lampiran penting

Download lampiran penting

Post on 09-Nov-2015

233 views

Category:

Documents

0 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

Muktar Dida

TRANSCRIPT

SKRIPSIPERBANDINGAN POSISI PENGELASAN BAJA ST 37 TERHADAP KEKUATAN TARIK LAS MENGGUNAKAN ELEKTRODA RB-26

MOCHTAR D. A. DIDA

0701120937

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS NUSA CENDANA

K U P A N G

2 0 1 PERBANDINGAN POSISI PENGELASAN BAJA ST 37 TERHADAP KEKUATAN TARIK LAS MENGGUNAKAN ELEKTRODA RB-26

Diajukan untuk Memenuhi Syarat-Syarat Guna Memperoleh

Gelar Sarjana Pendidikan

Pada Program Studi Pendidikan Teknik Mesin

MOCHTAR D. A. DIDA0701120937FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS NUSA CENDANA

KUPANG

2011

LEMBARAN PERSETUJUAN

1. Judul Skripsi :

PERBANDINGAN POSISI PENGELASAN BAJA ST 37 TERHADAP KEKUATAN TARIK LAS MENGGUNAKAN ELEKTRODA RB-262. Identitas Mahasiswa

Nama

: MOCHTAR D. A. DIDA

NIM

: 0701120937

Skripsi ini telah diperiksa dan disetujui untuk diuji pada hari Rabu, 10 Agustus 2011.. Kupang, 10 Agustus 2011Mochtar D. A. Dida NIM. 0701120937

Mengetahui

Pembimbing I Pembimbing II

Drs.I Nyoman Bagia,M.Si Drs. Surahanto

NIP.195410 1998203 1 004

NIP.19581231 199003 1 005

Menyetujui

Ketua Jurusan Pendidikan Teknologi dan Kejuruan

Drs. Basri K., M. Si

NIP.19640614 199103 1 002LEMBAR PENGESAHANJudul Skripsi :Perbandingan Posisi Pengelasan Baja ST 37 Terhadap Kekuatan Tarik Las Menggunakan Elektroda RB-26.Nama Mahasiswa : MOCHTAR D. A. DIDA

NIM

: 0701120937

Skripsi ini telah diujikan pada hari Rabu 10 Agustus 2011

PEMBIMBING

Pembimbing I

Drs. I. Nyoman Bagia, M.Si

Pembimbing II

Drs Surahanto

TIM PENGUJI

1. KetuaDrs. I. Nyoman Bagia, M.Si

2. AnggotaDrs. Surahanto

3. AnggotaDrs. Priyono

Mengesahkan

Ketua Jurusan a.n Dekan FKIP UndanaPendidikan Teknologi dan Kejuruan Pembantu Dekan I

Drs. Basri K. M.Si Drs.Gomer Liufeto,M.A.Ph.D

NIP.19640614 199103 1 002

NIP.19550314 198003 1 003ABSTRAK

PERBANDINGAN POSISI PENGELASAN BAJA ST 37 TERHADAP KEKUATAN TARIK LAS MENGGUNAKAN ELEKTRODA RB-26

Mochtar D. A. Dida*

I Nyoman Bagia** Surahanto***

Pengelasan adalah suatu proses penyambungan dua bagian logam atau lebih dengan menggunakan tenaga panas, dan posisi pengelasan adalah suatu sikap atau cara yang di ambil oleh seorang juru las atau operator las.pengambil posisi didalam mengelas di bawah tangan, mengelas posisi mendatar, mengelas posisi tegak dan mengelas posisi di atas kepala,ini juga sangat berpengaruh terhadap kekuatan sambungan yang dilas. Hal ini dapat dihat dari tingkat kesulitan pada masing-masing posisi dalam mengisih penuh jalur/ kampuh yang di las.pengisian jalur las yang tidak sempurna pada masing-masing posisi akan menghasilkan kekuatan sambungan las yang buruk.sehingga tujuan dari penelitian ini adalah untuk membandingkan kekuatan tarik las pada baja ST 37 setelah di las dengan keempat posisi pengelasan.

Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi tentang perbandingan kekuatan tarik las pada setiap posisi pengelasan yang di peroleh dari hasil pengujian tarik baja.arti dari jenis baja ST 37 adalah baja corbon rendah yang mempunyai kekuatan tarik sebesar 37 kg/mm2. setelah di las baja ini di bentuk spesimen untuk standar pengujian tarik ASTM E8 dengan menggunakan mesin uji universal galbadini italia kapasitas 100 KN.

Proses uji tarik di lakukan pada material hasil pengelasan menggunakan elektroda RB-26. data yang di gunakan dalam penelitian ini adalah data kualitatif, yang berupa angka-angka atau data hasil pengujian tarik pada baja ST 37. Sedangkan untuk mengetahui perbedaan kekuatan tarik baja ST 37 setelah di lakukan proses pengelasan dengan posisi las dibawah tangan, mendatar, tegak, dan las diatas kepala.maka data yang di peroleh kemudian di analisis dengan menggunakan Analisis Varians Satu Arah.Setelah data di analisis maka di peroleh nilai, F hitung (19,17) lebih besar dari F tabel (4,07). Dengan demikian hipotesis Ho ditolak dalam taraf nyata 0.05. dan hipotesis (Ha) diterima. Sehingga dapat di katakan bahwa keempat macam posisi pengelasan ini memilimki kekuatan tarik yang berbeda secara nyata dengan kata lain keempat macam posisi pengelasan jika digunakan pada proses pengelasan pada baja ST 37 dengan elektroda RB 26 akan menghasilkan kekuatan tarik yang berbeda-beda secara signifikan.

