laporan studi kasus

Download Laporan Studi Kasus

Post on 22-Nov-2015

61 views

Category:

Documents

2 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

Laporan studi kasus

TRANSCRIPT

4

LAYANAN STUDI KASUS KESULITAN BELAJAR BIOLOGI PADA SISWA KELAS X-2 DI SMA NEGERI 8 MALANGLaporan Layanan Studi Kasus Kesulitan Belajar Bidang StudiDisusun untuk memenuhi tugas matakuliah Praktik Pengalaman Lapangan (PPL)

Oleh:

NUR INDAH MALITA PUTRI(108341409799)

The Learning University

UNIVERSITAS NEGERI MALANG

FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

JURUSAN BIOLOGIPROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGIApril 2012LEMBAR PERSETUJUAN

Laporan Layanan Bimbingan (Studi Kasus) Kesulitan Belajar Bidang Studi Siswa SMA Negeri 8 Malang Tahun Ajaran 2011/2012 telah diperiksa dan disetujui pada bulan April 2012.

Malang, April 2012

Konselor BK,

Koordinator BK,

Mamik Sri Mulyani, M.Pd

Mamik Sri Mulyani, M.Pd

NIP. 19630626 198703 2 015

NIP. 19630626 198703 2 015Mengetahui,

Kepala SMA Negeri 8 Malang

Ninik Kristiani, M.Pd

NIP. 19670206 199403 2 009

KATA PENGANTARPuji syukur kehadirat Allah SWT karena atas limpahan rahmat dan hidayah-Nya, praktikan dapat menyelesaikan laporan layanan studi kasus ini dengan baik. Laporan ini disusun untuk memenuhi tugas dalam matakuliah Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) semester genap tahun akademik 2011/2012 yang dilakukan di SMA Negeri 8 Malang. Laporan ini berisi hasil pengalaman langsung praktikan dalam membantu siswa yang mengalami kesulitan belajar, khususnya pada bidang studi biologi.Ucapan terima kasih yang mendalam praktikan berikan kepada :

1. Kepala SMA Negeri 8 Malang, Ninik Kristiani, M.Pd yang telah memberikan kesempatan, tempat dan waktu guna terselenggaranya kegiatan PPL,

2. Dosen pembimbing lapangan, Dra. Eko Sri Sulasmi, M.S. yang telah memberikan arahan dan meninjau perkembangan praktikan dalam mengajar di sekolah selama pelaksanaan PPL berlangsung,

3. Nurnirin, S.Pd selaku koordinator PPL yang telah membimbing dan membantu segala aktivitas praktikan selama berada di SMA Negeri 8 Malang,4. Mamik Sri Mulyani, M.Pd selaku guru Bimbingan Konseling (BK) di SMA Negeri 8 Malang yang telah memberikan bimbingan dan saran yang membangun selama tahap persiapan sampai pada akhir pelaksanaan PPL, khususnya dalam kegiatan layanan studi kasus,5. Dra. Liliek Triani, M.KPd. selaku guru pamong yang telah banyak membimbing dan memberikan saran kepada praktikan selama melakukan PPL di SMA Negeri 8 Malang,6. Bapak/ Ibu guru, pegawai dan staf karyawan SMA Negeri 8 Malang yang telah banyak mendukung dan membantu pelaksanaan PPL praktikan,7. Saudara Saiful Anwar (nama fiktif) selaku klien dalam kegiatan layanan studi kasus yang telah bersedia memberikan informasi dan melaksanakan segala aktivitas dalam rangka pemberian layanan studi kasus oleh praktikan,8. Rekan-rekan mahasiswa peserta PPL di SMA Negeri 8 Malang yang telah banyak membantu bertukar pikiran dan informasi dalam pelaksanaan dan penulisan laporan layanan studi kasus.9. Para peserta didik di SMA Negeri 8 Malang, khususnya kelas X-2 yang telah memberikan tanggapan positif dan kerjasamanya terhadap pelaksanaan PPL dan layanan studi kasus yang praktikan laksanakan. Harapan praktikan, semoga laporan ini dapat bermanfaat sebagai bahan analisis bagi praktikan, rekan-rekan mahasiswa PPL serta guru matapelajaran biologi di SMA Negeri 8 Malang untuk memperbaiki kekurangan di masa mendatang.

