laporan maintenance

Download laporan maintenance

Post on 14-Apr-2016

37 views

Category:

Documents

5 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

Maintenance Polman Asta

TRANSCRIPT

LAPORAN PRAKTIKUMMATA KULIAH TEKNIK PERAWATAN

Disusun Oleh:Bayu Ramadhan0220140039

KONSENTRASI MEKATRONIKAPROGRAM STUDI TEKNIK PRODUKSI DAN PROSES MANUFAKTURPOLITEKNIK MANUFAKTUR ASTRAJAKARTA2015KATA PENGANTARPuji serta rasa syukur sepatutnya kita panjatkan kepada Allah SWT, karena atas rahmat dan hidayah-Nya kita masih diberi kesempatan untuk bernafas di bumi yang indah ini. Selawat serta salam semoga tetap tercurah limpahkan kepada Nabi Muhammad SAW. Tak lupa kepada keluarga, sahabat, sampai kepada kita selaku umatnya yang mudah mudahan tunduk kepada ajarannya hingga akhir zaman, Amin.Hal pertama yang ingin saya sampaikan adalah ucapan terima kasih yang setinggi tingginya kepada instruktur mata kuliah Maintenance atas ilmu yang telah diberikan tempat praktikum yang telah disediakan. Selanjutnya ucapan terima kasih kepada rekan kelompok B Mekatronika II yang telah menemani dan membantu saya dalam kegiatan praktikum semester ini.Selanjutnya, permohonan maaf dari saya pribadi kepada instruktur mata kuliah Maintenance atas segala kekhilafan, kelalaian, dan kekurangan saya selama kegiatan praktikum berlangsung. Permohonan maaf juga jika hasil yang saya kerjakan kurang optimal.Terakhir, saya berharap seiring dengan berakhirnya section mata kuliah maintenance ini, dapat memanfaatkan ilmu yang telah saya dapatkan di kemudian hari. Semoga penyusunan laporan ini dapat dijadikan referensi bagi instruktur mata kuliah Maintenance untuk pemberian nilai akhir mata kuliah.

Jakarta, Desember 2015

Penulis

DAFTAR ISIKATA PENGANTAR1BAB IPENDAHULUAN4I.I.Teknik Perawatan4I.II.Peran Teknik Perawatan4I.III.Jenis Perawatan4I.III.I.Preventive Maintenance5I.III.II.Predictive Maintenance5I.III.III.Corrective Maintenance5I.IV.Kerusakan6I.IV.I.Kerusakan Sistem Elektrik6I.IV.II.Kerusakan Sistem Mekanik6I.V.Alignment7I.V.I.Tujuan Alignment7I.V.II.Misalignment7I.V.III.Macam Macam Misalignment7I.V.IV.Kerugian Akibat Misalignment7I.VI.Overhaul8BAB II HASIL PRAKTIKUM9II.I.Alignment9II.I.I.Roda Gigi9II.I.II.Rantai10II.I.III.Pulley dan Belt12II.I.IV.Coupling14II.I.V.Bearing15II.I.VI.Oli19II.I.VII.Grease20II.I.VIII.Coolant22II.II.Overhaul24II.III.Preventive Corrective25II.IV.Quality Control Circle26II.V.Predictive Maintenance26II.V.I.Standar Operasional Prosedur (SOP)26II.V.II.Checksheet26II.V.III.Penjadwalan26II.V.IV.Budgeting26BAB IIIPENUTUP27III.I.Kesimpulan27III.II.Saran27

BAB IPENDAHULUANI.I. Teknik PerawatanDitinjau dari arti setiap kata, teknik memiliki arti metode atau system mengerjakan sesuatu, dan perawatan memiliki arti memelihara, menjaga, mengurus, membela. Kedua kata ini jika digambungkan menjadi teknik perawatan berarti Semua tindakan atau kombinasi dari berbagai kegiatan yang dilaksanakan, dalam rangka mempertahankan dan mengembalikan suatu kondisi mesin atau peralatan, pada standard yang sudah ditetapkan.I.II. Peran Teknik PerawatanDemikian digambarkan alur dari sebuah proses produksi:

I.III. Jenis PerawatanTeknik perawatan berdasarkan tindakannya dibedakan menjadi 2: Perawatan terencana: Preventif dan Predictive Perwatan tidak terencana: Corrective.I.III.I. Preventive MaintenancePreventive maintenance mrerupakan tindakan pencegahan atau kegiatan pemeliharaan dan perawatan untuk mencegah kerusakan yang tak terduga dan menemukan kodisi atau keadaan yang menyebabkan fasilitas operasi lebih tepat.Tindakan yang dilakukan pada Preventive maintenance adalah: Pelumasan dilakukan untuk menghindari korosi juga mengurangi gesekan antar komponen. Inspeksi dilakukan guna menjaga performa komponen komponen dan tools pada mesin, meliputi komponen elektrikal dan komponen mekanikal. Cleaning dilakukan guna membersihkan mesin dari oli, chip, debu dan benda benda lain yang dapat mengganggu proses produksi I.III.II. Predictive MaintenancePredictive Maintenance dilakukan dengan bantuan panca indra atau alat-alat monitor. Perawatan ini dilakukan untuk mengetahui terjadinya perubahan atau kelainan dalam kondisi fisik maupun fungsi dari sistem peralatan.Tindakan yang dilakukan pada Predictive maintenance adalah: Perencanaan dan penjadawalan Pecatatan dan analisisI.III.III. Corrective MaintenanceCorrective Maintenance yaitu kegiatan pemeliharaan dan perawatan yang dilakukan setelah terjadi kerusakan , kegagalan, atau kelainan proses produksi sehingga tidak dapat berfungsi dengan baik.Tindakan yang dilakukan pada Corrective maintenance adalah: Repair Replacement Overhaul

I.IV. KerusakanKerusakan terjadi apabila performance suatu sistem atau komponen mesin mengalami kegagalan fungsi atau tidak memenuhi harapan. Terdapat dua kerusakan yang biasa terjadi yaitu, kerusakan pada bagian elektrik & mekanik.I.IV.I. Kerusakan Sistem ElektrikGejala kerusakan elektrik tidak tampak secara fisik dan dapat diketahui dari performa yang menurun, hasil pengukuran dan secara fisik dapat diketahui dari panas yang berlebih. Malfunction: Sistem tidak berfungsi semestinya Performance menurun Perubahan setting parameter Tripped Pengaman atau fuse rusak Overload atau short circuit Failure Sistem tidak berkerja Komponen rusak Loss contactI.IV.II. Kerusakan Sistem MekanikSecara fisik terlihat gejalanya seperti geratan berlebih, suara abnormal, dll. Kategori kerusakan sistem mekanik: Damage-defect yaitu suatu kondisi terjadi akumulasi aliran plastis pada struktur tetapi masih bermanfaat Facture-crack yaitu suatu keadaan konstruksi mulai retak Facture-break yaitu suatu keadaan konstruksi patah menjadi dua bagian atau lebih Rupture yaitu suatu kondisi khusus dimana konstruksi patah disertai plastic slip (material ulet). Struktur mengalami creep (pengujian pada tegangan konstan dalam temperatur tinggi) akan rupture.I.V. AlignmentAlignment adalah suatu pekerjaan yang meluruskan / mensejajarkan dua sumbu poros lurus (antara poros penggerak dengan sumbu poros yang digerakkan).I.V.I. Tujuan Alignment Agar putaran dan daya yang ditransmisikan dapat maksimal; Menghindarkan kerusakan akibat ketidaksumbuan; Menjaga kondisi mesin tetap stabil; Menghindarkan kebisingan.I.V.II. MisalignmentKetidak sejajaran poros atau biasa di sebut dengan misalignment adalah proses terjadinya optimalisasi sebuah poros yang mencapai puncak kekuatan suatu poros, sehingga membuat kinerja mesin berkurang pada saat mesin sedang beroperasi.I.V.III. Macam Macam Misalignment Paralel Offset Misalignment Angular Misalignment Combinasion Misalignment SoftFootI.V.IV. Kerugian Akibat Misalignment Bearing failure Shaft failure Seal failure Coupling wear Overheating Energy loss High vibration High Power ConsumptionI.VI. OverhaulOverhaul(rebuild) adalah suatu prosedur (pekerjaan / program) terorganisir yang dilakukan untuk mengembalikan performa engine ke nilai spesifikasi standar pabrik dan memberikan usia kedua dengan merekondisi komponen yang aus atau rusak mengacu pada petunjuk pemakai ulang (Reusable Parts) komponen menurut standar pabrik.Biasanya engine overhaul dilakukan karena adanya masalah pada bagian mesin seperti, adanya suara abnormal, kompresi rendah atau adanya oli yang terbakar akibat ausnya ring piston atau silinder pada block silinder, kerusakan pada piston, batang piston, poros engkol dan lain sebagainya.

