laporan pengendalian program kb data februari 2012.pdf · dengan sap laporan dak bidang kb...

Download LAPORAN PENGENDALIAN PROGRAM KB Data Februari 2012.pdf · dengan SAP Laporan DAK Bidang KB Kabupaten/Kota…

Post on 17-Sep-2018

213 views

Category:

Documents

0 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

  • KATA PENGANTAR Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena atas rahmat dan hidayah-Nya, Pencapaian Program bulan Februari tahun 2012 telah selesai dilaksanakan. Materi ini disusun untuk melihat tingkat pencapaian KB bulan Februari 2012 dengan menggunakan data rutin Rek.Kab.F/I/dal/10, Rek.Kab.F/II/KB/08, dan dari komponen terkait (Bidang KB/KR, Bidang KS/PK, Sekretariat, dan Bidang Latbang) yang mampu untuk menyiapkan data pendukung evaluasi kami selama satu bulan ini. Analisis evaluasi data dan keadaan lapangan adalah kegiatan rutin untuk melihat upaya yang telah dilakukan pada pelaksanaan Perkembangan Kependudukan dan Keluarga Berencana yang telah direncanakan. Selain itu analisis dan evaluasi juga dilakukan terhadap kinerja kantor Perwakilan BKKBN Provinsi berdasarkan Kontrak Kinerja Provinsi (KKP) 2011 yang telah disepakati. Materi Radalgram di tingkat provinsi dimaksudkan juga sebagai informasi bagi semua pengelola program Kependudukan dan KB Nasional di tingkat provinsi dan acuan untuk menentukan kebijakan program yang akan dilakukan pada bulan-bulan berikutnya. Akhirnya pada kesempatan ini kami juga sampaikan ucapan terima kasih kepada semua pihak yang telah berperan aktif dan ikut membantu dalam penyelesaian materi radalgram ini.

    Palembang, 15 Februari 2012 Kabid ADPIN,

    Minarti, SE NIP. 19670203 199103 2 002

  • BAB I PENDAHULUAN

    Situasi dan kondisi kependudukan yang ada merupakan suatu permasalahan yang memerlukan perhatian dan penanganan secara seksama, lebih sungguh-sungguh, dan berkelanjutan. Salah satu upaya yang telah dan perlu terus dilakukan oleh pemerintah, bersama-sama dengan seluruh lapisan masyarakat, adalah dengan pengendalian jumlah penduduk melalui peningkatan pelayanan keluarga berencana (KB) dan kesehatan reproduksi (KR) yang terjangkau, bermutu, dan efektif menuju terbentuknya keluarga kecil yang berkualitas.

    Program KKB mempunyai arti yang sangat penting dalam upaya mewujudkan manusia Indonesia yang sejahtera lahir dan batin. Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1992 tentang Perkembangan Kependudukan dan Pembangunan Keluarga Sejahtera yang kemudian direvisi menjadi Undang-Undang Nomor 52 Tahun 2009 tentang Perkembangan Kependudukan dan Pembangunan Keluarga menyebutkan bahwa KB adalah upaya mengatur kelahiran anak, jarak dan usia ideal melahirkan, serta mengatur kehamilan melalui promosi, perlindungan, dan bantuan sesuai dengan hak reproduksi untuk mewujudkan keluarga berkualitas.

    Sebagai salah satu program pembangunan nasional, Program KKB yang telah dilaksanakan selama empat dasawarsa telah memberikan kontribusi yang cukup signifikan dalam pembangunan kependudukan dan keluarga kecil berkualitas. Hal ini bisa dilihat dari menurunnya angka kelahiran total, dari 5,6 per wanita usia subur pada awal 70-an menjadi 2.3 pada tahun 2007. Pada kurun waktu tersebut, Program KB juga telah berhasil menempatkan dirinya sebagai salah satu kebutuhan hidup masyarakat yang cukup penting, sehingga dalam pelaksanaannya program KB bukan semata-mata menjadi tanggung jawab pemerintah saja tapi juga telah menjadi tanggung jawab masyarakat.

