laporan inderaja pengenalan interface er mapper

Download Laporan Inderaja Pengenalan Interface ER Mapper

Post on 14-Oct-2015

196 views

Category:

Documents

7 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

Laporan Modul 1 Praktikum Mata Kuliah Penginderaan Jauh IK 2012

TRANSCRIPT

LAPORAN RESMIPRAKTIKUM PENGINDERAAN JAUHMODUL 1INTERFACE PENGENALAN ER MAPPER 7.0

OlehMuhammad Teguh Adi Wibowo26020112140018

PROGRAM STUDI ILMU KELAUTANJURUSAN ILMU KELAUTANFAKULTAS PERIKANAN DAN ILMU KELAUTANUNIVERSITAS DIPONEGOROSEMARANG2013

LEMBAR PENILAIAN(INTERFACE PENGENALAN ER MAPPER 7.0)

Nama: Muhammad Teguh Adi WibowoNIM: 26020112140018Ttd: ................

NO.KETERANGANNILAI

1.Pendahuluan

2.Tinjauan Pustaka

3.Materi dan Metode

4.Hasil dan Pembahasan

5.Kesimpulan

6.Daftar Pustaka

TOTAL

Mengetahui,Koordinator AsistenAsisten,

Jasmine Khairai Zainal Nova Putri DewantiK2D009036 26020211120002

I. PENDAHULUAN

1.1. Pendahuluan Penginderaan jauh adalah suatu ilmu dan seni untuk memperoleh informasi tentang objek, daerah atau gejala dengan cara menganalisis data yang diperoleh dengan menggunakan alat tanpa kontak langsung terhadap objek, daerah atau gejala yang dikaji (Sutanto, 1999).Pemanfaatan satelit penginderaan jauh adalah merupakan pilihan yang paling tepat untuk memperoleh data tentang sumber daya alam tersebut yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia yang cukup luas (Avery, 1985)Penginderaan jauh sangat bermanfaat dalam membantu proses pengukuran, penelitian dan pengelolaan suatu sumber daya bumi dengan menggunakan konsep interpretasi foto udara, fotogrametri, interpretasi citra dari sensor non-fotografi baik secara visual maupun menggunakan teknik pemrosesan citra digital. Hal ini dapat mempermudah dalam pengumpulan data dari jarak jauh yang dapat dianalisis untuk mendapatkan informasi tentang objek, daerah maupun fenomena yang diinginkan atau dikaji (Avery, 1985). ER Mapper adalah salah satu software (perangkat lunak) yang digunakan untuk mengolah data citra atau satelit. Masih banyak perangkat lunak yang lain yang juga dapat digunakan untuk mengolah data citra, diantaranya adalah Idrisi, Erdas Imagine, PCI dan lain-lain. Masing-masing perangkat lunak mempunyai keunggulan dan kelebihannya sendiri. ER Mapper dapat dijalankan pada workstation dengan sistem operasi UNIX dan komputer PCs (Personal Computers) dengan sistem operasi Windows 95 ke atas dan Windows NT. (Cut Meurah, 2004)ER Mapper adalah salah satu perangkat lunak pengolahan citra digital. Perangkat lunak yang dilengkapi dengan user-interface yang user-frendly, yaitu memiliki hampir semua fungsionalitas pengolahan citra digital ini sangat mudah dan praktis untuk digunakan oleh setiap pengguna; tidak terkecuali seorang pemula sekalipun. Selain itu, di dalamnya, terdapat fasilitas help dan online tutorial yang dapat memudahkan para pemakainya. Oleh karena itu, tidak heran, jika sejak peluncuran versi awalnya, ER Mapper telah merebut hati setiap praktisi bidang-bidang remote sensing dan digital image processing (Sutanto,1986)

1.2. Tujuan 1. Mahasiswa diharapkan mengetahui arti dan fungsi dari penginderaan jauh. 2. Mahasiswa diharapkan mengetahui dan mampu mengoperasikan software ER MAPPER 7.0 yang dapat membantu dalam proses pengolahan data hasil citra penginderaan jauh. 3. Mahasiswa diharapkan dapat melakukan, Penggabungan citra Croping citra Penajaman citra Reading data values Geolink

