laporan praktikum kd ipa 1

Download Laporan Praktikum KD IPA 1

Post on 30-Jun-2015

5.826 views

Category:

Education

7 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

Kegiatan 10-15 larutan elektrolit non elektrolit larutan asam basa uji kabohidrat lemak dan protein amankah makananku tekanan darah dan denyut nadi ekosistem

TRANSCRIPT

  • 1. LAPORANPRAKTIKUMKONSEP DASAR IPA 1Dosen Pengampu : Kartika Christy S, M.Si.Disusun Oleh :Winahyu Arif WicaksonoK711226922II CKELOMPOK 4PROGRAM S1 PGSD KAMPUS VI KEBUMENFAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKANUNIVERSITAS SEBELAS MARETSURAKARTA

2. 2013KATA PENGANTARPuji syukur saya panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena atas berkahdan rahatnya saya dapat menyelesaikan tugas penyusunan Laporan Praktikum IPA 1 sebagaiTugas Prasyarat Mata Kuliah Konsep Dasar IPA 1. Tak lupa saya ucapkan terima kasih pada :1. Ibu Kartika Chrsty S, M.Si. selaku Dosen Mata Kuliah Konsep DasarIPA 1 yang telah memberikan bimbingan.2. Kakak kakak asisten dosen yang telah membimbing dalam melakukan praktikum3. Ayah dan ibu yang selalu mendoakan saya4. Teman Teman Kelompok 4 yang telah membantu saya dengan sabar5. Saudara Opie Meilana yang senantiasa mengingatkan dan memberi motivasi kepadasayaSaya menyadari dalam pembuatan Laporan Praktikum IPA 1 ini masih banyak terdapatkekurangan, oleh karena itu saya berharap kritik dan saran yang bersifat membangun daripembaca sekalian guna menyempurnakan tugas berikutnya.Kebumen, 28 Mei 2013Penyusun 3. DAFTAR ISIHALAMAN JUDUL .................................................................................... iKATA PENGANTAR .................................................................................. iiDAFTAR ISI ................................................................................................. iiiLAPORAN PRAKTIKUMA. KEGIATAN 10 DAYA HANTAR LISTRIK ...................................... 3B. KEGIATAN 11 RESPIRASI .................................................C. KEGIATAN 12 UJI KARBOHIDRAT, LEMAK DAN PROTEINDALAM MAKANAN............................................................................ 3D. KEGIATAN 13 AMANKAH MAKANANKU .................................... 8E. KEGIATAN 14 TEKANAN DARAH MANUSIA ............................... 13F. KEGIATAN 15 EKOSISTEM .................................................................. 18PENUTUP .....................................................................................................LAMPIRAN FOTO ....................................................................................... 4. KEGIATAN 10 5. DAYA HANTAR LISTRIK1. Uji Larutan Elektrolit dan Non ElektrolitI. Tujuan :1. Dapat membedakan larutan elektrolit dan non elektrolit berdasarkan daya hantarlistriknya.2. Dapat membedakan larutan asam dan basaII. Landasan Teori1. Larutan adalah campuran homogen ( serba sama ) yang komponennya terdiriataszat pelarut dan zat terlarut2. Bedasarkan daya hantarnya larutan dapat di bagi menjadi dua yaitu larutan yangmenghantarkan listrik( larutan elektrolit) dan larutan yang tidak menghantarkanlistrik (non-elektrolit)3. Larutan elektlorit dalam pengujian memiliki ciri ciri adanya gelembung gas danlampu indicator menyala.4. Larutan elektrolit di katakana kuat apabila nala lampu terang dan terdpat banyakgelembung, sedang larutan elektrolit lemah di tandai dengan terdapat sedikitgelembung dan nyala lampu redup atau bahkan tidak menyala5. Pada larutan elektrolit kuat seluruh molekulnya terurai menjadi ion-ion sehingadapat menghantarkan listrik lebih banyak yang menyebabkan nyala lampu terang.Sedangkan pada larutan elektrolit lemah molekunya tidak terurai menjadi ion-iondengan sempurna sehingga tidak dapat menghantarkan listrik dengan baik.6. Larutan non elektrolit terjadi karena molekul molekulnya tidak terionisasi dalamlarutan sehingga tidak terdapat ion ion yang bermuatan yang dapat menghantarkanlistrik. 