kuis kwn semester 6

Download kuis kwn semester 6

Post on 17-Feb-2015

25 views

Category:

Documents

2 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

yarsi

TRANSCRIPT

ANALISA STRATEGI PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN TENTANG WAWASAN NUSANTARA DALAM MENERAPKAN ILMU KESEHATAN DAN KEDOKTERAN DENGAN STUDI KASUS DI KABUPATEN TANJUNG JABUNG TIMUR

BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG 1. Suatu bangsa meyakini bahwa kebenaran yang hakiki atau kebenaran mutlak adalah yang datang dari Tuhan pencipta alam semesta. Manusia mempunyai kelebihan dari makhluk lainnya melalui akal pikiran dan budi nuraninya, kemampuan menggunakan akal pikiran dan budi nuraninya tersebut terbatas, sehingga manusia yang satu dan lainnya tidak memiliki tingkat kemampuan yang sama. Ketidaksamaan menimbulkan perbedaan pendapat kehidupan kepercayaan dalam hubungan dengan sesamanya dalam cara melihat serta memahami sesuatu perbedaan-perbedaan inilah disebut keanekaragaman. Dalam kehidupan berbangsa dan bernegara yang serba keanekaragaman itu memerlukan perekat agar bangsa yang bersangkutan dapat bersatu memelihara keutuhan negaranya. Pemerintah dan rakyat memerlukan suatu konsepsi wawasan nasional untuk menyelenggarakan kehidupannya. Wawasan ini dimaksudkanubtuk menjamin kelangsungan hidup, keutuhan wilayah serta jati diri bangsa. Kata wawasan itu sendiri berasal dari kata Wawas (bahasa jawa artinya melihat atau memandang). Dengan penambahan akhiran an kata ini secara harfiah berarti cara penglihatan, cara tinjau atau cara pandang. Dalam mewujudkan aspirasi dan perjuangan suatu bangsa perlu memperhatikan tiga factor utama : a) Bumi atau ruangan dimana bangsa itu hidup/berada b) Jiwa, tekad dan semangat manusia atau rakyatnya c) Lingkungan sekitarnya Dengan demikian wawasan nasional adalah cara pandang suatu bangsa yang telah menegara tentang diri dan lingkungannya dalam eksistensinya yang serba terhubung (melalui interaksi dan interlasi) dalam pembangunannya di lingkungan local, provinsi, nasional, regional dan global. Wawasan nusantara sebagai wawasan nasional Indonesia adalah gagasan untuk menjamin persatuan dan kesatuan dalam kebhinekaan merupakan cara pandang bangsa Indonesia tentang

diri dan lingkungannya yang dikenal dengan istilah wawasan kebangsaan atau wawasan nasional Indonesia diberi nama wawasan nusantara. Dari pengertian seperti di atasa, pengertian yang digunakan sebagai satuan pokok ajaran dasar. Wawasan Nusantara adalah wawasan nusantara sebagai geopolitik Indonesia yaitu : Cara pandang dan sikap bangsa Indonesia mengenai diri dan lingkungannya yang serba beragam dan berniat strategis dengan mengutamakan persatuan dan kesatuan bangsa serta kesatuan wilayah dalam menyelenggarakan kehidupan bermasayarakat, berbangsa, dan bernegara untuk mencapai tujuan nasional. Landasan Idiil Pancasila Pancasila telah diakui sebagai ideology dan dasar negara yang dirumuskan dalam pembukaan UUD 1945. Pada hakikatnya Pancasila mencerminkan nilai-nilai keseimbangan, kebersamaan, keselarasan, persatuan dan kesatuan , kekeluargaan, kebersamaan, dan keasilan dalam membina kehidupan nasional. Perpaduan nilai-nilai tersebut mampu mewadahi kebhinekaan seluruh aspirasi bangsa Indonesia. Landasan Konstitusional : UUD 1945 UUD 1945 merupakan konstitusi dasar yang menjadi pedoman pokok dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Bangsa Indonesia bersepakat bahwa Indonesia adalah negara kesatuan yang berbentuk republic dan berkedaulatan rakyat yag dilakukan MPR. Karena itu negara mengatasi segala paham golongan, kelompok dan perseorangan serta menghendaki persatuan dan kesatuan dalam segenap aspek dan dimensi kehidupan nasional, artinya kepentingan negara dalam rangka aspek dan perwujudannya lebih diutamakan di atas kepentingan kelompok dan perseorangan berdasarkan aturan, hokum dan perundang-undangan yang berlaku yang memperhatikan Hak Asasi Manusia (HAM) aspirasi masyarakat, dan kepetingan daerah yang bersangkutan berkembang saat ini. (sumber : Pendidikan Kewarganegaraan untuk Perguruan Tinggi halaman 51 karangan Sutoyo)

2.

