laporan pp 39 triwulan i tahun . pp39 tw i 2019-imatap.pdf · pdf file pengolahan...

Click here to load reader

Post on 30-Jan-2020

7 views

Category:

Documents

0 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

  • LAPORAN PP 39 TRIWULAN I

    TAHUN 2019 DIREKTORAT INDUSTRI MARITIM, ALAT TRANSPORTASI, DAN ALAT PERTAHANAN

    2019

  • KATA PENGANTAR

    Dalam rangka meningkatkan efisiensi dan efektivitas alokasi sumberdaya, serta meningkatan

    transparansi dan akuntabilitas pengelolaan program pembangunan dilakukan upaya pengendalian

    dan evaluasi terhadap pelaksanaan rencana pembangunan sebagai tahap pengendalian rencana

    pembangunan. Sejalan dengan tujuan tersebut, pemerintah telah menerbitkan Undang-undang

    Nomor 25 tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional dan Peraturan

    Pemerintah Nomor 39 Tahun 2006 tentang Tata Cara Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan

    Rencana Pembangunan. Berdasarkan peraturan tersebut, lembaga pemerintah baik di tingkat pusat

    maupun daerah harus menata organisasinya untuk mengimplementasikan seluruh sistem dan

    prosedur pengendalian serta evaluasi pelaksanaan rencana pembangunannya.

    Hasil pengendalian dan evaluasi rencana pembangunan selanjutnya ditindaklanjuti yang

    merupakan kegiatan atau langkah-langkah operasional yang ditempuh berdasarkan hasil pelaksanaan

    kegiatan dan pengawasan untuk menjamin agar pelaksanaan kegiatan sesuai dengan acuan dan

    rencana kegiatan yang telah ditetapkan, seperti antara lain; melakukan koreksi atas penyimpangan

    kegiatan, akselerasi keterlambatan pelaksanaan atau pun klarifikasi atas ketidajelasan pelaksanaan

    rencana. Hasil tindaklanjut dibuat dalam bentuk pelaporan yang merupakan salah satu kegiatan

    penting di dalam proses pembangunan. Kegiatan ini dilakukan untuk memberikan informasi yang

    cepat, tepat, dan akurat kepada pemangku kepentingan sebagai bahan pengambil keputusan sesuai

    dengan kondisi yang terjadi serta menentukan kebijakan yang relevan.

    Kami menyadari bahwa dalam penyajian laporan ini masih banyak hal yang jauh dari sempurna,

    untuk itu kami mengharapkan masukan dari semua pihak untuk menyempurnakan penyajian laporan

    ini dimasamendatang. Tak lupa kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada

    semua pihak yang telah membantu dalam penyelesaian laporan ini.

    Akhir kata, semoga laporan ini dapat memberikan manfaat bagi semua pihak.

    Jakarta, April 2019

    Direktur Industri Maritim,

    Kedirgantaraan dan Alat Pertahanan

    Putu Juli Ardika

  • DAFTAR ISI

    KATA PENGANTAR 1

    DAFTAR ISI 2

    BAB I 3

    PENDAHULUAN 3

    1.1 Tugas Pokok dan Fungsi Direktorat Industri Maritim, Alat Transportasi, dan Alat Pertahanan 3

    1.2 Latar Belakang Program/Kegiatan 5

    1.3 Struktur Organisasi 6

    BAB II 7

    RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN 7

    2.1 Program dan Kegiatan Tahun Anggaran 2019 7

    2.2 Sasaran dan Indikator Kinerja Tahun Anggaran 2019 8

    2.3 Rencana Aksi Dit. IMATAP Triwulan I 9

    BAB III 10

    ANALISIS PELAKSANAAN PROGRAM DAN CAPAIAN KINERJA 10

    3.1 Pelaksanaan Program dan Kegiatan Tahun Anggaran 2019 10

    3.2 Realisasi Fisik Program 2019 12

    3.3 Analisis Capaian Kinerja dan Anggaran 13

    3.3 Hambatan dan Kendala Pelaksanaan 17

    BAB IV 0

    PENUTUP 0

    DAFTAR TABEL

    Tabel 1 Struktur Organisasi Direktorat Industri Maritim, Alat Transportasi, dan Alat Pertahanan 6

    Tabel 2 Sasaran dan Indikator Kinerja Utama (IKU) Dit. IMATAP 8

    Tabel 3 Sasaran dan Indikator Kinerja Utama (IKU) Dit. IMATAP 9

    Tabel 4 Pelaksanaan Kegiatan Direktorat Industri Maritim, Alat Transportasi, dan Alat Pertahanan 10

    Tabel 5 Rekapitulasi Sasaran dan Realisasi Triwulan I Dit. IMATAP 10

    Tabel 6 Meningkatnya Populasi dan Persebaran Industri 13

    Tabel 7 Meningkatnya daya saing dan produktivitas sektor industri 15

    Tabel 8 Tersedianya kebijakan pembangunan industri yang efektif 16

    Tabel 9 Terselenggaranya urusan pemerintahan di bidang perindustrian yang berdaya saing dan berkelanjutan

    16

  • BAB I

    PENDAHULUAN

    1.1 Tugas Pokok dan Fungsi Direktorat Industri Maritim, Alat Transportasi, dan Alat

    Pertahanan

    Sesuai dengan Peraturan Menteri Perindustrian Republik Indonesia Nomor 107/M-

    IND/PER/11/2010 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Perindustrian Direktorat Industri

    Maritim, Alat Transportasi dan Alat Pertahanan (IMATAP) mempunyai tugas melaksanakan perumusan

    dan pelaksanaan rencana induk pembangunan industry nasional, kebijakan industri nasional,

    penyebaran industri, pembangunan sumber daya industri, pembangunan sarana dan prasarana industri,

    pemberdayaan, pengamanan dan penyelamatan industri, perizinan industri, penanaman modal dan

    fasilitas industri, serta kebijakan teknis pengembangan industri di bidang industri maritim, alat

    transportasi, dan alat pertahanan.

