laporan kasus gemeli

Download LAPORAN KASUS GEMELI

Post on 11-Apr-2016

60 views

Category:

Documents

3 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

LAPORAN KASUS GEMELI

TRANSCRIPT

LaporanKasus

GEMELIDi SusunUntukMemenuhiSebagianSyaratMengikutiKepanitraanKlinik Di Bagian Ilmu Kebidanan dan Kandungan RSUD Cut Nyak Dhien Meulaboh

DiajukanKepada:

Dr. Armansyah Harahap, Sp.OG

Dr. Adyanur Munira, Sp.OG

DisusunOleh:

INTAN RAHMAYANI

SMF OBGYN RSUD CUT NYAK DHIEN MEULABOHFAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS ABULYATAMA 2015BAB IPENDAHULUANDalam dua dekade terakhir, jumlah kehamilan kembar telah meningkat secara tak terduga. Peningkatan yang terjadi berkaitan dengan teknologi pembantu reproduksi dalam penatalaksanaan infertilitas. Induksi ovulasi dengan menggunakan FSH plus Chorionic Gonadotropin menghasilkan ovulasi ganda. Selain itu kehamilan kembar juga dapat terjadi karena sebab lainnya, seperti usia ibu saat kehamilan, wanita dengan riwayat persalinan yang sering, wanita yang hamil segera setelah berhenti minum pil KB dan juga lebih tinggi pada orang yang memiliki keturunan atau genetik kembar.1Sebagai penentu kehamilan ganda genotif ibu jauh lebih penting dai genotif ayah. Dalam analisis Bulmer terhadap anak-anak kembar, 1 dari 25 (4%) ibu mereka ternyata kembar, tetapi hanya 1 dari 60 (1,7%) ayah mereka yang kembar. Untuk peningkatan usia sampai sekitar 40 tahun atau paritas sampai dengan 7, frekuensi kehamilan ganda akan meningkat. Frekuensi kelahiran janin multiple memperlihatkan variasi yang nyata diantara berbagai ras yang berbeda. Myrianthopoulus mengindentifikasi kelahiran ganda terjadi 1 diantara 100 kehamilan pada orang kulit putih sedangkan pada orang kulit hitam 1 diantara 80 kehamilan.2Peningkatan jumlah kehamilan kembar merupakan masalah kesehatan masyarakat. Bayi kembar lebih kecil kemungkinan bertahan hidup dan lebih besar kemungkinan menderita disabilitas akibat pelahiran prematur seumur hidupnya. Gestasi multipel diperkirakan terjadi pada 12 persen konsepsi spontan, tetapi hanya 14 persen dari jumlah ini yang bertahan hidup hingga term. Pada sebagian kasus, seluruh janin meninggal tetapi pada banyak kasus hanya satu janin yang hilang dan kehamilan berlanjut sebagai kehamilan tunggal. Salah satu kembar hilang atau lenyap sebelum trimester kedua pada 20 hingga 60 persen konsepsi kembar spontan. Biasanya tidak dijumpai bukti-bukti hilangnya janin saat persalinan, dan pasien dapat diyakinkan bahwa kehilangan janin dengan cara ini tidak meningkatkan resiko penyulit kehamilan.Sekitar separuh dari kehamilan kembar lahir pada 36 minggu atau lebih dini, dan persalinan sebelum term merupakan penyebab utama meningkatnya resiko kematian dan morbiditas neonatus pada bayi kembar.1Peningkatan kehamilan multipel ini juga berhubungan dengan peningkatan insidensi komplikasi obstetrik pada ibu, dimana derajat perubahan fisiologis ibu lebih besar pada kehamilan multiple dibandingkan dengan kehamilan janin tunggal, demikian juga kemungkinan penyulit yang serius pada ibu menyebaban tingginya angka morbiditas dan mortilitas ibu.1

