kuis besar 1.pdf

Download KUIS BESAR 1.pdf

Post on 16-Feb-2016

214 views

Category:

Documents

0 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

  • BAGIAN I

    Pondok Anak Yatim Salman merupakan nama panti asuhan yang berdiri sejak sekitar

    awal bulan Juni 2002, yang terletak di Jalan Raya Candi VI A no 193, Karang Besuki-Sukun.

    Nomor telepon dari panti ini adalah (0341) 556483 atau (0341) 7699420. Nama panti asuhan

    ini diambil dari nama salah seorang sahabat Rasulullah yang cerdas dan gigih dalam mencari

    kebenaran Illahi. Beliau juga dikenal sebagai seorang yang ahli dalam strategi perang

    khondak, yang berada dalam Kitab Suci agama Islam yaitu Al Quran. Panti ini didirikan

    oleh pengurus-pengurus panti ini sendiri dengan maksud untuk memelihara dan membina

    anak-anak yatim. Latar belakang didirikannya panti asuhan ini adalah karena sesungguhnya

    memelihara dan membina anak-anak yatim merupakan kewajiban yang diamanahkan oleh

    Allah SWT kepada setiap indvidu muslim, yang terdapat dalam Al Quran. Oleh karena itu

    pengurus-pengurus di panti asuhan ini mendirikan Pondok Anak Yatim Salman sebagai

    sarana pembinaan agar anak-anak panti menjadi sebuah insan yang berkualitas dalam bidang

    ilmu maupun amal.

    Pondok Anak Yatim Salman ini didirikan dengan beberapa tujuan. Pertama, yaitu

    menciptakan santri yang tangguh, kreatif dan inovatif dalam berkarya positif. Kedua, yaitu

    mewujudkan santri yang terampil dalam pendidikan formal disekolah maupun pendidikan

    informal di pondok. Sehingga diharapkan santri mampu menguasai ilmu teknologi dan ilmu

    agama. Ketiga, mengembangkan sumber daya alam yang ada dengan memberikan

    ketrampilan yang mengarah pada sarana alam yang dimiliki pondok. Keempat, menciptakan

    suasana kompetisi keilmuan dan keagamaan. Dan yang terakhir adalah diharapkan para santri

    mampu menciptakan pekerjan sendiri, setelah lulus dari pondok dengan mengaplikasikan

    ketrampilan yang telah diberikan.

    Pada saat datang ke Pondok Anak Yatim Salman ini, kelompok kami bertemu dengan

    Bapak Syaiful Arif. Bapak yang akrab dipanggil dengan nama Bapak Arif ini merupakan

    salah satu pengurus panti asuhan di sini sebagai pengurus dalam bidang keagamaan. Kami

    menemuinya, kemudian bercakap-cakap dan bertanya-tanya mengenai Pondok Anak Yatim

    Salman ini. Beliau yang mengenalkan kami lebih dalam mengenai panti asuhan ini. Pak Arif

    menceritakan ke kelompok kami bahwa anak-anak yang berada di panti ini ada yang berasal

    dari orang tuannya yang menitipkan anaknya dan ada yang diambil langsung oleh panti

  • asuhan ini dikarenakan kedua orang tuanya meninggal karena kecelakaan atau karena

    bencana yang menimpa keluarganya. Anak panti yang dititipkan sendiri oleh orang tuanya itu

    tidak langsung diterima oleh panti asuhan ini namun harus melalui proses penyelidikan

    dahulu, yaitu dengan cara disurvey dengan mencari tahu alasan mengapa anaknya mereka

    titipkan di panti asuhan dan diselidiki dahulu apakah sebenarnya orang tua dari anak ini

    mampu untuk membimbing dan membesarkan anaknya atau tidak. Jika orang tua dari anak

    tersebut dikiranya sebenarnya mampu untuk membimbing dan membesarkan anaknya maka

    panti asuhan ini akan menolak anak tersebut dan kemudian mengonsultasikannya dengan

    orang tua dari anak tersebut. Ada juga anak yang dititipkan panti asuhan ini dikarenakan

    orang tuanya yang bercerai atau karena kondisi ekonomi yang kurang sehingga tidak mampu

    membiayai anaknya.

    Pak Arif juga memberitahu kami bahwa sumber dana panti asuhan salman ini hanya

    berasal dari 1 donatur tetap, yaitu berasal dari 1 komunitas yang berisikan 10 orang. Sehingga

    dana yang panti asuhan ini miliki sangat terbatas, namun dana yang mereka miliki tersebut

    cukup untuk biaya sehari-hari yang mereka butuhkan. Komunitas yang merupakan donatur

    panti tersebut terdiri dari 9 orang alumni dari ITB dan Bapak Arif sendiri yang termasuk

    salah satu pengurus panti ini berasal dari alumni ITN. Pak Arif ini juga menjelaskan bahwa

    tenaga pengajar di panti ini bersifat sukarela, yang mana mereka mengabdi tanpa adanya

    imbalan dan mengingat bahwa dana yang mereka miliki tersebut sangat terbatas. Pengajar-

    pengajar tersebut rata-rata dari pengurus sendiri dan relawan yang peduli. Biasanya panti

    asuhan ini mendapatkan bantuan dengan bekerja sama dengan universitas-universitas atau

