laporan - suaidinmath's blog | technology · web viewtuliskan rumus pythagoras dari segitiga...

Click here to load reader

Post on 30-Mar-2019

244 views

Category:

Documents

0 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

LAPORAN

PAGE

LAPORAN

PENELITIAN TINDAKAN

MENINGKATKAN KEMAMPUAN KOMUNIKASI DAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA TEOREMA PHYTAGORAS MELALUI PEMBELAJARAN THINK-TALK-WRITE DALAM KELOMPOK KECIL

PADA KELAS VIII SMP NEGERI 1 KEMPO

Oleh:

Drs. Suaidin Usman

NIP. 131694379

Pengawas SMP/SMA/SMK

Dinas Diknas Kabupaten Dompu

(Juara II Lomba Pengawas Prestasi Tkt,Propinsi NTB Thn 2008)

DINAS PENDIDIKAN NASIONAL KABUPATEN DOMPU

NUSA TENGGARA BARAT

2008

LEMBAR IDENTITAS

1. Judul Penelitian

Meningkatkan Kemampuan Komunikasi dan Pemecahan Masalah Matematika Melalui Pembelajaran Think-Talk-Write dalam Kelompok Kecil pada SMP Negeri 1 Kempo

2. Peneliti

a. Nama Lengkap

b. Jenis Kelamin

c. Pangkat dan Golongan

d. NIP

e. Tugas

f. Unit Kerja

g. Alamat

h. Alamat Rumah

DRS. SUAIDIN USMAN

Laki-laki

Pembina Tk I, IV/a

131 694 379

Pengawas SMP/SMA

Dinas Diknas Kabupaten Dompu

Jln. Soekarno-Hatta No.17A Dompu

Jln. Imam Bonjol Kel. Kandai II Lingkungan Polo RT 04 Woja Dompu

Tlp. 0373- 21218

3. Lama Penelitian

1 bulan

Dompu, 30 April 2008

Peneliti,

DRS. SUAIDIN USMAN

NIP. 131 694 379

Lembar Pengesahan

Kaya Tulis Hasil Penelitian Tindakan Yang Berjudul Meningkatkan Kemampuan Komunikasi dan Pemecahan Maslah Matemaka Melalui pembelajaran Think-Talk-Write dalam Kelompok Kecil pada SMP negeri I Kempo yang ditulis oleh Drs.Suaidin Usman Pengawas SMP/SMA/SMK Kabupaten Dompu ini telah dipresentasikan dan diuji dalam seleksi pengawas prestasi tingkat propinsi Nusa Tenggara Barat tahun 2008 Hotel Lombok Raya Mataram dengan meraih Prestasi Juara II Tkt Propinsi NTB..

Kepala Dinas Diknas Kabupaten Dompu

Drs.Gaziamansyuri

Pembina Tk.I, IV/b

NIP.131967781

KATA PENGANTAR

Puji syukur ke hadirat Allah SWT, yang telah melimpahkan rahmat dan karuniaNya kepada penulis, sehingga penulis dapat menyelesaikan laporan penelitian tindakan kelas ini.

Tulisan ini adalah catatan ilmiah sederhana yang mengungkapkan upaya nyata penulis beserta rekan sejawat memperbaiki pembelajaran di kelas pada sekolah binaan, yang merupakan tuntutan profesi penulis sebagai pengawas.

Meskipun penulis telah berusaha agar tulisan ini menjadi karya yang baik, namun penulis merasa apa yang telah penulis lakukan masih jauh dari sempurna. Oleh karena itu, kritik dan saran yang membangun sangat penulis harapkan.

Akhirnya, semoga tulisan ini bermanfaat bagi yang membacanya.

Penulis

DAFTAR ISI

Lembar Identitas .

Kata Pengantar

Abstrak

Daftar Isi .