BAB IIHASIL PRAKTIKUMII.I. AlignmentII.I.I. Roda GigiRoda gigiadalah bagian darimesinyang berputar yang berguna untuk mentransmisikandaya. Roda gigi memiliki gigi-gigi yang saling bersinggungan dengan gigi dari roda gigi yang lain. Dua atau lebih roda gigi yang bersinggungan dan bekerja bersama-sama disebut sebagai transmisi roda gigi, dan bisa menghasilkan keuntungan mekanis melalui rasio jumlah gigi. Roda gigi mampu mengubahkecepatan putar,torsi, dan arah daya terhadap sumber daya. Alat dan bahan: Kunci L Penggaris Kaliper Water pass Dial Oli Soft Hammer MajunNoUrutan KerjaStandarKeterangan

1Lepaskan roda gigi, shaft, dan komponen lainnya dari meja kerjaTidak ada komponen lain yang berada di mejaGunakan kunci L10 dan L5

2Bersihkan semua komponen serta meja kerja dari oli dan debu yang menempelKomponen dan meja tidak licin dan berdebuGunakan majun

3Ukur dimensi poros, bearing, dan roda gigiSemua komponen dimensinya terukur dengan jelasGunakan caliper,

4Lakukan levelling pada meja untuk kerataan gunakan waterpassKetinggian setiap bidang samaGunakan waterpass

5Pasang bearing pada mejaBaut jangan terlalu kencang, untuk menyesuaikan dengan poros dan roda gigiGunakan kunci L10

6Masukkan poros pada bearingPoros jangan dikunci dahulu, untuk menyesuikan panjang dengan roda gigi

7Pasang roda gigi pada poros, dan dikunci dengan bautRoda gigi dan poros terpasang kuatGunakan kunci L10

8Sejajarkan kedua poros untuk angular alignment nya, kemudian kunci dengan bautKedua poros tidak membentuk trapesiumGunakan kunci L10

9Sejajarkan dan ratakan depan dan belakang poros hingga kedua poros rataPerbedaan panjang=0Gunakan mistar

10Tes kerataan roda gigiTidak ada singgunganGunakan dial

11Lumasi kembali seluruh bagianSemua bagian licinGunakan minyak pelumas

Hasil kerjaNoItemPengukuran

1Shaft/ poros Diameter: 50 mm

2Roda gigiDiameter kecil: 35 mmJumlah gigi: 40 Tebal: 49 mm

3BearingDiameter: 50 mm

4Alignment yang dilakukan Ketinggian dengan waterpass Terjadi backlash Kesejajaran pas Kemiringan tidak terjadi

II.I.II. RantaiTransmisi rantai-sproket digunakan untuk transmisi tenaga pada jarak sedang. Kelebihan dari transmisi ini dibanding dengan transmisi sabuk-puli adalah dapat digunakan unutk mennyalurkan daya yang lebih besar

Alat dan bahan: Kunci L Penggaris Tang Kaliper Water pass Dial Oli Soft Hammer MajunNoUrutan KerjaStandarKeterangan

1Lepaskan rantai, sprocket, shaft, dan komponen lainnya dari meja kerjaTidak ada komponen lain yang berada di mejaGunakan kunci L10 tang, dan L5

2Bersihkan semua komponen serta meja kerja dari oli dan debu yang menempelKomponen dan meja tidak lici