laporan pbb

Download Laporan PBB

Post on 29-Dec-2015

22 views

Category:

Documents

0 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

KATA PENGANTAR

PAGE 5Laporan Praktek Bahan Bangunan

BAB I

PENGUJIAN BATU BATA1.1 UJI FISIK BATU BATA1.1.1 TUJUAN

TIU :Memberi petunjuk dan melatih cara pengujian fisik pada batu bata sehingga mahasiswa mampu melaksanakan pengujian sendiri.

TIK :Mahasiswa dengan alat dan bahan yang tersedia mampu menguji serta menganalisa data hasil pengujian fisik pada batu bata.1.1.2 ALAT DAN BAHAN

Alat:1.Sketmat

2. Siku

3. Mistar

Bahan:Batu bata

1.1.3 LANGKAH KERJA

1. Siapkan alat dan bahan yang diperlukan.

2. Menyediakan batu bata minimal sebanyak 3 buah.

3. Ukur dimensi masing-masing batu-bata tersebut dan catat data yang diperoleh. Dimensi yang diukur adalah panjang (L), lebar (B) dan tinggi (T).

4. Hitunglah rata-ratanya masing-masing pengukuran.

5. Telitilah masing-masing permukaan batu bata untuk mengetahui kualitas batu bata, retak, rata, dan sikunya masing-masing sisi.

6. Interpretasikan dari data tersebut untuk menganalisis kualitas batu bata ditinjau dari sifat fisiknya.

1.1.4 DATA HASIL PENGUJIAN

Data pengujian fisik batu bata :

Bata I:Lebar=9,8cm

Panjang=19,7cm

Tebal=4,8cm

Berat=1274gram

Bata I:Lebar=9,4cm

Panjang=19cm

Tebal=4,6cm

Berat=1371gram

Bata I:Lebar=9,6cm

Panjang=19,6cm

Tebal=5,2cm

Berat=1416gram

Rata-rata dimensi :Lebar= 9,3cm

Panjang= 18,7cm

Tebal= 4,5cm

Retak :

Benda Uji I= Tidak ada retak

Benda Uji II= Tidak ada retak

Benda Uji III= Tidak ada retak

Kerataan :

Benda Uji I= Semua sisi rata

Benda Uji II= Semua sisi rata

Benda Uji III= Semua sisi rata

Siku :

Benda Uji I= Satu sisi tidak siku

Benda Uji I= Semua sisi siku

Benda Uji I= Semua sisi siku

1.1.5 KESIMPULAN

Ditijau dari pengamatan fisik batu bata yang diuji memenuhi persyaratan untuk bahan bangunan. Penyimpangan panjang kurang dari 3%, arah melebar kurang dari 4%, dan arah tebal kurang dari 5%. Sedangkan ditinjau dari pandangan luar semua benda uji tidak ada retak, semua sisi rata dan hanya satu sisi yang kurang siku. Dengan demikian batu bata yang diuji termasuk mutu baik ditinjau dari pengujian fisik.1.1.6 GAMBARGambar.1.1 Benda uji fisik batu bata1.2 PENYERAPAN AIR1.2.1 TUJUAN

TIU :Memberi petunjuk kepada mahasiswa supaya mengetahui cara-cara pengujian penyerapan air pada batu bata dan mampu melaksanakan pengujian sendiri.

TIK :Diharapkan dengan alat dan bahan yang tersedia mahasiswa mampu menguji untuk mengetahui penyerapan air pada batu bata.

1.2.2 ALAT DAN BAHAN

Alat:1.Timbangan

2. Dryer/kipas angin

3. Oven dengan pengatur suhu

Bahan:Batu bata

1.2.3 LANGKAH KERJA

1. Siapkan alat dan bahan yang diperlukan.

2. Ambil dan timbang satu buah batu bata untuk mengetahui berat awal (A) , kemudian rendam sampai jenuh air atau selama 3 jam.

3. Ambil batu bata yang telah direndam kemudian dibersihkan permukaan dengan kain lap untuk mencapai kering permukaan dan setelah kering permukaan ditimbang untuk mengetahui berat jenuh (B).

