laporan tomat

Download Laporan Tomat

Post on 27-Oct-2015

540 views

Category:

Documents

16 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

  • i

    KATA PENGANTAR

    Puji dan syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena

    atas rahmat dan karunia-Nya kami dapat menyelesaikan laporan yang berjudul

    PRODUKSI BENIH TOMAT yang merupakan tugas praktikum Teknik

    Produksi Benih Tanaman Pangan dan Hortikultura

    Oleh karena itu dalam kesempatan ini penulis ingin mengucapkan

    terimakasih yang sebesar-besarnya kepada :

    1. Yth.Bapak Sardju SP selaku dosen yang telah banyak membimbing dan

    memberikan ilmu kepada penulis.

    2. Yth.Bapak Aldi Kamal Wijaya SP, MP, MST selaku asisten dosen yang telah

    banyak membimbing dan memberikan ilmu kepada penulis.

    3. Yth. Bapak Abdul Goni SP, selaku asisten dosen yang banyak membimbing dan

    memberikan ilmu kepada penulis.

    4. Yth. Ibu Mulyani SE, selaku asisten dosen yang banyak membimbing dan

    memberikan ilmu kepada penulis.

    5. Serta teman-teman penulis yang selalu memberikan dukungan dalam pembuataan

    laporan ini.

    Semoga segala bantuan yang tidak ternilai harganya ini mendapat imbalan

    dari Allah SWT sebagai amal ibadah, Amin.

    Penulis menyadari bahwa laporan ini masih jauh dari kesempurnaan,

    oleh karena itu kritik saran yang membangun dari berbagai pihak sangat penulis

    harapkan demi perbaikan-perbaikan ke depan. Amin Yaa Rabbal Alamiin

    Bogor, 09 Juni 2013

  • ii

    DAFTAR ISI

    KATA PENGANTAR ............................................................................................. i

    DAFTAR ISI ........................................................................................................... ii

    BAB I Pendahuluan ................................................................................................ 1

    1.1 Latar Belakang .............................................................................................. 1

    1.2 Tujuan ............................................................................................................ 2

    BAB II Tinjauan Pustaka ........................................................................................ 3

    BAB III Bahan dan Metode .................................................................................... 7

    3.1 Bahan ............................................................................................................. 7

    3.2 Metode Praktikum ......................................................................................... 7

    BAB IV Proses Produksi Benih ............................................................................ 10

    BAB V Hasil dan Pembahasan ............................................................................. 15

    5.1 Hasil ............................................................................................................. 15

    5.2 Pembahasan ................................................................................................. 23

    BAB VI Kesimpulan ............................................................................................ 25

    BAB VII Daftar Pustaka ....................................................................................... 26

  • 1

    BAB I

    Pendahuluan

    1.1 Latar Belakang

    Tomat merupakan satu dari sayuran yang paling banyak dibudidayakan di

    dunia. Sebagai sayuran buah, tomat merupakan sumber vitamin A dan C. Tomat

    tumbuh baik pada temperatur 20 -27oC, pembentuknan buah terhambat pada

    temperatur >30 oC atau < 10

    oC. Tomat baik ditanam pada tanah yang berdrainasi

    baik, dengan pH optimum 6.0 7.0. Tomat dapat ditanam sebagai rotasi pada

    lahan sawah. Hindari menanam tomat pada lahan yang sebelumnya ditanami

    tanaman dari keluarga Solanaceae, seperti: terung, cabai, tomat dan yang lainnya

    untuk menghindarkan hama dan penyakit. Beberapa tipe tomat yang

    dibudidayakan antara lain: buah segar (biasanya berwarna merah dengan variasi

    dalam bentuk, ukuran dan warna); chery buah kecil; dan prosesing buah

    dengan warna merah yang kuat dan tinggi dalam kandungan bahan padat, sesuai

    untuk dibuat pasta, sup atau saos. Berdasarkan pertumbuhannya, tomat

    diklasifikasikan sebagai determinat (menyemak, pendek) dimana pertumbuhan

    batang diakhiri dengan karangan bunga, semideterminat atau indeterminat (tinggi)

    tumbuh berterusan menghasilkan daun dan bunga. Pada indeterminat,

    memungkinkan masa panen yang lebih panjang, yang mungkin bermanfaat pada

    waktu harga berfluktuasi, akan tetapi jenis ini perlu menggunakan turus dan harus

    dipangkas secara teratur yang dapat menambah tenaga kerja. Untuk varietas yang

    ditanam dapat dipilih berdasarkan varietas yang tahan penyakit, disesuaikan

    dengan musim, atau varietas hibrida maupun OP, tergantung dari kebutuhan budi

    daya.

    Benih yang bersal bukan dari parental (induk) bermutu akan membuat

    produksivitas buah menjadi rendah, sehingga daya saing juga menjadi rendah.

    Artinya, biaya bisa saja tetap atau lebih tinggi, tetapi jumlah produksi menurun

    sehingga pendapatannya menurun. Karena itulah, sebaiknya petani membeli benih

    bermutu sehingga produksivitas tomat menjadi lebih tinggi.

