laporan freedom institute 2013

Download Laporan freedom institute 2013

Post on 23-Oct-2015

77 views

Category:

Documents

3 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

  • LAPORAN KEGIATANFREEDOM INSTITUTE

    2013

  • Daftar Isi

    3 Pengantar

    6 Perpustakaan

    8 Penghargaan Achmad Bakrie

    10 Tatty Bakrie Fellowship

    14 Forum Freedom

    16 Mimbar Freedom

    18 Akademi Merdeka

    20 Freedom Jazz, Klub Sains, dan Kine Klub

    22 Peneliti Tamu

    24 Jaringan

    26 Kunjungan Pelajar dan Mahasiswa

    28 Rumah Belajar Proklamasi

    29 Daftar Kegiatan Freedom Institute

    33 Sejarah Freedom Institute

    35 Testimoni

  • / 3 /

    PengantarAPReSIASI masyarakat terhadap Freedom Institute semakin meningkat dari tahun ke tahun. Di tahun 2013 ini, apresiasi itu ditunjukkan antara lain berupa prakarsa dari individu yang bekerja di Indonesia untuk menyumbangkan koleksi pustakanya dalam jumlah yang cukup besar

    kepada Perpustakaan Freedom Institute. Apresiasi itu juga diperlihatkan dalam bentuk kunjungan rombongan karyawisata dari berbagai tingkat pendidikan ke Freedom Instuite yang membuat kompleks di Jalan Proklamasi 41 itu menjadi salah satu tempat tujuan wisata epistemik di Ibukota.

    Memasuki usianya yang ke-11, Penghargaan Achmad Bakrie (PAB) tahun 2013 ini diberikan ke lima penerima, membuat jumlah penerima penghargaan ini seluruhnya menjadi 47. Makin banyak pihak yang telah mengusulkan agar kategori penerima PAB diperluas agar kian banyak orang yang bisa mendapat penghargaan ini. Usulan ini menunjukkan adanya apresiasi yang baik terhadap PAB.

    Tahun 2013 ini, Freedom Institute memulai program baru bernama Tatty Bakrie Fellowship. Program baru ini ditujukan terutama ke mahasiswa dan mahasiswi Perguruan tinggi, baik negeri maupun swasta, yang banyak tumbuh di kota-kota daerah tingkat dua di seluruh Indonesia. Selama sebulan, para penerima fellowship ini, dibantu untuk melihat dari dekat proses-proses pembentukan kenyataan sosial dan politik di Indonesia, dan berdiskusi langsung dengan sejumlah aktornya. Selain ke sejumlah kantor pemerintahan, mereka juga berkunjung ke beberapa instansi swasta yang dianggap penting.

    Program rutin Akademi Merdeka tentu saja tetap berjalan, dengan jangkauan yang kian meluas. Jika di tahun sebelumnya, kegiatan program

  • / 4 /

    ini dilakukan di Jawa, Sulawesi dan Nusa Tenggara, tahun 2013 ini ditandai dengan perluasan kegiatan ke Sumatra.

    Jangkauan luas Freedom ke luar daerah dibarengi juga dengan upaya penguatan kelompok yang selama ini dibina oleh Freedom. Freedom Jazz yang menampung pertemuan Komunitas Jazz Kemayoran (KJK) dan telah dibantu secara financial oleh Freedom sejak 2011, tetap melaksanakan kegiatan bulanannya sepanjang 2013 ini. Kegiatan mereka juga tetap akan berlangsung tahun depan, namun tak lagi tergantung pada bantuan financial Freedom. Rumah Belajar Proklamasi (RBP) yang selama tahun 2011 dan 2012 rutin melaksanakan kegiatan di Freedom, bahkan sudah lebih dahulu mandiri sehingga tak lagi perlu dibantu.

    Program lain yang cukup menonjol tahun ini antara lain adalah diskusi film Rectoverso yang menghadirkan dua dari lima sutradaranya, yakni Olga Lydia dan Marcella Zalianty, ceramah umum Remy Sylado yang juga adalah penerima PAB 2013 bidang sastra, kunjungan Presiden Parlemen Uni eropa Sir Graham Watson , dan peluncuran buku Sejarah Kontemporer Asia Tenggara karya M. C. Ricklefs.

