kumpulan dosis obat

of 22 /22
nama dagang GliVeUil gXaikolaW dosis Dosis deZasa : liquid/s\rup, dosis secara oral 200 to 400 mg setiap 4 jam; dosis maksimum 2400 mg/hari Dosis anak-anak : 12 tahun keatas : liquid/s\rup, dosis secara oral 200 sampai 400 mg setiap 4 jam; dosis maksimum 2400 mg/hari. 6-12 tahun : liquid/s\rup, dosis secara oral 100 sampai 200 mg setiap 4 jam; dosis maksimum 1200 mg/hari. 2-6 tahun : liquid/s\rup, dosis secara oral 50 sampai 100 mg setiap 4 jam; dosis maksimum 600 mg/hari 2 tahun kebawah perlu pen\esuaian dosis secara individual, pada umumn\a digunakan dosis 25 sampai 50 mg secara oral setiap 4 jam; dosis maksimum 300 mg/hari. Cara pemberian : Secara oral : minum bersama dengan segelas penuh air, dapat digunakan bersamaan atau tidak bersama makanan indikasi Produksi sputum \ang tidak normal. Batuk. kontraindikasi Hipersensitivitas terhadap produk guaifenesin

Upload: rizki-qko

Post on 19-Jan-2016

842 views

Category:

Documents


26 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

ok

TRANSCRIPT

Page 1: Kumpulan Dosis Obat

nama dagang

GliVeUil gXaikolaW

dosis

Dosis deZasa :

liquid/s\rup, dosis secara oral 200 to 400 mg setiap 4 jam;

dosis maksimum 2400 mg/hari

Dosis anak-anak :

12 tahun keatas : liquid/s\rup, dosis secara oral 200

sampai 400 mg setiap 4 jam; dosis maksimum 2400

mg/hari.

6-12 tahun : liquid/s\rup, dosis secara oral 100

sampai 200 mg setiap 4 jam; dosis maksimum 1200

mg/hari.

2-6 tahun : liquid/s\rup, dosis secara oral 50 sampai

100 mg setiap 4 jam; dosis maksimum 600 mg/hari

2 tahun kebawah perlu pen\esuaian dosis secara

individual, pada umumn\a digunakan dosis 25

sampai 50 mg secara oral setiap 4 jam; dosis

maksimum 300 mg/hari.

Cara pemberian :

Secara oral : minum bersama dengan segelas penuh air,

dapat digunakan bersamaan atau tidak bersama makanan

indikasi

Produksi sputum \ang tidak normal. Batuk.

kontraindikasi

Hipersensitivitas terhadap produk guaifenesin

efek samping

Page 2: Kumpulan Dosis Obat

Efek samping \ang sering muncul adalah mual dan muntah

interaksi

Dengan Obat Lain : -

Dengan Makanan : -

mekanisme kerja

GG memiliki aktivitas sebagai ekspektoran dengan

meningkatkan volume dan mengurangi kekentalan sputum

\ang terdapat di trakhea dan bronki. Dapat meningkatkan

reflek batuk dan memudahkan untuk membuang sputum.

Akan tetapi bukti objektif masih sedikit.

bentuk sediaan

Tablet, Larutan5/23/12 .::Medicatherap\::. - Gliseril Guaiakolat (Guaifenesin / GG)

medicatherap\.com/inde[.php/content/printversion/192 2/2

parameter monitoring

1. Produktivitas batuk, konsistensi dan volume sputum.

2. Tingkat keparahan batuk

3. Efek samping (nausea, mengantuk).

stabilitas pen\impanan

Serbuk Guaifenesin cenderung menggumpal pada saat

penyimpanan.

Simpan dalam wadah yang tertutup rapat.

informasi pasien

Gunakan segelas air untuk membantu menelan

� Medicatherapy.com 201

Gliseril Guaiakolat (Guaifenesin / GG)

Deskripsi

- Nama & Struktur Kimia : (2S)-3-(2-Hydroxyphenoxy) propane-1.2-diol

Page 3: Kumpulan Dosis Obat

- Sifat Fisikokimia : Serbuk berbentuk kristal berwarna putih atau sedikit berwarna abu-abu. Larut dalam air dengan perbandingan 1:60-70; larut dalam alkohol, kloroform, dan propilenglikol; serta sedikit larut dalam gliserol.

