laporan praktek industri

Download Laporan Praktek Industri

Post on 21-Jul-2015

349 views

Category:

Documents

36 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah Manusia dalam melakukan aktifitasnya akan selalu memerlukan mobilitas yang cepat, untuk itu diperlukan suatu sarana yang dapat memenuhi kebutuhan tersebut dan kendaraan adalah jawabannya. Kendaraan selain berfungsi untuk mobilitas manusia, juga dapat digunakan untuk alat angkut barang, militer dan keperluan lainnya. Kendaraan adalah salah satu produk dari IPTEK dibidang Otomotif. Dunia Otomotif sendiri dikenal pada abad ke-18 dan mulai berkembang pesat pada abad ke-19. Pada awalnya Amerika dan Eropa mempunyai peranan sebagai produsen Otomotif terbesar di dunia, kemudian muncul Jepang sebagai pesaing dan produsen Otomotif. Jepang menembus pasar Otomotif dunia dengan produk berkonsep sederhana, mudah perawatan, ekonomis, berteknologi ramah lingkungan dan mengerti akan keadaan ekonomi dalam kehidupan konsumen. Dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang semakin pesat, maka sejalan dengan hal tersebut tuntutan dunia kerja menuntut sumber daya manusia yang mampu bersaing dan berkualitas serta berkompeten dalam bidangnya, termasuk dalam bidang teknologi dan kejuruan. Perkembangan teknologi dunia pada saat ini terjadi persaingan yang sangat ketat antar perusahaan di dunia

industri. Oleh karena itu untuk dapat terus mengikuti perkembangan teknologi, maka dunia pendidikan dan industri diharapkan saling bekerja sama dalam menciptakan Sumber Daya Manusia yang berkualitas. Untuk itu, maka dunia pendidikan sebagai salah satu lembaga yang menyiapkan Sumber Daya Manusia 1

terdidik, dituntut untuk selalu dapat meningkatkan kualitas dan kuantitas bagi para lulusannya. Program studi Teknik Mesin D-III yang berada dalam jurusan Teknik mesin FPTK UPI bertujuan mempersiapkan lulusannya sebagai tenaga ahli madya yang professional dalam dunia industri. Untuk itu mahasiswa dan dosen dituntut untuk senantiasa menggali potensi yang telah ada, agar dapat bersaing dengan lulusan dari perguruan tinggi laninnya. Kegiatan perkuliahan tidaklah cukup dalam menambah wawasan mahasiswa, karena ilmu pengetahuan dan teknologi terus berkembang sesuai dengan laju perkembangan jaman dan tuntutan masyarakat. Hal ini dirasakan peulis ketika melakukan praktek industri di PT Istana Bandung Raya Motor, Penulis terjun langsung ke dunia industri/perusahaan otomotif dan penulis mendapatkan informasi dan pengalaman yang sangat berharga, salah satunya adalah mengetahui berbagai jenis sistem suspensi yang ada pada Honda Accord, konstruksinya, kelebihan maupun masalah yang terjadi pada sistem suspensi tersebut. Akhir kata penulis mendokumentasikan kegiatan praktek industri dengan judul Front System Suspension Independent Double Wishbone Pada Honda Accord94. Pengambilan topik ini dikarenakan kelebihan-kelebihan pada sistem suspensi jenis ini, dan kerusakan yang sering terjadi pada suspensi jenis ini, akibat kurang kesadaran konsumen/pengguna. 1.2 Batasan Masalah Karena begitu luas serta banyaknya kegiatan pelayanan perawatan maupun perbaikan pada kendaraan yang ada di Bengkel, maka dalam laporan ini penulis akan membatasi permasalahan pada Front System Suspension Independent

