laporan prc kota

Download Laporan Prc Kota

Post on 24-Jan-2016

220 views

Category:

Documents

1 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

salah satu konsep pengambangan wilayah perkotaan adalan pembangunan berkelanjutan. kota berkelanjutan (sustainable city) adalah kota yang mampu memenuhi kebutuhan masa kini tanpa mengabaikan kebutuhan generasi mendatang. Dalam perkembangan konsep selanjutnya, kota berkelanjutan dielaborasi oleh Stern, Whitney & While (1992) sebagai suatu interaksi antara sistem biologis dan sumberdaya, sistem ekonomi dan sistem sosial meskipun dalam konsep berkelanjutan yang ada yaitu ekologi, ekonomi, sosial tersebut akan semakin menyulitkan pelaksanaannya

TRANSCRIPT

PERENCANAAN KOTAKONSEP PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN KELOMPOK 8BAB IPENDAHULUAN

1.1 Latar BelakangPembangunan kota baru di Indonesia dimulai sejak tahun 1950-an, yaitu melalui pembangunan kota baru, antara lain Kebayoran Baru (Jakarta, 1949), Plan Cipaganti (1953-1955) dan Cijagra (1968) keduanya berada di Bandung, Kota Baru Palangkaraya (Kalimantan Tengah, 1953) serta beberapa kota baru lainnya. Indonesia hingga kini memiliki kota yang jumlahnya mencapai ratusan banyaknya, sama halnya dengan negara-negara lain negara Indonesia juga ingin mewujudkan pembangunan kota yang berkelanjutan. Pembangunan berkelanjutan pada dasarnya sudah menjadi perhatian semua negara di muka bumi ini termasuk negara Indonesia. Berawal dari pernyataan tentang pentingnya kesadaran semua pihak tentang berbagai isu lingkungan global, maka muncul istilah pembangunan berkelanjutan (sustainable development). Pembangunan berkelanjutan yang ditujukan untuk memenuhi kebutuhan generasi sekarang tanpa mengorbankan kepentingan dan kebutuhan generasi yang akan datang. Menurut Brundtland (1987) kota berkelanjutan (sustainable city) adalah kota yang mampu memenuhi kebutuhan masa kini tanpa mengabaikan kebutuhan generasi mendatang. Dalam perkembangan konsep selanjutnya, kota berkelanjutan dielaborasi oleh Stern, Whitney & While (1992) sebagai suatu interaksi antara sistem biologis dan sumberdaya, sistem ekonomi dan sistem sosial meskipun dalam konsep berkelanjutan yang ada yaitu ekologi, ekonomi, sosial tersebut akan semakin menyulitkan pelaksanaannya. Pembangunan berkelanjutan pada aktivitasnya memanfaatkan seluruh sumberdaya, guna meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan masyarakat. Pelaksanaan pembangunan berkelanjutan pada dasarnya juga merupakan upaya memelihara keseimbangan antara lingkungan alami dan lingkungan binaan sehingga kedua lingkungan tersebut dapat berjalan serasi dan seimbang. Berdasarkan konsep pembangunan kota yang berkelanjutan ini maka akan dibahas studi kasus mengenai kajian permasalahan dan strategi pembangunan lingkungan berkelanjutan di daerah Cekungan Bandung. Permasalahan lingkungan yang terjadi di Cekungan Bandung merupakan akibat dari perencanaan dan pengelolaan tata ruang dan lahan yang tidak tepat. Tekanan penduduk dan aktivitas ekonomi yang terus meningkat telah menyebabkan perubahan tata guna lahan. Selain itu, meningkatnya aktivitas permukiman dan industri juga telah menimbulkan permasalahan lingkungan yang mengakibatkan tercemarnya air sungai Citarum. Memburuknya kualitas air sungai ini diakibatkan masih banyaknya aktivitas industri, perumahan serta peternakan yang membuang limbahnya langsung ke sungai Citarum termasuk limbah padat atau sampah. Kualitas udara kota besar di Cekungan Bandung juga mengalami penurunan akibat meningkatnya industri dan jumlah kendaraan bermotor yang ditandai dengan meningkatnya pemcemaran udara. Dengan demikian, akan dibahas kajian mengenai permasalahan lingkungan yang terjadi di Cekungan Bandung sehingga dapat diperoleh informasi yang memadai dalam menyusun strategi penyelesaian lingkungan untuk pengelolaan Daerah Aliran Sungai (DAS) terpadu di sekitaran Cekungan Bandung sehingga mewujudkan pembangunan kota yang berkelanjutan. 1.2 Rumusan MasalahRumusan masalah yang akan dibahas yaitu:1. Bagaimana konsep pembangunan berkelanjutan pada studi kasus di Cekungan Bandung?2. Bagaimana indikator pembangunan yang dapat diterapkan pada studi kasus di Cekungan Bandung yang berkaitan dengan pembangunan berkelanjutan?1.3 Tujuan PenulisanTujuan penulisan laporan yaitu :1. Mahasiswa mengetahui konsep pembangunan berkelanjutan2. Mahasiswa mengetahui indikator pembangunan berkelanjutan yang perlu diterapkan.

