lebaran yang lebih nyaman

Download Lebaran yang Lebih Nyaman

Post on 07-Mar-2016

217 views

Category:

Documents

0 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

e-Paper Bulan Agustus 2012. 2012. Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Tengah. Website : http://dinperindag.jatengprov.go.id | Email : info@dinperindag.jatengprov.go.id | Twitter : @dinperindag | Facebook : https://www.facebook.com/dinperindagprov

TRANSCRIPT

  • E-PAPER DINPERINDAG Provinsi Jateng

    EDISI AGUSTUS 2012

    ONE TEAM, ONE SPIRIT, ONE GOAL

    Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Tengah Jl. Pahlawan No. 4 Telp. 8311705, 8311708, Fax.8311707, 8451700 S E M A R A N G 5 0 2 4 1

    website : http://dinperindag.jatengprov.go.id

  • EDISI AGUSTUS 2012

    TIM PENYUSUN E-PAPER INFO INDAG Penanggung Jawab : Kepala Dinas

    Pengarah : 1. Sekretaris Dinas 2. Para Kepala Bidang/Balai

    Ketua Umum : Sigid Adi Brata Sekretaris : Siti Chiswati

    Ketua Redaksi : Nina Veronika Marthahima Redaksi : 1. Hadi Pangestu

    : 2. Sigid Adi Brata : 3. Listyati PR

    4. 5. 6.

    Publikasi TI : 1. Nandhi Nur Ardisasmito 2. Febriyan Nurul Santoso

    Sekretariat Operasional

    :

    1. Hery Sutantyo K

    2. Rebo Sukimin 3. Nugroho 4. Ludyantoro Sri Marsetyo

    5. Budi Prasetyo

    Sekapur Sirih

    ASSALAMUALAIKUM WR WB.

    Syukur alhamdulilah kita

    panjatkan panjatkan

    kehadirat Tuhan Yang

    Maha Esa karena Idul

    Fitri 1433 H berjalan

    dengan baik sehingga

    umat Islam dapat merayakan Idhul Fitri dengan

    aman dan nyaman, meskipun terjadi

    perbedaan hari pelaksanaan sholat Idul Fitri

    tetapi hal itu tidak mengurangi makna lebaran

    masyarakat sudah mulai memahami perbedaan

    dan tidak menjadikan perbedaan tersebut

    menjadi pemicu konflik. Mudik atau pulang

    kampung yang sudah menjadi tradisi untuk

    menyambut lebaran berjalan dengan lancar,

    kemudahan arus informasi dan pelayanan yang

    diberikan oleh perusahaan yang peduli

    kegiatan mudik serta kesigapan petugas

    kepolosian di jalan raya menjadikan mudik lebih

    nyaman, baik bagi pemudik yang mengunakan

    kendaran umum, mobil pribadi maupun sepeda

    motor selamat sampai tujuan, meskipun harus

    diakui masih terjadi kecelakaan lalu lintas tetapi

    jumlahnya relative lebih sedikit.

    Provinsi Jawa Tengah adalah tujuan

    mudik terbesar hampir diseluruh Kabupaten /

    Kota menerima pemudik yang pulang kampung

    untuk merayakan lebaran tahun ini jumlah

  • EDISI AGUSTUS 2012

    pemudik mencapai 9.419.933 orang. Angka ini

    cukup signifikan dibandingkan pada tahun 2011

    yaitu sebanyak 8.282.093 pemudik atau naik

    sekira 13,73 persen mereka rata rata tinggal

    selama 6 hari di kampung halamannya. Hal ini

    tentunya akan meningkatkan jumlah kebutuhan

    bahan pokok apalagi saat lebaran tradisi masak

    dan makan - makan bersama keluarga besar

    pasti mendorong peningkatan kebutuhan pokok

    baik itu beras, daging maupun telur. Tahun ini

    kenaikan harga kebutuhan pokok menjelang

    dan pasca lebaran relative terkendali, hal itu

    karena telah diambil atisipasi baik oleh

    pemerintah daerah maupun kalangan pedagang

    yang meningkatkan pasokan barangnya.

