laporan kerja praktek tracking satelit

Click here to load reader

Post on 03-Jul-2015

311 views

Category:

Documents

6 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

DESAIN AWAL SISTEM TRACKING ANTENA STASIUN BUMI UNTUK SATELIT LEO PADA PITA RADIO AMATIR LABORATORIUM ANTENA DAN PROPAGASI ITS

TRANSCRIPT

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Seiring dengan perkembangan teknologi telekomunikasi khususnya dibidang sistem satelit yang cukup pesat, maka sudah seharusnya mahasiswa Jurusan Teknik Elektro dapat memiliki pengetahuan dan keahlihan dalam bidang sistem satelit. Kerja praktek ini dikhususkan dalam hal perancangan sistem tracking antena untuk satelit LEO. Satelit LEO adalah satelit berorbit rendah yang banyak digunakan untuk tujuan penelitian, pengembangan teknologi dan sistem komunikasi. Satelit LEO merupakan suatu satelit yang mengorbit pada ketinggian 300 1500 km diatas permukaan bumi. Agar komunikasi dari satelit ke stasiun yang ada di bumi dan sebaliknya, maka diperlukan sebuah sistem tracking antena pada stasiun bumi tersebut. 1.2 Batasan Masalah Dalam pembahasan masalah ini menitikberatkan pada bagaimana merancang hardware yang diperlukan agar dapat digunakan sebagai sistem tracking antena stasiun bumi untuk satelit LEO pada pita radio amatir dan dapat dikomunikasikan dengan software yang sudah ada. 1.3 Tujuan Selain sebagai salah satu mata kuliah wajib, tujuan dari pelaksanaan dari kerja praktek di Laboratoruim Propagasi dan Antena ini merupakan merupakan kesempatan mahasiswa untuk mengenal dunia kerja. Dengan harapan mahasiswa tidak hanya mengenal teori yang diperoleh di kampus, tetapi juga mengenal kondisi nyata di lapangan yang perkembangannya dipengaruhi secara langsung oleh perkembangan teknologi. 1.4 Waktu dan Tempat Kerja Praktek Tempat pelaksanaan kerja praktek adalah di Laboratoruim Antena dan Propagasi Program Studi Telekomunikasi Multimedia Institut Teknologi Sepuluh November. Kerja 1

Praktek dilakukan pada tanggal 18 Oktober 2010 sampai 31 Desember 2010. 1.5 Metode Pengumpulan Data Dalam mengumpulkan data untuk mendukung Penyusunan Laporan Kerja Praktek digunakan metode-metode sebagai berikut : 1. Observasi langsung terhadap sistem antena stasiun bumi. 2. Diskusi dengan pembimbing, staf, dan karyawan. 3. Studi literatur. 1.6 Sistematika Penulisan Sistematika dalam penyusunan laporan kerja praktek ini disusun per bab dari sub-sub bab dengan permasalahannya sebagai berikut : BAB I PENDAHULUAN Pada bab ini berisi mengenai latar belakang kerja praktek ini, batasan masalah, tujuan penulisan, metode pengumpulan data dan sistematika penulisan. BAB II STRUKTUR ORGANISASI Pada bab ini berisi mengenai struktur organisasi dari tempat pelaksanaan kerja praktek. BAB III DASAR TEORI Pada bab ini dasar teori yang berkaitan dengan kerja praktek dan hal-hal penting lainnya tentang stasiun bumi. BAB IV DESAIN AWAL GROUND STATION Pada bab ini membahas mengenai proses pengerjaan dan pengujian stasiun bumi yang dikerjakan selama kerja praktek. BAB V PENUTUP Penutup berisi mengenai kesimpulan bab-bab sebelumnya serta saran.