BAB IIComment by ayuq: bab 2 diarahkan untuk menjawab kasus (cekungan bandung)TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Pengertian dan Karakteristik KotaPengertian mengenai kota yang sering dijadikan acuan di Indonesia adalah tempat dengan konsentrasi penduduk yang kebih padat dengan wilayah sekitarnya karena terjadi pemustan kegiatan fungsional yang berkaitan dengan kegiatan atau aktivitas penduduknya, engan ungkapan yang berbeda definisi kota yang lain adalah permukiman yang berpenduduk relatif besar, luas areal terbatas, pada umumnya bersifat nonagraris, kepadatan penduduk relatif tinggi, tempat sekelompok orang dalam jumlah tertentu dan bertempat tingga dalam wilayah geografis tertentu, cenderung berpola hubungan rasional, ekonomis dan individualistis (Ditjen Cipta Karya: 1997). Berebeda dengan perkotaan yang memeliki pengertian yang lebih luas, dalam hal ini perkotaan atau kawasan perkotaan adalah permukiman yang meliputi kota induk dan daerah pengaruh di luar batas administrasinya yang berupa daerah pinggiran sekitarnya atau daerah suburban sedangkan menurut UU No. 26 Tahun 2007 tentang penataan ruang, kawasan perkotaan merupakan kawasan yang mempunyai kegiatan utama bukan pertanian dengan susunan fungsi kawasan sebagai tempat permukiman perkotaan, pemusatan dan distribusi pelayanan jasa pemerintahan, pelayanan sosial dan kegiatan ekonomi.Berdasarkan uraian pengertian kota yang telah disebutkan maka dapat disimpulkan bahwa pengertian kota dapat dibedakan menjadi dua yaitu, pengertian kota secara fungsional dan pengertian kota sebagai daerah otonom. Pengertian kota yang pertama lebih mengacu pada pengertian fungsional yang terkait dengan pemenuhan ciri-ciri perkotan secara fisik, sosial demografis dan ekonomi. Pengertian yang kedua, lebih terkait dengan salah satu bentuk daerah otonom yang ada dalam sistem pemerintahan daerah di negara kota, yaitu Daerah Kota selain daerah Kabupaten yang dulu sering disebut dengan Kotamadya Daerah Tingkat II.Pembahasan dalam konteks ruang, kota merupakan satu sistem yang tidak berdiri sendiri. Secara internal kota merupakan satu kesatuan sistem kegiatan fungsional didalamnya, semestara secara eksternal, kota dipengaruhi oleh lingkungan di sekitarnya, dalam hal ini secara umum kota dapat dikatan sebagai suatu tempat dengan konsentrasi penduduklebih padat dari wilayah sekitarnya, dengan berbagai pengertian kota yang ada, kota mempunyai pengertian dan batasan yang bermacam-macam sesuai dengan sudut pandang tiap ilmuan.Pedoman Penyusunan Penataan Ruang Kawasan Perkotaan, dengn mengacu pada PP No. 129 tahun 2000 memberikan kriteria untuk tiap jenis kawasan perkotaan secara umum yaitu:1. Memiliki fungsi kegiatan utama budidaya bukan pertanian.2. Memiliki jumlah penduduk sekurang-kurangnya 10.000 jiwa.3. Memiliki kepadatan penduduk sekurang-kurangnya 50 jiwa per hektar.4. Memiliki fungsi sebagai pusat koleksi dan distribusi pelayanan barang dan jasa dalam benruk sarana dan prasarana pergantian moda transfortasi.Khususnya untuk kawasan perkotaan metropolitan ciri-cirinya adalah:1. Kawasan-kawasan perkotaan yang terdapat di dua atau lebih daerah otonom yang