  • 2

    Buah tomat saat ini merupakan salah satu komoditas hortikultura yang

    bernilai ekonomi tinggi dan masih memerlukan penanganan serius, terutama

    dalam hal peningkatan hasilnya dan kualitas buahnya. Apabila dilihat dari rata-

    rata produksinya, ternyata tomat di Indonesia masih rendah, yaitu 6,3 ton/ha jika

    dibandingkan dengan negara-negara Taiwan, Saudi Arabia dan India yang

    berturut-turut 21 ton/ha, 13,4 ton/ha dan 9,5 ton/ha. Rendahnya produksi tomat di

    Indonesia kemungkinan disebabkan varietas yang ditanam tidak cocok, kultur

    teknis yang kurang baik atau pemberantasan hama/penyakit yang kurang efisien.

    Kebanyakan varietas tomat hanya cocok ditanam di dataran tinggi, tetapi

    oleh Badan Penelitian dan Pengambangan Pertanian telah dilepas varietas tomat

    untuk dataran rendah, yaitu Ratna, Berlian, Mutiara serta beberapa varietas

    lainnya. Namun seringkali terjadi penanaman tomat tanpa memperhatikan

    kualitasnya, sehingga hasil dan kualitas buahnya sangat rendah. Oleh karena itu

    untuk memenuhi kebutuhan tomat yang semakin tinggi maka penelitian perlu

    diarahkan untuk meningkatkan hasil dan kualitas buah tomat dengan menanam

    varietas-varietas unggul.

    Kemampuan tomat untuk dapat menghasilkan buah sangat tergantung pada

    interaksi antara pertumbuhan tanaman dan kondisi lingkungannya. Faktor lain

    yang menyebabkan produksi tomat rendah adalah penggunaan pupuk yang belum

    optimal sertta pola tanam yang belum tepat. Upaya untuk menanggulangi kendala

    tersebut adalah dengan perbaikan teknik budidaya. Salah satu teknik budidaya

    tanaman yang diharapkan dapat meningkatkan hasil dan kualitas tomat adalah

    pemilihan benih tomat.

    1.2 Tujuan

    Tujuan praktikum ini adalah untuk mengetahui cara memproduksi benih

    tomat secara benar. Dan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi

    dalam memproduksi benih tomat. Serta mengetahui cara budidaya tanaman toman

    untuk diambih benihnya.

  • 3

    BAB II

    Tinjauan Pustaka

    Tomat

    Klasifikasi ilmiah

    Kerajaan: Plantae

    (tidak termasuk) Eudicots

    Ordo: Solanales

    Famili: Solanaceae

    Genus: Solanum

    Spesies: S. lycopersicum

    Nama binomial

    Solanum lycopersicum

    L.

    Sinonim

    Lycopersicon lycopersicum

    Lycopersicon esculentum

    Tomat (Solanum lycopersicum syn. Lycopersicum esculentum)

    adalah tumbuhan dari keluarga Solanaceae, tumbuhan asli Amerika

    tengah dan Selatan, dari Meksiko sampai Peru. Tomat merupakan tumbuhan

    siklus hidup singkat, dapat tumbuh setinggi 1 sampai 3 meter. Tomat merupakan

    keluarga dekat dari kentang.

    Kata tomat berasal dari bahasa Aztek, salah satu suku Indian yaitu xitomate

    atau xitotomate. Tanaman tomat berasal dari negara Peru dan Ekuador, kemudian

    menyebar ke seluruh Amerika, terutama ke wilayah yang beriklim tropik, sebagai

    gulma. Penyebaran tanaman tomat ini dilakukan oleh burung yang makan buah

  • 4

    tomat dan kotorannya tersebar kemana-mana. Penyebaran tomat ke Eropa dan

    Asia dilakukan oleh orang Spanyol. Tomat ditanam di Indonesia sesudah

    kedatangan orang Belanda. Dengan demikian, tanaman tomat sudah tersebar ke

    seluruh dunia, baik di daerah tropik maupun subtropik. Tanaman tomat termasuk

    tanaman semusim yang berumur sekitar 4 bulan. Tanaman tomat dapat tumbuh di

    wilayah dengan iklim mediterania.

    Terdapat ratusan kultivar tomat yang dibudidayakan dan diperdagangkan.

    Pengelompokan hampir selalu didasarkan pada penampilan atau kegunaan

    buahnya. Berdasarkan penampilannya, terdapat buah tomat dengan kisaran warna

    dari hijau ketika masak, kuning, jingga, merah, ungu (hitam), serta belang-belang.

    Dari ukuran dan bentuk, orang mengenal kelompok tomat:

    granola yang bentuknya bulat dengan pangkal buah mendatar dan

    mencakup yang biasanya dikenal sebagai tomat buah (karena dapat

    dimakan langsung),

    gondol yang biasa dibuat saus dengan bentuk lonjong oval (biasanya yang

    ditanam di Indonesia adalah kultivar 'Gondol Hijau' dan 'Gondol Putih',

    dan keturunan dari kultivar impor 'Roma') dan termasuk pula tomat buah,

    sayur adalah tomat dengan buah biasanya padat dan dipakai untuk diolah

    dalam masakan

    ceri (tomat ranti) yang be