lapkas pulpitis

Download lapkas pulpitis

Post on 17-Jul-2015

87 views

Category:

Documents

0 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

LAPORAN KASUS PULPITIS AKUTDiajukan sebagai salah satu persyaratan dalam menempuh Program Pendidikan Profesi Dokter (PPPD) Bagian Ilmu Kesehatan Gigi dan Mulut RSUD Kota Semarang

Dosen Pembimbing: Drg. Setyo Hastuti

Oleh : Tris Budi Raharyo

FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS ISLAM SULTAN AGUNG SEMARANG 2011

1

LEMBAR PENGESAHAN

Nama NIM Fakultas Universitas Tingkat Bidang Pendidikan

: Tris Budi Raharyo : 01.206.5312 : Kedokteran : Universitas Islam Sultan Agung : Program Pendidikan Profesi Dokter : Ilmu Penyakit Gigi dan Mulut

Periode Kepaniteraan Klinik : 2 Mei 2011- 14 Mei 2011 Judul Kasus Diajukan Pembimbing : Pulpitis Akut : Mei 2011 : drg. Setyo Hastuti

TELAH DIPERIKSA DAN DISAHKAN TANGGAL:.

Mengetahui Ketua SMF Ilmu Penyakit gigi dan Mulut RSUD Kota Semaang Pembimbing

drg. Setyo Hastuti

drg. Setyo Hastuti 2

DAFTAR ISIHalaman Judul.. 1 Halaman Pengesahan... 2

Daftar isi 3 BAB I PENDAHULUAN........... 4 6 11 18 20 21

BAB II DESKRIPSI KASUS BAB III TINJAUAN PUSTAKA. BAB IV PEMBAHASAN. BAB V KESIMPULAN.. Daftar Pustaka

3

BAB I PENDAHULUAN

Prevalensi kasus penyakit gigi dan mulut yang sering dijumpai di klinis adalah gigi berlubang (karies gigi), penyakit jaringan gigi (gingivitis dan periodontitis). Kasus ini berhubungan erat dengan rendahnya kesadaran masyarakat untuk menjaga oral hygiene. Di poliklinik sering dijumpai pasien dengan oral hygiene yang buruk dimana banyak terdapat caries dan kalkulus. Hasil sensus tahun 1998, sebanyak 62, 4% penduduk Indonesia masih banyak yang menderita penyakit gigi, sekitar 20% diantaranya adalah anak usia sekolah dasar. Hal ini sangat berpengaruh dengan perilaku masyarakat usia dini Karies adalah penyakit kronik yang paling banyak dijumpai pada kehidupan masusia modern. Hal ini berkaitan dengan makanan, dimana sekarang banyak makanan olahan yang lebih melekat pada permukaan gigi. Karies gigi adalah suatu proses yang disebabkan oleh bakteri yang memetabolisme sisa makanan yang melekat di permukaan gigi menjadi asam hingga mengikis permukaan gigi. Karies bisa terjadi pada semua umur, semua jenis kelamin, dan semua golongan tingkat ekonomi. Perjalanan pulpitis dimualai dengan adanya karies yang mengenai email gigi biasanya disebut iritasi pulpa, selanjutnya menjadi caries dentin (hyperemia pulpa) dan berlanjut menjadi caries pulpa yang berisi saraf, pembuluh darah, dan pembuluh limfe dan terjadi nyeri yang hebat (pulpitis), jika caries lanjut ke bagian yang lebih dalam (caries profunda) maka akan berlanjut menjadi gangrene pulpa. Jika lebih dari 1/3 mahkota gigi masih ada disebut gangren pulpa, jika kurang dari sepertiga mahkota gigi masih ada disebut gangrene radiks

4

Penyusunan laporan ini telah menjadi tantangan sendiri bagi penulis. oleh karena itu, penulis sungguh berharap pembahasan dalam laporan kasus ini dapat bermanfaat bagi pembaca untuk lebih memahami tentang penyakit gigi dan mulut

