaP)

i) Pokja ULP memasukkan hasil evaluasi penawaran danhasil evaluasi kualifikasi pada aplikasi SPSE.

j) Pokja ULP mengumumkan Pemenang dan PemenangCadangan melalui aplikasi SPSE dengan format dan isiyang tersedia pada aplikasi SPSE.

6) Sanggahana) Peserta pemilihan yang dapat menyanggah adalah

peserta yang telah memasukkan data kualifikasi/penawaran.

~ 7 ~

Paraf I Paraf II Paraf III Paraf IV

b) File yang dianggap sebagai penawaran adalahdokumen penawaran yang berhasil dibuka dan dapatdievaluasi yang sekurang-kurangnya memuat:(1) Satu file: harga penawaran, daftar kuantitas dan

harga untuk kontrak harga satuan/gabungan,jangka waktu penawaran, dandeskripsi/spesifikasi barang/jasa yangditawarkan.

(2) Dua file atau dua tahap:(a) File I atau file tahap I: jangka waktu

penawaran, dan deskripsi/spesifikasibarang/jasa yang ditawarkan.

(b) File II atau file tahap II: harga penawaran,daftar kuantitas dan harga untuk kontrakharga satuan/gabungan.

c) Peserta pemilihan hanya dapat mengirimkan 1 (satu)kali sanggahan kepada Pokja ULP melalui aplikasiSPSE.

d) Pokja ULP menjawab sanggahan melalui aplikasiSPSE.

e) Dalam hal terjadi keadaan kahar atau gangguanteknis yang menyebabkan peserta pemilihan tidakdapat mengirimkan sanggahan secara online melaluiaplikasi SPSE dan/atau Pokja ULP tidak dapatmengirimkan jawaban sanggah secara online melaluiaplikasi SPSE maka sanggahan dapat dilakukandiluar aplikasi SPSE (offline).

7) Evaluasi Ulang, Penyampaian Ulang DokumenPenawaran, atau Pemilihan Ulang

Dalam hal Pokja ULP memutuskan untuk evaluasi ulang,penyampaian ulang dokumen penawaran atau pemilihanulang, maka Pokja ULP harus memasukkan alasanpemilihan harus dievaluasi diulang atau penyampaianulang dokumen penawaran atau pemilihan ulang.

8) Surat Penunjukan Penyedia Barang/Jasa (SPPBJ)a) PPK membuat dan mencetak SPPBJ melalui aplikasi

SPSE.b) PPK menandatangani SPPBJ yang telah dibuat dan

dicetak melalui aplikasi SPSE.c) PPK mengirimkan hasil pemindaian SPPBJ melalui

aplikasi SPSE kepada Penyedia barang/jasa yangditunjuk.

d) Dalam hal aplikasi SPSE belum dapat mengakomodirpembuatan SPPBJ maka PPK menerbitkan SuratPenunjukan Penyedia Barang/Jasa (SPPBJ) di luaraplikasi SPSE (offline), menginputkan informasi danmengunggah (upload) hasil pemindaian SPPBJ padaaplikasi SPSE.

9) Penandatanganan Kontraka) PPK membuat dan mencetak kontrak melalui aplikasi

SPSE.

~ 8 ~

Paraf I Paraf II Paraf III Paraf IV

b) PPK menandatangani kontrak yang telah dibuat dandicetak melalui aplikasi SPSE.

c) Pemenang pemilihan melakukan penandatanganankontrak dengan PPK di luar aplikasi SPSE.

d) Dalam hal aplikasi SPSE belum dapat mengakomodirpembuatan Kontrak maka PPK membuat danmencetak Kontrak di luar aplikasi SPSE (offline) danPPK memasukkan informasi dan mengunggah (upload)hasil pemindaian (scan) dokumen kontrak padaaplikasi SPSE.

10) Pengenaan Sanksia) Apabila Penyedia barang/jasa melakukan pelanggaran

terhadap persyaratan dan ketentuan penggunaanSPSE, pelanggaran terhadap peraturan perundang-undangan berlaku, atau masuk ke dalam daftar hitammaka LPSE atau Pengelola Agregasi Data Penyediadapat menonaktifkan kode akses Pengguna SPSE.

b) Dalam hal Penyedia barang/jasa telah ditetapkan kedalam daftar hitam, maka LPSE atau PengelolaAgregasi Data Penyedia dapat memasukkan Penyediabarang/jasa ke dalam menu daftar hitam di dalamaplikasi SPSE.

b. Pelaksanaan E-LelangCepat / E-Seleksi Cepat.1) Umum

a) E-Lelang Cepat / E-Seleksi Cepat digunakan untukpemilihan Penyedia barang/konstruksi/jasa lainnya/jasa konsultansi dengan memanfaatkan InformasiKinerja Penyedia Barang/Jasa yang tidak memerlukanpenilaian kualifikasi, administrasi, dan teknis.