- Keterangan : -

Golongan/Kelas Terapi

Obat Untuk Saluran Napas

Nama Dagang

- Allerin - Anacetine - Anakonidin - Andonex

- Bestocol - Bisolvon Extra - Bodrexin - Bricasma Expectorant

- Brolexan - Bronchitin - Bycolen - Calorex Syrup

- Codipront Cum Expectorant - Cohistan Expectorant - Colfin - Collerin Expectorant

- Combi Flu - Comtusi - Coredryl - Corexin

- Cosyr - Decolsin - Dextral/Dextral Forte - Dextrosin

- Fartolin Expectorant - Flucadex - Flutamol/Flutamol-P - Fluzep

- Frigrip - Ikadryl DMP - Intunal - Intunal F

- Kafsir - Konidin - Lapifed Expectorant - Lapisiv

- Lasal Expectorant - Lodecon/Lodecon Forte - Mixadin - Neo Tusilan

- Nufadipect - Nufadryl Expectorant - Oskadryl - Paratusin

- Polaramine Expectorant - Poncolin - Ponflu Probat - Promedex

- Protusif - Proventol Expectorant - Pyril - Rhinodin

- Salbron/Salbron Expectorant - Salbuven Expectorant - Silabat - Silex

- Solafluz - Stop Cold - Sudafed Expectorant - Supra Flu

- Terasma Expectorant - Termorex Plus - Toplexil - Triadex

- Triaminic Expectorant - Tusapres - Tuseran/Tuseran Forte - Tussigon

- Valda - Ventolin Expectorant - Wood's Peppermint Expectorant - Ye & To (5,6)

Page 4: Kumpulan Dosis Obat

1 / 6Gliseril Guaiakolat (Guaifenesin / GG)

- Actifed Expectorant

Indikasi

Produksi sputum yang tidak normal. (2) Batuk. (3)

Dosis, Cara Pemberian dan Lama Pemberian

Dosis dewasa : liquid/syrup, dosis secara oral 200 to 400 mg setiap 4 jam; dosis maksimum 2400 mg/hari

Dosis anak-anak :

12 tahun keatas : liquid/syrup, dosis secara oral 200 sampai 400 mg setiap 4 jam; dosis maksimum 2400 mg/hari.

6-12 tahun : liquid/syrup, dosis secara oral 100 sampai 200 mg setiap 4 jam; dosis maksimum 1200 mg/hari.

2-6 tahun : liquid/syrup, dosis secara oral 50 sampai 100 mg setiap 4 jam; dosis maksimum 600 mg/hari

2 tahun kebawah perlu penyesuaian dosis secara individual, pada umumnya digunakan dosis 25 sampai 50 mg secara oral setiap 4 jam; dosis maksimum 300 mg/hari. (2)

Cara pemberian :

Secara oral : minum bersama dengan segelas penuh air, dapat digunakan bersamaan atau tidak bersama makanan

Farmakologi

2 / 6Gliseril Guaiakolat (Guaifenesin / GG)

Absorpsi: pada saluran cerna diabsorpsi dengan baik

Ekskresi: terjadi di ginjal dan dikeluarkan melalui urin. (1,2)

T½ eliminasi ~ 1 jam. (4)

Stabilitas Penyimpanan

Serbuk Guaifenesin cenderung menggumpal pada saat penyimpanan. (3) Simpan dalam wadah yang tertutup rapat. (1,3)

Kontraindikasi

Page 5: Kumpulan Dosis Obat

Hipersensitivitas terhadap produk guaifenesin. (2)

Efek Samping

Efek samping yang sering muncul adalah mual dan muntah. (2)

Interaksi

- Dengan Obat Lain : -

3 / 6Gliseril Guaiakolat (Guaifenesin / GG)

- Dengan Makanan : -

Pengaruh

- Terhadap Kehamilan : Termasuk dalam kategori C. (2) Tidak ada data mengenai penggunaan pada wanita hamil.

- Terhadap Ibu Menyusui : Pengaruh terhadap bayi belum diketahui.2 Belum ada data yang adekuat. Pertimbangkan Risk dan benefit.