Daftar Tabel

Daftar Gambar

I. PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang Masalah

1.2. Rumusan Masalah ..

1.3. Tujuan dan Manfaat Penelitian ..

1.4. Hipotesis Tindakan

II. KAJIAN PUSTAKA

2.1. Strategi Pembelajaran Think-Talk-Write .

2.2. Belajar dalam Kelompok Kecil (Cooperative Learning) .....

III. PELAKSANAAN PENELITIAN

Lokasi dan waktu penelitian ..

Faktor yang Diteliti

Pelaksanaan Penelitian ..

IV. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Hasil Penelitian ..

Pembahasan .

V. SIMPULAN DAN SARAN

Simpulan

Saran ..

Daftar Pustaka .

Lampiran . ...

DAFTAR TABEL

Tabel 2.1 Contoh Masalah Open-Ended dan Close-Ended

Tabel 3.1 Kriteria Penilaian Penalaran Matematik .

DAFTAR GAMBAR

Gambar 2.1 Pendekatan Open-Ended

Gambar 4.1 Diagram Kemampuan Penalaran Matematik .

Gambar 4.2 Diagram Rata-rata Kemampuan Penalaran Matematik .

Gambar 4.3 Diagram Ketuntasan Belajar ..

DAFTAR LAMPIRAN

1. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran

2. Lembar Kegiatan Siswa

3. Lembar Observasi

4. Kisi-Kisi Soal

5. Alat Evaluasi/tes

6. Catatan Hasil Tes.

I. PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang Masalah

Komunikasi dan pemecahan masalah matematis merupakan bagian dari berpikir matematis tingkat tinggi yang bersifat kompleks, karena itu pembelajaran yang berfokus pada kemampuan tersebut memerlukan prasyarat konsep dan proses dari yang lebih rendah. Artinya kemampuan komunikasi dan pemecahan masalah matematis siswa tidak ada tanpa kemampuan pemahaman yang baik. Hal ini meliputi materi maupun cara mempelajari atau mengajarkannya. Untuk itu dalam pembelajaran perlu dipertimbangkan tugas matematika serta suasana belajar yang mendukung untuk mendorong kemampuan tersebut. Pertimbangan ini menyangkut pengambilan keputusan pembelajaran yang digunakan di kelas yang diambil oleh guru.

Salah satu keputusan yang perlu diambil guru tentang pembelajaran adalah pemilihan pendekatan yang digunakan. Masih banyak guru matematika pada sekolah-sekolah binaan penulis, yang menganut paradigma transfer of knowledge, yang beranggapan bahwa siswa merupakan objek dari belajar. Dalam paradigma ini guru mendominasi dalam proses pembelajaran. Kenyataan ini telah diungkapkan oleh Ruseffendi (1991:328), bahwa matematika yang dipelajari siswa di sekolah sebagian besar tidak diperoleh melalui eksplorasi matematika, tetapi melalui pemberitahuan oleh guru. Walaupun dominasi guru dalam proses pembelajaran matematika tidak selamanya tidak baik, karena terdapat guru yang karena ketegasannya di kelas membuat siswa menjadi lebih bersungguh-sungguh. Namun menurut Sutiarso (2000) kondisi seperti ini menjadikan siswa pasif dalam belajar. Pembelajaran pada kondisi ini berpusat pada keterampilan dasar yang menekankan pada latihan mengerjakan soal rutin (drill) dengan mengulang prosedur serta lebih banyak menggunakan rumus atau algoritma tertentu. Model pembelajaran seperti ini menurut Brooks & Brooks (Ansari, 2004) disebut pembelajaran mekanistik atau konvensional.