    Sehingga kenaikan yang terjadi masih dalam

    batas yang wajar, dan kenaikan harga

    kebutuhan pokok tidak menjadi berita utama

    baik di media cetak maupun elektronik.

    Perbandingan harga antara tanggal 1

    Agustus 2012 dengan tanggal 31 Agustus 2012

    adalah Komoditas yang mengalami kenaikan

    harga menyolok adalah daging sapi (6,15 %) dari

    Rp 65.000,- menjadi Rp 69.000,-/kg, daging

    ayam kampung (11,11 %) dari Rp 45.000,-

    menjadi Rp Rp 50.000,-/kg, cabe rawit hijau

    (53,85 %) dari Rp 7.800,- menjadi Rp 12.000,-

    /kg, bawang merah (18,92 %) dari Rp 7.400,-

    menjadi Rp 8.800,-/kg dan bawang putih (27,71

    %) dari 16.600,- menjadi Rp 21.200,-/kg.

    Komoditas yang mengalami kenaikan

    tetapi tidak menyolok dan rata-rata masih

    dibawah 5 % adalah tepung terigu (4,35 %) dari

    Rp 8.900,- menjadi Rp 7.200,-/kg, minyak

    goreng curah (1,91 %) dari Rp 10.460,- menjadi

    Rp 10.660,-/kg, kedele impor (0,26 %) dari Rp

    7.640,- menjadi Rp 7.660,-/kg, kedele lokal

    (1,25 %) dari Rp 8.000,- menjadi Rp 8.100,-/kg

    dan cabe rawit merah (3,60 %) dari Rp 13.900,-

    menjadi Rp 14.400,-/kg. Komoditas yang relatif

    stabil adalah beras, minyak goreng kemasan,

    telur ayam kampung, sedangkan yang

    mengalami penurunan adalah daging ayam

    broiler dan cabe merah biasa.

    Penyebab kenaikan harga kebutuhan

    pokok menjelang lebaran berdasarkan

    pantauan oleh petugas Dinas Perindustrian dan

    Perdagangan Provinsi Jawa Tengah antara lain

    adanya peningkatan penjualan untuk bahan-

    bahan pokok pada kisaran 19%-24% dan

    transaksi untuk daging ( sapi, ayam ras dan

    ayam buras) meningkatkat 2-3 kali dari

    biasanya, ini mengambarkan terjadinya

    peningkatan pada sisi permintaan, tetapi

    suplay bahan pokok yang tersedia relative

    banyak karena panen padi, kentang dan cabe

    merah di berberapa daerah sentra baru saja

    terjadi, disamping itu industri pengolahan gula

    dan tepung juga memproduksi dalam jumlah

    yang banyak. Sehingga harga yang terjadi pada

    saat menjelang bulan puasa, saat puasa dan

  • EDISI AGUSTUS 2012

    menjelang lebaran tidak mengalami kenaikan

    yang tinggi.

    Langkah langkah mengantisipasi

    kenaikan harga kebutuhan pokok pada

    menjelang lebaran telah dilakukan pemantauan

    harga di sejumlah pasar di Jawa Tengah

    terutama didaerah sampel penghitungan inflasi

    seperti semarang, Surakarta, Purwokerto, Tegal,

    Magelang serta Pati, serta terus melakukan

    pengamatan terhadap persediaan bahan pokok

    di hulu produksi seperti di sentra produksi cabe,

    kentang dan bawang merah, industri

    pengolahan gula pasir, tepung dan pendataan

    penyembelihan di rumah potong hewan.

    Sekali lagi kita patut bersyukur karena

    lebaran kali ini berjalan baik dan harga

    kebutuhan pokok masyarakat juga tidak

    bergejolak sehingga masyarakat dapat

    menjalankan ibadah Idhul Fitri dengan nyaman,

    kita berharap lebaran tahun depan bisa lebih

    baik dari sekarang.

    WASSALAMUALAIKUM WR WB.

