lampiran i rpp siklus i rencana pelaksanaan ?· 60 pemantulan baur terjadi jika cahaya mengenai...

Download Lampiran I RPP Siklus I RENCANA PELAKSANAAN ?· 60 Pemantulan baur terjadi jika cahaya mengenai permukaan…

Post on 11-Mar-2019

229 views

Category:

Documents

0 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

58

Lampiran I RPP Siklus I

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

(RPP)

Sekolah : SD Negeri Sidorejo Lor 05

Mata Pelajaran : Ilmu Pengetahuan Alam

Kelas : V (Lima)

Semester : 2 (Dua)

Waktu : 2x35 Menit

Pengembang : Mimi Irawan

A. Standar Kompetensi 6. Menerapkan sifat-sifat cahaya melalui kegiatan membuat suatu

karya/model

B. Kompetensi Dasar 6.1. Mendeskripsikan sifat-sifat cahaya

C. Indikator pembelajaran 1. Menyebutkan sifat-sifat benda 2. Mendemonstrasikan sifat cahaya yang mengenai berbagai benda (bening,

berwarna, dan gelap).

3. Memahami sifat cermin datar, cermin cekung dan cermin cembung. 4. Memahami bayangan yang terjadi pada cermin datar, cermin cekung,

cermin cembung.

D. Tujuan Pembelajaran 1. melalui penjelasan tentang sifat-sifat cahaya siswa dapat menyebutkan 4

sifat-sifat cahaya.

2. Melalui kegiatan demonstrasi siswa dapat mengetahui sifat-sifat cahaya yang mengenai berbagai benda (bening, berwarna, dan gelap)

3. Melalui penjelasan guru siswa dapat memahami bayangan yang terjadi pada cermin datar, cermin cekung, dan cermin cembung dengan benar.

4. Melalui kegiatan mencari pasangan kelompok (make a match ), siswa dapat mengidendifikasiakn 4 jenis sifat-sifat cahaya.

E. Materi Pembelajaran A. Sifat-Sifat Cahaya

Cahaya memiliki beberapa sifat, diantaranya seperti di bawah ini:

1. Cahaya merambat lurus

Untuk dapat membuktikan bahwa cahaya itu merambat lurus, itu

dapat dilihat dari cahaya matahari yang masuk lewat celah-celah atau

melalui jendela yang terdapat di rumah kamu. Dan jika kamu amati lampu

59

kendaraan bermotor saat malam hari,cahaya lampu kendaraan bermotor

tersebut merambat lurus. Banyak sekali kejadian-kejadian yang terjadi

dalam kehidupan yang dapat membuktikan bahwa cahaya memiliki sifat

yang dapat merambat lurus.

2. Cahaya dapat menembus benda bening

Sifat cahaya selanjutnya, cahaya dapat masuk ke dalam sebuah

rumah melalui jendela yang memiliki kaca. Kaca jendela yang bening

dapat ditembus oleh cahaya matahari, jika kaca jendela itu di tutup dengan

menggunakan kain warna hitam maka cahaya tidak dapat menembus kaca

jendela tersebut, peristiwa tersebut dapat membuktikan sifat dari cahaya

yang dapat menembus benda bening.

Cahaya dapat dibiaskan

3. Cahaya dapat diuraikan

Penguraian cahaya (dispersi) yaitu merupakan penguraian cahaya

putih menjadi cahaya yang mempunyai bermacam-macam warna. Misanya

seperti pelangi, pelangi terjadi akibat dari cahaya matahari yang diuraikan

oleh titik-titik air hujan, peristiwa tersebut dapat menunjukan bahwa

cahaya dapat diuraikan.

4. Cahaya dapat dipantulkan

Sifat cahaya yang lainnya yaitu dapat di pantulkan, terdapat 2 jenis

pemantulan cahaya diantaranya pemantulan baur dan pemantulan teratur.

60

Pemantulan baur terjadi jika cahaya mengenai permukaan yang tidak rata,

biasanya pemantulan ini sinar hasil pemantulannya tak beraturan. Dan

pemantulan teratur terjadi jika cahaya mengenai permukaan yang rata,

mengkilap atau licin seperti misalnya cahaya yang menganai cermin yang

datar dan sinar hasil yang dipantulkannya memiliki arah yang teratur.

Berdasarkan bentuk dari permukaan cermin dapat dibedakan menjadi 3

macam diantaranya: cermin datar, cembung dan cekung, berikut di bawah

ini penjelasannya:

a. Cermin datar

Cermin datar merupakan cermin yang permukaannya tidak melengkung, seperti

cermin yang digunakan oleh kita sehari-hari. Adapun sifat dari cermin datar yaitu:

Ukuran bayangannya sama dengan ukuran bendanya.

Lalu jarak antara bayangan sama dengan jarak dari benda ker cermin

tersebut.

Penampakan bayangan berlawanan dengan benda, seperti contohnya jika

kamu bercermin tangan kiri kamu pada bayangan di cermin akan menjadi

tangan kanan.

Bayangan pada cermin datar bersifat semu atau maya, maksudnya

bayangan dapat kamu lihat tetapi tidak dapat ditangkap layar.

Dan bayangan pada cermin datar tegak.

b. Cermin cembung

Cermin cembung yaitu cermin yang permukaannya melengkung kearah luar.

