lap.labor mektan 11k ok

Download Lap.labor Mektan 11k Ok

Post on 15-Feb-2016

258 views

Category:

Documents

0 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

MEKTAN

TRANSCRIPT

Lap. Labor. Mektan Delphine

68Page 45 of 68

Boring logHari / tanggal

: Jam : 08.00 selesaiKelompok/Group : 1/ IITempat : kuranjiI. TUJUAN Adapun Tujuan dari percobaan ini adalah :

1. Untuk mengambil contoh tanah dalam lapisan dangkal yang akan diuji pada laboratorium.

2. Untuk mendapatkan keterangan mengenai : sifat, jenis, dan karakteristik dari keadaan dari tanah itu sendiri.II. PERALATAN1. Bor Jenis Jarret mata bor spiral dan Iwan mata bor helical diameter 10 cm.

2. Kepala stang bor pengambil contoh tanah 6,8 cm dengan kuncinya.

3. Satu set stang bor.

4. Tabung contoh dengan ukuran diameter 6,8 cm dan panjang 40 cm.

5. Pemutar stang bor.

6. kunci pipa, cangkul, kantong plastik, parafin, oli, karung, palu besar.III. BENDA UJI

1. Pengambilan contoh tanah tidak asli (terganggu)

Untuk contoh ini dapat diambil dari contoh tanah dengan menggunakan bor, kemudian dimasukkan ke dalam kantong plastik dan diberi label.

2. Pengambilan contoh tanah asli.

Pengambilan mempergunakan tabung pengambil sampel dengan panjang 40 cm dan diameter 6,8 cm. Untuk memudahkan percobaan di laboratorium minimal 60% tabung berisi tanah.IV.PROSEDUR PELAKSANAAN

1. Menentukan titik pemboran, kemudian terlebih dahulu dibersihkan permukaan tanah yang akan dibor, dalam hal ini pemboran akan dilakukan untuk 2 titik.

2. Mempersiapkan bor lengkap dengan mata bor, stang dan pemutar bor.

3. Memulai pemboran dengan memutar stang bor ke kanan sambil ditekan hingga tabung bor penuh berisi tanah.

4. Menarik tabung bor ke atas dengan memutar stang bor ke arah yang berlawanan dan mengambil contoh tanah tidak asli (sampel terganggu) sewaktu pengeboran mencapai kedalaman 0,50 0,90 meter, dan dimasukkan ke dalam kantong plastik.

5. Untuk pengambilan sample tanah asli, dilakukan pemboran hingga mencapai 1,4 m.

6. Untuk pengambilan sample tanah asli, digunakan tabung yang panjangnya 40 cm, tabung tsb ditekan hingga minimal 60% tanah terisi dalam tabung tsb.

7. Catat perubahan warna yang terjadi, dan pada kedalaman berapa ditemukan muka air tanah.

8. Lakukan percobaan yang sama untuk 1 titik lainnya. V.ANALISA DATA

Bor I

0 0,05 m Humus0,05 1,00 m Lempung kuning kecoklatan 1,00 1,40m Lempung hitam kecoklatan 1,40-1,80 m Lempung hitam kecoklatanBor II

0 0,05 m Humus

0,05 1,00 m Lempung kuning kecoklatan 1,00 1,40 m Lempung coklat kehijau hijauan1,40 1,80 m Lempung coklat kehijau - hijauan

VI.KESIMPULAN Pada percobaan bor tangan ini, pengambilan contoh tanah adalah untuk mengetahui karakteristik tanah dan keadaan tanah itu sendiri. Didapatkan bahwa pada tiap-tiap kedalaman tertentu, tanah mengalami perubahan warna. Dari hasil pengeboran diperoleh contoh tanah asli dilakukan pada kedalaman 1,40 1,80 m, karena pada kedalaman itu diperkirakan tanah benar benar asli. Contoh tanah asli dan yang akan diuji harus terhindar dari penguapan air tanah. Oleh sebab itu contoh tanah yang didalam tabung yang telah diangkat langsung ditutup dengan parafin dan plastik.Sampel tanah asli yang diambil tersebut digunakan pada percobaan kadar air, direct sheart, konsolidasi, unconfined, batas plastis, batas limit. Sedangkan sampel tanah terganggu digunakan pada percobaan berat jenis, hidrometer, analisa saringan, CBR, compaction, dan rembesan.VII.Dokumentasi