6. 7. Teori elektrolit yang di kemukakan Arrhenius adalah larutan elektrolit dalam airterdisolasi ke dalam partikel bermuatan listrik positif dan negative yang di sebut ionpositif dan ion negative. Jumlah ion + akan sma dengan ion sehingga muatan iondalam larutan bermuatan netral. Ion inilah yang bertugas menghantarkan listrik.8. Arrhenius pada tahun 1884. Menurut Arrhenius, asam adalah zat-zat y ang dalamair melepaskan ion hidronium (H3O+) sedangkan basa melepaskan ion hidroksida(OH-).9. Sifat-sifat asam adalah dalam air menghasilkan ion H3O+, mempunyai rasa masam,elektrolit, korosif dan bereaksi dengan indikator menyebabkan perubahan warna.Indikator pH < 710. Sifat-sifat basa adalah dalam air menghasilkan ion OH-, mempunyai rasa pahit danlicin, elektrolit, korosif dan bereaksi dengan indikator menyebabkan perubahanwarna. Larutan bersifat basa bila pH > 711. pH adalah derajat keasaman suatu larutan. Makin besar konsentrasi ion hidronium,makin kecil nilai pH dan sebaliknya.III. Alat dan BahanPercobaan ElektrolitA. Alat1. Alat penguji elektrolit2. Gelas kimia3. BateraiB. Bahan1. Air suling2. Garam Dapur3. Asam Sulfat4. Natrium Hidroksida5. Gula Pasir6. Asam Cuka7. Air Sumur8. KoHPercobaan Asam BasaA. Alat1. Alat penguji elektrolit2. Gelas kimia3. BateraiB. Bahan1. Air suling2. Garam Dapur3. Asam Sulfat4. Natrium Hidroksida5. Gula Pasir6. Asam Cuka7. Air Sumur8. KoH9. Spiritus10. lugol 7. IV. Langkah Kerja Percobaan Elektrolit :1. Menyusun alat penguji elektrolit sehingga berfungsi dengan baik2. Memasukkan 50 ml air suling ke dalam gelas kimia, kemudian menguji dayahantarnya, mencatat apakah lampu menyala atau timbul gelembung pada electrode.3. Membersihkan electrode dengan air dan mengeringkannya. Dengan cara yang sama,menguji daya hantar larutan lain yang tersedia (melihat tabel)V. Hasil PengamatanNo Larutan uji Daya hantarlistriknya1 Larutan garam dapur +++2 Larutan asam Sulfat ++3 Larutan Kaliumhidroksida +++4 Larutan gula =5 Larutan asam cuka ++6 Air ledeng =7 Air suling =8 Alkohol 70 % =9 Lugol +10 Spiritus =Keterangan1. (-) larutan non elektrolit tanpa gelembung2. (+) larutan elektrolit lemah , gelembung sedikit3. (++) larutan elektrolit sedang gelembung banyak lampu redup4. (+++) larutan elektrolit kuat gelembung banyak lampu terang 8. VI. PembahasanMenurut svante A arhenius dalam (Michael Purba, 2004:71) mengatakan bahwa larutanelektrolit dapat menghantarkan listrikkarena mengandung ion ion yang dapat bergerak bebas. Ionion tersebutlah yang menghantarkan listrik melalui larutan. Pada percobaan A ( uji elektrolit dannon elektrolit ) ditemukan bahwa1. Larutan garam dapur dapat menghantrkan listrik dengan baik karena saat alat pengujielektrolit di masukan terdapat gelembung di sekitar katoda yang cukup banyak, selain itulampu indicator juga menyala dengan terang.2. Larutan asam Sulfat dapat menghantrkan arus listrik. Hal ini terbukti denga adanyagelembung di sekitar electrode dan bolam lampu indicator