- Terhadap Anak-anak : -

- Terhadap Hasil Laboratorium : Kemungkinan dapat mempengaruhi warna pada determinasi 5-HIAA dan VMA. (4)

Parameter Monitoring

1. Produktivitas batuk, konsistensi dan volume sputum.

2. Tingkat keparahan batuk

3. Efek samping (nausea, mengantuk). (2)

4 / 6Gliseril Guaiakolat (Guaifenesin / GG)

Bentuk Sediaan

Kapsul, Larutan

Peringatan

1. Batuk yang disertai dengan produksi sputum yang terlalu banyak

2. Guaifenesin yang digunakan bersama dengan dextromethorphan sebaiknya tidak digunakan pada pasien yang sedang mendapatkan terapi MAOI's

3. Guaifenesin yang digunakan bersama dengan phenylpropanolamine sebaiknya digunakan dengan peringatan pada pasien hipertensi, kelainan jantung, diabetes atau peripheral vascular disease, prostatic hypertrophy dan glaucoma

Page 6: Kumpulan Dosis Obat

4. Batuk kronik atau batuk yang terjadi terus menerus akibat merokok, asma, bronkitis kronis, atau emfisema.2

Kasus Temuan Dalam Keadaan Khusus

-

Informasi Pasien

Gunakan segelas air untuk membantu menelan. (4)

Mekanisme Aksi

5 / 6Gliseril Guaiakolat (Guaifenesin / GG)

GG memiliki aktivitas sebagai ekspektoran dengan meningkatkan volume dan mengurangi kekentalan sputum yang terdapat di trakhea dan bronki. Dapat meningkatkan reflek batuk dan memudahkan untuk membuang sputum. Akan tetapi bukti objektif masih sedikit. (2)

Monitoring Penggunaan Obat

Frekuensi batuk yang terjadi. (2)

Daftar Pustaka

Martindale 35th edition 2007

Micromedex

AHFS tahun 2006

Drug Information Handbook International

ISO volume 41 tahun 2006 p.

MIMS 105th edition Annual Indonesia 2006/2007.

AMBROXOLTablet/Sirup

(Ambroxol/Ambroksol)

 

Obat Generik : Ambroxol HCl / AmbroksolObat Bermerek : Ambril, Brommer 30, Bronchopront, Broncozol, Broxal, Epexol, Extropect, Interpec, Lapimuc, Limoxin, Molapect, Mucera, Mucopect, Mucos, Mucoxol, Mukinol, Nufanibrox, Roverton, Silopect, Sohopect, Sohopect Forte, Transbroncho, Transmuco.

 

KOMPOSISIAmbroxol Tablet

Tiap tablet Ambroxol mengandung ambroksol hidroklorida 30 mg.

Ambroxol EliksirTiap  5 ml (1 sendok takar) mengandung ambroksol hidroklorida 30 mg.

Page 7: Kumpulan Dosis Obat

Ambroxol SirupTiap  5 ml (1 sendok takar) mengandung ambroksol hidroklorida 15 mg.Ambroxol DropsTiap 1 ml mengandung ambroksol hidroklorida 15 mg.INDIKASI

Indikasi pemberian ambroxol adalah penyakit saluran pernapasan akut dan kronis yang disertai sekresi bronkial yang abnormal, khususnya pada eksaserbasi dan bronkitis kronis, bronkitis asmatik, asma bronkial.

KONTRAINDIKASI

Pasien dengan reaksi alergi atau hipersensitif terhadap ambroxol.

DOSIS

Tanyakan kepada dokter anda mengenai dosis dan aturan pakai Ambroxol.

Dosis Ambroxol yang umum diberikan adalah :

Dewasa :  sehari 3 kali 1 tablet. Anak-anak 5 – 12 tahun :  sehari 3 kali 1/2 tablet. Anak-anak 2 – 5 tahun :  sehari 3 kali 7,5 mg. Anak-anak di bawah 2 tahun :  sehari 2 kali 7,5 mg.

Dosis dapat dikurangi menjadi 2 kali sehari, untuk pengobatan yang lama.

Harus diminum sesudah makan.

EFEK SAMPING

Ambroksol umumnya ditoleransi dengan baik. Efek samping yang ringan pada saluran pencernaan dilaporkan pada beberapa pasien. Reaksi alergi.

PERINGATAN DAN PERHATIAN

Pemakaian pada kehamilan trimester pertama tidak dianjurkan. Pemakaian selama menyusui keamanannya belum diketahui dengan pasti.

INTERAKSI OBAT

Kombinasi ambroksol dengan obat-obatan lain dimungkinkan, terutama yang berhubungan dengan sediaan yang digunakan sebagai obat standar untuk sindroma bronkitis (glikosida jantung, kortikosterid, bronkapasmolitik, diuretik dan antibiotik).