Praktikan menyadari bahwa laporan ini masih jauh dari sempurna. Untuk itu, praktikan senantiasa membuka lebar tempat untuk kritik dan saran yang bersifat membangun. Akhir kata, praktikan ucapkan terima kasih.

Malang, 4 April 2012

Praktikan

ABSTRAK

Putri, Nur Indah Malita. 2012. Layanan Studi Kasus Kesulitan Belajar Biologi Pada Siswa Kelas X-2 Di SMA Negeri 8 Malang. Studi Kasus, Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang.Kata kunci : Studi kasus, kesulitan belajar, biologiLayanan studi kasus kesulitan belajar bidang studi adalah upaya mengenal, memahami dan menetapkan siswa yang mengalami kesulitan belajar, khususnya kesulitan belajar bidang studi, dengan kegiatan mengidentifikasi, mendiagnosis, memprognosis, dan memberikan pertimbangan pemecahan masalah. Langkah-langkah studi kasus kesulitan belajar biologi meliputi: dokumentasi nilai kelas, penentuan siswa klien studi kasus, identifikasi kasus melalui observasi, angket, dan wawancara, diagnosis masalah belajar siswa, prognosis (mengusulkan beberapa jenis bantuan), pemberian bantuan, follow up (menindaklanjuti pemberian bantuan).

Alasan pemilihan siswa adalah: (1) Nilai ulangan siswa klien cukup rendah dan jauh jika dibandingkan dengan siswa yang lain (seringnya di bawah KKM) dan tidak menunjukkan adanya peningkatan, (2) Kurang disiplin dalam hal mengumpulkan tugas, jarang mengumpulkan tugas yang diberikan oleh guru, (3) Sering tidak mengikuti pelajaran Biologi, disebabkan oleh acara ekstrakulikuler ataupun alasan yang lain, (4) Siswa sering tidak berkonsentrasi (fokus) ketika guru menjelaskan, serta kurang aktif dalam proses diskusi kelas dan diskusi di dalam kelompok, (5) Siswa sering diajak berbicara dan bercanda oleh teman-teman di sekitarnya ketika kegiatan belajar mengajar bahkan saat ulangan sedang berlangsung.Bantuan yang diberikan kepada siswa meliputi: (1) penerapan model pembelajaran yang menuntut siswa untuk aktif, yaitu melalui model pembelajaran cooperative learning diskusi-presentasi, (2) pengaturan kelompok yang menempatkan siswa yang bersangkutan dengan siswa yang lebih aktif untuk memotivasi keaktifan siswa tersebut, (3) penempatan posisi kelompok dengan menjauhkan siswa dari teman-teman yang sering mengganggu kegiatan belajarnya di kelas, (4) pemantapan materi pelajaran biologi dilakukan oleh praktikan dengan cara memberikan pelajaran tambahan kepada siswa tentang materi biologi yang belum dipahaminya di luar jam sekolah. Hasil observasi praktikan menunjukkan adanya perubahan yang positif dari diri siswa yaitu siswa menjadi lebih aktif untuk bertanya, mengemukakan pendapat dalam diskusi, dan lebih fokus dalam kegiatan belajar mengajar.Kesimpulan dari pelaksanaan kegiatan layanan studi kasus yang dilakukan oleh praktikan di kelas X-2 SMAN 8 Malang adalah, terdapat siswa yang mengalami kesulitan belajar karena sering terganggu oleh teman-teman di sekitarnya serta sulit memahami materi yang berbahasa Inggris. Bantuan yang dapat diberikan oleh praktikan adalah dengan menggunakan model pembelajaran diskusi presentasi serta menempatkan siswa klien studi kasus dengan siswa lain yang lebih aktif, serta memberikan pelajaran tambahan di luar jam sekolah.