menyala3. Larutan gula pada saat pengujian lampu indicator tidak menyala dan juga tidakditemukan pula gelembung udara pada electrode sehingga dapat di simpulkan bahwalarutan gula tidak termasuk larutan elektrolit tetapi larutan non elektlorit.4. Larutan asam cuka dapat menghantarkan arus listrik terbukti dengan adanya gelembunggelembung gas pada electrode dan lampu menyala pada lampu indicator.5. Air sumur dan air ledeng tidak dapat menghantarkan listrik karena tidak terdapatgelembung gelembung dan indicator lampu tidak menyala. Hal ini di sebabkan air sumurtelah tercampur mineral mineral dalam tanah yang membentuk ikatan kimia barusehingga menghambat terjadinya ionisasi.6. Air suling murni atau aquades tidak dapat menghantarkan listrik karena tidak terdapagelembung maupun tanda lampu indicator yang menyala. Hal ini di sebabkan tidakterjadi proses ionisasi pada unsur H2O7. Dalam larutan KoH teradi proses ionisasi secara sempurna hal ini membuktikan bahwalarutan KoH merupakan larutan elektrolit, dengan bersinarnya lampu indicator denganterang dan banyak terdapat gelembung di sekitar electrode 9. PertanyaanA. Larutan Elektrolit dan Non Elektrolit1. Gejala apakah yang menandai hantaran listrik melalui larutanJawab : gejala yang terjadi pada larutan sehingga dapat menghantarkan listrik karenapada larutan elektrolit molekul molekulnya terionisasi dan terurai menjadi ion ionpositif dan negative sehingga ion ion tersebutlah yang berperan dalam menghantarkanlistrik ke electrode. Sedang pada larutan non elektrolit tidak terjadi proses ionisasi.2. Kelompokan bahan bahan yang diuji ke dalam larutan elektrolit dan non-elektrolitLarutan Elektrolit Larutan Non ElektrolitLarutan garam dapurLarutan asam SulfatLarutan Kalium HidroksidaLarutan asam cukaLugolLarutan gulaAlkohol 70 %SpiritusAir ledengAir suling3. Tariklah kesimpulan dari percobaan iniDari hasil pengamatan di atas dapat disimpulkan bahwaa. Bedasarkan kemampuan daya hantar listriknya larutan dapat di golongkan menjadilarutan elektrolit dan larutan non elektrolitb. Larutan elektrolit adalah larutan yang mampu menghantarkan listrik karena terjadiproses ionisasi. Sedang larutan non elektrolit tidak dapat menghantakan listrik. 10. c. Larutan elektrolit di tandai dengan menyalanya lampu indicator electrode dan terdapatgelembung di sekitar electrode sedangkan larutan non elektrolit ditandai dengan tidakmenyalanya lampu indicator dan tidak terdapat gelembung di sekitar electrodeUji Larutan Asam dan BasaI. Cara kerja1. Membuat larutan uji (seperti dalam tabel) ke dalam gelas kimia2. Meneteskan larutan menggunakan pipet ke dalam suatu wadah3. Menguji menggunakan kertas lakmus merah dan biru.4. Mengamati dan mencatat perubahan yang terjadi jika kertas lakmus berubah warna.II. Hasil PengamatanNO LARUTAN UJI ASAM BASA NETRAL PH1 Larutan garam dapur V 4,82 Larutan asam sulfat V 4,33 Larutan kalium hidroksida4 Larutan gula V 75 Larutan asam cuka V 2,86 Air sumur7 Air ledeng V 6,78 Air suling V 6,19 Alkohol 70 % V 3,811 Lugol V 2,3 11. 12 Spiritus V 5,913 KOH V 10,4Keterangan :Bila larutan berwarna ungu atau bening, berarti bersifat netralBila larutan berwarna hijau - biru, berarti bersifat basaBila larutan berwarna kuning - merah, berarti bersifat asamIII. PembahasanMenurut arhenius ( dalam Michael purba 2006) menyatakan bahwa konsep asam adalahsuatu suatu spesies yang dapat melepaskan atau meningkatkan ion H+ (ion hydrogen) atau ionH3O- ( ion hydronium) jika