KEMASAN

Ambroxol 30 mg Tablet,  kotak 10 strip @ 10 tablet.

Ambroxol Eliksir.

Ambroxol Sirup.

Ambroksol Drops.

ANTIASMA & BRONKHODILATOR

1. Golongan obat : ADRENEGIK SELEKTIF Beta-2

SALBUTAMOL

Dosis :

DEWASA

- Dosis lazim th/ = 2-4 mg/x

- Dosis max = 8 mg

Page 8: Kumpulan Dosis Obat

ANAK

- Dosis lazim th/ = < 2 thn : 0,2 mg/kgBB (4x/hari)

- 2-6 thn : 1-2 mg

- 6-12 thn : 2 mg

Pemakaian : 3 – 4 x / hari

Sediaan : Tab 2 mg, 4 mg

TERBUTALIN (sulfat)

Dosis :

DEWASA

- Dosis lazim th/ = 2,5 mg

- Dosis max = 5 mg

ANAK

- Dosis lazim th/ = < 7 thn : 0,075 mg

- 7 – 15 thn : 2,5 mg

Pemakaian : 2 – 3 x / hari

Sediaan : BRASMATIC, Tab 2,5 mg , Syrup 1,5 mg/5 ml

2. Golongan obat : XANTIN

AMINOFILIN

Dosis :

DEWASA

- Dosis lazim th/ = 100-300 mg

- Dosis max = 300-600 mg

ANAK: Dosis lazim th/ = 5 mg/kgBB

Pemakaian : 3- 4 x / hari

Sediaan : Inj 24 mg/ml – amp 10 ml, Tab 200 mg

TEOFILIN

Dosis :

Page 9: Kumpulan Dosis Obat

DEWASA

- Dosis lazim th/ = 130 – 150 mg

- Dosis max = 500 mg

ANAK

- Dosis lazim th/ = < 1 thn : 65 – 75 mg

- 6 -12 thn : 65 -150 mg

Pemakaian : 3 – 4x / hari

Sediaan : AMILEX Syrup 130 mg/15 ml, Tab 150 mg, NITRASMA KapTab 150 mg

MUKOLITIK

3. Golongan obat :   MUKOLITIK

BROMHEKSIN

Dosis :

DEWASA: Dosis lazim th/ = 4-8 mg

ANAK: unknown

Pemakaian : 3 x / hari

Sediaan : BRONEX Tab 8 mg, BISOLVON Inj 2mg/ml, Eliksir 4 mg/5 ml, Kapsul 8 mg, Syrup 10mg/5 ml

ASETILSISTEIN

Dosis :

DEWASA: Dosis lazim th/ = 200 mg

ANAK: Dosis lazim th/ = 100 mg

Pemakaian : 3 x / hari

Sediaan : Fluimucil Granula 200 mg/kantong, Kapsul 200 mg, Tablet Eff. 600 mg, Fluimucil Pediatric Granula 100 mg /kantong

KARBOSISTEIN

Dosis :

DEWASA: Dosis lazim th/ = 750 mg

ANAK

Page 10: Kumpulan Dosis Obat

- Dosis lazim th/ = 2 – 5 thn : 62,5 – 125 mg (4x)

- 6 – 12 thn : 250 mg

Pemakaian : 3 – 4 x / hari

Sediaan : MUCOTAB Syrup 250 mg / 5 ml, Tab 375 mg, MUCOPRONT Syrup 300 mg / 5 ml,

MUCICLAR Syrup 100 mg / 5 ml

AMBROKSOL

Dosis :

DEWASA: Dosis lazim th/ = 15 – 30 mg

ANAK: unknown

Pemakaian : 3 x / hari

Sediaan : Syrup 15 mg/ml, Tab 30 mg, MUCOS Syrup 30 mg/ml

ANALGETIK – ANTIPIRETIK

4. Golongan obat :   PARA AMINO FENOL

PARACETAMOL

Dosis :

DEWASA

- Dosis lazim th/ = 500 – 1000 mg

- Dosis max = 4000 mg/hari

ANAK

- 3 bln – 1 thn : 60 – 120 mg

- 1 – 5 thn : 120 – 250 mg

- 6 – 12 thn : 250 – 500 mg

(maksimum 4 dosis / 24 jam)

Pemakaian : 4 x / hari ( tiap 4-6 jam /hari )