b) Informasi Kinerja Penyedia Barang/Jasa sebagaimanadimaksud pada huruf a dikelola dalam SIKaP.

c) Informasi Kinerja Penyedia Barang/Jasa dalam SIKaPmerupakan Informasi yang bersumber dari input datayang dilakukan oleh Penyedia, Pokja ULP/PejabatPengadaan, PPK, LPSE, LKPP atau hasil penarikandata dari SPSE atau Sistem lain yang terkoneksidengan SPSE.

d) Verifikasi Informasi Kinerja Penyedia Barang/Jasadalam SIKaP dilakukan oleh Pokja ULP/PejabatPengadaan, PPK, LPSE, LKPP atau hasil penarikandata dari SPSE atau Sistem lain yang terkoneksidengan SPSE.

e) Ketentuan lebih lanjut mengenai Informasi KinerjaPenyedia Barang/Jasa sebagaimana dimaksud padahuruf a, b, c dan d diatur lebih lanjut dalam:(1) Syarat dan ketentuan penggunaanaplikasi SIKaP;

dan(2) Panduan penggunaan aplikasi SIKaP

f) Syarat dan Ketentuan Penggunaan Aplikasi SIKaP, danPanduan Penggunaan aplikasi SIKaP ditetapkan olehDeputi Bidang Monitoring Evaluasi dan PengembanganSistem Informasi.

~ 9 ~

Paraf I Paraf II Paraf III Paraf IV

2) Pembuatan Paket dan Pendaftarana) Pokja ULP membuat paket dalam aplikasi SPSE

lengkap dengan informasi paket dan sistem pengadaanberdasarkan informasi yang diberikan PenggunaAnggaran (PA)/Kuasa Pengguna Anggaran (KPA)/PPKmaupun keputusan internal Pokja ULP.

b) Pokja ULP menyusun jadwal pelaksanaan pemilihanberdasarkan hari kalender, dengan waktu prosespemilihan paling cepat 3 (tiga) hari dengan batas akhirpemasukan penawaran pada hari dan jam kerja.

c) Pokja ULP dapat melakukan perubahan jadwal tahappemilihan dan wajib mengisi alasan perubahan yangdapat dipertanggungjawabkan.

d) Penyusunan dokumen pengadaan secara elektronikdilakukan dengan cara:(1) Dokumen pengadaan dibuat oleh Pokja ULP

mengikuti standar dokumen pengadaan secaraelektronik yang melekat pada aplikasi SPSE dandiunggah (upload) pada aplikasi SPSE; atau

(2) Dokumen pengadaan dibuat oleh Pokja ULPmenggunakan form isian elektronik dokumenpengadaan yang melekat pada aplikasi SPSE.

e) Penyusunan dokumen pengadaan sebagaimanadimaksud pada huruf c disesuaikan dengan syarat danketentuan penggunaan aplikasi SPSE dan/ataupanduan penggunaan aplikasi SPSE (user guide).

3) Undangana) Pokja ULP menyusun kriteria kualifikasi dan/atau

kinerja Penyedia barang/jasa melalui aplikasi SPSEatau SIKaP.

b) Kriteria kualifikasi dan/atau kinerja Penyediabarang/jasa sebagaimana dimaksud pada huruf a)adalah kriteria kualifikasi dan/atau kinerja Penyediabarang/jasa yang tersedia pada aplikasi SPSE atauSIKaP.

c) Pokja ULP mengundang Penyedia barang/jasamelaluiaplikasi SPSE terhadap Penyedia barang/jasayangmemenuhi kriteria kualifikasi dan/atau kinerjaPenyedia barang/jasa yang telah disusun dan telahmemberikan persetujuan atas kriteria keikutsertaan.

d) Apabila diperlukan Pokja ULP dapat melakukanpemberian penjelasan setelah undangan dikirimkansampai dengan sebelum batas akhir pemasukanpenawaran.

e) Proses pemberian penjelasan dilakukan secara onlinetanpa tatap muka melalui aplikasi SPSE.

4) Pemasukkan Penawarana) Penyedia barang/jasa menyampaikan penawaran

harga melalui fitur penyampaian penawaran padaaplikasi SPSE atau Apendo/Spamkodok.

b) Penawaran harga sebagaimana dimaksud apda hurufa) disampaikan dalam file penawaran terenkripsi.