2

BAB II STRUKTUR ORGANISASI 2.1 Sejarah Singkat Jurusan Teknik Elektro - Institut Teknologi Sepuluh November Pada tanggal 10 November 1957, Presiden Pertama RI, Dr.Ir. Soekarno meresmikan berdirinya Perguruan Tinggi Teknik Sepuluh Nopember di lapangan terbang Morokrembangan Surabaya. Atas dasar PP No. 9 Tahun 1961, perguruan tinggi tersebut dinegerikan dengan nama Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS). Pada saat berdirinya, Perguruan Tinggi Teknik Sepuluh Nopember hanya memiliki 2 fakultas, yaitu Fakultas Teknik Sipil (FTS) dan Fakultas Teknik Mesin (FTM). Setelah dinegerikan ITS memiliki 3 fakultas baru, yaitu Fakultas Teknik Elektro (FTE), Fakultas Teknik Kimia (FTK), dan Fakultas Teknik Perkapalan (FTP). Dengan SK Mentri PDK No. 72 Tahun 1965, ITS menambah 2 fakultas lagi, yaitu Fakultas Teknik Arsitektur (FTA) dan Fakultas Ilmu Pasti dan Ilmu Alam (FIPIA). Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknologi Industri ITS yang sekarang ini adalah penjelmaan dari Fakultas Teknik Elektro ITS tersebut di atas, sebagai hasil penataan kembali organisasi dan tata kerja ITS sesuai dengan Keputusan Presiden RI No. 58 Tahun 1982. Dalam hal ini, Fakultas Teknik Mesin, Fakultas Teknik Elektro, Fakultas Teknik Kimia dan Fakultas Teknik Fisika FIPIA digabung menjadi Fakultas Teknologi Industri (FTI). Saat ini FTI-ITS terdiri dari : 1. Jurusan Teknik Mesin FTI-ITS 2. JURUSAN TEKNIK ELEKTRO FTI-ITS 3. Jurusan Teknik Kimia FTI-ITS 4. Jurusan Teknik Fisika FTI-ITS 5. Jurusan Teknik Industri FTI-ITS 3

Program Studi Teknik Material FTI-ITS 2.2 Visi dan Misi Organisasi Jurusan Teknik Elektro FTI-ITS mempunyai beberapa visi dan misi untuk perkembangan di masa depan. Visi Lembaga yang unggul dan kompetitif berkelas dunia dalam proses pengembangan dan penerapan IPTEK bidang : 1. Teknik Sistem Tenaga 2. Telekomunikasi Multimedia 3. Elektronika 4. Teknik Sistem Pengaturan 5. Teknik Sistem Komputer Misi Menghasilkan Sarjana Teknik Elektro yang : 1. Bermoral 2. Mempunyai daya saing tinggi 3. Profesional 4. Mampu mengembangkan, meningkatkan dan memajukan IPTEK 5. Mampu memberikan andil pada penerapan IPTEK 6. Berpotensi pada kepentingan masyarakat 2.3 Susunan Organisasi Jurusan Teknik Elektro FTI-ITS menyelenggaralkan programprogram sebagai berikut : 1. Program Sarjana (S1) Teknik 2. Program Magister (S2) Pascasarjana Teknik 3. Program Doktor (S3) Pascasarjana Teknik Elektro 4. Program Diploma III (D3)

6.

4

Ketua Jurusan Teknik Elektro: Ir. Mochamad Ashari, M.Eng., PhD

Sekretaris Jurusan: Ir. Joko Susila, MT

Program Pasca Sarjana Teknik Elektro

Program Studi D3 Komputer Kontrol

Koordinator bidang studi (sarjana)

Kepala Laboratorium Simulasi Sistem Tenaga Prof. Dr. Ontoseno Penangsang Konversi Energi Listrik Prof. Dr. Ir. Soebagio Instrumentasi Pengukuran Identifikasi Sistem Tenaga Prof. Dr. Ir. Mauridhi Hery P., MEng. Tegangan Tinggi Dr. I Made Yulistya Negara, ST. MSc. Kepala Laboratorium Jaringan Telekomunikasi Dr. Ir. Achmad Affandi, DEA Komunikasi Multimedia Dr. Ir. Wirawan, DEA Antena dan Propagasi Prof.Dr.Ir. Gamantyo Hendrantoro, M.Eng Kepala Laboratorium Elektronika Industri Dr. Muhammad Rivai, ST. MT Elektronika Biomedika Dr. Tri Arief Sardjono, ST. MT Elektronika Dasar Totok Mudjiono, M.Ikom Kepala Laboratorium Teknik Sistem Prof. Ir. Abdullah Alkaff, MSc Otomasi dan Informatika Industri Dr. Ir. Mochamad Rameli Teknik Pengaturan Ir. Ali Fatoni, MT Kepala Laboratorium Telematika Dr. Moch. Hariadi, ST. MEng Informatika Digital Dr. I Ketut Edy Purnama, ST. MT Pengolahan Sinyal Digital Ahmad Zaini, ST. MT

