laporan praktikum biologi perilaku kecoa

Download Laporan Praktikum Biologi Perilaku Kecoa

Post on 11-Aug-2015

864 views

Category:

Documents

10 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

Mengenai Perilaku preferensi makanan kecoa

TRANSCRIPT

LAPORAN PRAKTIKUM BIOLOGI PERILAKU (BI - 3201)

Pengamatan Perilaku dan Pergerakan Kecoa (Periplaneta americana dan Blatella germanica)

Tanggal Praktikum : 22 Februari 2013 Tanggal Pengumpulan : 28 Februari 2013

Disusun oleh : Satya Reza Faturakhmat 10610033 Kelompok 7 Asisten : Dandri Aly Purawijaya 10609016

PROGRAM STUDI BIOLOGI SEKOLAH ILMU DAN TEKNOLOGI HAYATI INSTITUT TEKNOLOGI BANDUNG 2012

BAB I PENDAHULUAN1.1 Latar Belakang Kecoa merupakan hewan yang banyak ditemukan di lingkungan terutama di pemukiman manusia. Kecoa merupakan hewan yang sangat umum dan tersebar, mulai muncul sejak Pangaea, superkontinen pada zaman purba, atau di Gondwana, anak benua dari Pangaea, hingga sekarang tersebar ke semua benua modern. Kecoa telah beradaptasi dan dapat sintas pada kondisi apapun hingga dapat terus bertahan (Copeland, 2003). Kecoa memiliki beberapa pengaruh negatif terhadap kehidupan manusia. Kecoa dapat mensekresikan bau yang dapat mengurangi rasa makanan dan bau yang kurang sedap ini dapat semakin kuat seiring meningkatnya jumlah kecoa. Kaki kecoa juga dapat menjadi agen penyebaran penyakit yang disebabkan bakteri seperti Salmonella. Sisa-sisa kaki dan feses dapat menyebabkan reaksi alergi dan asma (Jacobs, 2013) Untuk mengatasi akibat-akibat negatif yang disebabkan oleh kecoa diperlukan penelitian dan pengamatan mengenai kecoa baik dari segi perilaku, pola pergerakan, dan morfologinya. Kecoa dapat tersebar dan tumbuh dengan cepat sehingga dibutuhkan pemahaman mendalam mengenai pola pergerakan dan perilakunya terutama preferensi makanan karena banyak penyakit tersebar lewat makanan yang didatangi kecoa. Banyak penyakit juga berasal dari bagian tubuh kecoa sehingga dibutuhkan pula pengamatan yang bertujuan untuk mengetahui morfologi kecoa 1.2 Tujuan 1. Menentukan morfologi kecoa Periplaneta americana. 2. Menentukan perilaku eksplorasi dan keseimbangan kecoa Periplaneta americana. 3. Menentukan pola lokomosi kecoa Periplaneta americana. 4. Menentukan kecepatan gerak kecoa Periplaneta americana. 5. Menentukan sensitivitas kecoa Periplaneta americana. 6. Menentukan respon kecoa Periplaneta americana terhadap makanan basah, kering, dan shelter. 7. Menentukan preferensi kecoa Periplaneta americana terhadap makanan basah, kering, dan shelter. 8. Menentukan preferensi kecoa Blatella germanica terhadap dua jenis makanan kering.

BAB II TEORI DASAR2.1 Taksonomi Kecoa merupakan jenis serangga yang sangat umum di dunia. Kecoa berhasil beradaptasi sejak 300 juta tahun yang lauu karena kemampuan adaptasinya yang luar biasa. Hasil adaptasi dan evolusi kemudian membentuk bermacam jenis kecoa diantaranya Periplaneta americana dan Blatella germanica yang keduanya termasuk dua jenis kecoa yang paling umum (Jacobs, 2013). Berikut ini adalah taksonomi dari kedua jenis kecoa tersebut. Tabel 2.1 Taksonomi Periplaneta americana (sumber : Bell, 2007) Kingdom Filum Kelas Ordo Famili Genus Spesies Animalia Arthropoda Insekta Blattodea Blattidae Periplaneta Periplaneta americana