5

BAB II DESKRIPSI KASUS I. IDENTITAS PASIEN Nama Jenis Kelamin Umur Alamat Pekerjaan : An. Haidar : laki-laki : 5 tahun : Jalan Zebra Tengah III No 33, Pedurungan, kota Semarang : Pelajar

No CM/Tanggal : 174893 / 10 Mei 2011 Konsul/rujukan II. :-

KELUHAN SUBJEKTIF PASIEN 1. Motivasi Datang 2. Keluhan utama 3. Riwayat penyakit : Atas Keinginan orang tua : Nyeri pada gigi geraham kiri atas : Pasien datang dengan keluahan nyeri pada gigi

geraham kiri atas sejak 2 hari yang lalu, nyeri dirasakan bila kemasukan makanan dan dapat terjadi spontan terutama malam hari sehingga mengganggu waktu tidur. Kemudian pasien di bawa oleh ayahnya ke poli gigi untuk memeriksa kondisi giginya 4. Riwayat Penyakit Lain y Gigi dan Mulut pada usia 4 tahun y Sistemik : (-) : : penderita pernah tambal gigi geraham kiri bawah

6

III.

PEMERIKSAAN OBJEKTIF 1. Keadaan Umum y Kesadaran : Komposmentis

y Keadaan Gizi : Baik y lain-lain 2. Ekstra oral y Pipi y Bibir y Wajah : Tidak ada kelainan : Tidak ada kelainan : Tidak ada kelainan : (-)

y kelenjar Limfe Submandibula Kanan : Tidak ada pembengkakan Kiri 3. Intra oral y Jaringan lunak Mukosa Lidah Ginggiva Palatum y Jaringan Keras Tulang rahang/ alveolus Gigi geligi : tidak ada kelainan : Tidak ada kelainan : Tidak ada kelainan : Tidak ada kelainan : Tidak ada kelainan : Tidak ada pembengkakan

7

6.4 Inspeksi Sondase Perkusi Tekanan Palpasi : Caries (+) : (+) nyeri, Profunda : (-) : (-) : (-)

Thermal test : (+)

7.5 Inspeksi Sondase Perkusi Tekanan Palpasi : Caries (+) : (+), Media : (-) : (-) : (-)

Thermal test : Tidak dilakukan

8.4 Inspeksi Sondase Perkusi Tekanan : Caries (+) : (+), Media : (-) : (-)

8

Palpasi

: (-)

Thermal test : Tidak dilakukan

8.5 Inspeksi Sondase Perkusi Tekanan Palpasi : Caries (+) : (+), Media : (-) : (-) : (-)

Thermal test : Tidak dilakukan

Calculus RA+RB

IV.

ORAL HYGIENE Sedang, Karena terdapat kalkulus RA

V.

DIAGNOSA KELUHAN UTAMA 6.4 Pulpitis Akut

VI.

DIAGNOSA PENYAKIT GIGI DAN MULUT LAINNYA 7.5, 8.4, 8.5 Hiperemia Pulpa Calculus RA

VII.

PEMERIKSAAN PENUNJANG Laboratorium : Tidak dilakukan 9

Foto Rontgen

: Tidak dilakukan

VIII.

RENCANA TERAPI 6.4, 7.5, 8.4, 8.5 pro konservasi Pro Scalling RA

IX.

KETERANGAN LAIN Karena penderita adalah anak kecil maka terapi penggunaan arsen ditunda untuk menghindari trauma pada terapi selanjutnya digantikan dengan penggunaan analgetik dan antibiotik untuk mengurangi rasa nyerinya. Penggunaan arsen dapat menyebabkan nyeri yang dirasakan oleh penderita selama beberapa hari setelah terapi.

X.

TERAPI 7.5 Chemfleks Medikamentosa : Antibiotik dan analgetik

XI.