4. Kemudian keringkan dengan memasukkan dalam oven dengan temperatur 110C selama 24 jam.

5. Ambil batu bata dari dalam oven dan dinginkan lalu timbang beratnya untuk mendapatkan berat batu bata kering (C).

6. Catat hasil percobaan sebagai data untuk menentukan penyerapan air pada batu bata.

1.2.4 DATA HASIL PENGUJIANData pengujian penyerapan air batu bata :

Data percobaan :

Berat batu bata awal(A)=1,339kg

Berat batu bata jenuh air(B)=1,612kg

Berat batu bata kering oven (C)=1,285kg Analisa Data :

1. Tinjauan terhadap penyerapan air bata dari pasaran

Berat air serap (D)=

x 100%= [(1,612-1,339)/1,339] x 100% = 20,38%Volume serap air (F)=D/100 x A

= (20,38/100) x 1,339 = 0,273 liter

2. Tinjauan terhadap penyerapan air bata kering oven

Berat air jenuh (E)=

x 100% = [(1,612 -1,285)/1,285] x 100% = 25,48%Volume air jenuh (G)=E/100 x A = (25,48/100) x 1,285 = 0,327 liter

3. Penyerapan air bata rata-rata

Rata-rata= (F+G)/2

=(0,273 + 0,327)/2 = 0,3 liter1.2.5 KESIMPULANPenyerapan air oleh batu bata benda uji cukup tinggi, rata-rata sebesar 0,318 liter, sehingga supaya aman dalam pemasangan untuk tembok harus disiram atau direndam terlebih dahulu, untuk mengurangi penyerapan air dari spesi, agar kualitas spesi tetap terjaga.1.3 UJI KUAT TEKAN1.3.1 TUJUAN

TIU :Memberikan petunjuk dan melatih mahasiswa cara menguji kuat tekan pada batu bata, sehingga mampu melaksanakan pengujian sendiri.

TIK :Mahasiswa dengan alat dan bahan yang tersedia mampu menguji serta menganalisa data hasil pengujian kuat tekan pada batu bata.

1.3.2 ALAT DAN BAHAN

Alat:1.Mistas 3.Cetak

2.Gergaji 4.Mesin test tekan

Bahan :1.Batu bata3.Port land cemant

2. Pasir 1.3.3 LANGKAH KERJA

1. Mempersiapkan alat dan bahan.

2. Ambil 3 (tiga) buah bata lalu potong menjadi dua bagian yang sama pada arah memanjang.

3. Buat adukan spesi dengan perbandingan campuran 1 bagian Portland cement dibanding 3 bagian pasir (1 PC : 3 PS) dan air sebanyak 60 70%.

4. Ambil dua potongan batu bata yang tadi dan susun dengan lapisan spesi setebal 1,5 cm, di bagian permukaan atas dan bawah ratakan pula dengan spesi setebal 1 cm. Biarkan selama 24 jam.

5. Kemudian direndam sampai umur 7 hari atau 14 hari untuk dilakukan pengujian, ambil sehari sebelum pengujian dan dikeringkan di udara bebas.

6. Letakkan benda uji pada mesin test tekan dengan posisi tegak untuk pengujian kuat tekan.

7. Lakukan pengujian dengan memberi bebab perlahan-lahan, kecepatan pembebanan 2kg/cm2/detik.

8. Catat hasil percobaan masing-masing benda uji sebagai data untuk menentukan tegangan tekan pada batu bata.1.3.4 DATA HASIL PENGUJIANData pengujian kuat tekan pasangan batu bata :

Data percobaan :

Test No :IIIIII

Dimensi lekatan

Panjang(L) mm174163186

Tinggi(t) mm132130135

Lebar(b) mm1029798

Beban terbaca (P) a kg/ cm2454045

(P) a N/mm20,450,40,45

Luas Penampang (A) cm2102,596,597,7

P rata rata = ( P1 + P2 + P3 ) 3 = 43 kgA rata rata = ( A1 + A2 + A3 ) 3 = 98,9 cm2 Analisa data :