saling berbatasan.2. Kawasan perkotaan yang terdiri atas satu kota inti bersetatus otonom dan yang disekitarnya membentuk suaty sistem fungsional.3. Kawasan perkotaan dengan jumlah penduduk secara keseluruhan melebihi 1.000.000 jiwa.2.2Perencanaan KotaPerencanaan kota merupakan kegiatan atau proses yang tersusun seccara sistematis, rational atau logis yang bertujuan dalam batas batas tertentu. Perencanaan kota merupakan kegiatan utnuk merumuskan masalah pada suatu kebijakan yang dapat digunakan untuk membuat sebuah rencana. Perencanaan kota akan lebih baik jika terdapat keselarasan dan saling memahami antara kekuatan pemerintah dan non pemerintah. Perencanaan kota secara keseluruhan tidak dapat hanya dilakukan oleh satu atau beberapa orang saja namun dibutuhkan organisasi yang saling mendukung satu sama lain guna mencapi kesuksesan dalam suatu perencanaan. Perencanaan kota harus sesuai dengan perundang-undangan yang berlaku bagi daerah perkotaan dan wilayah tertentu yang saling berkaitan dengan kesehatan, keamanan, dan kesejahteraan masyarakat, penggunaan tanah, pembagian persil dan kualitas lingkungan. Jika perencanaan kota sesuai dengan suatu kebijakan maka dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat kota sendiri.1. Pengertian PerencanaanMenurut UU No. 25 tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional, perencanaan adalah suatu proses untuk menentukan tindakan masa depan yang tepat, melalui urutan pilihan dengan memperhitungkan, sumber daya yang tersedia. Perencanaan secara umum dapat diartikan sebagai proses untuk menentukan tindakan masa depan yang tepat, melalui urutan pilihan dengan memperhitungkan sumber daya yang tersedia. Dalam konteks perencanaan pembangunan perencanaan merupakan proses kontinu, yang menyangkut pengambilan keputusan atau pilihan mengenai cara memanfaatkan sumberdaya yang ada semaksimal mungkin guna mencapai tujuan-tujuan tertentu dimasa depan (Conyer & Hill, 1984). Maka produk atau output dari perencanaan sebagai rencana, yang merupakan rumusan kegiatan yang akan dilaksanakan secara spesifik di masa yang akan datang, sebagai produk dari suatu proses perencanaan, rencana dapat berbentuk cetak biru yan mempresentasikan tujuan atau sesuatu yang ingin dicapai dan regulasi yaitu alat untuk mencapai tujuan yang dideskripsikan. Sehingga aktivitas perencanaan dipergunakan dalam berbagai lingkup, sektor, skala spasial, serta tingkat operasionalnya. 2. Unsur-unsur PerencanaanTerdapat empat unsur dalam perencanaan menurut Conyer & Hill, 1984 yaitu:a. Merencana berarti memilih artinya perencanaan merupakan suatu proses memilih diantara berbagai kegiatan yang diinginkan, karena tidak semua yang diinginkan itu dapat dilakukan dan dicapai dalam waktu yang bersamaan.b. Perencanaan sebagai alat untuk mengalokasikan sumberdaya artinya penggunaan sumberdaya menunjukkan segala sesuatu yang dianggap berguna dalam pencapaian suatu tujuan tertentu. Dimana sumber daya disini mencakup sumber daya manusia, sumber daya modal dan keuangan. Oleh karena itu kuantitas dan kualitas sumberdaya tersebut berpengaruh dalam proses memilih diantara berbagai pilihan tindakan yang ada.c. P