Kondisi pembelajaran dimana siswa belajar secara pasif, jelas tidak menguntungkan terhadap hasil belajarnya. Untuk itu perlu usaha guru agar siswa belajar secara aktif. Sriyono (1992) mengatakan bahwa salah satu cara untuk meningkatkan mutu pendidikan adalah dengan mengaktifkan siswa dalam belajar. Dan proporsi aktivitas siswa dalam belajar akan lebih produktif apabila siswa belajar dalam kelompok. Sejalan dengan pendapat tersebut Sumarmo (2000) mengatakan agar pembelajaran dapat memaksimalkan proses dan hasil belajar matematika, guru perlu mendorong siswa untuk terlibat secara aktif dalam diskusi, bertanya serta menjawab pertanyaan, berpikir secara kritis, menjelaskan setiap jawaban yang diberikan, serta mengajukan alasan untuk setiap jawaban yang diajukan. Pembelajaran yang diberikan pada kondisi ini ditekankan pada penggunaan diskusi, baik diskusi dalam kelompok kecil maupun diskusi dalam kelas secara keseluruhan. Meskipun kesimpulan tersebut diambil berdasarkan penelitian yang dilakukan terhadap siswa sekolah dasar, namun pengembangannya sangat mungkin untuk siswa pada jenjang sekolah yang lebih tinggi.

Malone dan Krismanto (1997) mengatakan penggunaan kegiatan kelompok dalam belajar matematika direkomendasikan secara tinggi. Hal ini dimaksudkan untuk mendorong motivasi siswa dalam pembelajaran. Salah satu cara pengelompokkan yang disukai siswa adalah berdasarkan keheterogenan siswa, sehingga pada tiap-tiap kelompok terdapat siswa yang pandai. Diharapkan mereka yang pandai ini dapat membantu siswa lainnya yang kemampuannya lebih rendah.

Dengan mempertimbangkan beberapa pendapat di atas, penulis melakukan sebuah penelitian kolaboratif bersama guru-guru matematika di lingkungan Dinas Diknas Kabupaten Dompu, dengan judul Meningkatkan Kemampuan Komunikasi dan Pemecahan Masalah Matematika Teorema Phytagoras Melalui Pembelajaran Think-Talk-Write dalam Kelompok Kecil pada SMP Negeri 1 Kempo. Strategi pembelajaran yang digunakan ini mengharuskan siswa terlibat berpikir, berbicara, dan menulis dalam proses pembelajaran. Sedangkan model yang dipilih adalah pembelajaran dalam kelompok kecil dengan anggota 4 sampai 6 orang siswa yang dikelompokkan secara heterogen menurut kemampuan matematikanya. Pengelompokkan seperti ini dimaksudkan agar semua siswa terlibat secara aktif dalam proses pembelajaran.

1.2. Rumusan Masalah

Dalam penelitian ini permasalahan dibatasi pada pengembangan dua aspek kemampuan yaitu kemampuan komunikasi dan pemecahan masalah matematika Teorema Phytagoras siswa Kelas VIII SMP Negeri 1 Kempo melalui strategi think-talk-write dalam kelompok kecil. Lebih jelasnya masalah dalam penelitian ini dirumuskan sebagai berikut:

Apakah pembelajaran dengan strategi think-talk-write dalam kelompok kecil dapat meningkatkan kemampuan komunikasi dan pemecahan masalah matematika Teorema Phytagoras siswa?

1.3. Tujuan dan Manfaat Penelitian

Penelitian tindakan ini ditujukan untuk mengetahui :

a. Peningkatan kemapuan guru dalam menerapkan pembelajaran yang inovatif dengan strategi think-talk-write dalam kelompok kecil sebagai alternatif pemecahan masalah-masalah dalam pembelajaran matematika Teorema Phitagoras.

b. Meningkatkan kemampuan komunikasi dan pemecahan masalah matematika teorema Phytagoras siswa.

c. Meningkatkan kolaborasi yang sinergis antara pengawas dan guru-guru pada sekolah binaan.

Manfaat penelitian tindakan ini adalah:

a. Siswa lebih bebas mengekspresikan kemampuan komunikasi matematiknya, sehingga kemampuannya dalam pemecahan masalah matematika menjadi lebih baik.

b. Guru menemukan pendekatan pembelajaran inovatif yang se