laporan praktikum

Click here to load reader

Post on 01-Dec-2015

437 views

Category:

Documents

1 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

NAMA : NASRUDINNIM : G1C 010 025PRODI : KIMIALAPORAN PRAKTIKUM KIMIA ORGANIK IACARA IVIDENTIFIKASI GOLONGAN AROMATIS DAN FENOL

DISUSUN OLEHNASRUDING1C010025

PROGRAM STUDI KIMIAFAKULTAS MIPAUNIVERSITAS MATARAM2011

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL.1DAFTAR ISI.2BAB I : PENDAHULUAN..3Latar Belakang.....3Tujuan......3Tempat..3Waktu3BAB II : TINJAUAN PUSTAKA.4BAB III : METODE PENELITIAN...6Alat dan Bahan..6Skema Kerja...7BAB IV : HASIL DAN PEMBAHASAN......9Hasil Pengamatan......9Analisis Data......11Pembahasan14BAB V : KESIMPULAN19DAFTAR PUSTAKA..20

BAB IPENDAHULUANa. Latar belakangDi dalam alam semesta ini terdapat begitu banyak unsure- unsur dan senyawa-senyawa kimia yang tidak dapat terhitung jumlahnya, ada unsur atau senyawa yang berupa gas, cair,larutan maupun padatan.Dimana unsure unsure dan senyawa senyawa tersebut dapat digolongkan berdasarkan sifat-sifat dan struktur atom penyusunnya.Diantara senyawa-senyawa tersebut adalah senyawa golongan aromatic dan golongan senyawa fenol, dimana kedua golongan ini merupakan senyawa organic namun memiliki gugus fungsi dan struktur yang berbeda dan memiliki sifat sifat yag berbeda pula.Bagaimana dan Seperti apa perbedaan yang dimiliki oleh kedua senyawa tersebut dan bagaimana cara mengidentifikasi senyawa-senyawa tersebut merupakan tujuan mendasar dari pelaksanaan praktikum ini sehingga nantinya kita dapat menentukan apakah senyawa ini merupakan senyawa aromatis atau merupakan senyawa fenol atau bukan kedua duanya berdasarkan sifat-sifatnya yang dapat kita amati.b. Tujuan Adapun tujuan yang ingin dicapai dari praktikum ini adalah ;1. mahasiswa dapat mengenal reaksi-reaksi senyawa aromatis..2. mahasiswa dapat mengidentifikasi senyawa golongan aromatisdan senyawa fenol.3. Mahasiswa dapat mengenal reaksi-reaksi yang membedakan fenol monovalen dan fenol polivalen.c. WaktuAdapun praktikum ini dilaksanakan pada hari senin, tanggal 21 November 2010.d. TempatPraktikum dilaksanakan di Laboratorium Kimia Dasar, Lantai III, Fakultas MIPA,Universitas Mataram.

BAB IITINJAUAN PUSTAKABenzena merupakan suatu anggota dari kelompok besar senyawa aromatic, yaitu senyawa yang cukup distabilkan dengan dikolisasi electron-pi.Energy resonansi suatu senyawa aromatic merupakan uluran diperoleh kestabilan (sifat-sifat structural yang menimbulkan aromatinitas).Cara yang paling mudah untuk menentukan apakah suatu itu aromatic ialah dengan menentuka posisi absorpsi dalam sprektrum MNR oleh proton yang terikat pada atom-atom cincin. Proton yang terikat kea rah luar cincin aromatic sangat kurang terperisal atau menyerap jauh ke bawah medan dibandingkan kebanyakan proton (Fessenden,2005:463).

Benzena memiliki sifat antara lain tidak larut dalam air, bersifat non polar, larut dalam benzena,larut dalam pelarut organic seperti dietil eter, CCl4, dan heksana membentuk azeotrop dengan air; bertindak sebagai pelarut, memiliki titik leleh 5,5C dan titik didih 80; bersifat toksik dan agak karsinogenik serta mudah di subsitusi. Reaksi subsitusi benzene antara lain :a. Halogenasi: Reaksi benzena dengan halogen menggunakan katalis FeBr3.

b. Nitrasi: Reaksi benzena dengan HNO3 pekat menggunakan katalis H2SO4 pekat.

c. Sulfonasi : Reaksi benzenadengan asam sulfat berasap (H2SO4 menggandung SO3).

d. Alkilasi: Reaksi penggantian sebuah atom hydrogen pada cincin benzena dengan gugus asil menggunakan katalis AlCl3/FeCl3 (asilasi aromatic Friedel-Crafs) (Riswiyanto,2009:118).