Tabel 2.2 Taksonomi Blatella germanica (sumber : Bell, 2007) Kingdom Filum Kelas Ordo Famili Genus Spesies Animalia Arthropoda Insekta Blattodea Blattelidae Blatella Blatella germanica

2.2 Morfologi Kecoa Periplaneta americana dewasa memiliki panjang sekitar 4 cm dengan tinggi sekitar 7 mm. Warna tubuhnya merah kecoklatan dengan garis batas kekuningan pada bagian kepala. Badan kecoa dibagi ke dalam tiga bagian, bagian badan berbentuk oval dan tipis dengan pronotum yang melapisi bagian kepala. Pronotum merupakan struktue seperti plat yang menutupi seluruh permukaan dorsal thoraks. Kecoa juga memiliki mulut pengunyah, antena panjang dan bersegmen serta

sayap depan berkulit dan sayap belakang yang rapuh. Bagian ketiga adalah abdomen dari kecoa (Bell, 2007). Kecoa Blatella germanica memiliki bentuk yang mirip dengan kecoa Periplaneta americana namun dengan bentuk yang lebih kecil. Perbandingan ukuran dan bentuk tersebut dapat dilihat pada gambar 2.1. Kecoa ini memeiliki anjang 1,3 hinga 1,6 cm dan memiliki warna tubuh coklat kehitaman dengan garis melintang dari kepala hingga ujung sayap. Sayap kecoa ini kecil dan tidak dapat dipakai terbang. Kecoa Periplaneta americana maupun Blatella germanica dapat dibedakan jantan dan betina berdasarkan keberadaan kantung telur yang disebut ooteka yang muncul pada ujung abdomen (Faundez, 2011).

Gambar 2.1 Kecoa (Sumber: emlab.com)

2.3 Siklus Hidup, Habitat, dan Persebaran Kecoa Kecoa secara umum memiliki tiga tahapan kehidupan yaitu, telur, instar, dan dewasa. Waktu dari telur hingga dewasa sekitar 600 hari dan kelulushidupan dewasa sekitar 400 hari. Kecoa anakan keluar dari telur sekitar 6-8 minggu dan menjadi dewasa sekitar 6-12 bulan. Kecoa betina ketika dewasa dapat menghasilkan 150 anakan selama masa hidupnya (Bell dan Adiyodi, 1981). Kecoa hidup di area yang lembab dan dapat bertahan pada area yang kering bila terdapat akses sumber air. Kecoa hidup pada kondisi suhu sekitar 29oC dan tidak dapat menoleransi suhu dingin. Pada area pemukiman kecoa biasa hidup di basemen, saluran air, dan halaman luar pada saat cuaca hangat (Jones, 2008). Kecoa tersebar ke seluruh dunia lewat jalur perdagangan di abad pertengahan. Kecoa banyak ditemukan di dalam maupun luar ruangan. Kecoa bermigrasi dengan merangkak ataupun terbang dari rumah ke rumah melalui saluran air, pepohonan dan

semak yang kemudian masuk ke gedung-gedung dan perumahan. Migrasi kecoa biasa terjadi secara massal (Ebeling, 1975).

2.4 Perilaku dan Respon Makan Kecoa Kecoa selalu memilih tempat yang gelap, hangat, dan lembab seperti basemen dan tempat kumuh lain. Kecoa sering bermigrasi dari satu tempat ke tempat lain terutama pada cuaca hangat. Saat cuaca dingin kecoa akan mendiami area tupukan sampah karena panas yang dihasilkan dari tumpukan sampah tersebut. Kecoa memakan berbagai jenis makanan terutama makanan organik yang mulai terdegradasi atau membusuk. Kecoa dewasa dapat bertahan dua sampai tiga bulan tanpa makanan dan satu bulan tanpa air (Jones, 2013).

2.5 Mekanisme Saraf Sensori, Alat Gerak, dan Pola Lokomosi Pergerakan kecoa diatur oleh gerakan kaki-kakinya yang memiliki pola memutar. Pola pergerakan ini didukung oleh dua mekanisme gerakan yaitu power stroke dan return stroke. Saat power stroke kaki berada ada tanah dan memberi sokongan sehingga dapat mendorong badan. Saat return stroke kaki yang terangkat dari tanah diputar hingga kembali pada kondisi menyentuh tanah kembali. Gerakan memutar yang ritmis dan terkoordinasi karena terdapat sirkuit neural yang dinamakan central pattern generator. Menurut studi Pearson (1970) mekanisme gerakan pada kecoa yang diatur central pattern neuron adalah seperti pada gambar 2.2.