Double Wishbone Pada Honda Accord94 dalam laporan ini mencakup pengertian, 2

prinsip, dan jenis sistem suspensi yang umum digunakan pada Honda Accord yang diproduksi Honda, maupun gangguan-gangguan yang sering terjadi. 1.3 Tujuan dan Manfaat Praktek Industri Tujuan dan manfaat pelaksanaan praktek industri merupakan salah satu syarat untuk ujian sidang, adapun tujuan lain adalah sebagai berikut : 1.3.1 Tujuan 1. Untuk memperoleh pengalaman dan pengetahuan mengenai kondisi dan situasi yang dijadikan tempat praktek 2. Mengetahui sistem suspensi Jenis Independent Double Wishbone pada Honda Accord94, 3. Mengetahui masalah-masalah yang sering terjadi pada sistem suspensi tersebut. 4. Mengetahui cara pembongkaran serta cara perawatan sistem suspensi yang dijadikan kasus pada praktek industri ini. 1.3.2 Manfaat 1. Meningkatkan wawasan dan pengalaman mahasiswa di dunia industri. 2. Menumbuhkan, mengembangkan dan memantapkan sikap professional yang dituntut dalam dunia kerja. 3. Memahami karakteristik dalam dunia industri yang sesungguhnya misalnya mengetahui bagaimana budaya kerja, peraturan-peraturan kerja dan bagaimana sikap yang harus kita miliki dalam dunia kerja. 4. Menjalin kerja sama antara pihak jurusan Teknik Mesin UPI dengan pihak Industri. 5. Mendapatkan informasi tentang berbagai perubahan dan perkembangan yang terjadi dalam dunia otomotif sekarang. 3

1.4 Sistematika Penulisan Penyusunan laporan praktek industri ini mengacu pada buku pedoman yang dikeluarkan oleh pihak Jurusan Pendidikan Teknik Mesin FPTK UPI. Adapun sistematikanya sebagai berikut: BAB I PENDAHULUAN Bab ini berisi tentang latar belakang masalah, pembatasan masalah, tujuan dan manfaat praktek industri, dan sistematika penulisan. BAB II LAPORAN PELAKSANAAN PRAKTEK INDUSTRI Bab ini berisi tentang sejarah dan perkembangan perusahaan, Struktur Organisasi, Bidang kegiatan Usaha, Tata letak perusahaan, Proses pelayanan jasa, dan kegiatan praktek. BAB III PEMBAHASAN MASALAH Bab ini menerangkan tentang pengertian, prinsip, jenis, gangguan, maupun cara pembngkaran dan perawatan dari sistem suspensi Independen Double Wishbone. BAB IV KESIMPULAN DAN SARAN Bab ini berisi kesimpulan yang didapat setelah pelaksanaan praktek industri dan memberikan saran kepada pihak-pihak terkait berdasarkan pelaksanaan praktek industri.

4

BAB II LAPORAN PELAKSANAAN PRAKTEK INDUSTRI

2.1 Sejarah Singkat Perusahaan PT. Istana Bandung Raya Motor (IBRM) / Honda Bandung Center (HBC), pertama berdiri pada tahun 1983, pada saat itu (IBRM), gedung yang dipakai kurang baik dan atas tuntutan dari pelanggan maka pada tahun 1992, PT. Istana Bandung Raya Motor / Honda Bandung Center (IBRM), merenovasi total bangunan selama 3 tahun yang akhirnya perombakan gedung selesai pada tahun 1995. Selama masa pembangunan, untuk melayani service PT. Istana Bandung Raya Motor (IBRM), menyewa sebuah gedung yang terletak di jalan Abdul Rahman Saleh untuk sementara sebelum bangunan baru selesai. Setelah 3 tahun akhirnya gedung selesai dan mulai ditempati pada tanggal 1 Januari 1995 yang bertepatan dengan pergantian tahun, yang beralamat di jalan Cicendo No.18 Bandung 40117 Indonesia, sampai sekarang yang diberi nama PT. Istana Bandung Raya Motor dengan sebutan IBRM atau Honda Bandung Center. 2.2 Struktur Organisasi Perusahaan Sebuah bengkel dengan peralatan yang baik, ditambah dengan mekanik yang terampil, belum tentu merupakan yang berhasil dan dapat memuaskan para pelanggannya. Masih banyak hal lain yang harus diperhatikan untuk tujuan tersebut. Sejak pelanggan mulai memasuki bengkel sampai ia meninggalkannya, sebenarnya bengkel tersebut sedang menempuh suatu test yang langsung dinilai oleh pelanggan itu sendiri. Oleh karena itu, sebuah bengkel harus betul-betul dapat melayani apa yang dibutuhkan oleh seorang pelanggan, sebab jika pelanggan mendapat kesan buruk barangkali ia enggan untuk datang kembali. Pelanggan akan 5