Fenol ialah senyawa yang gugus OH nya melekat lansung pada cincin aromatic.Fenol berbeda dari alcohol dalam sifat fisik dan kimianya.Perbedaan yang paling penting adalah keasamannya. Fenol meskipun bukan asam kuat, mudah bereaksi dengan natrium hidroksida untuk membentuk garam fenoksida (C6H5O-Na+). Pembuatan fenol menggunakan jenis reaksi yang sangat berbeda dengan yang digunakan untuk membuat alcohol (Oxtoby,2001:124).

Degradasi asam benzoate dapat dilakukan dengan fotokatalik. Degradasi ini dilakukan dengan cara menyinari larutan asam benzoate tersebut dengan sinar ultra violet (UV) di dalam sebuah kolom gelas yang bagian dalamnya dilapisi dengan katalis TiO2. Dalam percobaan ini laju air asam benzoate dalam waktu irradiasi dibuat bervariasi. Degradasi asam benzoate ditentukan dengan cara mengukur konsentrasi asam benzoate sebelum irradiasi. Hasil penelitian menunjukan senyawa asam benzoate mengalami degradasi 60,70% pada laju alir 60 mL/menit dan waktu radiasi selama 7 jam (Nasution:2006). Fenol resorsinol formaldehida adalah perekat yang digunakan untuk membentuk rasuk kayu lapis berperemakan (glugam). Fenol resorsinol formaldehida boleh menghasilkan ikatan dan kekuatan yang baik ke atas tempatan. Kajian menunjukan factor utama yang menunjukan/mempengaruhi kekuatan struktur rasuk padu dan rasuk glugam ialah ketumpatan kayu (Muhammad:2004).

BAB IIIMETODE PENELITIAN1. Alat dan Bahana. Alat Praktikum Tabung reaksi Rak tabung reaksi Pipet tetes Pipet volum Spatula Penjepit tabung reaksi Bulbb. Bahan Praktikum Larutan NaOH 5 % Larutan HCl 5 % Larutan H2SO4 96 % Larutan H3PO4 85 % Larutan NaHCO3 5 % Asam benzoate Naftalena Aniline Butanol Asetaldehida Larutan Dietil Eter Aquades Kertas lakmus merah

2. Skema kerja1. Reaksi dengan H2SO4 pekatTabung 1 : benzena 0,5 mlTabung 2 : Anilin 0,5 ml`Tabung 3 : Asam benzoat 0,1 ml - di+ 2 ml H2SO4 berasap - dikocok

Hasil 1 Hasil 2Hasil 3

2. Reaksi dengan CHCl3 AlCl3Tabung 4 : benzena 0,1 mlTabung 5 : anilin 0,1 mlTabung 6 : asam benzoat 0,1 ml - + 2 ml CHCl3 - dikocok Hasil

Hasil- dibasahi dengan campuran - di+ AlCl3 anhidrad Hasil 4 Hasil 5 Hasil 6

3. Reaksi dengan pereaksi fehlingTabung 7 : fenol 0,2 mlTabung 8 : Resorsinol 0,1 ml - di+ 1 ml fehling A - di+ 1 ml fehling B -

Hasil 7 Hasil 8

BAB IVHASIL DAN PEMBAHASAN1. Hasil Pengamatana. Uji gugus aromatisReaksi ZatH2SO4 berasapKloroformAlCl3

Benzena. warna awal : bening. kondisi akhir : terbentuk 2 fase (bawah benung, atas keruh). terbentuk cincin yang memisahkan larutan. warna awal larutan : bening. larutan keruh agak kekuning-kuningan. benzena dan cloroform bercampur. serbuk menempel didinding dalam bentuk keci

Anilin. timbul asap, panas, warna hitam pekat. larutan bercampur. warna awal : merah coklat. + kloroform : tidak ada Perubahan. larutan meresap dalam AlCl3. pada dinding, AlCl3 melarut dalam larutan. warna dindingnya putih kering