II. TINJAUAN PUSTAKA

2.1. Penginderaan Jauh 2.1.1. Pengertian Penginderaan JauhDalam Cut Meurah (2004), banyak para ilmuwan yang mendefinisikan penginderaan jauh, antara lain,1. Penginderaan jauh merupakan upaya untuk memperoleh, menemutunjukkan (mengidentifikasi) dan menganalisis objek dengan sensor pada posisi pengamatan daerah kajian (Avery, 1985).2. Penginderaan Jauh yaitu penggunaan sensor radiasi elektromagnetik untuk merekam gambar lingkungan bumi yang dapat diinterpretasikan sehingga menghasilkan informasi yang berguna (Curran, 1985).3. Penginderaaan Jauh yaitu suatu pengukuran atau perolehan data pada objek di permukaan bumi dari satelit atau instrumen lain di atas atau jauh dari objek yang diindera (Colwell, 1984).4. Penginderaan Jauh adalah ilmu dan seni untuk memperoleh informasi tentang obyek, daerah, atau gejala dengan jalan menganalisis data yang diperoleh dengan menggunakan alat tanpa kontak langsung terhadap obyek, daerah, atau gejala yang dikaji (Lillesand dan Kiefer, 1979).5. Penginderaan jauh merupakan teknik yang dikembangkan untuk memperoleh dan menganalisis informasi tentang bumi. Informasi itu berbentuk radiasi elektromagnetik yang dipantulkan atau dipancarkan dari permukaan bumi (Lindgren, 1985).Secara umum penginderaan jauh adalah ilmu atau seni untuk memperoleh informasi tentang objek, daerah atau gejala, dengan jalan menganalisis data yang diperoleh dengan menggunakan alat, tanpa kontak langsung dengan objek yang akan dikaji (Lillesand dan Kiefer, 1990). Untuk melakukan penginderaan jarak jauh diperlukan alat sensor, alat pengolah data dan alat-alat lainnya sebagai pendukung. Oleh karena sensor tidak ditempatkan pada objek, maka perlu adanya wahana atau alat sebagai tempat untuk meletakkan sensor. Wahana tersebut dapat berupa balon udara, pesawat terbang, satelit atau wahana lainnya Antara sensor, wahana, dan citra diharapkan selalu berkaitan, karena hal itu akan menentukan skala citra yang dihasilkan (Susanto, 1986).2.1.2. Sistem Penginderaan Jauh

Sistem Penginderaan Jauh (Susanto, 1986)Sensor menangkap objek dari bumi, dimana suatu objek itu bisa sampai ke sensor membutuhkan energi dari sinar matahari sebagai sumber energi. Agar energi tersebut dapat sampai ke objek, harus melewati pembatas atau hambatan yang dinamakan atmosfer. Namun tidak semuanya sinar yang datang dari matahari mengenai objek karena adanya hambatan atmosfer tersebut. Setelah itu, energi yang sampai ke objek diterima dan dipantulkan ke sensor sebagai inti dari sistem tersebut. Kemudian dari sensor mengeluarkan data didgital dan visual yang kemudian samapai ke pengguna yang ada di permukaan bumi (Susanto, 1986).

2.2. Pengertian Citra Dalam penginderaan jauh didapat masukan data atau hasil observasi yang disebut citra. Citra menurut Hornby merupakan gambaran yang terekam oleh kamera atau oleh sensor lainnya. Sedangkan menurut Simonett et al (1983), citra merupakan gambaran rekaman suatu obyek yang dibuahkan dengan cara optic, elektro optic, optic mekanik, atau elektronik. Pada umumnya digunakan bila radiasi elektronik yang dipancarkan atau dipantulkan dari suatu obyek tidak langsung direkam pada film (Sutanto, 1986).