~ 10 ~

Paraf I Paraf II Paraf III Paraf IV

c) Surat/Form penawaran harga yangdiunggah(upload)/disampaikan ke dalam aplikasiSPSE dianggap sah sebagai dokumen elektronik dantelah ditandatangani secara elektronik olehpemimpin/direktur perusahaan atau kepala cabangperusahaan yang diangkat oleh kantor pusat yangdibuktikan dengan dokumen otentik atau pejabatyang menurut perjanjian kerjasama adalah yangberhak mewakili perusahaan yang bekerjasama.

d) Pokja ULP dapat memperpanjang batas akhir jadwalpemasukkan penawaran dalam hal setelah batasakhir pemasukan penawaran tidak ada peserta yangmemasukkan penawaran.

e) Pepanjangan jangka waktu sebagaimana dimaksudpada huruf d dilakukan pada hari yang sama denganbatas akhir pemasukan penawaran.

5) Pembukaan Penawarana) Pada tahap pembukaan penawaran harga, Pokja ULP

mengunduh (download) dan melakukan dekripsi filepenawaran dengan menggunakanApendo/Spamkodok.

b) Aplikasi SPSE melakukan evaluasi terhadappenawaran harga.

c) Dalam hal aplikasi SPSE belum mengakomodir prosesevaluasi sebagaimana dimaksud pada huruf b) makaHarga penawaran dan hasil koreksi aritmatikdimasukkan pada fasilitas yang tersedia padaaplikasiSPSE.

d) Terhadap file penawaran harga terenkripsi yang tidakdapat dibuka yang disampaikan kepada LPSE atauLKPP, maka LPSE atau LKPP akan memberikanketerangan kondisi file penawaran kepada Pokja ULP.

e) Berdasarkan keterangan dari LPSE/LKPP apabila filepenawaran tidak dapat dibuka maka Pokja ULP dapatmenetapkan bahwa file penawaran tersebut tidakmemenuhi syarat sebagai penawaran dan Penyediabarang/jasa yang mengirimkan file penawarantersebut dianggap tidak memasukkan penawaran.

6) Pengumumana) Penyediabarang/jasa dengan penawaran terendah

merupakan pemenang.b) Penyedia barang/jasa dengan penawaran terendah

kedua dan seterusnya merupakan PemenangCadangan.

c) Pokja ULP mengumumkan Pemenang dan PemenangCadangan melalui aplikasi SPSE dengan format danisi yang tersedia pada aplikasi SPSE.

7) Verifikasi Informasi Kinerja Penyedia Barang/Jasaa) Pokja ULP tidak perlu melakukan verifikasi kepada

Pemenang atas data kualifikasi dan/atau kinerjaPenyedia barang/jasa yang dipersyaratkan apabilatelah terverifikasi di dalam SIKaP.

~ 11 ~

Paraf I Paraf II Paraf III Paraf IV

b) Apabila Data Kualifikasi dan/atau kinerja Pemenangyang dipersyaratkan belum terverifikasi di dalamSIKaP, Pokja ULP melakukan verifikasi kepadaPemenang terhadap data kualifikasi dan/atau kinerjaPenyedia barang/jasa yang dipersyaratkan.

c) Apabila Pemenang tidak lulus verifikasi dikarenakanmenyampaikan data kualifikasi dan/atau kinerjaPenyedia barang/jasa yang dipersyaratkan dengantidak benar maka Penyedia barang/jasa yangbersangkutan dibatalkan sebagai Pemenang.

d) Apabila Pemenang tidak hadir verifikasi denganalasan yang tidak dapat dipertanggungjawabkan padaproses verifikasi sebagaimana dimaksud pada huruf a)maka Penyedia barang/jasa yang bersangkutandianggap mengundurkan diri dan dibatalkan sebagaiPemenang.

e) Apabila Pemenang tidak lulus verifikasi Pokja ULPmelakukan verifikasi kepada Pemenang Cadanganpertama, apabila Pemenang Cadangan Pertama tidaklulus verifikasi maka Pokja ULP:(1) melakukan verifikasi kepada Pemenang cadangan

berikutnya sesuai dengan urutan.(2) proses verifikasi terhadap Pemenang Cadangan

sebagaimana dimaksud pada huruf d) samadengan proses verifikasi kepada Pemenangsebagaimana dimaksud pada huruf a), b), c), dand).

(3) pemenang/Pemenang Cadangan yang lulusverifikasi menjadi Pemenang terverifikasi.

8) Penyampaian Ulang Dokumen Penawaran atau PemilihanUlang

Dalam hal Pokja ULP memutuskan untuk penyampaianulang dokumen penawaran atau pemilihan ulang, makaPokja ULP harus memasukkan alasan penyampaian ulangdokumen penawaran atau pemilihan ulang.