    Dalam melaksanakan tugasnya, Direktorat Industri Maritim, Kedirgantaraan dan Alat Pertahanan

    (IMKAP) menyelenggarakan fungsi sebagai berikut:

    1. Penyusunan rencana, program, anggaran, evaluasi dan pelaporan pengembangan industri

    maritim, alat transportasi, dan alat pertahanan

    2. Pelaksanaan pengumpulan dan pengolahan data serta penyajian informasi industri maritim,

    alat transportasi, dan alat pertahanan;

    3. Penyiapan perumusan dan pelaksanaan rencana induk pembangunan industri nasional,

    kebijakan industri nasional, penyebaran industri, pembangunan sumber daya industri,

    pembangunan sarana dan prasarana industri, pemberdayaan, pengamanan dan penyelamatan

    industri, penanaman modal dan fasilitas industri serta kebijakan teknis pengembangan industri

    di bidang industri maritim, alat transportasi, dan alat pertahanan;

    4. Penyiapan penyusunan dan pelaksanaan norma, standar, prosedur, kriteria di bidang

    perencanaan, perizinan, data dan informasi industri maritim, alat transportasi, dan alat

    pertahanan;

    5. Penyiapan pelaksanaan bimbingan teknis dan supervisi di bidang perencanaan, perizinan, data

    dan informasi industri maritim, alat transportasi, dan alat pertahanan;

    6. Pelaksanaan pengawasan Standar Nasional Indonesia, standar industri hijau, Standar

    Kompetensi Kerja Nasional Indonesia pada industri maritim, alat transportasi, dan alat

    pertahanan; dan

    7. Pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga direktorat.

    Direktorat Industri Maritim, Alat Transportasi dan Alat Pertahanan (IMATAP) terdiri atas :

    1. Subdirektorat Program Pengembangan Industri Maritim, Alat Transportasi, dan Alat

    Pertahanan;

    2. Subdirektorat Industri Maritim;

    3. Subdirektorat Industri Alat Transportasi Darat;

    4. Subdirektorat Industri Kereta Api, Alat Transportasi Udara, dan Alat Pertahanan; dan

    5. Subbagian Tata Usaha.

  • Pelaksanaan tugas pokok dan fungsi Direktorat Industri Maritim, Alat Transportasi dan Alat

    Pertahanan tersebut dijabarkan kedalam program Penumbuhan Industri Maritim, Alat Transportasi dan

    Alat Pertahanan yang didasarkan pada arahan seperti pengembangan klaster, peningkatan utilisasi

    kapasitas produksi, daya saing industri mencakup pengembangan industri yang berdaya saing global dan

    berbasis sumberdaya alam lokal, serta pengembangan ekspor yang diarahkan pada peningkatan ekspor

    non migas dalam upaya memenuhi kebutuhan devisa.

    Program Penumbuhan Industri Maritim, Alat Transportasi dan Alat Pertahanan (08) memiliki

    Kegiatan Penumbuhan dan Pengembangan Industri Maritim, Alat Transportasi, dan Alat Pertahanan

    (1864) dengan 9 (sembilan) output yaitu :

    1. (1846.019) Rancangan Standar Nasional Indonesia (RSNI) Industri Maritim, Alat Transportasi

    dan Alat Pertahanan.

    2. (1846.038) Road Map Pengembangan Flexi Engine Bio Diesel (B100).

    3. (1846.039) Roadmap Pengembangan Industri Komponen Pesawat Terbang.

    4. (1846.040) Penyusunan Regulasi Alat Mekanis Multiguna Pedesaan.

    5. (1846.045) Dokumen Program, Evaluasi, Pelaporan Dan Tata Usaha.

    6. (4914.001) Rancangan Standar Kompetensi Kerja Nasional (RSKKNI) IMATAP.

    7. (4914.002) Sdm Industri Maritim, Alat Transportasi Dan Alat Pertahanan Yang Terlatih

    Dan/atau Tersertifikasi.

    8. (4914.003) Pilot Project Industri 4.0 Di Sektor Otomotif

  • 1.2 Latar Belakang Program/Kegiatan

    Perkembangan Ekonomi Indonesia jika dilihat dari kebijakan makro ekonomi Pemerintah baik dari

    sudut kebijakan fiskal maupun moneter, dapat terlihat bahwa sektor industri memegang peranan

    strategis dalam upaya mencapai sasaran pembangunan. Pembangunan sektor industri, khususnya

    industri alat angkut menjadi sangat penting karena kontribusinya terhadap pencapaian sasaran

    pembangunan ekonomi nasional, terutama dalam pembentukan PDB sangat besar. Industri juga dapat

    membuka peluang untuk menciptakan dan memperluas lapangan pekerjaan, yang berarti meningkatkan

    kesejahteraan serta mengurangi kemiskinan. Peran strategis dalam pembangunan ekonomi nasional

    tersebut tercermin dari dampak kegiatan ekonomi sektor riil bidang industri dalam komponen konsumsi

    maupun investasi. Dari hal ini sektor industri berperan sebagai pemicu kegiatan ekonomi lain yang

    berdampak ekspansif atau meluas ke berbagai sektor jasa keteknikan, penyediaan bahan baku,

    transportasi, distribusi atau perdagangan, pariwisata dan sebagainya. Sedangkan dampak