DAFTAR ISI

HalamanLEMBAR PERSETUJUAN iKATA PENGANTAR iiABSTRAK ivDAFTAR ISI v

BAB I PENDAHULUANA. Latar Belakang 1

B. Pengertian Layanan Studi Kasus 3

C. Tujuan Layanan Studi Kasus 4

D. Metode Pengumpulan Data 5

E. Alasan Pemilihan Siswa 6F. Konfidensialitas 7BAB II JABARAN ISIA. Identifikasi Kasus 8

B. Diagnosis 11

C. Prognosis 12

D. Treatment (Pemberian Bantuan) 13

E. Follow Up (Tindak Lanjut) 16

BAB III PENUTUP A. Kesimpulan

18

B. Saran

18

DAFTAR RUJUKAN 19

LAMPIRAN

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar BelakangPendidikan adalah suatu proses, yaitu usaha manusia dengan penuh tanggung jawab untuk membimbing anak-anak didik menuju kedewasaan. Pendidikan juga dapat diartikan sebagai usaha sadar untuk menumbuhkembangkan potensi sumber daya manusia (SDM) melalui kegiatan pengajaran. Oleh karena itu pihak guru dalam proses pengajaran tidak hanya menyampaikan materi pengetahuan saja tetapi lebih dari itu yakni mendidik anak didiknya agar mencapai kedewasaaan yang berguna bagi agama, dan masyarakat. Proses pembelajaran merupakan rangkaian kegiatan yang mempunyai tujuan, yaitu diperolehnya hasil belajar pada diri siswa. Oleh karena itu penyelenggaraan pendidikan membutuhkan tenaga pendidik untuk mengadakan proses belajar mengajar sehingga tercapai hasil belajar atau prestasi belajar. Hasil belajar merupakan pencapaian siswa ketika sudah menempuh suatu proses belajar. Hasil belajar dapat berupa perubahan tingkah laku, baik berbentuk kecakapan berpikir, sikap, maupun ketrampilan dalam melakukan suatu kegiatan tertentu. Tingkah laku yang baru itu misalnya dari tidak tahu menjadi tahu, timbulnya pengertian-pengertian baru, perubahan dalam sikap, kebiasaan, ketrampilan, perkenalan dan pertumbuhan jasmaniah. Kualitas proses belajar sangat dipengaruhi oleh kualitas tenaga pengajar, tenaga pengajar yang berkualitas adalah tenaga pengajar yang memiliki 4 kompetensi dasar, yaitu kompetensi di bidang akademis, pedagogik, bidang sosial dan profesional. Oleh karena itu, Universitas Negeri Malang (UM) sebagai institusi (lembaga pendidikan) pencetak generasi bangsa berupa tenaga pendidik/pengajar berupaya untuk menyiapkan tenaga pendidik yang memiliki keempat kompetensi dasar tersebut, yaitu dengan adanya kebijakan bahwa mahasiswa UM program studi pendidikan diwajibkan mengikuti program Praktik Pengalaman Lapangan (PPL). Melalui PPL mahasiswa akan mendapat pengalaman secara langsung untuk mengaplikasikan ilmu yang telah didapat selama di universitas. Sehingga, setelah menyelesaikan pendidikannya calon pendidik diharapkan akan siap secara mandiri dalam mengemban tugas guru sesuai bidangnya.Praktikan sebagai pelaku program PPL dan juga calon guru tentunya tidak hanya berkewajiban menyampaikan materi pembelajaran atau mentransfer pengetahuan saja. Tetapi juga dituntut untuk memahami kondisi peserta didik dalam penerimaan pembelajaran tersebut. Seorang guru juga diharapkan untuk peka dan tanggap terhadap masalah yang dihadapi oleh anak didiknya serta dapat menangani peserta didik yang mengalami kesulitan dalam belajar dan mencari suatu pemecahan sebagai jalan keluar