lapres 4 niar

Download LAPRES 4 NIAR

Post on 20-Jul-2015

92 views

Category:

Documents

1 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

Laporan Resmi Praktikum Mikrobiologi Teknik

1

LAPORAN RESMI PEMBUATAN WINE I. Tujuan Percobaan Mempelajari proses fermentasi glukosa menjadi etanol oleh yeast ( khamir ) II. Data Pengamatan II.1 Metode Turbidimetri t ( jam ) 0 12 Pengenceran 10.000x 10.000x Optical density 0,013 8,7x10-3 %T 97 98

II.2 Metode Counting Chamber beserta ciri ciri lainnya Berat botol kosong Berat botol + aquades Berat botol + larutan Kadar glukosa sebelum diencerkan Kadar glukosa setelah diencerkan Indeks bias sebelum diencerkan Indeks bias setelah diencerkan Suhu saat pengambilan 50 ml dari 500 ml pH saat pengambilan 50 ml dari 500 ml Berat ragi : 2,5 gram II.2.1 Pengamatan media ( 50 ml ditambahkan ragi ) Suhu : 32oC pH :4 : 999,9 gram : 1462,1 gram : 1510,5 gram : 2,4 : 17 : 1,3365 : 1,3965 : 36oC :4

Pengenceran 10.000x Laboratorium Mikrobiologi Teknik Jurusan Teknik Kimia FTI-ITS

Laporan Resmi Praktikum Mikrobiologi Teknik

2

RUN 1. 2. 3.

A 24 25 22

B 22 24 23

KOTAK C 23 24 23

D 23 23 24

E 22 22 25

TOTAL 114 118 117

JUMLAH SEL KOTAK 23 24 23 = 70

Jumlah sel ragi rata rata : 23 sel / kotak Jumlah sel ragi : 575 sel/mm2 : 57500 sel/mm3 : 575.105 sel/ml

Jadi, jumlah sel ragi pada pengenceran 10.000x : 575.109 sel/ml sampel II.2.2 Pengamatan t=0 jam Suhu pH : 34oC :4

Berat botol + larutan : 1512,5 gram Berat botol + aquades : 1465,2 gram Pengenceran 10.000x RUN 1. 2. 3. A 15 14 15 B 14 14 15 KOTAK C 14 13 14 D 13 12 13 E 12 11 13 TOTAL 68 64 70 JUMLAH SEL KOTAK 14 13 14 = 41

Jumlah sel ragi rata rata : 14 sel / kotak Jumlah sel ragi : 350 sel/mm2 : 35000 sel/mm3 : 35.106 sel/ml

Jadi, jumlah sel ragi pada pengenceran 10.000x : 35.1010 sel/ml sampel II.2.3 Pengamatan t=12 jam Suhu pH Warna Rasa Bau : 30oC :3 : mulai agak putih keruh : asam : asam

Berat botol + larutan : 1517,5 gram Berat botol + aquades : 1473,4 gram Laboratorium Mikrobiologi Teknik Jurusan Teknik Kimia FTI-ITS

Laporan Resmi Praktikum Mikrobiologi Teknik

3

Pengenceran 10.000x RUN 1. 2. 3. A 9 8 9 B 8 7 10 KOTAK C 8 7 10 D 7 9 8 E 8 9 8 TOTAL 40 40 45 JUMLAH SEL KOTAK 8 8 9 = 25

Jumlah sel ragi rata rata : 8 sel / kotak Jumlah sel ragi : 200 sel/mm2 : 20000 sel/mm3 : 2.107 sel/ml

Jadi, jumlah sel ragi pada pengenceran 10.000x : 2.1011 sel/ml sampel II.2.4 Pengamatan t=24 jam Suhu pH Warna Rasa Bau : 30oC :4 : putih keruh : asam : asam

Berat botol + larutan : 1503,5 gram Berat botol + aquades : 1460 gram Kadar glukosa Indeks bias :1 : 1,334

Pengenceran 10.000x RUN 1. 2. 3. A 6 7 8 B 6 7 7 KOTAK C 8 8 6 D 7 8 6 E 7 6 8 TOTAL 34 36 35 JUMLAH SEL KOTAK 7 7 7 = 21

Jumlah sel ragi rata rata : 7 sel / kotak Laboratorium Mikrobiologi Teknik Jurusan Teknik Kimia FTI-ITS

Laporan Resmi Praktikum Mikrobiologi Teknik

4

Jumlah sel ragi : 175 sel/mm2 : 17500 sel/mm3 : 175.105 sel/ml Jadi, jumlah sel ragi pada pengenceran 10.000x : 175.109 sel/ml sampel II.2.5 Pengamatan t=36 jam Suhu pH Warna Rasa Bau : 30,6oC :4 : putih keruh : asam : asam, seperti tape

