laporan residensi rs. baptis dan panti nirmala

Download Laporan Residensi RS. Baptis Dan Panti Nirmala

Post on 18-Sep-2015

94 views

Category:

Documents

10 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

BAB 1PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang.Proses mekanisme pasar saat ini sangat didominasi oleh adanya globalisasi yang mencerminkan berbagai produk dan jasa unggulan berdaya saing tinggi, sehingga dimanfaatkan sebagai peluang pasar. Tentunya hal ini berlaku pula pada industri perumah sakitan. Namun perlu diingat bahwa industri jasa kesehatan sesuai dengan Tri Dharma Perguruan Tinggi dan fungsi sosial Rumah Sakit dalam UU No 44 / th 2009 tentang Rumah Sakit, bahwa penyelenggaraan pelayanan kesehatan harus berlandaskan pada etika dan moral. Dengan demikian Rumah sakit dihadapkan pada kebutuhan peningkatan pelayanan publik dan prinsip keselamatan pasien pada layanan kesehatan di Indonesia sehingga Rumah Sakit dituntut untuk bersikap lebih profesional, menjaga mutu pelayanan dan terbuka terhadap pelayanan masyarakat. Bentuk dalam meningkatkan mutu pelayanan kesehatan dan profesionalitas adalah dengan proses akreditasi rumah sakit, sebagaimana disebutkan dalam UU No. 44 tahun 2009 tentang Rumah Sakit, pasal 40 ayat 1 menyatakan bahwa bahwa dalam upaya peningkatan mutu pelayanan Rumah Sakit wajib dilakukan akreditasi secara berkala minimal 3 tahun sekali . Akreditasi Rumah Sakit di Indonesia pertama kali dilaksanakan pada tahun 1995, dengan 5 pelayanan, kemudian pada tahun 1998 bertambah menjadi 12 pelayanan dan pada tahun 2001 menjadi 16 pelayanan. Namun sejalan dengan peningkatan tuntutan masyarakat terhadap pelayanan yang berfokus kepada pasien, maka diperlukan perubahan paradigma akreditasi yang berfokus kepada provider menjadi akreditasi yang berfokus kepada pasien. Oleh karena itu Komisi Akreditasi Rumah Sakit (KARS) menetapkan standar akreditasi versi 2012 yang mengarah kepada tren dunia internasional. Standar akreditasi versi 2012 merujuk kepada tren dan kriteria standar akreditasi internasional dengan harapan bahwa implementasi dari standar akreditasi tersebut akan mendorong para pemilik dan provider RS untuk memberikan pelayanan dengan mutu yang terstandarisasi dan menekankan pada keselamatan pasien. Hal tersebut akan meningkatkan kepercayaan/pengakuan masyarakat Indonesia dan internasional terhadap perumah sakitan Indonesia.Namun, penerapan akreditasi versi 2012 ini ternyata dirasakan sulit bagi rumah sakit. Hal ini terutama disebabkan karena akreditasi versi baru ini memiliki standar dan elemen penilaian yang jauh berbeda serta jauh lebih banyak dibandingkan dengan versi sebelumnya. Pada versi 2012 ini lebih mengutamakan pada metode telusur, tidak hanya kelengkapan dokumen sebagaimana versi sebelumnya. Metode telusur ke seluruh fasilitas rumah sakit, seluruh staf rumah sakit tanpa terkecuali, sampai dengan telusur ke pasien yang ada di rumah sakit. Sampai dengan akhir Desember 2014, dari......... RS yang ada di Jawa Timur, baru ........Rumah Sakit yang telah terakreditasi versi 2012, termasuk diantaranya adalah RS. Panti Nirmala dan RS. Baptis Batu. Oleh karena itu, pada residensi kali ini, kami akan mempelajari bagaimana persiapan dan proses akreditasi di RS. Baptis Batu dan RS. Panti Nirmala yang telah lulus paripurna.