    Tentu saja berbagai kegiatan di atas masih jauh dari sempurna, dan membuat kami terus bekerja untuk membuatnya jadi lebih baik lagi di tahun 2014. Harapan kami, posisi Freedom Institute sebagai ruang publik pendorong kebebasan berpikir di Indonesia semakin luas terasa manfaatnya bagi masyarakat.

    Jakarta, 20 Desember 2013

    Rizal Mallarangeng

    Direktur eksekutif

  • / 5 /

  • / 6 /

    Perpustakaan

    / 6 /

    PeRPUSTAKAAN menduduki posisi sentral dalam kompleks Freedom Institute yang memang bekerja ikut membangun dan memperkokoh masyarakat epistemik di Indonesia. Bukan hanya koleksi buku yang terus ditambah, atmosfir di dalam dan di luar perpustakaan juga terus ditata agar proses penyerapan dan penyebaran pengetahuan bisa berlangsung seoptimal mungkin. Dalam perkembangannya, perpustakaan Freedom memang telah menjadi ruang yang relatif terbuka bagi publik bukan hanya untuk menyerap pengetahuan tapi juga untuk menyimpan dan menyebarkan pengetahuan itu. Publik pun telah ikut andil dalam memperkaya koleksi perpustakaan Freedom.

    Jika di tahun 2012, hibah pustaka datang dari sebuah organisasi yakni Liberty Fund, Inc., maka di tahun 2013 ini hibah datang dari Nurul Arifin, politisi Partai Golkar dan Blair King, warga Amerika Serikat yang sedang bertugas di Kedutaan Amerika Serikat Jakarta. Beliau berinisiatif menghibahkan buku dan terbitan berkala yang dikumpulkannya selama bertugas di Indonesia khusus ke Perpustakaan Freedom. Hibah beliau terdiri dari 128 judul buku dan 219 terbitan berkala.

    Selain hibah pustaka, Freedom juga menerima berbagai rombongan yang berkunjung secara ramai-ramai. Kunjungan mereka ini telah membuat Freedom menjadi salah satu tujuan karya wisata di Ibukota. Rombongan itu datang dari berbagai latar belakang pendidikan, dari siswa siswi sekolah dasar sampai mahasiswa perguruan tinggi. Mereka meletakkan perpustakaan Freedom sebagai rujukan perpustakaan untuk meningkatkan minat baca di kalangan pelajar dan mahasiswa.

    Saat ini koleksi buku sudah mencapai 12.800, di luar berbagai jurnal dan majalah akademik lainnya. Semua koleksi perpustakaan sudah bisa dilihat lewat katalog di website organisasi, www.freedom institute.org.

  • / 7 // 7 /

    Pengadaan Perpustakaan Pengunjung Perpustakaan

  • / 8 /

    DI TAHUN 2013 ini, Penghargaan Achmad Bakrie (PAB) memasuki usianya yang ke-11. Penerima PAB 2013 adalah emil Salim untuk bidang pemikiran sosial, Remy Sylado untuk bidang kesusastraan, Muhilal untuk bidang sains, Irawan Yusuf untuk bidang kedokteran, dan Oki Gunawan untuk bidang khusus ilmuwan muda berprestasi di bawah usia 40. Semua penerima penghargaan ini berkenan hadir di malam acara penyerahan Penghargaan, kecuali emil Salim yang meminta agar penghargaan in dapat ia terima di tahun 2014 setelah tak lagi memangku jabatan Ketua Dewan Pertimbangan Presiden.

    Memasuki usianya yang ke-11, Penghargaan Achmad Bakrie makin banyak menerima usulan dari masyarakat agar mengembangkan bidang-bidang baru. Karena masih banyak putra-putri Indonesia yang telah menelurkan prestasi cemerlang di luar bidang-bidang PAB yang sekarang ada.

