laporan kultur jaringan pembuatan media induksi kalus

Click here to load reader

Post on 04-Jul-2015

2.017 views

Category:

Documents

16 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

LAPORAN PRAKTIKUM KULTUR JARINGAN PEMBUATAN MEDIA INDUKSI KALUS

Rizky Yanuarista NRP. 1509100027 ASISTEN Lintang R.

PROGRAM STUDIBIOLOGI Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya 2011

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Dengan teknik in vitro mampu memproduksi bibit dalam jumlah besar dengan waktu yang relatif singkat, bebas patogen, identik dengan induknya dan tidak dipengaruhi musim. Teknik ini memerlukan media buatan yang dibuat dari beberapa komponen utama yaitu gula, air, unsur hara makro dan mikro, vitamin, asam amino, serta zat pengatur tumbuh. Prinsip utama dari teknik kultur jaringan adalah perbanyakan tanaman dengan menggunakan bagian vegetatif tanaman menggunakan media buatan yang dilakukan di tempat steril (Winata, 1987). Medium yang digunakan dalam kultur in vitro tanaman dapat berupa medium padat atau cair. Untuk memudahkan pembuatan medium kultur sebagian besar komponen disiapkan dalam bentuk larutan beku. Bahan seperti sukrosa, agar, dan beberapa komponen tertentu tidak dibuat larutan baku, tetapi langsung ditambahkan ke dalam campuran untuk pembuatan medium. Medium padat umumnya digunakan untuk menghasilkan kalus yang selanjutnya diinduksi membentuk tanamanyang lengkap (planlet), sedangkan medium cair biasanya digunkan untuk kultur sel. Media tumbuh dapat mengandung lima komponen utama yaitu senyawa anorganik (unsur makro dan unsur mikro), zat pengatur tumbuh, sumber karbon, vitamin, dan suplemen organik. Terdapat 13 komposisi media dalam kultur jaringan, antara lain: Murashige dan Skoog (MS), Woody Plant Medium (WPM), Knop, Knudson-C, Anderson dan sebagainya. Media yang sering digunakan secara luas adalah MS (Gunawan, 1987).

1.2 Permasalahan Permasalahan yang dihadapi dalam praktikum tentang pembuatan media induksi kalus adalah bagaimana langkahlangkah pembuatan larutan stok untuk media MS 0 dan bagaimana komposisi dari bahan-bahan untuk membuat larutan stok untuk media MS 0. 1.3 Batasan Masalah Permasalahan pada penelitian dibatasi pada : a. Cara membuat larutan stok untuk media MS 0. b. Komposisi bahan-bahan yang digunakan untuk larutan stok untuk media MS 0 1.4 Tujuan Tujuan dari praktikum ini adalah untuk memahami bahanbahan dasar yang terdapat dalam media MS 0. 1.5 Manfaat Hasil praktikum ini bermanfaat untuk mengetahui langkah-langkah dalam pembuatan larutan stok dan komposisi dari bahan-bahan untuk media MS 0.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Kultur Jaringan Kultur jaringan dalam bahasa asing disebut sebagai tissue culture, weefsel culturs atau gewebe kultur. Kultur adalah budidaya dan jaringan adalah sekelompok sel yang mempunyai bentuk dan fungsi yang sama. Jadi dapat disimpulkan bahwa kultur jaringan adalah membudidayakan suatu jaringan tanaman menjadi tanaman kecil yang mempunyai sifat sama seperti induknya (Zulkarnain, 2009). Teknik kultur jaringan akan dapat berhasil dengan baik apabila syarat syarat yang diperlukan terpenuhi. Syarat syarat tersebut meliputi pemilihan eksplan sebagai bahan dasar untuk pembentukan kalus, penggunaan mwdium yang cocok, keadaan yang aseptik dan pengaturan udara yang baik terutama untuk kultur cair (Zulkarnain, 2009). Menurut Nisa (2005), kultur jaringan ini memiliki keunggulan perbanyakan tanaman melalui teknik kultur jaringan adalah sangat dimungkinkan mendapatkan bahan tanam dalam jumlah besar dalam waktu singkat dimana tanaman tersebut memiliki sifat fisiologis dan morfologi yang sama persis dengan induknya. Dari teknik kultur jaringan ini diharapkan dapat memperoleh tanaman baru yang bersifat unggul. Keuntungan lainnya yaitu penghematan tenaga, waktu, tempat dan biaya. Menurut Zulkarnain (2009), tujuan dari kultur jaringan adalah untuk membiakkan bagan tanaman dalam ukuran yang sekecil kecilnya seperti organ tanaman, sel, jaringan, tepungsari, protoplas, kloroplas sehingga menjadi beratus ratus ribu tanaman kecil (klon), dan untuk menghasilkan kalus sebanyak banyaknya agar dapat menghasilkan metabolit sekunder. Oleh karena itu laboratorium kultur jaringan harus dirancang secra khusus, karena ada bagian bagian atau ruang ruang yang harus dalam suasana steril.