Sediaan : Tab 500 mg, Syrup 120 / 5 ml

5. Golongan obat :   SALISILAT (p.c)

ASETOSAL / ASPIRIN

Page 11: Kumpulan Dosis Obat

Dosis :

DEWASA

- Dosis lazim th/ = 300 – 900 mg

- Dosis max = 4 gram / hari

ANAK: kontraindikasi: REYE SYNDROME

Pemakaian : 4 x / hari (tiap 4-6 jam /hari )

Sediaan : Tab 100 mg, 500 mg

6. Golongan obat :   AINS (p.c)

IBUPROFEN

Dosis :

DEWASA

ANTI INFLAMASI

- Dosis lazim th/ = 1,2 – 1,8 g/hari

- Dosis max = 2,4 gram / hari (terbagi dlm 3 – 4 dosis)

ANALGETIK

- Dosis lazim th/ = 0,6 – 1,2 g / hari (terbagi dlm 3 – 4 dosis)

ANAK: 20 – 40 mg/kgBB/hari (dosis terbagi) à JUVENIL ARTHRITIS

( TIDAK DIANJURKAN Untuk ANAK BB < 7 kg )

Pemakaian : 3 – 4 x / hari

Sediaan : Tab 200 mg, 400 mg

FENOPROFEN

Dosis :

DEWASA

- Dosis lazim th/ = 200 – 600 mg

- Dosis max = 3 gram / hari

ANAK: Tidak boleh

Pemakaian : 3 – 4 x / hari

Page 12: Kumpulan Dosis Obat

Sediaan : NALFON Kapsul 300 mg, KapTab Ss. 600 mg

NATRIUM DIKLOFENAK

Dosis :

DEWASA

- Dosis lazim th/ = 75 – 150 mg/hari

- Dosis max = 150 mg / hari

ANAK

- 1-12 tahun, JUVENIL ARTHRITS, p.o / p.rect,

- 1 – 3 mg/kgBB/hari (dalam dosis terbagi)

Pemakaian : 2 – 3 x / hari

Sediaan : Tab 25 mg, 50 mg

INDOMETASIN

Dosis :

DEWASA: 50 – 200 mg/hari (dalam dosis terbagi)

ANAK : Tidak dianjurkan

Pemakaian : 2 – 4 x / hari

Sediaan : Kapsul 25 mg

ANTIHISTAMIN

7. Golongan obat :   ANTI HISTAMIN (AH-1)

KLORFENIRAMIN MALEAT ( CTM )

Dosis :

DEWASA

- Dosis lazim th/ = 4 mg

- Dosis max = 24 mg/hari

ANAK

- < 1 thn : tidak dianjurkan

- 1 – 2 thn : 1 mg 2 x/hari

Page 13: Kumpulan Dosis Obat

- 2 – 5 thn : 1 mg tiap 4 – 6 jam, Dosis max = 6 mg/hari

- 6 – 12 thn : 2 mg tiap 4 – 6 jam, Dosis max = 12 mg/hari

Pemakaian : 4 x / hari ( realtif, tergantung kebutuhan)

Sediaan : Tab 4 mg

DIFENHIDRAMIN KLORIDA

Dosis :

DEWASA: 25 – 50 mg

ANAK: 5 mg/kgBB/hari

Pemakaian : 3 x / hari

Sediaan : Inj 10 mg/ml, Syrup 12,5 mg/5 ml

DEKSKLORFENIRAMIN MALEAT

Dosis :

DEWASA: 2 mg

ANAK

- 2 – 6 thn : 0,5 mg

- 6 – 12 thn : 1 mg

Pemakaian : 3 – 4 x / hari

Sediaan : POLARAMINE Tab 2 mg, Syrup 2 mg/5 ml

8. Golongan obat :   ANTI HISTAMIN (AH-1) NON SEDATIF

LORATADIN

Dosis :

DEWASA: 10 mg / hari

ANAK

- 2-12 thn (dibawah 30 kg) : 5 mg/hari

- Lebih dari 30 kg : 10 mg/hari

Pemakaian : 1 x / hari

Sediaan : Tab 10 mg, CLARITIN Tab 10 mg,

Page 14: Kumpulan Dosis Obat

Syrup 5 mg/5 ml

ASTEMIZOL

Dosis :

DEWASA: 10 mg/hari

ANAK: 6 – 12 thn : 5 mg/hari

Pemakaian : 1 x / hari

Sediaan : PROALERT Syrup 5 mg/5 ml, Tab 10 mg

TERFENADIN

Dosis :