1.2 Tujuan dan Manfaat 1.3.1 Tujuan :1.3.1.1 Umum : Mempelajari proses persiapan dan pelaksanaan akreditasi di Rumah Sakit Baptis Batu dan Rumah Sakit Panti Nirmala Malang 1.3.1.2 Khusus :1. Mengetahui langkah- langkah persiapan akreditasi.2. Mengetahui proses membangun komitmen karyawan untuk persiapan dan pelaksanaan akreditasi rumah sakit3. Mengetahui pelaksanaan program sesuai standar akreditasi 4. Mengetahui evaluasi dan tindak lanjut hasil penilaian akreditasi. 1.3.2 Manfaat :Melalui kegiatan residensi ini diharapkan mahasiswa memiliki pengetahuan bagaimana persiapan, pelaksanaan dan evaluasi akreditasi di dua rumah sakit yang berbeda

BAB 2TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Definisi Akreditasi Rumah SakitAkreditasi rumah sakit merupakan suatu proses dimana suatu lembaga, yang independen, melakukan asesmen terhadap rumah sakit (KARS, 2012). 2. 2 Tujuan Akreditasi Rumah SakitTujuannya adalah menentukan apakah rumah sakit tersebut memenuhi standar yang dirancang untuk memperbaiki keselamatan dan mutu pelayanan. Standar akreditasi sifatnya berupa suatu persyaratan yang optimal dan dapat dicapai. Akreditasi menunjukkan komitmen nyata sebuah rumah sakit untuk meningkatkan keselamatan dan kualitas asuhan pasien, memastikan bahwa lingkungan pelayanannya aman dan rumah sakit senantiasa berupaya mengurangi risiko bagi para pasien dan staf rumah sakit. Dengan demikian akreditasi diperlukan sebagai cara efektif untuk mengevaluasi mutu suatu rumah sakit, yang sekaligus berperan sebagai sarana manajemen. Proses akreditasi dirancang untuk meningkatkan budaya keselamatan dan budaya kualitas di rumah sakit, sehingga senantiasa berusaha meningkatkan mutu dan keamanan pelayanannya.Melalui proses akreditasi rumah sakit dapat : 1. Meningkatkan kepercayaan masyarakat bahwa rumah sakit menitik beratkan sasarannya pada keselamatan pasien dan mutu pelayanan2. Menyediakan lingkungan kerja yang aman dan efisien sehingga staf merasa puas 3. Mendengarkan pasien dan keluarga mereka, menghormati hak-hak mereka, dan melibatkan mereka sebagai mitra dalam proses pelayanan4. Menciptakan budaya mau belajar dari laporan insiden keselamatan pasien 5. Membangun kepemimpinan yang mengutamakan kerja sama. Kepemimpinan ini menetapkan prioritas untuk dan demi terciptanya kepemimpinan yang berkelanjutan untuk meraih kualitas dan keselamatan pasien pada semua tingkatanStandar akreditasi rumah sakit ini merupakan upaya Kementerian Kesehatan menyediakan suatu perangkat yang mendorong rumah sakit senantiasa meningkatkan mutu dan keamanan pelayanan. Dengan penekanan bahwa akreditasi adalah suatu proses belajar, maka rumah sakit distimulasi melakukan perbaikan yang berkelanjutan dan terus menerus. Standar ini yang titik beratnya adalah fokus pada pasien disusun dengan mengacu pada sumber-sumber antara lain sebagai berikut :1. International Principles for Healthcare Standards, A Framework of requirement for standards, 3rd EdiTIon December 2007, International Society for Quality in Health Care ( ISQua )2. Joint Commission International Acreditation Standards for Hospitals, 4th Edition, 20113. Instrumen Akreditasi Rumah Sakit, edisi 2007, Komisi Akreditasi Rumah Sakit ( KARS ) 4. Standar-standar spesifik lainnya untuk rumah sakit.