BAB IITINJAUAN PUSTAKAA. Definsi Kehamilan ganda adalah kehamilan dengan dua janin atau lebih. Kehamilan dan persalinan membawa resiko bagi janin. Bahaya bagi ibu tidak sebegitu besar, tetapi wanita dengan kehamilan kembar memerlukan pengawasan dan perhatian khusus bila diinginkan hasil yang memuaskan bagi ibu dan janin.4B. Etiologi 1. Faktor-faktor yang mempengaruhi adalah : bangsa, umur, dan paritas, sering mempengaruhi kehamilan kembar telur. 2. Faktor obat-obat induksi ovulasi : Profertil, Clomid, dan hormon gonadotropin dapat menyebabkan kehamilan dizigotik dan kembar lebih tua.3. Faktor keturunan 4. Faktor yang lain belum diketahui.3Faktor-faktor tersebut dan mungkin pula faktor lain dengan mekanisme tertentu menyebabkan matangnya 2 atau lebih folikel de Graaf atau terbentuknya 2 ovum atau lebih dalam satu folikel. Kemungkinan pertama dibuktikan dengan ditemukannya 21 korpora lutea pada kehamilan kembar. Pada fertilisasi in vitro dapat pula terjadi kehamilan kembar, jika telur-telur yang diperoleh dapat dibuahi lebih dari satu dan jika semua embrio yang kemudian dimasukkan ke dalam rongga rahim ibu tumbuh berkembang lebih dari satu. Pada kembar yang berasal dari satu telur, faktor bangsa, hereditas, umur dan paritas tidak atau sedikit sekali mempengaruhi terjadinya kehamilan kembar itu. Diperkirakan di sini sebabnya ialah faktor penghambat pada masa pertumbuhan dini hasil konsepsi. Faktor penghambat yang mempengaruhi segmentasi sebelum blastula terbentuk, menghasilkan kehamilan kembar dengan 2 amnion, 2 korion, dan 2 plasenta seperti pada kehamilan kembar dizigotik. Bila faktor penghambat terjadi setelah blastula tetapi sebelum amnion terbentuk, maka akan terjadi kehamilan kembar dengan 2 amnion, sebelum primitive streak tampak, maka akan terjadi kehamilan kembar dengan 1 amnion. Setelah primitive streakterbentuk, maka akan terjadi kembar dempet dalam berbagai bentuk.4C. Frekuensi Menurut hukum Hellin, frekuensi antara kehamilan ganda dan tunggal adalah : Gemeli (2) 1 : 89 Triplet (3) 1 : 892 Quadriplet (4)1 : 893 Quintuplet (5)1 : 894 Sextuplet (6)1 : 895Menurut penelitin Greulich (1930), pada 121 juta persalinan didapat angka kejadian kehamilan ganda, yaitu gemeli 1 : 85; triplet 1 : 7.629; quadruplet 1 : 670.743; dan quintuplet 1 : 41.600.000.Faktor bangsa mempengaruhi kehamilan ganda; di Amerika Serikat lebih banyak dijumpai pada wanita kulit hitam dibandingkan kulit putih. Angka tertinggi kehamilan ganda dijumpai di Findalia dan terendah di Jepang.Faktor umur; makin tua, makin tinggi angka kejadian kehamilan kembar dan menurun lagi setelah umur 40 tahun. Paritas; pada primipara 9,8 per 1000 dan pada multipara (oktipara) naik jadi 18,9 per 1000 persalinan.Keturunan; keluarga tertentu akan cenderung melahirkan anak kembar yang biasanya diturunkan secara paternal, namun dapat pula secara maternal.3D. Jenis 1. Gemeli monozigotik Kehamilan kembar yang terjadi dari satu telur atau disebut juga identik, homolog, atau uniovuler. Kira-kira sepertiga kehamilan kembar adalah monozigotik. Kira-kira satu pertiga kehamilan kembar monozigotik mempunyai 2 amnion, 2 koron, dan 2 plasenta; kadang-kadang 2 plasenta tersebut menjadi satu. Dua pertiga mempunyai 1 plasenta, 1 korion, dan 1 atau 2 amnion. Pada kehamilan kembar monoamniotik kematian bayi sangat tinggi karena lilitan tali pusat; untung sekali kehamilan ini jarang terjadi.4Gemeli monozigotik dapat terjadi karena; satu telur dengan 2 inti hambatan pada tingkat blastula, hambatan pada tingkat segmentasi, hambatan setelah amnion dibentuk tetapi sebelum primitve streak.3