9) Surat Penunjukan Penyedia Barang/Jasa (SPPBJ)a) PPK membuat dan mencetak SPPBJ melalui aplikasi

SPSE.b) PPK menandatangani SPPBJ yang telah dibuat dan

dicetak melalui aplikasi SPSE.c) PPK mengirimkan hasil pemindaian SPPBJ melalui

aplikasi SPSE kepada Penyedia barang/jasa yangditunjuk.

d) Dalam hal aplikasi SPSE belum dapat mengakomodirpembuatan SPPBJ maka PPK menerbitkan SuratPenunjukan Penyedia Barang/Jasa (SPPBJ) di luaraplikasi SPSE (offline),menginputkan informasi danmengunggah (upload) hasil pemindaian SPPBJ padaaplikasi SPSE.

~ 12 ~

Paraf I Paraf II Paraf III Paraf IV

10) Penandatanganan Kontraka) PPK membuat dan mencetak kontrak melalui aplikasi

SPSE.b) PPK menandatangani kontrak yang telah dibuat dan

dicetak melalui aplikasi SPSE.c) Pemenang pemilihan melakukan penandatanganan

kontrak dengan PPK di luar aplikasi SPSE.d) Dalam hal aplikasi SPSE belum dapat mengakomodir

pembuatan Kontrak maka PPKmembuat danmencetak Kontrak di luar aplikasi SPSE (offline) danPPK memasukkan informasi dan mengunggah (upload)hasil pemindaian (scan) dokumen kontrak padaaplikasi SPSE.

11) Pengenaan Sanksia) Apabila Penyedia barang/jasa melakukan pelanggaran

terhadap persyaratan dan ketentuan penggunaanSPSE, pelanggaran terhadap peraturan perundang-undangan berlaku, atau masuk ke dalam daftar hitammaka LPSE atau Pengelola Agregasi Data Penyediadapat menonaktifkan kode akses Pengguna SPSE.

b) Dalam hal Penyedia barang/jasa telah ditetapkan kedalam daftar hitam, maka LPSE atau PengelolaAgregasi Data Penyedia dapat memasukkan Penyediabarang/jasa ke dalam menu daftar hitam di dalamaplikasi SPSE.

III. AUDIT

1. Persiapan

a. Auditor/pemeriksa yang berwenang berdasarkan peraturanperundang-undangan untuk melakukan pemerikasaanterhadap paket pengadaan, menyerahkan surat tugas kepadaLPSE untuk mendapatkan hak akses untuk masuk ke dalamaplikasi SPSE melalui fiture-Audit.

b. LPSE menerima, menyimpan, dan menerbitkan kode aksesterhadap personil yang tercantum dalam surat tugas instansiyang memilikitugas pokok dan fungsi audit/pemeriksaan.

2. Pelaksanaan

a. Proses audit pengadaan secara elektronik dilaksanakanmelalui fasilitas yang disediakan dalam aplikasi SPSE.

b. Auditor dan/atau pemeriksa yang berwenang berdasarkanperaturan perundang-undangan untuk melakukanpemeriksaan terhadap paket pengadaan, hanya dapatmengakses informasi atau data, mengunduh (download) danmembuka file, baik yang disampaikan oleh Pokja ULPmaupun peserta pemilihan paket pekerjaan yang menjadiobjek audit sebagaimana tercantum dalam surat tugas.

c. Auditor dan/atau pemeriksa yang berwenang berdasarkanperaturan perundang-undangan untuk melakukanpemerikasaan terhadap paket pengadaan, dapat menemuiPokja ULP untuk memperoleh informasi dan dalam rangkaproses audit paket pemilihan tertentu.

~ 13 ~

Paraf I Paraf II Paraf III Paraf IV

IV. PENUTUP

1. Dalam hal terjadi keadaan kahar atau gangguan teknis (contoh:gangguan daya listrik, gangguan jaringan, gangguan aplikasi)terkait pelaksanaan E-Tendering yang mengakibatkan prosespemilihan tidak dapat dilaksanakan dengan sempurna, makaPokja ULP dapat:a. membatalkan/menggagalkan proses pemilihan; ataub. melakukan penyesuaian jadwal sesuai dengan jumlah hari

terjadinya gangguan teknis tersebut.2. Dalam hal terdapat permasalahan teknis operasional atau

terdapat hal yang belum terakomodir dalam aplikasi SPSE makaPokja ULP dapat membuat dan melaksanakan solusi alternatifserta wajib menuangkan hal tersebut dalam Berita Acara HasilPelelangan (BAHP)/Berita Acara Hasil Seleksi (BAHS)/Beritaacara lainnya yang diunggah pada fasilitas unggahan (upload)yang tersedia pada aplikasi SPSE.

3. LKPP atas permohonan Pokja ULP apabila memungkinkandapat memfasilitasi Pokja ULP dalam melakukan solusialternatif sebagaimana dimaksud pada angka 2 dalam halterkait dengan penanganan teknis SPSE.

KEPALA LEMBAGAKEBIJAKANPENGADAANBARANG/JASAPEMERINTAH,

AGUS RAHARDJO