2.3 Manfaat Akreditasi Rumah Sakit1. Meningkatkan kepercayaan pasien terhadap pelayanan rumah sakit2. Bagi tenaga kesehatan di rumah sakit, akreditasi bermanfaat menciptakan rasa aman bagi mereka dalam melaksanakan tugasnya karena sarana dan prasarana yang tersedia di rumah sakit sudah memenuhi standar sehingga tidak akan membahayakan diri mereka. Selain itu, sarana dan prasarana yang sesuai standar juga sangat membantu mempermudah proses kerja mereka. 3. Bagi rumah sakit akreditasi bermanfaat sebagai alat untuk negosiasi dengan pihak ketiga misalnya asuransi atau perusahaan. Akreditasi bermanfaat sebagai salah satu alat berpromosi. Disamping itu akreditasi juga bermanfaat sebagai alat untuk mengukur kinerja pengelola rumah sakit. 2.4 Standar Akreditasi Rumah Sakit Versi 2012Paradigma Akreditasi versi 20121. Tujuan akreditasi adalah peningkatan mutu pelayanan rumah sakit2. Standar akreditasi harus memenuhi kriteris-kriteria internasional dan bersifat dinamis3. Pelayanan berfokus pada pasien4. Keselamatan pasien menjadi standar utama5. Kesinambungan pelayanan harus dilakukan baik saat merujuk keluar maupun serah terima pasien di dalam rumah sakit (antar unit, antar shift,antar petugas)

Standar akreditasi RS versi 2012 terdiri dari 15 bab :1. Sasaran keselamatanpasienrumahsakit(SKP)2. Hak pasien dan keluarga(HPK)3. Pendidikan pasien dan keluarga(PPK)4. Peningkatanmutudankeselamatanpasien(PMKP)5. MilleniumDevelopmentGoals(MDGs)6. AksesPelayanan dan KontinuitasPelayanan(APK)7. AsesmenPasien(AP)8. PelayananPasien(PP)9. PelayananAnestesidanBedah(PAB)10. ManajemenPenggunaanObat(MPO)11. ManajemenKomunikasidanInformasi(MKI)12. KualifikasidanPendidikanStaff(KPS)13. PencegahandanPengendalianInfeksi(PPI)14. TataKelola,KepemimpinandanPengarahan(TKP)15. ManajemenFasilitasdanKeselamatan(MFK)

2.5 Penilaian Akreditasi Rumah Sakit2.5.1 Ketentuan Penilaian1. Penilaian akreditasi rumah sakit dilakukan melalui evaluasi penerapan Standar Akreditasi Rumah Sakit KARS yang terdiri dari 4 kelompok standar :a. Standar Pelayanan Berfokus pada Pasien, terdapat 7 bab b. Standar Manajemen Rumah Sakit, terdapat 6 bab c. Sasaran Keselamatan Pasien Rumah Sakit, merupakan 1 bab d. Sasaran Milenium Development Goals, merupakan 1 bab 2. Penilaian suatu Bab ditentukan oleh penilaian pencapaian (semua) Standar pada bab tsb, dan menghasilkan nilai persentase bagi bab tsb.3. Penilaian suatu Standar dilaksanakan melalui penilaian terpenuhinya Elemen Penilaian (EP), menghasilkan nilai persentase bagi standar tsb.4. Penilaian suatu EP dinyatakan sebagai :a. Tercapai Penuh (TP) ,diberikan skor 10 b. Tercapai Sebagian (TS) ,diberikanskor 5 c. Tidak Tercapai (TT) ,diberikanskor 0 d. Tidak Dapat Diterapkan (TDD) ,Tidak masuk dalam proses penilaian dan perhitungan5. Penentuan Skor 10 (Sepuluh)a. Temuan tunggal negatif tidak menghalangi nilai tercapai penuh dari minimal 5 telusur pasien/pimpinan/stafb. Nilai 80% - 100% daritemuanatau yang dicatatdalamwawancara, observasi dan dokumen (misalnya, 8 dari 10) dipenuhic. Data mundur tercapaipenuh adalahsebagaiberikut : i. Untuk survei awal : selama 4 bulankebelakang ii. Survei lanjutan : selama 12 bulan ke belakang 6. Penentuan Skor 5 (Lima)a. Jika 20% sampai 79% (misalnya , 2 sampai 8 dari 10) dari temuan atau yang dicatat dalam wawancara, observasi dan dokumenb. Bukti pelaksanaan hanya dapat ditemukan di sebagian daerah/unit kerja yang seharusnya dilaksanakanc. Regulasi tidak dilaksanakan secara penuh/lengkap d. Kebijakan/proses sudah ditetapkan dan dilaksanakan tetapi tidakdapat dipertahankane. Data mundur sbb

Recommended

View more >