NOMENKLATUR WHO 5.5 5.4 5.3 5.2 5.1 1.8 1.7 1.6 1.5 1.4 1.3 1.2 1.1 6.1 6.2 6.3 6.4 6.5 2.1 2.2 2.3 2.4 2.5 2.6 2.7 2.8

8.5 8.4 8.3 8.2 8.1 4.8 4.7 4.6 4.5 4.4 4.3 4.2 4.1

7.1 7.2 7.3 7.4 7.5 3.1 3.2 3.3 3.4 3.5 3.6 3.7 3.8

10

BAB III TINJAUAN PUSTAKA

Pulpitis 1. Definsi Pulpitis adalah peradangan atau inflamasi dari pulpa dental sebagai akibat dari karies yang sudah masuk ke dalam pulpa gigi, maupun trauma ditandai dengan gejala utama berupa rasa sakit pada gigi 2. Klasifikasi Pada umumnya klasifikasi pulpitis adalah sebagai berikut y Berdasarkan lamanya perjalanan penyakit a. Pulpitis Akut b. Pulpitis Kronis y Berdasarkan luasnya kerusakan pulpa a. Pulpitis Parsialis, mengenai bagian pulpa di kamar (chamber) saja b. Pulpitis Totalis, mengenai saluran akar pulpa (canal) 3. Etiologi Faktor-faktor penyebab dapat dibagi menjadi 3, yaitu a. Bakteri Penyebab utama caries adalah mikroorganisme beserta produk-produknya. Reaksi pulpa dapat terjadi pada lesi dini dentin. Stelah itu dengan berlanjutnya proses caries walaupun pulpa belum terkena, sel-sel inflamasi akan mengadakan

11

penetrasi melalui dentin yang terbuka, sehingga apabila caries sudah mengenai pulpa maka terjadilah suatu inflamasi yang kronis

b. Mekanis Cedera pada pulpa oleh karena jatuh atau pukulan pada wajah, dengan atau tanpa disertai fraktur. Apabila pulpa terbuka, kuman akan mengadakan penetrasi kedalam dan menyebabkan inflamasi pulpa c. Kimiawi Kerusakan pulpa dapat disebabkan oleh erosi bahan-bahan yang bersifat asam ataupun uap 4. Patogenesis Patogenesis pulpitis diawali dari terjadinya caries yang disebabkan oleh daya kariogenik dari bakteri yang timbul karena adanya produksi asam laktat. Akibatnya, PH cairan disekitar gigi tersebut menjadi rendah atau bersifat asam. Kondisi tersebut cukup kuat untuk melarutkan mineral-mineral pada permukaan gigi sehingga gigi menjadi erosi. Jika caries sudah mencapai email-dentin, caries akan menyebar ke segala arah dentin menjadi luas, akhirnya sampai ke pulpa Setelah Caries sampai ke pulpa, maka terjadilah proses inflamasi pada pulpa. Kemudian terjadi pelepasan histamine dan bradikinin yang menyebabkan vasodilatasi, sehingga permeabilitaskapiler meningkat, terjadi akumulasi sel PMN dan peningkatan cairan intrerstisial disekitar area inflamasi (edema lokal). Edema lokal ini menyebabkan peningkatan tekanan didalam pulpa sehingga dapat menekan saraf-saraf yag ada didalam 12

pulpa dan jaringan sekitarnya. Gejala penakanan ini dapat menyebabkan rasa nyeri ringan sampai sangat kuat tergantung keparahan inflamasinya, yang dipengaruhi oleh virulensi kuman, daya tahan tubuh, serta pengobatan yang diberikan.