Laboratorium kultur jaringan harus selalu mengutamakan dan memperhatikan tingkat sterilitas dari ruang ruangnya beserta juga peralatannya, sehingga terbebas dari kontaminasi dan mikrobia yang tidak dikehendaki. 2.2 Media Tanam Kultur Jaringan 2.2.1 Unsur-unsur yang Dibutuhkan Tanaman Sebelum menguraikan cara-cara membuat medium kultur jaringan, maka terlebih dahulu kita harus mengetahui unsurunsur yang dibutuhkan untuk pertumbuhan jaringan tanaman. Unsur-unsur yang dibutuhkan oleh jaringan tanaman dikelompokkan menjadi dua, yaitu garam-garam anorganik dan zat-zat organik (Sriyanti, 1994). 2.2.2 Garam-garam Anorganik Setiap tanaman membutuhkan paling sedikit 16 unsur untuk pertumbuhannya yang normal. Tiga unsur diantaranya adalah unsur C, H, dan O yang diambil dari udara, sedangkan 13 unsur lainnya berupa pupuk yang dapat diberikan melalui akar atau mmelalui daun. Pada perbanyakan tanaman dengan kultur jaringan, unsur-unsur tersebut diberikan melalui akar yaitu dengan menambahkannya pada medium agar. Semua unsur tersebut dibutuhkan oleh tanaman untuk pertumbuhannya. Ada unsur yang dibutuhkan dalam jumlah besar yang disebut unsur makro, ada pula yang dibutuhkan dalam jumlah sedikit tetapi harus tersedia yang disebut unsur mikro (Sriyanti, 1994). Jenis-jenis yang termasuk unsur makro adalah nitrogen (N), fosfor (P), kalium (K), sulfur (S), kalsium (Ca), dan magnesium (Mg). Unsur NPK tersedia. Sedangkan unsur S, Ca, dan Mg boleh ada dan boleh tidak, tetapi baik apabila unsur-unsur tersebut juga tersedia. Unsur-unsur yang termasuk di dalam unsur mikro adalah klor (Cl), mangan

(Mn), besi (Fe), tembaga (Cu), seng (Zn), bor (B), dan molibdenum (Mo) (Sriyanti, 1994). Unsur-unsur makro biasanya diberikan dalam bentuk NH4NO3, KNO3, CaCl2, 2H2O, MGSO4.7H2O, dan KH2PO4. Sedangkan unsur-unsur mikro biasa diberikan dalam bentuk MnSO4.4H2O, ZnSO4.4H2O, H3BO3, KI, NaMoO4.2H2O, CuSO4.5H2O, dan CaCl2.6H2O (Sriyanti, 1994). 2.3 Zat-zat Organik Zat-zat organik yang biasanya ditambahkan dalam medium kultur jaringan adalah sukrosa, mio-inositol, vitamin, asamasam amino, dan zat pengatur tumbuh. Sebagai tambahan biasanya diberi zat organik lain seperti air kelapa, ekstrak ragi, pisanng, tomat, taoge, jeruk, kentang, apel, apokat, pepaya, dan masih banyak lagi lainnya (Sriyanti, 1994). 2.4 Kegunaan Setiap Unsur bagi Tanaman Setelah kita mengetahui semua unsur yang dibutuhkan oleh tanaman maka sebelum kita menentukan unsur-unsur yang akan digunakan untuk meramu medium kultur jaringan perlu mengetahui terlebih dahulu kegunaan dari setiap unsur tersebut bagi pertumbuhan tanaman atau jaringan tanaman. Menurut Sutarni Moeso (1989), kegunaan tiap-tiap unsur tersebut adalah sebagai berikut: a. Unsur Nitrogen (N) Kegunaan Nitrogen bagi tanaman adalah untuk menyuburkan tanaman, pembentukan hijau daun, dan pertumbuhan vegetatif tanaman sebab unsur N dapat membentuk protein, lemak, dan berbagai persenyawaan organik yang lain.