DEWASA: 60 – 120 mg / hari

ANAK

- 3 – 6 thn : 15 mg 2x / hari

- 6 – 12 thn : 30 mg 2x / hari

Pemakaian : 1 – 2 x / hari

Sediaan : NADANE Tab 60 mg, Tab Forte 120 mg, Suspensi 30 mg / 5 ml

9. Golongan obat :   ANTI HISTAMIN (AH-2)

SIMETIDIN

Dosis :

DEWASA

- Dosis lazim th/ = 400 – 800 mg (2x)

- Dosis max = 2,4 g / hari

ANAK: > 1 thn : 25 – 30 mg/kgBB/hari

Pemakaian : 2 x / hari

Sediaan : Tab 200 mg

RANITIDIN

Dosis :

DEWASA: 150 – 300 mg (2x)

Page 15: Kumpulan Dosis Obat

ANAK: 2 – 4 mg/kgBB/hari (2x), Max 300 mg/hari

Pemakaian : 2 x / hari

Sediaan : Tab 150 mg, ZANTADIN Tab 300 mg

FAMOTIDIN

Dosis :

DEWASA: 20 – 40 mg

ANAK: Tidak Dianjurkan

Pemakaian : 1 x / hari (sebelum tidur malam)

Sediaan : Tab 20mg. 40 mg

ANTIBIOTIKA

10. Golongan obat :   MAKROLID

ERITROMISIN

Dosis :

DEWASA

- Dosis lazim th/ = 250 – 500 mg (tiap 6 jam) ATAU

- 500 – 1000 mg (tiap 12 jam)

- Dosis max = 4 g/ hari

ANAK

- Dosisi lazim th/ = < 2 thn : 125 mg (tiap 6 jam)

- 2-8 thn : 250 mg (tiap 6 jam)

- > 8 Thn : sama dgn Dosis Dewasa

Pemakaian : 2 – 4 x / hari

Sediaan : Kapsul 250 mg. 500 mg, Syrup 200 mg / 5 ml

KLARITROMISIN

Dosis :

DEWASA

- 250 mg – tiap 12 jam ( selama 7 hari )

Page 16: Kumpulan Dosis Obat

- 500 mg – tiap 12 jam ( selama 14 hari ) à Inf BERAT

ANAK

- BB < 8 kg : 7,5 mg – 2x/hari

- 8 – 11 kg (1-2 thn) : 62,5 mg – 2x/hari

- 12 – 19 kg (3 – 6 thn) : 125 mg – 2x/hari

- 20 – 29 kg (7 – 9 thn) : 187,5 mg – 2x/hari

- 30 – 40 kg (10 – 12 thn) : 250 mg – 2x/hari

Pemakaian : 2 x / hari

Sediaan : ABBOTIC KapTab 250 mg, 500 mg,

Dry Syrup 125 mg/ 5 ml

AZITROMISIN

Dosis :

DEWASA: 500 mg – 1 x / hari, (selama 3 hari)

ANAK

- > 6 bulan : 10 mg/kgBB, 1x / hari ( u/ 3 hari )

- BB 26 – 35 kg : 300 mg, 1x / hari ( u/ 3 hari )

- BB 36 – 45 kg : 400 mg, 1x / hari ( u/ 3 hari )

Pemakaian : 1x / hari

Sediaan : ZITHROMAX KapTab 250 mg, 500 mg,

Inj 276 mg/vial, Dry Syrup 600 mg/15 ml, 900 mg/22,5 ml

11. Golongan obat :   KUINOLON

SIPROFLOKSASIN

Dosis :

DEWASA

- ISPA : 250 – 750 mg

- ISK : 250 – 500 mg

- (untuk kasus akut: 250 mg – 2x/hari, slm 3 hari)

Page 17: Kumpulan Dosis Obat

ANAK: TIDAK DIANJURKAN

Pemakaian : 2x / hari

Sediaan : Tab 250 mg, 500 mg

ASAM NALIDIKSAT

Dosis :

DEWASA

- 1 g – tiap 6 jam (selama 7 hari)

- Infeksi kronis : 500 mg – tiap 6 jam

ANAK

- > 3 bulan, 50 mg/kgBB/hari

- jangka panjang : 30 mg/kgBB/hari

Pemakaian : 2 x/ hari

Sediaan : Tab Se. 500 mg

12. Golongan obat :   TETRASIKLIN

TETRASIKLIN

Dosis :

DEWASA: 250 – 500 mg – tiap 6 jam

ANAK: Tidak Dianjurkan !