2.2.1. Dasar Pengolahan Citra SatelitProses pengolahan citra atau interprestasi citra adalah proses pengambilan informasi kenampakan objek pada citra, baik secara kualitatif maupun kuantitatif yang memperhatikan pengetahuan maupun pengalaman pengenalan sifat-sifat unsur yang terkandung, melalui penerapan kunci-kunci pengenalan objek (rona atau warna) (Dulbahri, 1985).Pengolahan citra visual dapat didefiniskan sebagai aktivitas visual untuk mengkaji citra yang menunjukkan gambaran muka bumi yang tergambar di dalam citra tersebut untuk tujuan identifikasi obyek dan menilai maknanya (Howard, 1991). Pengolahan citra merupakan kegiatan yang didasarkan pada deteksi dan identifikasi obyek dipermukaan bumi pada citra satelit landsat TM7+ (Dulbahri,1985).Teknik pengolahan citra penginderaan jauh diciptakan agar dapat melakukan pekerjaan penafsiran citra secara mudah dengan mendapatkan hasil penafsiran pada tingkat keakuratan dan kelengkapan yang baik. Menurut Sutanto, teknik penafsiran citra penginderaan jauh dilakukan dengan menggunakan komponen penafsiran yang meliputi: Data AcuanData acuan diperlukan untuk meningkatkan kemampuan dan kecermatan seorang penafsir, data ini bisa berupa laporan penelitian, monografi daerah, peta, dan yang terpenting disini data diatas dapat meningkatkan local knowledge pemahaman mengenai lokasi penelitian. Kunci pengolahan citra atau unsur diagnostic citraPengenalan obyek merupakan bagian vital dalam interpretasi citra. Untuk itu identitas dan jenis obyek pada citra sangat diperlukan dalam analisis memecahkan masalah yang dihadapi. Karakteristik obyek pada citra dapat digunakan untuk mengenali obyek yang dimaksud dengan unsur interpretasi. Unsur interpretasi yang dimaksud disini adalah : Rona / warna Bentuk Ukuran Tekstur Pola Bayangan Situs Asosiasi(Purwadhi & Sri Hardiyanti, 2001) 2.2.2. Operasi Pengolahan Citra Operasi-operasi yang dilakukan didalam pengolahan citra dapat diklasifikasikan dalam beberapa jenis sebagai berikut: 1. Perbaikan Citra (Image Restoration)Pada hakikatnya semua operasi dalam pengolahan citra bertujuan untuk memperbaiki kualitas citra untuk suatu keperluan tertentu. Perbaikan citra diartikan sebagai proses untuk mengolah citra digital yang di dapat agar lebih mendekati bentuk aslinya, atau sering disebut sebagai proses mendapatkan kembali (rekonstruksi) citra asli dari suatu citra yang telah mengalami proses degradasi. 2. Perbaikan Kualitas Citra (Image Enhancment)Jenis operasi ini bertujuan untuk memperbaiki kualitas citra dengan cara memaniulasi parameter-parameter citra. Dengan operasi ini, ciri-ciri khusus yang terdapat didalam citra lebih ditonjolkan. Contoh-contoh operasi perbaikan kualitas citra :a. Perbaikan Kontras b. Perbaikan tepian Objek (Edge Enhancement)c. Penajaman (Sharpening)d. Pemberian Warna Semu (Pseudocolorin)e. Penapisan Derau (Noise Filtering)3. Pemampatan Citra (Image Compression) Operasi ini bertujuan untuk memampatkan citra sehingga memori yang dibutuhkan untuk menyimpan citra lebih kecil, tetapi hasil citra yang telah dimampatkan tetap memiliki kualitas gambar yang bagus. Contohnya adalah metode JPEG (Joint Photographic Experts Group) yang mndukung 24 bit (jutaan warna) dan mendukung banyak jenis dan variasi warna dan kecerahan, pewarnaan, dan tata cahaya. 4. Segmentasi Citra (Image Segmentation) Operasi ini bertujuan untuk memecah suatu citra kedalam beberapa segmen suatu kriteria tertentu. Jenis operasi ini erat kaitannya dengan pengenalan pola. 5. Analisa Citra (Image Anal