b. Unsur Fosfor (P) Unsur P terutama dibutuhkan tanaman untuk pembentukan karbohidrat. Maka, unsur P dibutuhkan secara besar-besaran pada waktu pertumbuhan benih, pembungaan, pemasakan buah dan biji. c. Unsur Kalium (K) Unsur K berfungsi untuk memperkuat tubuh tanaman, karena dapat menguatkan serabut-serabut akar sehingga daun, bunga, dan buah tidak mudah gugur. Di samping itu, unsur K juga berfungsi memperlancar metabolisme dan mempengaruhi penyerapan makanan. d. Unsur Sulfur (S) Unsur S merupakan unsur yang penting untuk pembentukan beberapa jenis protein, seperti asam amino dan vitamin B1. Unsur S juga berperan dalam pembentukan bintil-bintil akar, membantu pembentukan anakan sehingga pertumbuhan dan ketahanan tanaman terjamin. e. Unsur Kalsium (Ca) Unsur Ca terdapat pada batang dan daun tanaman yang berfungsi merangsang pembentukan bulu-bulu akar, mengeraskan batang dan merasang pembentukan biji karena unsur Ca bersama Mg akan memproduksi cadangan makanan. f. Unsur Magnesium (Mg) Dengan menambahkan unsur Mg maka kandungan fosfat dalam tanaman meningkat. Kegunaan fosfat sebagai bahan mentah untuk pembentukan sejumlah protein, maka pertumbuhan daun menjadi hijau sempurna dan terbentuk karbohidart, lemak serta minyak.

g. Unsur Besi (Fe) Pemberian unsur Fe juga berfungsi sebagai penyangga yang sangat penting untuk menyangga kestabilan pH media selama digunakan untuk menumbuhkan jaringan tanaman, pernafasan dan pembentukan hijau daun. h. Unsur Sukrosa Sukrosa sering ditambahkan pada medium kultur jaringan sebagai sumber energi yang diperlukan untuk induksi kalus. Sukrosa dengan konsentrasi 2%-5% merupakan sumber karbon. Penggunaaan sukrosa di atas kadar 3% menyebabkan terjadinya penebalan dinding sel. Pengaruh rangsangan dari gula terhadap pertumbuhan ditentukan juga oleh cara sterilisasinya. Penggunaan autoklaf untuk sterilisasi dapat memberikan pengaruh baik atau buruk terhadap pertumbuhan, tergantung dari gula yang digunakan dalam medium tersebut. i. Unsur Glukosa dan Fruktosa Glukosa dan Fruktosa dapat digunakan untuk mengganti sukrosa karena dapat merangsang pertumbuhan beberapa jaringan. Peemilihan gula dan konsentrasi yang akan digunakan tergantung dari jaringan tumbuhan yang akan di kulturkan dan tujuan yang ingin dicapai. Unsur Mio-inositol Penambahan mio-inositol pada medium bertujuan untuk membantu diferensiasi dan pertumbuhan sejumlah jaringan. Bila mio-inositol diberikan bersama dengan auksin, kinetin dan vitamin, maka dapat mendorong pertumbuhan jaringan kalus.

j.

k. Unsur Vitamin Vitamin yang sering digunakan dalam media kultur jaringan antara lain Tiamin, Piridoksin, dan asam

nikotonat. Fungsi tiamin adalah untuk mempercepat pembelahan sel pada meristem akar, juga berperan sebagai koenzim daalam reaksi yang menghasilkan energi dari karbohidra

View more