Berdasarkan hasil penelitian dan evaluasi data serta pembahasan, maka dapat di ambil kesimpulan bahwa nilai kekuatan tarik baja ST 37 mengalami perbedaan setelah mendapat perlakuan pengelasan dengan berbagai posisi las di bawah tangan, mendatar, tegak, dan pengelasan di atas kepala.namun dari keempat posisi pengelasan ini di ketahui bahwa posisi pengelasan di bawah tanganlah yang memiliki kekuatan tarik las lebih tinggi dari pada posisi yang lainnya.

*) Mahasiswa Program Studi Pendidikan Teknik Mesin

*) Pembimbing I

*) Pembimbing II

ABSTRACT

THE COMPARATIVE POSITION OF WELDING STEEL ST 37 TENSILE STRENGTH BY USINGWELDINGELECTRODERB-26

Mochtar D. A. Dida* I Nyoman Bagia** Surahanto***

Welding is a process of splicing two or more metal parts by using heat energy and position. It is an attitude or a way to take by a welder or welding operator in the position of taking under the arms. The welding has three positions namely horizontal, vertical and weld overhead welding position. It also affects the strength of a welded connection. This is can be looked of difficulty levels in each position in the full path and imperfect weld lines at each position will produce a weld connection in bad strength. The purpose of this study is to compare the power tensile welding on steel ST 37 after the fourth position welding with welding.

The result of this study is an expected to provide information about the comparison of the tensile strength of weld at each position of the welding. That was obtained from tensile test results of steel type ST 37 is a low carbon steel having tensile strength of 37 kg/mm2. After the welding of this steel in the form of a standard specimen for ASTM E8 tensile testing using a universal testing Italian machine capacity of 100 KN. The processes of tensile test results done on the material using a welding electrode RB-26.Tha data analysis used in this study is qualitative, in the form of figures or data on the results of tensile testing of steel ST 37. As for knowing the difference tensile strength of steel ST 37 after doing the welding process to weld under the hand position, horizontal, vertical, and welding on head. The data was obtained later in the analysis using One-way Analysis of Variance.

After the data in the analysis of the obtained values, calculate F (19.17) is greater than the F table (4.07). Thus the hypothesis Ho is rejected in the real level of 0.05 and hypothesis (Ha) accepted. So it can be said that the four kinds of welding position had tensile strength was significantly different. In other words, the fourth kind of position welding was used in the welding process in steel ST 37 with electrodes RB 26 will result in tensile strength varies significantly.

Based on the results of research and evaluation of data and discussion, it can take the conclusion that the tensile strength of steel ST 37 run difference after receiving treatment with a variety of welding positions under the hand welding, landscape, portrait, and welding on top of the fourth position of the welding head . This known fact that the position of welding under which has tensile strength of weld is higher than at other positions.

*)StudentsofMechanicalEngineeringEducationProgram*)SupervisorI*)Supervisor IIRAWAYAT HIDUPNama : Mochtar D. A. Dida

NIM : 0701120937

Jur/prod : PTK/Pend.Teknik Mesin

Penulis dilahirkan di Enobesa. Kab TTS pada Tanggal 11 Agustus 1986, Penulis adalah anak ke-empat dari delapan bersaudara dari pasangan Bapak Pilemon Dida dan Ibu Lodia Dida Rohi.

Pada tahun 1992 penulis terdaftar sebagai siswa di SD Inpres Naibonat Kec.Kupang Timur yang sekarang menjadi Kab. Kupang dan tamat pada Tahun 2001.

Pada tahun 2001 melanjutkan Lagi pendidikan di SMP Negeri 6 Kupang Timur, yang sekarang berubah nama menjadi SMP Negeri 4 Kupang Timur Kab. Kupang dan tamat pada tahun 2004.

Pada tahun 2004 melanjutkan Lagi pendidikan di SMK Negeri 2 Kupang Kota Kupang. dan tamat pada tahun 2007.

Pada tahun ajaran 2007/2008 penulis melanjutkan pendidikan Strata I pada Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Program Studi Pendidikan Teknik Mesin Universitas Nusa Cendana Kupang, Penulis diterima melalui jalur PMDK dan tamat pada tahun 2011. untuk menyelesaikan studi penulis telah menempuh dan menyelesaikan sebuah kariya ilmiah (skripsi) berjudul Perbandingan Posisi Pengelasan Baja ST 37 Terhadap Kekuatan Tarik Las Menggunakan Elektroda rb-26.KATA PENGANTARSebagai manusia ciptaan Tuhan Yang Maha Kuasa dan budiman, sudah sepatutnya penulis menaikan puji dan syukur ke hadirat Allah Yang Maha Kuasa, Karena hanya atas berkah bimbingan dan tuntunan-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan sebuah Skripsi ini dengan baik dan tepat pada waktunya