laju pertumbhn pddk

of 29/29
Laju Pertumbuhan Penduduk dr. Ophi Indria Desanti, MPH [email protected]

Post on 28-Dec-2015

8 views

Category:

Documents

2 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

  • Laju Pertumbuhan Pendudukdr. Ophi Indria Desanti, [email protected]

  • Latar BelakangJumlah penduduk pada suatu negara selalu mengalami perubahan.Perubahan keadaan penduduk tersebut dinamakan dinamika penduduk. Dinamika dipengaruhi oleh faktor kelahiran, kematian dan migrasi (perpindahan penduduk). Dinamika atau perubahan penduduk cenderung kepada pertumbuhan.

  • Latar BelakangPertumbuhan penduduk ialah perkembangan jumlah penduduk suatu daerah atau negara. Jumlah penduduk suatu negara dapat diketahui melalui sensus, registrasi dan survei penduduk. Jumlah penduduk Indonesia sejak sensus pertama sampai dengan sensus terakhir jumlahnya terus bertambah. Sensus dilaksanakan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) dan waktu pelaksanaan sensus di Indonesia diadakan sepuluh tahun sekali.

  • Laju Pertumbuhan Penduduk tahun 2000-2004 (BPS)

    PropinsiLaju Pertumbuhan Penduduk/thnMaluku Utara4,50 %Riau 3,65 %Bangka Belitung3,27 %Papua3,25 %Kalimantan Timur3,06 %

  • Laju Pertumbuhan Penduduk tahun 2000-2004 (BPS)

    PropinsiLaju Pertumbuhan Penduduk/thnKalimantan Barat0,11 %Kalimantan Tengah0,21 %Bengkulu0,24 %NTB0,46 %DI Yogyakarta0,81 %

  • Pertumbuhan Penduduk

    Chart1

    0.0232

    0.0197

    0.0149

    0.0136

    0.0098

    % Pertumbuhan Penduduk

    Sheet1

    % Pertumbuhan Penduduk

    1971 - 19802.32%

    1980 - 19901.97%

    1990 - 20001.49%

    2000 - 20201.36%

    2020 - 20250.98%

    To resize chart data range, drag lower right corner of range.

  • Pertumbuhan Penduduk

    Chart1

    119.2

    205.8

    273.7

    Jumlah Penduduk

    Sheet1

    Jumlah Penduduk

    1971119.2

    2000205.8

    2025273.7

    To resize chart data range, drag lower right corner of range.

  • Pertumbuhan PendudukAngka kelahiran total (TFR) 5,6 per wanita pada sensus penduduk 1971 3,3 pada periode 1986-19892,8 pada periode 1991-19942,34 per wanita pada sensus penduduk 2000. Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) 2002-2003: kesejahteraan terendah TFR=3,0 per wanitakesejahteraan tertinggi TFR=2,2 per wanita

  • Pertumbuhan PendudukTurunnya laju pertumbuhan ini ditentukan oleh turunnya tingkat kelahiran dan kematianCrude Birth Rate (CBR)21 per 1000 penduduk pada awal proyeksi menjadi15 per 1000 penduduk pada akhir periode proyeksiCrude Death Rate (CDR) tetap sebesar 7 per 1000 penduduk dalam kurun waktu yang sama.

  • Pertumbuhan PendudukPenurunan angka kelahiran ini akibat keberhasilan program KB dan meningkatnya prevalensi pemakaian kontrasepsi. Angka prevalensi ber-KB:26% pada 1980 57% pada SDKI 1997 60,3% pada SDKI 2002-2003.

  • Pertumbuhan PendudukTeknologi kedokteran seperti penemuan antibiotika dan imunisasi memberikan implikasi pada menurunnya angka kematian bayi (sebagai indikator angka kematian).Angka kematian bayi:145 per 1000 kelahiran pada tahun 1971 71 per 1000 kelahiran pada tahun 1990 51 per 1000 kelahiran pada tahun 1995

  • Pertumbuhan PendudukIndikator lain dari revolusi kematian adalah meningkatnya angka harapan hidup penduduk. Angka harapan hidup:45,7 pada tahun 1971 59,8 pada tahun 199064,4 pada tahun 1995 (BPS, 1997).

  • ImplikasiPersentase penduduk umur belum produktif umur 0-12 tahun:30,7% pada 2000 22,8% pada 2025Persentase penduduk umur tidak produktif umur 65 tahun ke atas:4,7% pada tahun 20008,5% pada tahun 2025

  • ImplikasiPersentase penduduk usia produktif (15-64 tahun):64,6% pada tahun 200068,7% pada tahun 2025Perubahan struktur umur ini mengakibatkan beban ketergantungan atau dependency ratio turun dari 54,7% menjadi 45,6%.