Pemakaian : 2 x / hari

Sediaan : Kapsul 250 mg, 500 mg

DOKSISIKLIN

Dosis :

DEWASA

- 100-200 mg

- Acne : 50 mg/hari selama 6-12 minggu

ANAK: Tidak Dianjurkan !

Pemakaian : 1 x / hari

Page 18: Kumpulan Dosis Obat

Sediaan : Kapsul 100 mg

OKSITETRASIKLIN

Dosis :

DEWASA: 250 – 500 mg tiap 6 jam

ANAK: Tidak Dianjurkan !

Pemakaian : 2x / hari

Sediaan : Inj 50 mg/vial, Salep Mata 1%,

Salep 3% @ tube 5 gr

13. Golongan obat :   PENISILIN (a.c)

AMPISILIN

Dosis :

DEWASA

- 250 – 1000 mg – tiap 6 jam

- ISK : 500 mg – tiap 8 jam

ANAK: Setengah Dosis Dewasa

Pemakaian : 3-4 x / hari

Sediaan : KapTab 250 mg, 500 mg, Dry Syrup 125 mg/5 ml, 250 mg/ 5 ml, Serbuk Inj.

500 mg/vial, 1000 mg/ vial

AMOKSISILIN

Dosis :

DEWASA: 250 – 500 mg – tiap 8 jam

ANAK: < 10 tahun : 125 – 250 mg – tiap 8 jam

Pemakaian : 3 x / hari

Sediaan : Kapsul 250 mg, KapTab 500 mg,

Dry Syrup 125 mg/5 ml, 250 mg/ 5 ml

FENOKSIMETIL PENISILIN ( Penc-V)

Dosis :

Page 19: Kumpulan Dosis Obat

DEWASA: 500 – 750 mg – tiap 6 jam

ANAK

- < 1 thn : 62,5 mg

- 1 – 5 thn : 125 mg

- 6 – 12 thn : 250 mg

Pemakaian : 4 x / hari (tiap 6 jam)

Sediaan : Tab 250 mg. 500 mg

14. Golongan obat :   SULFONAMID-TRIMETOPRIM

KOTRIMOKSAZOL

Dosis :

DEWASA

- Dosis lazim th/ = 960 mg – tiap 12 jam

- Dosis Max = 1,44 g – tiap 12 jam

ANAK

- Dibawah 2 tahun & ibu hamil TIDAK dianjurkan

- 6 – 12 tahun 480 mg

- 6 bulan – 5 thn : 240 mg

- 6 minggu – 5 bulan : 120 mg

Pemakaian : 2x / hari (tiap 12 jam)

Sediaan : Suspensi 240 mg/5ml fl = 60 ml,

Tab 480 mg, 120 mg

15. Golongan obat :   KLORAMFENIKOL

KLORAMFENIKOL

Dosis :

DEWASA

- 500 mg

- 50 mg/kgBB/hari

Page 20: Kumpulan Dosis Obat

ANAK: 50 – 100 mg/kgBB/ hari

Pemakaian : 4 x / hari

Sediaan : Kapsul 250 mg, Suspensi 125 mg/5 ml (60 ml)

TIAMFENIKOL

Dosis :

DEWASA: 1 g/kgBB/hari – bagi 4 dosis

ANAK: 25 mg/kgBB/ hari – bagi 4 dosis

Pemakaian : 4 x / hari

Sediaan : Kapsul 250 mg, 500 mg

AMUBISID

16. Golongan obat :   METRONIDAZOL

METRONIDAZOL

Dosis :

DEWASA: 800 mg – tiap 8 jam – selama 5 hari

ANAK

- 1 – 3 thn : 200 mg – tiap 8 jam

- 3 – 7 thn : 200 mg – tiap 6 jam

- 7 – 10 thn : 200 – 400 tiap 8 jam

Pemakaian : 3 – 4 x / hari

Sediaan : Tab 250 mg, 500 mg

TINIDAZOL

Dosis :

DEWASA: 2 g/ hari – selama 2-3 hari

ANAK: 50-60 mg/kgBB/hari – selama 3 hari

Pemakaian : ###

Sediaan : FLATIN, Tab 500 mg