    Penghargaan Achmad Bakrie

    / 8 /

  • / 9 // 9 /

  • / 10 /

    Tatty Bakrie FellowshipPROGRAM Tatty Bakrie Fellowship (TBF)adalah salah satu program Freedom Institute yang baru diluncurkan bulan April lalu. Program ini dibentuk untuk memberi kesempatan pada mahasiswa-mahasiswi perguruan tinggi di berbagai

    penjuru Indonesia untuk menjadi pemimpin yang lebih baik yang mengerti dan

    melihat dari dekatdinamika yang mempengaruhi berbagai kenyataan penting di

    Indonesia.

    Struktur program TBF ini terbagi dua. Pertama adalah rangkaian diskusi yang

    membahas Ide-ide modern, seperti demokrasi, konstitusionalisme, kebangsaan,

    dan sebagainya. Yang kedua adalah kunjungan ke lembaga-lembaga atau tokoh-

    tokoh berpengaruh yang secara langsung ikut membentuk kenyataan mutakhir

    Indonesia, seperti Istana Presiden & Wapres RI, DPR/MPR, Mahkamah Konstitusi

    (MK), Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Komnas HAM, beberapa kementrian

    dan partai politik, media massa dan sebagainya. Jika kegiatan diskusi akan

    memperdalam pemahaman para penerima fellowship atas berbagai gagasan

    modern, maka acara kunjungan itu akan memberi mereka pengalaman mengenai

    proses-proses pembentukan realitas, khususnya realitas sosial dan politik yang

    berjangkauan nasional.

    Prioritas program ini adalah mengundang kampus-kampus daerah untuk

    mengirim mahasiswa-mahasiswa terbaiknya mengikuti program ini yang

    berlangsung selama sebulan. Mahasiswa yang terpilih akan mendapat fasilitas

    lengkap: akomodasi, transportasi, uang saku, buku-buku dan lain-lainnya.

    WAKTU PeSeRTA

    April 2013

    1. Ahmad Shodiqin (Universitas Wahid Hasyim Semarang)2. Mita Devi Ayu Hafsari (Universitas Wahid Hasyim Semarang)3. Angga Dwi Handoko (Universitas Wahid Hasyim Semarang)4. Yunita Nur Cahya Saputri (Universitas Wahid Hasyim Semarang)5. Inarotul Ahada (Universitas Wahid Hasyim Semarang)

    Juni 2013

    1. Adiyatsri Nashrullah (Universitas Galuh Ciamis)2. Angga Rahmana ( Universitas Negeri Padang)3. Dede Siti Hodijah (Universitas Galuh Ciamis)4. Muhammad Talim (Staisman Pandeglang)5. Supyadi (Staisman Pandeglang)6. Yuliana (Staisman Pandeglang)

    TATTY BAKRIe FeLLOWSHIP

  • / 11 // 11 /

  • / 12 /

    KeGIATAN PeMBICARA

    Tour dan Mengenal Kantor Freedom Nong Darol Mahmada

    Diskusi Dasar-dasar LiberalismeLuthfi AssyaukanieNirwan Arsuka

    Membicarakan Kontrak Kegiatan Hidayat

    Berkunjung dan menjelajahi Perpustakaan Freedom Wahyu

    Diskusi Liberalisme dan ekonomiM. Husni ThamrinAri A. Perdana

    Diskusi Liberalisme dan Politik Ulil Abshar Abdalla

    Forum Freedom: Filsafat KebebasanRobertus Robet dan Setyo Wibowo

    Diskusi Liberalisme dan Islam Ulil Abshar Abdalla

    kuliah Filsafat ttg Nietschze Rm Setyo Wibowo

    Pancasila & Demokrasi IndonesiaUlil Abshar AbdallaLuthfi Assyaukanie

    Parlemen & Demokrasi Luthfi Assyaukanie

    Menonton Film & diskusi tentangIndonesia Tanpa Diskriminasi

    Nong Darol Mahmada

    Diskusi Law enforcemen and Good Government

    Nirwan ArsukaLuthfi Assyaukanie

    Kuliah Umum ttg HAM & IslamRuhaini chairwomen OKI

    Diskusi Human Right di Indonesia Ifdhal Kasim

    Kuliah Filsafat Komunitas Salihara