Berat botol + larutan : 1515,5 gram Berat botol + aquades : 1462 gram Kadar glukosa Indeks bias Pengenceran 10.000x RUN 1. 2. 3. A 3 4 4 B 2 3 4 KOTAK C 2 3 3 D 3 2 2 E 3 2 3 TOTAL 13 14 16 JUMLAH SEL KOTAK 3 3 3 = 9 :2 : 1,336

Jumlah sel ragi rata rata : 3 sel / kotak Jumlah sel ragi : 75 sel/mm2 : 7500 sel/mm3 : 75.105 sel/ml

Jadi, jumlah sel ragi pada pengenceran 10.000x : 75.109 sel/ml sampel II.2.6 Pengamatan t=48 jam Suhu pH Warna Rasa Bau : 30,2oC :4 : putih keruh : asam : asam, seperti tape

Berat botol + larutan : 1508,5 gram Berat botol + aquades : 1463 gram Laboratorium Mikrobiologi Teknik Jurusan Teknik Kimia FTI-ITS

Laporan Resmi Praktikum Mikrobiologi Teknik

5

Kadar glukosa Indeks bias Pengenceran 10.000x RUN 1. 2. 3. A 3 2 3

:2 : 1,336

B 3 1 3

KOTAK C 2 1 2

D 1 3 2

E 1 2 1

TOTAL 10 9 11

JUMLAH SEL KOTAK 2 2 2 = 6

Jumlah sel ragi rata rata : 2 sel / kotak Jumlah sel ragi : 50 sel/mm2 : 5000 sel/mm3 : 5.106 sel/ml

Jadi, jumlah sel ragi pada pengenceran 10.000x : 5.1010 sel/ml sampel

II.2.7 Pengamatan saat di inkubator,t=2 jam (1400) Suhu pH : 33oC :4

Pengenceran 10.000x RUN 1. 2. A 18 44 B 27 41 KOTAK C 25 30 D 19 50 E 24 43 TOTAL 113 208 JUMLAH SEL KOTAK 22,6 41,6 = 64,2

Jumlah sel ragi rata rata : 32,1 sel / kotak Jumlah sel ragi : 802,5 sel/mm2 : 8025 sel/mm3

Jadi, jumlah sel ragi pada pengenceran 10.000x : 8025000 sel/ml sampel II.2.8 Pengamatan saat di inkubator,t=2,5 jam (14.30) Suhu : 33oC Laboratorium Mikrobiologi Teknik Jurusan Teknik Kimia FTI-ITS

Laporan Resmi Praktikum Mikrobiologi Teknik

6

pH Pengenceran 10.000x RUN 1. 2. A 47 29

:4 KOTAK C 27 36 JUMLAH SEL KOTAK 32,2 29,4 = 61,6

B 33 31

D 23 24

E 31 27

TOTAL 161 147

Jumlah sel ragi rata rata : 30,8 sel / kotak Jumlah sel ragi : 770 sel/mm2 : 7700 sel/mm3

Jadi, jumlah sel ragi pada pengenceran 10.000x : 7.700.000 sel/ml sampel

II.2.9 Pengamatan saat di inkubator,t=3 jam (1500) Suhu pH : 33,5oC :4

Pengenceran 10.000x RUN 1. 2. A 31 34 B 37 28 KOTAK C 33 31 D 23 30 E 28 26 TOTAL 152 149 JUMLAH SEL KOTAK 30,4 29,8 = 60,2

Jumlah sel ragi rata rata : 30,1 sel / kotak Jumlah sel ragi : 752,5 sel/mm2 : 7525 sel/mm3

Jadi, jumlah sel ragi pada pengenceran 10.000x : 7.525.000 sel/ml sampel II.2.10 Pengamatan saat di inkubator,t=3,5 jam (15.30) Suhu pH Pengenceran 10.000x RUN KOTAK Laboratorium Mikrobiologi Teknik Jurusan Teknik Kimia FTI-ITS TOTAL JUMLAH SEL : 33,5oC :4

Laporan Resmi Praktikum Mikrobiologi Teknik

7

1. 2.