Gambar 2.2 Mekanisme lokomosi (Sumber : Pearson, 1970) Neuron 5 dan 6 adalah motoneuron levator dengan Ds adalah depresor motoneuron. Bursting interneuron (b.i) menjalankan semua proses dengan koneksi

eksitatoris pada neuron 5 dan 6 dan koneksi inhibisi pada

Ds . Neuron yang

menghasilkan gerakan tersebut ternyata berasal dari ganglion metatorasik dan merupakan kumpulan neuron-neuron yang kemudian disebut central pattern generators dan bertanggung jawab menghasilkan perilaku gerak ritmis pada kecoa (Delcomyn, 1980). Neuron ini berbentuk sesuai gambar 2.3 berikut ini.

Gambar 2.3 Central Neuron Generators Sumber : (Delcomyn, 1980).

BAB III METODOLOGI3. 1 Alat dan Bahan Berikut ini alat dan bahan yang dipakai dalam keseluruhan praktikum. Tabel 3.1 Alat dan Bahan yang Digunakan Saat Pengamatan Perilaku Kecoa No. 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. Alat Shelter Akuarium besar Stopwatch Styriofoam Cawan petri Mikroskop stereo Toples Bahan Kecoa Periplaneta americana Kecoa Blatella germanica Pepaya Makanan kering Kertas HVS 3 lembar Tinta hitam Kain Kasa

3. 2 Cara Kerja 3.2.1 Pengamatan Morfologi Kecoa Kecoa dimasukkan ke dalam cawan petri kecil kemudian ditutup. Cawan petri berisi jangkrik diamati di bawah mikroskop dan digambar. Diamati bagian tubuh dorsal dan ventral. Hasil pengamatan digambar dan didokumentasikan.

3.2.2

Pengamatan Perilaku Eksplorasi dan Keseimbangan Kecoa dimasukkan ke dalam akuarium dengan alas styriofoam. Untuk

aklimatisasi didiamkan selama tiga menit. Kemudian selama lima menit perilaku eksplorasi kecoa diamati dan dicatat frekuensi grooming, exploring, dan walking. Dilakukan pengulangan terhadap tiga kecoa. Kecoa yang telah diamati kemudian dibalikkan badannya pada meja, lalu dihitung waktu latensi hingga kecoa dapat membalikan badan.

3.2.3

Pengamatan Pola Lokomosi

Kaki-kaki kecoa diolesi tinta hitam kemudian dibiarkan berjalan pada selembar kertas HVS. Pola lokomosi yang tercetak di HVS kemudian didokumentasikan dan diamati polanya. 3.2.4 Pengamatan Pergerakan Normal dan Maksimum Kertas HVS dibentuk menjadi jalur lari berbentuk saluran dan dicatat panjang jalurnya. Tiga kecoa kemudian diletakkan pada jalur lari kemudian dihitung waktu berjalan yang dibutuhkan hingga kecoa dapat menyelesaikan jalur tersebut. Kemudian kecepatan ditentukan dari jarak bagi waktu. Pengamatan diulangi dengan kecoa yang sama namun kedua kaki tengahnya diamputasi hingga bagian femur. Pengamatan pertama dicatat sebagai pergerakan normal, sedangkan pengamatan kedua dicatat sebagai pergerakan tidak normal, kemudian kecepatan dibandingkan.

3.2.5

Pengamatan Tingkat Sensitivitas Antara Posterior dan Anterior Kecoa diletakkan pada meja kemudian ditiup bagian anterior dan posteriornya.

Respon kecoa diamati dan dicatat. Hasil pengamatan dicatat sebagai + bila setelah ditiup kecoa bergerak menjauh dan o bila kecoa bergerak mendekat.

3.2.6

Pengamatan Preferensi Kecoa Terhadap Makanan atau Shelter Pada akuarium dengan alas styriofoam dimasukkan sebuah shelter, makanan

basah berupa pepaya, dan makanan kering. Pengamatan pert