KADAR AIR TANAH (WATER CONTENT)PB 0117 76 (ASTM D- 2216 71)

Hari / tanggal

: 01 MEI 2007 Jam

: 08.00 Selesai

Kelompok /Group

: II/ II Tempat

: Laboratorium Mekanika Tanah

Universitas Bung Hatta

I. TUJUAN

Untuk mengetahui kadar air tanah, yang maksudnya adalah perbandingan antara berat air yang terkandung dalam tanah dengan berat kering tanah tersebut yang dinyatakan dalam persen (%).

II. PERALATAN1. Oven yang dilengkapi dengan pengatur suhu untuk memanasi ( 110 5 )c

2. Cawan kedap udara dan tidak berkarat dengan ukuran yang cukup, cawan dapat terbuat dari gelas atau logam, misalnya aluminium

3. Neraca dengan ketelitian 0,01 gram

4. Neraca dengan ketelitian 0,10 gram

5. Neraca dengan ketelitian 1,00 gram

III. BENDA UJI Tanah yang diuji Bor I sampel terganggu ( 0,30 0,40m )

Tanah yang diuji Bor I sampel asli

IV. PROSEDUR PELAKSANAAN

1. Benda uji yang mewakili tanah yang diperiksa ditempatkan dalam cawan yang bersih, kering dan diketahui beratnya.

2. Cawan dan isinya ditimbang dan dicatat beratnya.

3. Setelah ditimbang, dimasukkan kedalam oven atau pengering lainnya paling sedikit 4 jam ( dioven sampai beratnya konstan ) ( 24 jam

4. Cawan ditutup, lalu didinginkan dalam desicator.

5. Setelah dingin ditimbang dan beratnya dicatat

V. ANALISA DATA

Sampel satu ( 1 ) : Tanah Asli

Berat contoh basah + kan ( W1 )=42,9 gr

Berat contoh kering + kan ( W2 )=32 gr

Berat kan ( W3 )=9,4 gr

Berat air ( W4 )=10,9 grBerat tanah kering (W5 )=22,6 grKadar air ( % )=

=48,23 %Sampel dua ( 2 ) : Tanah Terganggu

Berat contoh basah + kan ( W1 )=57,2 gr

Berat contoh kering + kan ( W2 )=39,7 gr

Berat kan ( W3 )=8,6 gr

Berat air (W4 )=W1 - W2

=57,2 39,7

=17,5 gr

Berat tanah kering ( W5 )=W2 W3

=39,7 8,6

=31,1 gr

Kadar air ( % )=

=56,27 %Kadar air rata-rata ( % )=Kadar air sampel 1 + kadar air sampel 2

2

=56,27 + 48,23 : 2

=52,25%Dapat dilihat pada tabel berikut ini :

VI. KESIMPULAN

Pada percobaan ini kita dapat menetukan kadar air yang dikandung oleh tanah agar dalam penggunaannya tidak melampaui batas plastis ( plastic limit) , batas cair (liquit limit) , dan batas susut dari tanah itu sendiri. Air dapat mengalir dari titik yang mempunyai energi lebih tinggi ketitik yang mempunyai energi lebih rendah. Dalam prakteknya percobaan ini berguna untuk menyelidiki permasalahan yang menyangkut pemompaan air untuk konstruksi air dibawah tanah.VII. Dokumentasi

BERAT JENIS TANAH (SPECIFIC GRAVITY TEST)

PB 0108 76

(AASTHO T 100 74) (ASTM D 854 58)

Hari / tanggal : 02 mei 2007 Jam : 08.00 Selesai

Kelompok /Group : 2 / II Tempat : Laboratorium Mekanika Tanah

Universitas Bung Hatta

I. TUJUAN

Pemeriksaan percobaan ini dilakukan untuk menentukan berat jenis tanah yang mempunyai butiran lewat saringan no.4 dengan menggunakan piknometer. Berat jenis tanah adalah perbandingan antara berat butir tanah dan berat air suling dengan isi yang sama pada suhu tertentu.