KONDISI GEOGRAFIS KABUPATEN TANJUNG JABUNG TIMUR

Kabupaten Tanjung Jabung Timur terbentuk berdasarkan undang-undang No. 54 Tahun 1999 undang-undang No. 14 Tahun 2000 dengan luas 5.445 Km2 atau 10,2 % dari luas wilayah propinsi Jambi, namun sejalan dengan berlakunya undang-undang No. 27 Tahun 2007 tentang pengelolaan wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil, luas wilayah Kabupaten Tanjung Jabung Timur termasuk perairan dan 30 pulau kecil (termasuk pulau berhala, 11 diantaranya belum

bernama) menjadi 13.102,25 Km2. Disamping itu memiliki panjang pantai sekitar 191 km atau 90,5 % dari panjang pantai propinsi Jambi. Kabupaten Tanjung Jabung Timur yang terletak di pantai timur pulau Sumatera ini berbatasan langsung dengan Propinsi Kepulauan Riau dan merupakan daerah hinterland segitiga pertumbuhan ekonomi Singapura-Batam-Johor (SIBAJO). Wilayah perairan laut kabupaten ini merupakan bagian dari alur pelayaran kapal nasional dan internasional (ALKI I) dari utara keselatan atau sebaliknya, sehingga dari sisi geografis daerah ini sangat potensial untuk berkembang. Kabupaten Tanjung Jabung Timur secara geografis terletak pada 053 - 141 LS dan 10323 - 10431 BT dengan luas 5.445 Km dengan ketinggian Ibukota berkisar antara 1-5 m dpl, dengan batas wilayahnya : Sebelah Barat berbatasan dengan Kabupaten Tanjung Jabung Barat dan Muaro Jambi Sebelah Timur berbatasan dengan Laut Cina Selatan Sebelah Utara berbatasan dengan Selat Berhala Laut Cina Selatan Sebelah Selatan berbatasan dengan Kabupaten Muaro Jambi dan Provinsi Sumatera Selatan

Secara administratif Kabupaten Tanjung Jabung Timur dengan Ibukota Muaro Sabak terdiri dari 11 Kecamatan, 73 Desa dan 20 Kelurahan. Adapun nama-nama Kecamatan dalam Kabupaten Tanjung Jabung Timur adalah sebagai berikut : 1. Kecamatan Muara Sabak Timur dengan Ibu Kota Muara Sabak Ilir 2. Kecamatan Muara Sabak barat dengan Ibu Kota Nibung Putih 3. Kecamatan Kuala Jambi dengan Ibu Kota Kampung Laut 4. Kecamatan Dendang dengan Ibu Kota Rantau Indah 5. Kecamatan Mendahara dengan Ibu Kota Mendahara Ilir 6. Kecamatan Mendahara Ulu dengan Ibu Kota Pematang Rahim 7. Kecamatan Geragai dengan Ibu Kota Pandan Jaya 8. Kecamatan Rantau Rasau dengan Ibu Kota Bandar Jaya 9. Kecamatan Berbak dengan Ibu Kota Simpang 10. Kecamatan Nipah Panjang dengan Ibu Kota Nipah Panjang II