  • ImplikasiPersebaran penduduk Indonesia antarpulau dan antarprovinsi tidak merata. Persentase penduduk di Pulau Jawa:58,9% pada tahun 200055,4% pada 2025. Persentase penduduk yang tinggal di pulau lain (Pulau Sumatra): 21% pada awal proyeksi23,1% selama periode proyeksi.

  • ImplikasiAngka harapan hidup:67,8 tahun pada periode 2000-2005 73,6 tahun pada periode 2020-2025Tingkat urbanisasi diproyeksikan 68% pada tahun 2025. Tingkat urbanisasi di 4 provinsi di Jawa, pada tahun 2025 di atas 80%. Provinsi tersebut adalah DKI Jakarta, Jawa Barat, DI Yogyakarta, dan Banten.

  • ImplikasiPenduduk yang besar dan berkualitas akan menjadi aset bermanfaat bagi pembangunan, namun bila rendah kualitasnya akan menjadi beban. Kualitas penduduk Indonesia masih sangat memprihatinkan. Berdasarkan penilaian UNDP, pada tahun 2003 ranking indeks pembangunan manusia (human development index) Indonesia 112 dari 175 negara di dunia.

  • Transisi DemografiPada mulanya, tahun 1920-an oleh Thompson dan tahun 1940-an oleh Notostein, muncul ide mengenai transisi demografi, yang menggambarkan proses perubahan fertilitas dan mortalitas. Transisi demografi: perubahan dalam fertilitas dan mortalitas, dan migrasi.

  • Transisi DemografiPada tahun 1970-an Zelinsky mengritik penggunaan istilah transisi demografi ini.Karena dalam kepustakaan demografi sudah dikenal istilah statistik vital, maka Zelinsky mengatakan bahwa istilah itu lebih tepat disebut dengan transisi vital. Istilah transisi vital sampai sekarang masih relatif jarang dipergunakan dalam berbagai kepustakaan demografi.

  • The Demographic TransitionEpidemiologic Transition:Pattern of change in mortality factors: Communicable Non Communicable Decline in death ratesFertility transitionPattern of change in crude birth ratesDecline in birth rates worldwide

  • Transisi DemografiTahap I Sebelum melangsungkan modernisasi ekonomi, negara- negara ini selama berabad-abad mempunyai laju pertambahan penduduk yang stabil atau sangat lambat. Penyebabnya, meskipun angka kelahiran mereka sangat tinggi, angka kematian mereka juga sangat tinggi, bahkan hampir sama tingginya dengan angka kelahiran.

  • Transisi DemografiTahap II Tahapan yang kedua berlangsung setelah adanya modernisasi dan berbagai bentuk perbaikan hidup lainnyaAngka kematian mengalami penurunanAkan tetapi, penurunan angka mortalitas tersebut tidak segera diimbangi oleh turunnya tingkat fertilitasUsia harapan penduduk meningkat dari rata-rata 40 tahun menjadi lebih dari 60 tahun

  • Transisi DemografiTahap III Muncul berbagai macam dorongan dan pengaruh positif yang bersumber dari upaya-upaya modernisasi serta pembangunan yang menyebabkan turunnya tingkat fertilitas.Tingkat kelahiran semakin menurun sampai sama rendahnya dengan tingkat kematian, sehingga secara perlahan-lahan laju pertumbuhan penduduk menjadi menurun.

  • Transisi DemografiTahap IV Tahapan keempat segera berlangsung dengan stabilnya perekonomian dan pembangunan.Tingkat kelahiran berhasil diturunkan cukup tajam sampai sama rendahnya dengan tingkat kematian, sehingga secara neto laju pertumbuhan penduduk menjadi sangat rendah atau bahkan nol.

  • KesimpulanMasih banyak jumlah perempuan usia reproduksi sebagai akibat dari tingginya kelahiran di masa lalu.Dengan proyeksi tersebut berarti penduduk Indonesia dalam beberapa tahun mendatang akan terus bertambah walaupun program KB berhasil menurunkan tingkat kelahiran.

  • KesimpulanTeori transisi demografi pada hakekatnya ingin memperlihatkan dampak kemajuan dalam pembangunan ekonomi pada penurunan fertilitas dan mortalitas. Teori ini berupaya memperlihatkan bahwa kemajuan dalam pembangunan ekonomi mempunyai sumbangan penting dalam transisi fertilitas dan mortalitas.

  • KesimpulanJumlah anak yang makin kecil, pendidikan yang makin meningkat, pendapatan yang meningkat, dan globalisasi informasi mendorong terjadinya peningkatan aspek ketiga dalam demografi, yaitu mobilitas penduduk. Mobilitas penduduk ini tidak saja dalam lingkup internal (mobilitas dalam negeri), tetapi juga mobilitas internasional.

  • Terima Kasih..