A 9 16

B 19 13

C 13 14

D 12 17

E 18 19

KOTAK 71 79 14,2 15,8 = 36,0

Jumlah sel ragi rata rata : 15 sel / kotak Jumlah sel ragi : 375 sel/mm2 : 3750 sel/mm3

Jadi, jumlah sel ragi pada pengenceran 10.000x : 3.750.000 sel/ml sampel III. Pembahasan Produksi secara fermantasi didasarkan pada pengubahan karbohidrat menjadi bahan organik yang lebih sederhana dengan bantuan enzim yang dihasilkan oleh khamir. Suatu bahan baku yang mengandung sukrosa mengalami proses fermentasi sebagai berikut: C12H12O11 + H2O -------> 2C6H12O6 Glukosa C6H12O6 ------> 2C2H5OH + 2CO2 Dari persamaan tersebut dapat diketahui bahwa fermentasi etanol berlangsung secara anaerob. Secara teoritis dari setiap molekul sukrosa akan diperoleh empat molekul etenol dan empat molekul karbon dioksida. Pada kenyataannya hasil ini tidak dapat dicapai karena terbentuk hasil samping penggunaan gula untuk pertumbuhan dan metabolisma khamir. Percobaan ini bertujuan untuk mempelajari proses fermentasi glukosa menjadi etanol oleh yeast (khamir). Pada percobaan ini digunakan khamir Saccharomyces cereviseae dan sebagai media fermentasi adalah ekstrak buah anggur hijau. Hal pertama yang dilakukan adalah mencampurkan 100 ml ekstrak buah dengan 400 ml aquadest dalam beaker glass. Kemudian melakukan proses pasteurisasi yaitu memanaskan ekstrak buah yang telah diencerkan di dalam water bath pada suhu 80 oC selama 10 menit lalu didinginkan hingga suhu 30o

C. Pemanasan dan pendinginan yang dilakukan bertujuan untuk mematikan

mikroba yang terdapat pada larutan tersebut tanpa merusak struktur dari kandungan yang terdapat dalam ekstrak. Langkah kerja ini dilakukan sebanyak 2x,agar mikroba yang ada benar-benar mati. Laboratorium Mikrobiologi Teknik Jurusan Teknik Kimia FTI-ITS

Laporan Resmi Praktikum Mikrobiologi Teknik

8

Selanjutnnya 50 ml larutan tadi dimasukkan kedalam Erlenmeyer dan dicampur dengan 2,5g fermipan yang mengandung saccharomyces cereviseae (proses ini dalam in case) sebagai pembuatan starter. Sedangkan 450 ml yang lain disimpan. Tujuan pembuatan starter adalah agar Saccharomyces cereviseae mampu beradaptasi terhadap media tersebut, sebelum ditempatkan pada media sesungguhnya. Suhu dan pH dari starter tersebur diukur dan dari pengukuran suhu yang didapatkan adalah 36oC dengan pH adalah 4. setelah itu, menginkubasi starter pada inkubator dengan suhu 37-38C selama 4 jam. Tujuan dari penginkubasian adalah untuk mempercepat fase adaptasi dan fase logaritmik. Dengan diinkubasi, Saccharomyces cereviseae dapat mencapai fase logaritmik sehingga pertumbuhan meningkat dan proses fermentasi akan berlangsung lebih cepat yang menyebabkan kadar etanol yang dihasilkan juga semakin besar. Saat di inkubator tersebut, setiap jam dapat diukur suhu, pH, dan jumlah sel rata ratanya Setelah diinkubasikan selama 4 jam maka starter dimasukkan di dalam sisa campuran ekstrak anggur hijau 450 ml, lalu memindahkannya ke dalam botol yang sudah disiapkan dan sebelumnya telah diukur beratnya. Kemudian menutup botol dengan proof yang diberi lubang untuk tempat selang sebagai jalan keluarnya gas CO2 yang dihubungkan dengan air kapur. Jika terbentuk CO2, maka dalam Erlenmeyer yang berisikan air kapur akan timbul gelembung gas. Jika air kapur bereaksi dengan CO2 maka terbentuk endapan CaCO3 dan warna air kapur menjadi keruh. CaO (kapur tohot) jika berada dalam air akan menjadi Ca(OH)2. Lalu Ca(OH)2 bereaksi dengan CO2 membentuk CaCO3 +H2O sesuai reaksi: Ca(OH)2 + CO2 ----------> CaCO3 + H2O Kemudian di sekeliling tepi botol dengan proof, diberi malam agar tidak ada udara yang masuk karena dalam proses fermentasi, pelakunya adalah mikroorganisme anaerob. Langkah selanjutnya yang dilakukan adalah melakukan pengamatan. Pengamatan dilakukan pada t=0 jam, t=12 jam, t=24 jam, t=36 jam, dan t=48 jam Hasil pengamatan pada t=0 jam, didapatkan suhu 34oC dan pHnya 4. Sedangkan berat botol fermentor ( yang berisi larutan ) adalah 1512,5 gram Laboratorium Mikrobiologi Teknik Jur