laporan pentanahan kelompok 2

6
Pengukuran Tahanan Pentanahan dengan Menggunakan Earth Tester 1. Sistem Pentanahan Sistem Pentanahan (grounding system) adalah suatu perangkat instalasi yang berfungsi untuk melepaskan arus petir ke dalam bumi, salah satu kegunaannya untuk melepas muatan arus petir. Tingkat kehandalan sebuah grounding ada di nilai konduktivitas logam terhadap tanah yang ditancapinya. Semakin konduktif tanah terhadap benda logam, maka semakin baik. Kelayakan grounding harus bisa mendapatkan nilai tahanan sebaran maksimal 5 ohm (PUIL 2000 : 68) dengan menggunakan earth ground tester. Namun begitu, untuk daerah yang resistans jenis tanahnya sangat tinggi, resistans pembumian total seluruh sistem boleh mencapai 10 ohm (PUIL 2000 : 68). Tujuan utama dari adanya pentanahan adalah menciptakan jalur yang low-impedance (tahananrendah) terhadap permukaan bumi untuk gelombang listrik dan transient voltage. Syarat utama sebuah grounding itu baik adalah tahanan grounding itu sama dengan 0 Ohm ini adalah tahanan grounding ideal, tetapi kenyataannyaboleh sampai 5 Ohm. Jadi bila terjadi hubungan pendek atau

Upload: pebi

Post on 05-Jan-2016

12 views

Category:

Documents


1 download

DESCRIPTION

laporan bengkel smt 5

TRANSCRIPT

Page 1: Laporan Pentanahan Kelompok 2

Pengukuran Tahanan Pentanahan

dengan Menggunakan Earth Tester

1. Sistem Pentanahan

Sistem Pentanahan (grounding system) adalah suatu perangkat instalasi

yang berfungsi untuk melepaskan arus petir ke dalam bumi, salah satu

kegunaannya untuk melepas muatan arus petir. Tingkat kehandalan

sebuah grounding ada di nilai konduktivitas logam terhadap tanah yang

ditancapinya. Semakin konduktif tanah terhadap benda logam, maka semakin

baik. Kelayakan grounding harus bisa mendapatkan nilai tahanan sebaran

maksimal 5 ohm (PUIL 2000 : 68) dengan menggunakan earth ground tester.

Namun begitu, untuk daerah yang resistans jenis tanahnya sangat tinggi, resistans

pembumian total seluruh sistem boleh mencapai 10 ohm (PUIL 2000 : 68).

Tujuan utama dari adanya pentanahan adalah menciptakan jalur yang low-

impedance (tahananrendah) terhadap permukaan bumi untuk gelombang listrik

dan transient voltage.

Syarat utama sebuah grounding itu baik adalah tahanan grounding itu

sama dengan 0 Ohm ini adalah tahanan grounding ideal, tetapi kenyataannyaboleh

sampai 5 Ohm. Jadi bila terjadi hubungan pendek atau short circuit suatu peralatan

listrik, maka dengan cepat kebocoran itu dibuang ke bumi atau grounding. Bila

gounding tidak bagus, maka peralatan bisa terbakar dan bisa membahayakan

keselamatan orang

Aspek yang Memengaruhi Sistem Pembumian (Grounding System) :

1. Kadar air; bila air tanah dangkal/penghujan, maka nilai tahanan sebaran

mudah didapatkan sebab sela-sela tanah mengandung cukup air bahkan

berlebih, sehingga konduktivitas tanah akan semakin baik.

2. Mineral/garam; kandungan mineral tanah sangat memengaruhi tahanan

sebaran/resistans karena: semakin berlogam dan bermineral tinggi, maka

tanah semakin mudah menghantarkan listrik. Daerah pantai kebanyakan

memenuhi ciri khas kandungan mineral dan garam tinggi, sehingga tanah

Page 2: Laporan Pentanahan Kelompok 2

sekitar pantai akan jauh lebih mudah untuk mendapatkan tahanan tanah

yang rendah.

3. Derajat keasaman; semakin asam (PH rendah atau PH<7) tanah, maka arus

listrik semakin mudah dihantarkan. Begitu pula sebaliknya, semakin basa

(PH tinggi atau PH >7) tanah, maka arus listrik sulit dihantarkan. Ciri

tanah dengan PH tinggi: biasanya berwarna terang, misalnya Bukit Kapur.

4. Tekstur tanah; untuk daerah yang bertekstur pasir dan berpori

(porous) akan sulit untuk mendapatkan tahanan sebaran yang baik karena

jenis tanah seperti ini: air dan mineral akan mudah hanyut dan tanah

mudah kering.

2. Pengukuran Tahanan Pentanahan Menggunakan Earth Tester

Alat yang digunakan untuk mengukur tahanan pentanahan adalah earth tester.

Earth tester yang kami gunakan adalah earth tester kyoritsu 4105A digital.

Gambar earth tester yang digunakan.

Page 3: Laporan Pentanahan Kelompok 2

Cara pengukuran :

Metode yang digunakan dalam pengukuran ini adalah metode normal (3 kutub)

1. Pada Earth tester terdapat 3 Kabel yaitu Kabel Hijau, Kuning dan Merah

2. Hubungkan Kabel Hijau ke Grounding sebagai acuan yang telah terukur

pentanahannya

3. Bentangkan kabel kuning dan jepit pada elektroda bantu sejauh 5-10 m

dari kabel hijau

4. Bentangkan Kabel Merah dan jepit pada elektroda bantu sejauh 5-10 m

dari kabel kuning. Kabel merah ini dilakukan untuk pengukuran dengan

menggnti jenis jenis tnah yang akan diukur

3. Hasil Pengukuran

No

.Kondisi Nilai Terukur

1. Tanah berbatu 6,9 Ohm

2. Tanah Berpasir 6,7 Ohm

3. Tanah Lembab 6,5 Ohm

4. Tanah yang diberi Air Garam 4,6 Ohm

5. Tanah berair 5,1

Page 4: Laporan Pentanahan Kelompok 2

LAPORAN BENGKEL

PEMELIHARAAN GARDU KUBIKEL

OLEH : KELOMPOK 2

1. Pebi Muhammad Rizki

2. Denny Andri

3. Randi Wahyudi

4. Khoirul Insan

5. Merry Handayani

6. M.Ade Kurniawan

7. Berlian Roza

8. Hamzah Apriyanto

9. Delvi Mardiati

10. Kania Yusriani Amalia

PROGRAM STUDI TEKNIK LISTRIK

JURUSAN TEKNIK ELEKTRO

POLITEKNIK NEGERI SRIWIJAYA

PALEMBANG

2015

Page 5: Laporan Pentanahan Kelompok 2