11. Kecamatan Sadu dengan Ibu Kota Sungai Lokan JUMLAH DAN PERTUMBUHAN PENDUDUK Komposisi penduduk Kabupaten Tanjung Jabung Timur didominasi oleh penduduk muda/dewasa. Hal menarik yang dapat diamati pada piramida penduduk adalah adanya perubahan arah perkembangan penduduk yang ditandai dengan penduduk usia 0-4 tahun yang jumlahnya lebih sedikit dari kelompok penduduk usia yang lebih tua yaitu 5-9 tahun. Artinya Pemerintah berhasil mempertahankan tingkat pertumbuhan yang rendah atau lebih rendah dibanding sebelumnya. Jumlah penduduk Kabupaten Tanjung Jabung Timur berdasarkan hasil final sensus penduduk 2010 mencapai 205.272 jiwa. Dengan pertumbuhan sebesar 0,66 % pertahun untuk periode 2000 2010, serta kepadatan 37,70 jiwa/km2, Dengan luas wilayah sekitar 5.445 km2, setiap km2 ditempati penduduk sebanyak 39,26 orang pada Tahun 2009. Jumlah penduduk terbanyak di Kecamatan Muara Sabak Timur, karena merupakan pusat perdagangan dan pelabuhan diwilayah ini sebelum terbentuknya Kabupaten tanjung Jabung Timur, sedangkan jumlah penduduk terendah di Kecamatan Berbak sebanyak 9.805 jiwa. Pertumbuhan penduduk yang rendah pada setiap tahunnya perlu terus dijaga di tahun-tahun mendatang. Secara umum jumlah penduduk perempuan lebih sedikit dibandingkan jumlah penduduk laki-laki. dengan rincian pria 105.359 jiwa dan wanita 99.913 jiwa, Hal ini dapat dilihat dari angka seks rasio yang nilainya lebih dari 100. Tahun 2009, setiap 100 penduduk perempuan terdapat 102 penduduk laki-laki. Jumlah Penduduk, Rumah Tangga, Luas dan Kepadatan Menurut Kecamatan di Kabupaten Tanjung Jabung Timur Tahun 2010 Jumlah Jumlah Luas Kepadatan No Kecamatan Penduduk RT (Km2) (jiwa/km2) 1. Mendahara 25.581 6.350 911,15 28,08 2. Mendahara Ulu 14.440 3.597 381,30 37,87 3. Geragai 20.919 5.272 285,35 73,31 4. Dendang 14.895 3.825 478,17 31,15 5. Muara Sabak Barat 15.233 3.818 251,75 60,51 6. Muara Sabak Timur 30.906 7.702 410,28 75,33 7. Kuala Jambi 14.003 3.297 120,52 116,19 8. Rantau Rasau 22.078 6.037 356,12 62,00 9. Berbak 9.805 2.621 194,46 50,42 10. Nipah Panjang 25.326 6.082 234,70 107,88 11. Sadu 12.086 2.873 1.821,20 6,64 Jumlah 205.272 51.474 5.445,00 37,70 Sumber : BPS Sensus Penduduk 2010

PEMERINTAHAN Pemerintahan Kabupaten Tanjung Jabung Timur dilihat dari hirarki kepemimpinan, Kabupaten Tanjung Jabung Timur dipimpin oleh Bupati Zumi Zola Zulkifli, STP., MA. yang dibantu dengan wakil bupati Ambo Tang, A.Md. serta sekretaris daerah, asisten dan kepala bagian yang ada di Kantor Bupati Kabupaten Tanjung Jabung Timur. selain itu dalam menjalankan tugasnya bupati juga dibantu oleh dinas-dinas yang terkait. Berpedoman pada Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2007 tentang Organisasi Pemerintah Daerah, Pemerintah Daerah Kabupaten Tanjung Jabung Timur menerbitkan Peraturan Daerah Nomor 1,2,3 dan 4 Tahun 2008 tentang pembentukan organisasi dan tata kerja lembaga teknis daerah. didalam Peraturan Daerah ini dibentuk lembaga teknis daerah yang terdiri dari : Instansi Pemerintahan A. Sekretariat 1. Sekretariat Daerah dan 2. Sekretariat DPRD B. Dinas Daerah 1. Dinas Pendidikan 2. Dinas Kesehatan 3. Dinas Pekerjaan Umum 4. Dinas Tata Kota, Pemadam Kebakaran dan Pertamanan. 5. Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika 6. Dinas Peternakan 7. Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Holtikultura 8. Dinas Kehutanan dan Perkebunan 9. Dinas Catatan Sipil dan Kependudukan 10. Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi 11. Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Kecil dan Menengah 12. Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga 13. Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah. 14. Dinas Energi dan Sumberdaya Mineral 15. Dinas Kelautan dan Perikanan 16. Dinas Perindustrian dan Perdagangan C. Lembaga Teknis