Koordinator Program: Prof.Dr.Ir. Mauridhi Hery Purnomo, M.Eng

Koordinator Program: Ir. Gatot Kusrahardjo, MT

Teknik sistem tenaga: Ir. Sidarjanto

Sekretaris Program: Prof.Dr.Ir. Gamantyo Hendrantoro, M.Eng

Sekretaris Program: Ir. Arief M, MT

Telekomunikasi Multimedia: Ir. M. Aries Purnomo

Elektronika: Ir. Hendra Kusuma, M.Eng

Teknik Sistem Pengaturan: Ir. Rusdhianto Effendi, MT

Teknik computer dan telematika: Ir. Yoyon Kusnendar Suprapto, M.Sc

Gambar 2.1 Struktur Organisasi Jurusan Teknik Elektro FTI-ITS

5

Gambar 2.2 Struktur Organisasi Laboratorium Antena dan Propagasi

Tesis S2 Gembong Edhi Setyawan

Kerja Praktek S1 Kelompok 1: Ondi Tarnama Simamora Rizdi Sasmita Darwis Tri Haryo Putra Kelompok 2: Arie Setiawan Muhamad Aenurrofiq Alatasy Dicky Rismawan Raharjo Kelompok 3: Riski Andami Nafa Adib Budi Santoso

Gambar 2.3 Struktur Tim satelit nano

6

BAB III DASAR TEORI 3.1 Satelit Satelit adalah benda yang mengorbit benda lain dengan periode revolusi dan rotasi tertentu. Ada dua jenis satelit yakni satelit alam dan satelit buatan. Dalam dunia teknologi, satelit yang dimaksudkan disini adalah satelit buatan. Satelit memiliki banyak jenis, diantaranya adalah : Satelit astronomi adalah satelit yang digunakan untuk mengamati planet, galaksi, dan objek angkasa lainnya yang jauh. Satelit komunikasi adalah satelit buatan yang dipasang di angkasa dengan tujuan telekomunikasi menggunakan radio pada frekuensi gelombang mikro. Kebanyakan satelit komunikasi menggunakan orbit geosinkron atau orbit geostasioner, meskipun beberapa tipe terbaru menggunakan satelit pengorbit Bumi rendah. Satelit pengamat Bumi adalah satelit yang dirancang khusus untuk mengamati Bumi dari orbit, seperti satelit reconnaissance tetapi ditujukan untuk penggunaan non-militer seperti pengamatan lingkungan, meteorologi, pembuatan peta, dll. Satelit navigasi adalah satelit yang menggunakan sinyal radio yang disalurkan ke penerima di permukaan tanah untuk menentukan lokasi sebuah titik dipermukaan bumi. Salah satu satelit navigasi yang sangat populer adalah GPS milik Amerika Serikat selain itu ada juga Glonass milik Rusia. Bila pandangan antara satelit dan penerima di tanah tidak ada gangguan, maka dengan sebuah alat penerima sinyal satelit (penerima GPS), bisa diperoleh data posisi di suatu tempat dengan ketelitian beberapa meter dalam waktu nyata. 7

Satelit mata-mata adalah satelit pengamat Bumi atau satelit komunikasi yang digunakan untuk tujuan militer atau mata-mata. Satelit tenaga surya adalah satelit yang diusulkan dibuat di orbit Bumi tinggi yang menggunakan transmisi tenaga gelombang mikro untuk menyorotkan tenaga surya kepada antena sangat besar di Bumi yang dpaat digunakan untuk menggantikan sumber tenaga konvensional. Stasiun angkasa adalah struktur buatan manusia yang dirancang sebagai tempat tinggal manusia di luar angkasa. Stasiun luar angkasa dibedakan dengan pesawat angkasa lainnya oleh ketiadaan propulsi pesawat angkasa utama atau fasilitas pendaratan; Dan kendaraan lain digunakan sebagai transportasi dari dan ke stasiun. Stasiun angkasa dirancang untuk hidup jangka-menengah di orbit, untuk periode mingguan, bulanan, atau bahkan tahunan. Satelit cuaca adalah satelit yang diguanakan untuk mengamati cuaca dan iklim Bumi. Satelit miniatur adalah satelit yang ringan dan kecil. Klasifikasi baru dibuat untuk mengkategorikan satelit-satelit ini: satelit mini (500200 kg), satelit mikro (di bawah 200