memperhatikan bagaimana pertama ia diterima oleh petugas bengkel, selanjutnya ia akan memperhatikan system administrasi dan tingkah laku tiap personil bengkel. Ia akan melihat segala fasilitas yang ada, ia akan memperhatikan bagaimana kendaraannya diperlakukan. Sebuah bengkel yang baik dan efisien harus memiliki: 1. Sejumlah mekanik yang baik 2. Seluruh karyawan paham akan tugas dan tanggung jawabnya. 3. Seluruh kegiatan terkordinasi secara sistematik Guna mencapai organisasi yang baik, maka diperlukan organisasi (management) yang baik. Oleh sebab itu, PT. Istana Bandung Raya Motor (IBRM), mempunyai struktur organisasi sebagai berikut:

Service Manager (Andri SS)

Service Advisor Undang S Abbasudin Deni setiawan

Instruktur (Ahmad Zaki) Korlap (Asep Ridwan) Mekanik Home Service (Enceng Sm)

Kepala Regu Nandang Imin Kusdinar Bagan 2.1. Struktur Organisasi Perusahaan a. Kepala Bengkel Adalah pemegang kendali seluruh kegiatan bengkel baik dalam aspek teknis, administrasi maupun sosial psikologi dan mempunyai tugas:

6

1. Sebagai penanggung jawab tertinggi atas keseluruhan kegiatan service department. 2. Mempertanggung jawabkan manajement service terhadap pimpinan. 3. Menentukan program kerja, system kerja dan mengatur penempatan karyawan. 4. Mengatur kelancaran operasional sehari-hari. 5. Mengesahkan / memeriksa laporan administrasi workshop. 6. Menandatangani surat-surat keluar / masuk dari service department. 7. Mengevaluasi kegiatan workshop. 8. Mengadakan kordinasi kerja yang baik, keluar maupun ke dalam. b. Service Advisor Jabatan ini adalah posisi kunci di bengkel karena pemegang jabatan ini berhadapan langsung dengan pelanggan / customers. Tugas dari seorang service advisor adalah: 1. Menerima tamu bengkel. 2. Mencatat keluhan-keluhan pelanggan / customers. 3. Menganalisa keluhan-keluhan pelanggan / customers. 4. Estimasi untuk jasa parts, bahan yang harus dibayar oleh pelanggan / customers. c. Karu (kepala regu) Adalah pemimpin mekanik, oleh karenanya ia adalah pengendali pekerjaan teknis di bengkel. Tugas dari seorang karu adalah: 1. Menerima perintah kerja bengkel (PKB) untuk kendaraan yang akan diservice.

7

2. Membagi job atau pekerjaan kepada tiap mekanik dan final chek kendaraan yang telah diservice. 3. Mengatasi masalah-masalah yang dihadapi mekanik. 4. Input jasa untuk pekrjaan yang telah dikerjakan. d. Spare Parts Adalah department yang menyediakan bahan-bahan bengkel yang dibutuhkan dalam service kendaraan merk HONDA. Tugas dari department ini adalah: 1. Menjual dan menyediakan suku cadang dan bahan-bahan yang dibutuhkan dalam service kendaraan. 2. Menyediakan segala kebutuhan suku cadang dan bahan-bahan yang dibutuhkan dalam service kendaraan. e. Cashier Tugas dari seorang cashier adalah: 1. Menaati peraturan-peraturan perusahaan mengenai penerimaan uang