II. PERALATAN

1. Piknometer dengan kapasitas minimum 100 ml atau botol ukur dengan kapasitas minimum 50 ml.

2. Desicator

3. Oven yang dilengkapi dengan pengatur suhu untuk memanasi sampel sampai ( 110 ( 5(C )4. Neraca dengan ketelitian 0,01 gram5. Thermometer ukuran 0 50oC dengan ketelitian pembacaan 1(.

6. Saringan no.4, 10, 40 dan penadahnya.

7. Botol berisi air suling

8. Bak perendam

9. Pompa hampa udara ( vacum 1 1,5 PK ) atau tungku listrik (hoot plate).

III. BENDA UJI

Benda uji harus dipersiapkan sebagai berikut :

a. Saringlah bahan yang akan diperiksa dengan saringan no. 4 jika ternyata bahan tersebut terdiri dari butir yang tertahan pada saringan no. 4, maka pemeriksaan berat jenis harus dilakukan menurut pemeriksaan PB 0202 76. Jika bahan yang akan diperiksa mengandung campuran butir yang tertahan dan yang lewat dari saringan no. 4 tersebut maka berat jenis butir yang tertahan pada saringan no. 4 diperiksa menurut pemeriksaan PB 0202 76. Sedang yang melalui saringan no. 4 diperiksa melalui pemeriksaan PB 0108 76.

b. Keringkan benda uji pada 105 110 (C dan dinginkan dengan desicator.

IV. PROSEDUR PELAKSANAAN

1. Timbang benda uji yang lewat saringan no. 4 sebanyak 50 gram.

2. Cuci piknometer dengan air suling, kemudian dikeringkan. Timbang Picnometer dengan ketelitian 0,01 gram ( W1 ).

3. Masukkan benda uji ke dalam Picnometer dan timbang dengan ketelitian 0,01 gram ( W2 ).

4. Tambahkan air suling sehingga Picnometer terisi dua pertiga. Untuk bahan yang mengandung lempung diamkan benda uji selama 24 jam.

5. Didihkan isi Picnometer dengan hati-hati selama 10 menit, dan miringkan botol sekali-sekali untuk membantu mempercepat pengeluaran udara yang tersekap.6. Sesudah suhu konstan tambahkan air suling sepenuh Picnometer dan rendam dalam bak perendam selama 24 jam. 7. Setelah 24 jam keluarkan air dalam Picnometer sampai tanda batas, kemudian keringkan bagian luar Picnometer dan timbang dgn ketelitian 0,01 gram ( W3 ).8. Bila isi Picnometer belum diketahui maka tentukan isinya dengan cara kosongkan Picnometer dan bersihkan. Isi Picnometer dengan air suling yang suhunya sama dengan suhu pada C dengan ketelitian 1(C, keringkan bagian luarnya dan timbang dengan ketelitian 0,01 gram dan dikoreksi terhadap suhu dan catat sebagai W4.V. ANALISA DATA

Berat Piknometer + contoh ( W2 ) =135,5 gr

Berat Piknometer ( W1 )= 85,5 gr

Berat contoh ( Wt )= W2 W1

=142.5 92.5 = 50 gr

Suhu ( oC )=27 oCBerat Piknometer + Air + Contoh ( W3 )=364 gr

Berat Piknometer + Air Pada oC ( W4 )=333 gr

W5 = W2 - W1 + W4

= 135,5 85,5 + 333 = 383 gr

Isi Tanah=W5 - W3

=383 364

=19 grBerat Jenis ( Gs )=

=2.,63 gr/ cmDapat dili