    Semarang, Agustus 2012

    Ir.IHWAN SUDRAJAT,MM

  • EDISI AGUSTUS 2012

    HARGA-HARGA MELONJAK, BELANJA SESUAI KEBUTUHAN

    Sudah menjadi hal yang biasa terjadi setiap

    tahunnya, bahwa harga kebutuhan pokok saat

    menjelang Lebaran pasti mengalami kenaikan.

    Namun demikian, tren kenaikan harga tahun ini

    justru sudah dimulai menjelang bulan puasa.

    Beberapa harga komoditi bahan pokok sudah

    mengalami kenaikan menjelang bulan puasa

    seperti misalnya gula, telur ayam ras dan cabai

    keriting. Kondisi ini tentunya dipicu oleh

    keterbatasan stok dan masa giling tebu yang

    masih dalam taraf persiapan sehingga membuat

    harga gula terbilang tinggi.

    Kondisi kenaikan harga bulan Ramadan

    dan Lebaran tahun ini, dipicu oleh peningkatan

    penjualan makanan dan minuman sebesar 19%-

    24% dan kenaikan transaksi komoditi hewani 2

    hingga 3 kali lipat. Kondisi kenaikan harga

    bahan pokok sebelum puasa sudah mengalami

    kenaikan sebesar 12% dan setelah H-1 lebaran

    kenaikan mencapai 31% sehingga rata-rata

    kenaikan harga menjelang Lebaran saat ini

    mencapai 19%.

    Kondisi ini berbeda dengan yang terjadi

    pada tahun 2011. Rata-rata kenaikan harga

    menjelang Lebaran pada tahun 2011 hanya

    sebesar 28%, namun kondisi tahun 2012 ini,

    kenaikan harga mencapai 49%. Hal ini dipicu

    oleh kenaikan harga daging sapi sebesar 15%,

    daging ayam ras 24% dan cabai merah besar

    sebesar 116%. Sedangkan pada hari hari

    sebelum H-1, kenaikan harga hanya berkisar

    antara 3%-8%, bahkan komoditi bawang merah

    dan cabai mengalami penurunan sebesar 5%-

    20%.

    Situasi ini tentunya dapat menjadi

    perhatian kita bersama bahwa upaya untuk

    menjaga stabilitas harga sebenarnya sudah

    dilakukan dengan baik, mengingat hari-hari

    menjelang Lebaran kenaikan harga tidak begitu

    tinggi yaitu hanya 3%-8% saja. Pantauan rekan-

    rekan perdagangan dalam negeri Dinperindag

    Jateng telah dilakukan rutin setiap hari serta

    menambah sampel data termasuk data dari 6

    kab/kota ibukota karesidenan di Jateng.

    Pantauan Menteri Perdagangan, Wakil

    Menteri Perdagangan, Gubernur Jateng dan

    Kepala Dinperindag Jateng di beberapa pasar

    tradisional di Jateng antara lain di Pasar Wedi

    Klaten, Pasar Gede Solo dan Pasar Legi Solo,

    Pasar Kab Tegal, Pasar Karanganyar Demak,

    Pasar Ngawen dan Pasar blora menunjukkan

    bahwa harga relatif stabil. Mengingat posisi

    pasar juga merupakan pasar di daerah sehingga

    secara relatif harga tersebut masih lebih rendah

    dibandingkan dengan harga di pasar kota

    maupun pasar besar lainnya.

    Pendorong utama kenaikan harga yang

    terjadi pada H-1 Lebaran adalah daging sapi,

    daging ayam ras, daging ayam kampung dan

    cabai, bahkan kenaikan harga cabe mencapai

    116%. Kenaikan harga ini hanya merupakan

    dampak psikologis pedagang yang ingin mremo

  • EDISI AGUSTUS 2012 menjelang hari raya, mengingat kebutukan akan

    bahan pokok tersebut menyebabkan konsumen

    juga tetap membeli walaupun harganya mahal.

    Namun demikian, kita tidak perlu khawatir

    mengingat kondisi harga pasca Lebaran ini

    hampir di semua komoditas, sudah mengalami

    penurunan termasuk cabai yang juga sudah

    turun sebesar 55%.

    Komoditi potensial Lebaran