5. Manifestasi Klinis a. Pulpitis akut parsialis Keluhan Subjektif Sakit pada waktu terkena makanan Sakit pada waktu rangsangan panas atau dingin Sakit spontan, terutama malam hari, sehingga mengganggu tidur Penderita masih bisa menunjukan gigi yang sakit Pemeriksaan objektif Ekstra oral : tidak ada kelainan Intra oral Inspeksi Sondage Perkusi Tekanan Palpasi : Caries (+) : Sakit (+), Profunda : Sakit (+) : (-) : (-)

Thermal test : Sakit (+)

13

b. Pulpitis akut totalis Keluhan Subjektif Seperti pada partialis, hanya pada derajat yang lebih hebat Penderita tidak dapat tidur Penderita tidak dapat lagi menunjukkan gigi mana lagi yang sakit Pada gigi atas rasa sakit dapat menjalar sampai ke pelipis, sedangkan pada gigi bawah rasa sakit dapat menajalar sampai ke telinga Pemeriksaan Objektif Ekstra oral : Tidak ada kelainan Intra oral Inspeksi Sondage Perkusi Tekanan Palpasi : Caries (+) : Sakit (+), Profunda : Sakit (+) : Sakit (+) : Mungkin sedikit goyang

Thermal test : Sakit (+) c. Pulpitis Kronis Keluhan subjektif Penderita pernah sakit hebat, kemudian lenyap. Penderita tidak dapat menggunakkan gigi tersebut sehingga hanya mengunyah pada satu sisi saja Pemeriksaan Objektif Ekstra oral : Tidak ada kelainan

14

Intra oral Inspeksi : Caries (+) terlihat banyak karang gigi sebab regio gigi

tersebut tidak digunakan untuk mengunyah, self cleaning tidak ada Sondage Perkusi Tekanan Palpasi : Sakit (+), Profunda : (-) : (-) : (-)

Thermal test : (-) 6. Penatalaksanaan Penatalaksanaan seluruh kasus pulpitis adalah pemberian analgetik, perawatan saluran akar, dan menghilangkan factor penyebab dengan pulpektomi. Peradangan mereda jika penyebabnya di obati. Jika pulpitis diketahui pada stadium dini maka penambalan sementara yang megandung obat penenang saraf bisa menghilangkn nyeri. Tambalan ini bisa dibiarkan sampai 6-8 minggu kemudian diganti dengan tambalan permanen. Jika terjadi kerusakan pulpa yang luas dan tidak dapat diperbaiki, satu-satunya cara untuk menghilangkan nyeri adalah dengan mencabut pulpa, baik melalui pengobatan saluran akar maupun dengan pencabutan gigi

Hiperemia Pulpa 1. Definisi Hiperemia pulpa adalah proses kerusakan jaringan keras gigi (email dan dentin) dan diikuti terjadinya tahap awal inflamasi pulpa, yaitu vasodilatasi pembuluh darah pulpa

15

2. Etiologi a. Gigi Anatomi gigi juga berpengaruh pada pembentukan caries. Celah atau alur yang dalam pada gigi dapat menajdi lokasi perkembangan caries. Caries juga sering terjadi pada tempat yang sering terselip sisa makanan b. Bakteri Mulut merupakan tempat berkembangnya banyak bakteri, namun hanya sedikit bakteri yang menjadi penyebab caries yaitu streptococcus mutans dan Lactobacilli c. Karbohidrat yang difermentasikan Bakteri pada mulut seseorang akan mengubah glukosa, fruktosa, dan sukrosa menjadi asam laktat melalui sebuah proses glikolisis yang disebut fermentasi. Bila asam ini mengenai gigi maka akan menyebabkan demineralisasi. Bila demineralisasi berlanjut maka akan menyebabkan proses perlubangan d. Waktu Tingkat frekuensi gigi yang terkena dengan lingkungan yang kariogenik dapat mempengaruhi perkembangan caries. 3. Manifestasi Klinis Keluhan Subjektif Ngilu bila terdapat rangsangan, seperti rangsangan dingin, manis dan asam. Rasa ngilu akan hilang bila rangsangan dihilangkan

16

Pemeriksaan Objektif Ekstra oral : Tidak ada kelainan Intra Oral Inspeksi Sondage Perkusi Tekanan Palpasi : Caries (+) : Linu (+), Media : (-) : (-) : (-)

Thermal test : Sakit (+)

4. Pengobatan Bila faktor penyebab dapat dihilangkan pada tahap awal, maka keadaan dapat dipulihkan, terutama pada anak usia muda. Pada hipermia pulpa dimana caries telah mencapai dentin, maka bagian gigiyang membusuk harus diangkat dan diganti dengan tambalan. Mengobati pembusukan pada stadium dini bisa membantu mempertahankan kekuatan gigi dan memperkecil kemungkinan terjadinya kematian pulpa.