Gambar 2.1. plasenta dan selaput janin kembar monozigotik

Gambar 2.2 jenis kembar monozigotik2. Gemeli dizigotik Kira-kira dua pertiga kehamilan kembar adalah dizigotik yang berasal dari 2 telur; disebut juga heterolog, binovuler, atau fraternal. Jenis kelamin sama atau berbeda, mereka berbeda seperti anak-anak lain dalam keluarga. Kembar dizigotik mempunyai 2 plasenta, 2 korion dan 2 amnion. Kadang-kadang 2 plasenta menjadi satu.3Gemeli dizigotik kedua telur berasal dari 1 ovarium dan dari 2 folikel de Graff; 1 ovarium dan dari 1 folikel de Graff; 1 dari ovarium kanan dan satu lagi dari ovarium kiri.4

Gambar 2.3 plasenta dan selaput janin kembar dizigotik3. Conjoined twins, superfekundasi dan superfetasiConjoined twins atau kembar siam adalah kembar dimana janin melekat satu dengan yang lainnya. Misalnya torakofagus (dada dengan dada), abdominofagus (perlekatan kedua abdomen), kraniofagus (kedua kepala) dan sebagainya. Banyak kembar siam telah dapat dipisahkan secara operatif dengan berhasil.3Superfekundasi adalah pembuahan dua telur yang dikeluarkan pada ovulasi yang sama pada dua kali koitus yang dilakukan pada jarak waktu yang pendek. Hal ini dilaporkan oleh Acher (1910) seorang wanita kulit putih melakukan koitus berturut-turut dengan seorang kulit putih dan kemudian dengan pria kulit hitam melahirkan bayi kembar: satu bayi kulit putih dan satu bayi kulit hitam (mulatto).3Superfetasi adalah kehamilan kedua yang terjadi beberapa minggu atau bulan setelah kehamilan pertama. Belum pernah dibuktikan pada manusia, namun dapat ditemukan pada kuda.3

E. Pertumbuhan janin kembar Berat badan satu janin kehamilan kembar rata-rata 1000 gr lebih ringan darijanin tunggal. Berat badan baru lahir biasanya pada kembar dua dibawah 2500 gr, triplet dibawah 2000 gr, quadriplet dibawah 1500 gr dan quantuplet dibawah 1000 gr. Berat badan masing masing janin dari kehamilan kembar tidak sama, umumnya berselisih antara 50 sampai 1000 gr dan karena pembagian sirkulasi darah tidak sama, maka yang satu lebih kurang tumbuh dari yang lainnya. Pada kehamilan ganda monozigotik, pembuluh darah janin yang satu beranastomosis dengan janin yang lain, karena itu setelah bayi satu lahir tali pusat harus diikat untuk menghindari perdarahan. Karena itu janin yang satu dapat terganggu pertumbuhannya dan menjadi monstrum. Seperti akardiakus dan kelainan lainnya. Dapat terjadi sindroma transfusi fetal pada janin yang mendapat darah lebih banyak terjadi hidramnion, polisitemia, edema, dan pertumbuhan yang baik. Sedangkan janin yang kedua terlihat kecil, anemis dehidrasi, oligohidrami dan mikrokardia, karena kurang mendapat darah.Pada kehamilan kembar dizigotik, dapat terjadi satu janin meninggal dan yang satu tumbuh sampai cukup bulan. Janin yang mati bisa diresorbsi (kalau pada kehamilan muda), atau pada kehamilan yang agak tua, janin jadi pipih yang disebut fetus papyrseus atau kompresus. 3F. Sindrom Transfusi Kembar ke KembarSindrom transfusi kembar ke kembar terjadi jika terdapat komunikasi vaskulardi dalam suatu plasenta monokorion yang memungkinkan transfusi darah antara satu janin, sang donor dan kembarannya, sang penerima. Donor menjadi anemik dan pertumbuhannya mungkin terhambat, sedangkan penerima menjadi polisistemik dan mungkin mengalami kelebihan beban sirkulasi yang bermanifestasi sebagai hidrops. Hampir sebanyak 25 persen kembar monokorion memperlihatkan gambaran klinis dari sindrom