    Dalam rangka mencapai visi penduduk tumbuh seimbang 2015berbagai upaya terus dilakukan pemerintah (BKKBN). Usaha menurunkan tingkat kelahiran dilaksanakan melalui penyebarluasan dan penyediaan sarana dan prasarana keluarga berencana.Sementara itu, untuk meningkatkan pengetahuan, sikap, dan perilaku masyarakat/keluarga tentang keluarga berencana,promosi program KB (KIE-KB) gencar dilakukan melalui berbagai media.Termasuk juga adalah kegiatan-kegiatan yang dapat mendorong masyarakat/keluarga untuk melaksanakan atau mempraktekkannorma keluarga kecil yang bahagia dan sejahtera.

  • Upaya lain yang dilakukan dalam rangka memperkuat dan meningkatkan pencapaian program KBnasional adalah dengan membangun kesepakatan antara Kepala BKKBN Provinsi dan Kepala BKKBN Pusat dalam bentuk Kontrak Kinerja pencapaian beberapa indikator program yang harus dicapai oleh BKKBN Provinsi. Untuk tahun 2012, sasaran kontrak kinerja provinsi (KKP) adalah seperti terlihat dalam Tabel 1.

    Untuk memonitor perkembangan pelaksanaan program di lapangan dan pencapaian KKP, telah diterapkan Sistem Pencatatan dan Pelaporan Program KKB yang secara berkala setiap bulan mampu mengumpulkan data dan informasi operasional dari tingkat di lini lapangan yang paling bawah.Dengan telah berlalunya bulan Februari 2012, maka perlu dilakukan analisis dan evaluasi untuk melihat sejauh mana upaya dan hasil pencapaian pelaksanaan program Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional yang telah dilakukan dibandingkan dengan kebijakan, sasaran, dan program/kegiatan yang telah direncanakan.Dari 18 indikator KKP, tidak semua indikator dianalisis dan evaluasi setiap bulan.IndikatorJumlah Kelompok BKB Paripurna, Jumlah Kelompok BKR Paripurna, Laporan DAK Bidang KB Kabupaten/Kota, dan Peserta pelatihan yang tercatat dalam sistem komputerisasi Diklat, dilakukan setiap triwulan. Indikator Barang Milik Negara masuk dalam SIMAK-BMN, Laporan Keuangan dan BMN tepat waktu dan sesuai dengan SAP dilakukan setiap semester.

  • Tabel 1 Sasaran KKP Tahun 2012

    NO INDIKATOR SASARAN

    1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13. 14. 15. 16. 17. 18.

    Jumlah Seluruh Peserta KB Baru Jumlah Peserta KB Baru KPS dan KSI

    Jumlah Peserta KB Aktif Jumlah Peserta KB Baru MKJP:

    - IUD - MOW - IMPLANT - MOP

    Jumlah Peserta KB Baru Pria (MOP + Kondom)

    - KONDOM Jumlah Keluarga yang memiliki Balita Aktif BKB Jumlah Kelompok BKB Paripurna Jumlah Keluarga yang memiliki Remaja Aktif BKR Jumlah Kelompok BKR Paripurna Jumlah Kelompok PIK Remaja:

    - Tahap Tumbuh - Tahap Tegak - Tahap Tegar

    Jumlah Kelompok BKL Jumlah Keluarga yang memiliki Lansia Aktif BKL Jumlah Kelompok UPPKS Persentase PUS Keluarga Pra Sejahtera (KPS) dan Keluarga Sejahtera I (KS I) Anggota Kelompok UPPKS yang Menjadi Peserta KB Persentase Barang Milik Negara (BMN) masuk dalam SIMAK BMN Persentase Laporan Keuangan dan BMN tepat waktu dan sesuai dengan SAP Laporan DAK Bidang KB Kabupaten/Kota per Triwulan Persentase peserta pelatihan yang tercatat dalam sistem komputerisasi Diklat