Asam benzoat. Terdapat 2 fase yaitu padat dan cair. Fase cair berwujud bening. Fase padat berwarna putih. asam bnezoat yang beraksi dengan H2SO4 hanya se bagian dan bereaksi lama, serta volumenya lama-lama berkurang. . waran larutan berwarna merah keruh. awalnya berupa padatan putih

b. Uji gugus fenolReaksi zat+ pereaksi fehling

Fenol. warna fenol : coklat tua, warna fehling : biru tua. saat dilarutkan larutan tidak bisa bercampur (fehling di bawah, fenol diatas). setelah di ; warna larutan tidak berubah, dimana pemanasan larutan mengeluarkan asap berwarna putih dan saat pemanasan dihentikan pada larutan terjadi letupan

Resorsinol(warna coklat). larutan bercampur menjadi wara hijau tetapi terdapat endapan seperti gel pada dinding tabung reaksi . pada saat pemanasan terjadi perubahan warna dari warna hijau menjadi hijau lumut dan mengeluarkan gas

2. Analisis Dataa. Reaksi Senyawa Aromatic dengan H2SO4 Pekat Berasap Reaksi pada benzene 2H2SO4 H3O+ + H2SO4 + SO3

(lambat)

(cepat)

Reaksi pada anilin

Reaksi pada asam benzoat

b. Reaksi dengan CHCl3 AlCl3 Reaksi pada benzene

Reaksi pada anilin

Reaksi pada asam benzoat

c. Reaksi dengan Fehling

3. Pembahasan Pada praktikum kali ini membahas tentang identifikasi golongan senyawa aromatis dan fenol.Benzene merupakan salah satu molekul golongan aromatis yang mempunyai ikatan rangkap yang terkonjugasi, molekul benzene pada cincin aromatic melibatkan subsitusi atom atau gugus fungsi yang menggantikan hydrogen (Fessenden,2010).

Ada beberapa macam reaksi senyawa aromatis, yaitu reaksi nitrasi, jika reagen yang digunakan adalah HNO3/H2SO4 dimana electron philenya berupa NO2+, sehingga dihasilkan ; reaksi sulfonasi apbila reagen yang digunakan adalah H2SO4 atau SO3+H2SO4, elektrophilenya berupa SO3 sehingga produknya ialah ; reaksi halogenasi, reagen yang digunakan adalah Cl2/FeCl3, Br2/FeBr2, elektrophilenya berupa Cl+ atau Br+ yang mana hasil reaksinya berupa atau , dan masih banyak reaksi lainnya lagi (Anonim,2009).

Pada percobaan pertama, yaitu reaksi menggunakan H2SO4 pekat berasap dengan benzene, aniline, dan asam benzoate. Diketahui reaksi benzene dan H2SO4 pekat berasap merupakan reaksi sulfonasi yang hasilnya berupa asam benzene sulfonat (Fessenden,2010). Berdasarkan hasil pengamatan larutan benzene bila ditambahkan H2SO4 pekat berasap akan terbentuk dua fase, yang mana pada bawah larutan berwarna bening dan di atas berwarna keruh. Hal ini dikarenakan sifat dari kedua larutan tersebut berb eda (Chang,2004). Yakni benzene merupakan senyaawa yang bersifat non polar (tidak larut dalam air) sedangkan asam sulfat merupakan senyawa yang bersifat polar.Pada pencampuran berikutnya yaitu, aniline dengan asam sulfat pekat berasap. Didapatkan bahwa setelah larutan dicampurkan warna kedua larutan tersebut berubah menjadi hitam pekat serta timbul asap dan panas. Adanya perubahan warna ini disebabkan karena pemutusan dan pengikatan gugus atau senyawa dari masing-masing zat membentuk senyawa baru.Timbulnya panas pada reaksi ini disebabkan oleh adanya elektrophile SO3+ dari senyawa asam sulfat yang merupakan asam kuat yang terdisosiasi sempurna dan memutus satu ikatan H untuk berikatan dengan aniline.Pada pencampuran ketiga, yaitu asam benzoate dengan asam sulfat pekat berasap.Pada hasil p