Besar beban (P):P=a x Aa N

=43 x 98,9Kekuatan tekan benda uji sebesar 61,94 kg/cm2, dan jika dimasukan dalam kelas mutu batu bata, maka benda uji termasuk mutu kelas III, karena mempunyai kekuatan tekan 60 - 80 kg/cm2. sehingga cukup baik untuk bahan bangunan.1.3.5 GAMBAR

Gambar.1.3 Benda uji kuat tekan pasangan batu bata

Gambar.1.4 Cara kerja pengujian kuat tekan pasangan batu bata

BAB II

PENGUJIAN ADUKAN (SPESI)CAMPURAN SEMEN DAN PASIR

2.1 PENGUJIAN GESER (LEKATAN)2.1.1 TUJUAN

TIU :Memberikan petunjuk dan cara-cara pengujian lekatan adukan terhadap geser sehingga mahasiswa mampu melaksanakan pengujian dan mengevaluasi sendiri.

TIK :Mahasiswa dengan alat yang tersedia mampu mengevaluasi uji lekatan adukan terhadap geser dan dapat menganalisa hasil pengujian.

2.1.2 ALAT DAN BAHAN

Alat:1.Mistas 4.Talum

2.Gergaji 5.Mesin test tekan

3. Cetakan

Bahan:1.Pasir3. Batu bata

2.Portland cement4.Air

2.1.3 LANGKAH KERJA

1. Siapkan alat dan bahan yang diperlukan.

2. Potong 3 (tiga) buah batu bata menjadi 2 bagian yang sama.

3. Buat adukan spesi dengan campuran tertentu misalnya:.

4. 1 semen : 4 pasir,dengan F.A.S 0,35. Ambil 3 buah potongan batu bata tadi, dan susun sedemikian hingga membentuk huruf Y. Sehingga dengan 3 buah batu bata tadi dapat dibuat menjadi 2 buah benda uji.6. Biarkan benda uji selama kurang lebih 24 jam. Kemudian rawatlah selama 7 hari.

7. Setelah benda uji mengeras lakukan pengujian dengan memberi beban perlahan-lahan. Kecepatan pembebanan 2 kg/cm2/detik, dengan posisi benda uji seperti huruf Y tegak.

8. Catatan hasil pengujian dan lakukan pengolahan data.2.1.4 DATA HASIL PENGUJIAN

Data pengujian gaya lekat terhadap geser adukan :

Data percobaan :

Tabel.2.1 Data pengujian gaya lekat terhadap geser adukan

Test No :123

Campuran 1 : 51 : 51 : 5

F.A.S0,30,3

Dimensi lekatan

Panjang(L) mm656670

Lebar(b) mm90110100

Tebal() mm151516

Luas penampang (A) mm2175015201700

Tegangan terbaca (a1) kg/cm2198248298

Luas penampang alat = 1018,8 mm 2 Analisis data :

Bila yang terukur tegangan maka menentukan besar beban geser (V) dapat dihitung :

a1=198 kg/cm2=1,98 N/mm2

a2=248 kg/cm2=2,48N/mm2 a3=298 kg/cm2=2,98N/mm2 V1=a1 x Aa =1,98 (2 x 1018,18) = 4031,99NV2=a2 x Aa=2,48 (2 x 1018,18) = 4642,90NV2=a2 x Aa=2,98 (2 x 1018,18) = 6068,35N * Bila yang terukur beban geser, maka kuat geser (g)

geser I=

= 5,66 x 10-5 N/mm2

geser II=

= 8,16 x 10-5 N/mm2 geser III=

= 5,82 x 10-5 N/mm2 Rata-rata tegangan geser = (0,075 + 0,086)/2 = 0,081 N/mm22.1.5 KESIMPULAN

Dari hasil percobaan diketahui bahwa pasangan batu bata dengan campuran spesi 1 : 4 dengan F.A.S 0,3 memiliki kuat geser 0,081 N/mm2.2.1.6 GAMBAR

Gambar.2.1 Benda uji gaya lekat terhadap geser adukan

Gambar.2.2 Cara kerja pengujian gaya lekat terhadap geser adukan2.2 KUAT TEKAN 2.2.1 TUJUAN

TIU :Memberi petunjuk pada mahasiswa mengenai cara menguji kuat tekan adukan spesi sehingga mahasiswa mampu melaksanakan pengujian sendi