    405.920

    195.599

    925.000

    63.520 10.910 2.140

    49.470 1.000

    51.010 50.010

    98.628

    306

    89.835

    199

    516 375 84 57

    98.628

    306

    1.425

    90,0

    100

    100

    13

    100

  • BAB II

    LAPORAN PENGENDALIAN PROGRAM KB NASIONAL PROVINSI SUMATERA SELATAN

    BULAN FEBRUARI 2012

    A. CAKUPAN LAPORAN

    Memasuki bulan ke dua yaitu bulan Februari 2012 laporan rekapitulasi pelayanan kontrasepsi (Rek. F/II/KB/11) dan Pengendalian Lapangan (F/I/Kab-DAL/10 sebagai bahan monitoring dari hasil kegiatan di Kabupaten/ Kota yang masuk sebanyak 15 Kab/Kota atau 100% dari 15 Kabupaten / Kota yang ada di Provinsi Sumatera Selatan. Lebih rinci dapat dilihat jumlah sarana pelayanan, petugas lapangan, IMP dan Kelompok Kegiatan (Poktan) yang dilaporkan kegiatan sbb : 1. Laporan yang masuk dari Kecamatan sebanyak 221 atau 100 % dari 221

    Kecamatan yang ada. Apa bila dilihat dari laporan yang masuk rata rata seluruh Kab/Kota melapor dengan cakupan 100%.

    2. Laporan yang masuk dari Desa/Kelurahan sebanyak 3.184 atau 100% dari 3.184 Desa/Kelurahan yang ada. Apabila dilihat dari laporan yang masuk rata rata seluruh Kab/Kota melapor 100%.

    3. Jumlah PPKBD yang melapor sebanyak 3.079 atau 100% dari 3.079 PPKBD yang ada. Apa bila dilihat dari laporan yang masuk rata rata Kab/Kota telah melapor dengan cakupan 100%.

    4. Jumlah Sub.PPKBD yang dilaporkan sebanyak 13.767 atau 99,16% dari 13.883

    Sub PPKBD yang ada. Apabila dilihat dari laporan yang masuk, rata rata Kab/Kota melapor dengan cakupan 100%, kecuali Kab. Mura (89,42%).

  • 5. Jumlah Klinik KB Pemerintah secara keseluruhan yang melapor sebanyak 911 atau 96,91% dari 940 klinik yang ada. Apabila dilihat dari laporan yang masuk, rata-rata kab/kota melapor dengan cakupan 100%, kecuali Kab. Ogan Komering Ilir (76,03%).

    6. Jumlah klinik KB Swasta secara keseluruhan yang melapor sebanyak 221 atau 97,79% dari 226 klinik yang ada. Apa bila dilihat dari laporan yang masuk rata rata Kab/Kota melapor 100% kecuali Kabupaten OKI (63,64%).

    7. Laporan yang masuk dari Dokter Praktek Swasta (DPS) sebanyak 436 atau 81,34% dari 536 DPS yang ada. Apa bila dilihat laporan yang masuk hanya terdapat 5 (lima) Kab/Kota yang melapor dengan cakupan 100% yaitu : Kab. Muara Enim, Musirawas, Kota Prabumulih, Kota Lubuk Linggau, dan Kab. OKU Selatan. Sedangkan 8 (delapan) Kab/Kota lainnya bervariasi antara 33,33% (Ogan Ilir) sampai dengan 97,67% (OKU). Kab/kota yang tidak melapor adalah Kota Pagar Alam, dan Kab. Empat Lawang tidak memiliki Dokter Praktek Swasta.

    8. Laporan yang masuk dari Bidan Praktek Swasta (BPS) sebanyak 2.375 atau

    87,44% dari 2.716 BPS yang ada. Apa bila dilihat dari laporan yang masuk, hanya terdapat 6 (enam) Kab/Kota yang melapor dengan cakupan 100% yaitu Kab. OKU, Muara Enim, Musirawas, Kota Prabumulih, Kota Lubuklinggau, dan Kab. OKU Selatan. Sedangkan 9 (sembilan) Kab/kota lainnya bervareasi antara 33,90% (Kab. Empat Lawang) sampai dengan 98,79% (Kota Prabumulih).

    9. Jumlah kelompok BKB yang dilaporkan sebanyak 2.274 atau 94,36% dari 2.410

    kelompok BKB yang ada. Apabila dilihat dari laporan yang masuk ada 10 (sepuluh) Kab/Kota yang melapor dengan cakupan 100% yaitu : Kab. OKI, OKU, Muara Enim, Lahat, Musirawas, Kota Palembang, Banyuasin, Kota Prabumulih dan Kota Pagar Alam. Sedangkan 5 (lima) Kab/Kota lainnya bervariasi dari 38,46%