Cermin ini biasanya digunakan pada kaca spion kendaraan. Bayangan dari cermin

cembung bersifat maya, tegak, diperkecil dari ukuran benda sesungguhnya.

c. Cermin cekung

Cermin cekuang yaitu cermin yang permukaannya melengkung kea rah bagian

dalam. Biasanya cermin ini digunakan sebagai reflektor pada lampu mobil, lampu

senter, dan pada sendok. Adapun sifat dari cermin cekung:

Bayangan benda pada cermin bersifat tegak, diperbesar dan juga maya.

Dan jika benda jauh dari cermin cekung, maka bayangannya bersifat nyata

dan juga terbalik.

61

B. Pembiasan Cahaya Dalam Kehidupan Sehari-Hari

Cahaya dapat dibiaskan

Pembiasan adalah peristiwa pembelokan arah rambat dari cahaya

saat melewati medium rambatan yang berbeda. Kalau cahaya yang datang

berasal dari zat yang kurang kerapatannya, ke zat lebih kerapatannya maka

cahaya tersebut akan dibiaskan mendekati garis normal. Seperti contohnya

cahaya dari udara ke air. Sebaliknya kalau cahaya yang datang dari zat

yang lebih kerapatannya ke zat yang kurang kerapatannya, maka cahaya

tersebut akan dibiaskan menjauhi garis normal. Seperti contohnya cahaya

dari air ke udara.

C. Cahaya Putih Terdiri Atas Berbagai Warna.

Pelangi akan tampak apabila kita membelakangi matahari,

sedangkan pada tempat yang jauh di depan kita terjadi hujan. Pelangi

memiliki warna yang bermacam-macam, seperti merah, jingga, kuning,

hijau, biru, nila, ungu (me-ji-ku-hi-bi-ni-u). Warna-warna itu timbul

karena sinar matahari dibiaskan, diuraikan, dan dipantulkan oleh tetes-tetes

air hujan. Warna-warna itu membentuk semacam pita setengah lingkaran.

Bila kita memperhatikan pelangi dengan cermat, maka tampak bahwa

warna merah selalu berada paling luar, sedangkan warna ungu berada

paling dalam.

Cahaya yang terpancar dari lampu senter dan sinar matahari itu

berwarna putih. Ketika cahaya mengenai air, warna cahaya yang tampak

bukan putih lagi. Cahaya putih telah mengalami pembiasan dan terurai

menjadi bermacam-macam warna. Jadi warna putih itu sebenarnya

perpaduan dari bermacam-macam warna, yaitu merah, jingga, kuning, hijau,

biru, nila, ungu (me-ji-ku-hi-bi-ni-u). Warna-warna cahaya yang

membentuk cahaya putih itu disebut spektrum.

Cahaya dengan warna yang berbeda tersebut, ketika masuk kedalam

air dibiaskan dengan sudut bias yang berbeda. Sudut bias cahaya merah

lebih kecil daripada sudut bias cahaya kuning. Cahaya ungu membias

dengan sudut bias yang paling besar. Karena setiap warna cahaya membias

dengan sudut bias yang berbeda, maka cahaya putih terurai menjadi warna-

warna unsurnya.

F. Model Pembelajaran 1. Model : Make A Match

2. Metode : kerja kelompok, menyimak, diskusi, tanya jawab, presentasi.

62

G. Langkah-langkah Pembelajaran (pertemuan I)

Tahap

Waktu

Kegiatan Pembelajaran

Karakter

yang

ditanamkan

Kegiatan

awal

(5menit)

Kegiatan Awal

1. mengucapkan salam

2. Berdoa bersama

3. Memeriksa kehadiran siswa

4. Guru menyampaikan pembelajaran sebelumnya

5. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran melalui pembelajaran

ini diharapkan sisswa dapat memahami sifat-sifat cahaya dengan

benar.

6. Apersepsi guru bertanya kepada siswa , apa yang terjadi jika

tiba-tiba lampu dirumahmu padam, sementara hari sudah malam?

Kemudian, apa fungsi cahaya dalam kondisi demikian ?

Ketuhanan

Disiplin

Kegiatan

Inti Eksplorasi

1. Siswa menyimak penjelasan guru tentang sifat-sifat cahaya. 2. Siswa diminta menyebutkan sifat-sifat cahaya. 2. Siswa bersama guru melakukan demontrasi mengenai sifat-sifat

cahaya.

3. Siswa mendengarkan penjelasan guru mengenai sifat cermin

datar, cermin cekung dan cermin cembung.

4. Siswa mendengarkan penjelasan guru dan memahami banyangan

yang terjadi pada cermin datar, cermin cekung dan cermin

cembung.

Penerapan Metode Make A Match

Langkah-langkah

1. Guru menyiapkan beberapa kartu yang berisi satu bagian kartu

soal dan bagian lainnya kartu jawaban.

2. Siswa diberi petunjuk cara melakukan tata cara pelaksanaan

kegiatan make a match

3. Setiap siswa mendapatkan sebuah kartu yang bertuliskan

soal/jawaban.

4. Tiap siswa memikirkan jawaban/soal yang cocok dari kartu yang

dipegang.

5. Setiap siswa mencari pasangan kartu yang cocok dengan kartunya.

Misalnya: siswa yang diberi soal tentang pengertian tentang

cahaya, maka langkah yang diambil siswa tersebut yaitu mencari

teman yang memegang jawaban tentang pengertian cahaya.

6. Setiap siswa yang dapat mencocokkan kartunya sebelum batas

waktu (5 menit) diberi poin.

7. Jika siswa tidak dapat mencocokkan kartunya dengan kartu

temannya (tidak dapat menemukan kartu soal atau kartu jawaban)

tida

Recommended

View more >