17

BAB IV PEMBAHASAN

Pasien datang ke Poliklinik Gigi dan Mulut RSUD Kota Semarang pada tanggal 10 Mei 2011 dengan keluhan Pasien datang dengan keluahan nyeri pada gigi geraham kiri atas sejak 2 hari yang lalu, nyeri dirasakan bila kemasukan makanan dan dapat terjadi spontan terutama malam hari sehingga mengganggu waktu tidur. Dari pemeriksaan keadaan umum didapatkan bahwa kesehatan umum pasien ini masih dalam batas normal, keadaan gizi baik dan tidak didapatkan penyakit sistemik. Pemeriksaan ekstra oral telah dilakukan dan tidak ditemukan kelainan pada pipi dan bibir, wajah terlihat simetris, serta kelenjar limfe submandibula kanan dan kiri tidak mengalami pembengkakan. Oral hygiene pasien ini kurang karena terlihat kalkulus di rahang atas Pada pemeriksaan obyektif intra oral , mukosa, lidah, ginggiva dan palatum tidak ada kelainan. pada pemeriksaan gigi geligi didapatkan 6.4 Inspeksi Sondase Perkusi Tekanan Palpasi : Caries (+) : (+) nyeri, Profunda : (-) : (-) : (-)

Thermal test : (+)

18

Dari hasil anamnesa dan pemeriksaan obyektif dapat ditegakkan diagnosa bahwa pasien menderita pulpitis akut. Kepada pasien diberikan pengobatan berupa antibiotic dan analgetik. Karena penderita adalah anak kecil maka terapi penggunaan arsen ditunda untuk menghindari trauma pada terapi selanjutnya digantikan dengan penggunaan analgetik dan antibiotik untuk mengurangi rasa nyerinya. Penggunaan arsen dapat menyebabkan nyeri yang dirasakan oleh penderita selama beberapa hari setelah terapi.

19

KESIMPULAN

Berdasarkan anamnesa pada pasien, gejala yang menunjukkan pulpitis terutama adanya nyeri yang spontan pada gigi yang berlubang, terutama pada malam hari. sehingga dapat terganggu tidurnya. nyeri juga dirasakan bila gigi yg berlubang kemasukan makanan. Gigi pulpitis ditegakkan sesuai dengan teori yaitu gigi regio 6.4 terlihat adanya caries yang dalam, serta rasa sakit apabila dirangsang dengan sonde dan tes suhu. Hal ini menunjukkan bahwa gigi masih dalam keadaan vital Pada pulpitis ini dilakukan penatalaksanaan berupa pemberian medikamentosa analgetik dan antobiotik. Karena penderita adalah anak kecil maka terapi penggunaan arsen ditunda untuk menghindari trauma pada terapi selanjutnya digantikan dengan penggunaan analgetik dan antibiotik untuk mengurangi rasa nyerinya. Penggunaan arsen dapat menyebabkan nyeri yang dirasakan oleh penderita selama beberapa hari setelah terapi.

20

DAFTAR PUSTAKA Anonym, 2008, pulpitis (Radang Pulpa Gigi), available at http://medicastore.com/pulpitis radang pulpa gigi .html Amilia, Jeni, 2009. Dental Karies (karies gigi), available at

http://one.indoskripsi.com/node/8743/click BEM FK UNDIP, 2007, Ilmu Penyakit Gigi dan Mulut, FK Undip, Semarang Irene 2009, Tips perawatan gigi, available at http://www. ppgdionline.com/v2/index.php Nuraeni, 2010. Pulpitis akut parsialis, abailable at

http://rumahnyeniaeni.blogspot.com/2010/10/pulpitis-akut-parsialis.

21