    sekolah-sekolah yang ada di Malang. Dan untuk mengembangkan kreatifitas dari anak-anak

    panti ini biasanya di pondok ini ada kegiatan pada saat liburan beberapa dari anak panti ini

    diarahkan untuk bisa mengembangkan kreatifitas mereka sesuai dengan bakat dan minat

    mereka masing-masing, misalnya jika ada anak yang suka menggambar biasanya hampir

    setiap minggu diajak ke Unveristas Brawijaya untuk belajar menggambar bersama atau

    dengan ikut lomba menggambar di sana; kalau ada yang suka dengan musik atau foto

    biasanya ada orang yang mengajari mereka, dan ada beberapa dari anak panti asuhan yang

    bekerja menjaga toko di sebuah usaha atau toko lele yang sudah bekerja sama dengan Pondok

    Anak Yatim Salman ini. Pak Arif juga mengatakan bahwa mereka berharap ada bantuan

    donatur dari pemerintah untuk menjalankan kegiatan di panti mereka. Hubungan Pondok

    Anak Yatim Salman dengan lingkungan atau warga sekitar mereka sangat baik, bahkan

    warga sekitar sangat mendukung diadakannya pondok ini. Sebab selain membantu anak-anak

  • yatim pondok ini juga membantu anak-anak warga sekitar untuk mendapatkan pendidikan,

    baik dari segi pembelajaran dasar yang dibutuhkan dan didapatkandari sekolah maupun

    pendidikan mengenai agama.

    Panti asuhan ini memiliki pengurus sebanyak 13 orang, yang mereka juga merupakan

    pendiri dari Pondok Anak Yatim Salman ini. Mereka terdiri dari :

    1. Drs. KH. Marzuki (Ketua Cabang NU Malang) sebagai penasehat I

    2. H Muslimin (tokoh masyarakat Karangbesuki) sebagai penasehat II

    3. RT/RW Kel. Karangbesuki sebagai penasehat III

    4. Ir. H. Sudarmadji, MT sebagai ketua

    5. Ir. Vinan Viyus,MT sebagai wakil ketua

    6. Drs. H M Thamrin, MT sebagai sekretaris

    7. Dra. Hj. Lulukatul Ummah sebagai bendahara I

    8. Hj. Titut Sunarti, S.Kes sebagai bendahara II

    9. Ir. H. Djoko Trijanto sebagai pengurus dalam bidang HUMAS

    10. Dr. dr. H. Sugiarto sebagai pengurus dalam bidang gizi

    11. Ir. M Nasir Hariyanto, MT sebagai pengurus dalam bidang sarana

    12. Ir. H. Subagyo, MT sebagai pengurus dalam bidang keterampilan

    13. Syaiful Arif, Sag sebagai pengurus dalam bidang keagamaan

    Beberapa pengurus-pengurus panti asuhan ini tidak setiap waktu ada di pondok. Jika

    ada waktu mereka baru datang ke pondok untuk membantu kegiatan yang ada dalam pondok,

    karena pengurus-pengurus itu sendiri juga ada kegiatan atau pun kerjaan di luar panti asuhan.

    Berberapa dari pengurus panti tersebut bekerja sebagai dosen di POLTEK dan yang lainnya

    ada yang bertempat tinggal jauh dari panti asuhan. Dan biasanya pengurus yang selalu ada di

    panti asuhan adalah Bapak Syaiful Arif.

    Ada beberapa kendala yang dialami oleh panti ini. Seperti misalnya para pengurus

    panti ini harus bisa menyesuaikan diri dengan setiap pribadi dari anak-anak panti di sini,

    terutama pada anak panti yang baru saja masuk agar anak-anak di panti ini bisa merasa

    nyaman seperti berada di rumah sendiri. Kemudian pengurus di panti ini juga masih harus

    menyelidiki latar belakang orang tua dari anak panti sekaligus membuat anak-anak menjadi

    orang yang baik, sehat dan percaya diri agar anak-anak tersebut tidak membuat warga sekitar

    menjadi resah. Hal ini dilakukan karena jika anak-anak yang dititipkan di panti ini berasal

    dari orang tua yang dulunya sangat nakal atau dari awal anak tersebut memiliki penyakit yang

  • serius maka hal ini dapat berdampak pada lingkungan sekitar, seperti misalnya membuat para

    warga sekitar menjadi resah sebab anak tersebut sangat nakal atau penyakit yang dibawa dari

    anak tersebut dapat menular pada semua orang.

    Pondok Anak Yatim Salman ini bukan hanya sebuah tempat tinggal anak-anak panti,

    namun pondok ini juga merupakan sebuah tempat untuk belajar bersama atau tempat les. Jadi

    setiap hari ada orang-orang di luar panti yang juga datang ke pondok untuk belajar bersama.

    Pondok ini memiliki 3 macam santri yang dibeda-bedakan sesuai dengan kepentingan dan

    kebutuhannya, yaitu Santri Pondok ,Santri Anak Asuh dan Santri Dewasa. Santri Pondok ini

    berjumlah 24 orang yang mendapatkan fasilitas penuh dari pondok mulai biaya hidup sampai

    dengan biaya pendidikan di sekolah(SD-SMA), dan tinggal di Pondok. Rata-rata santri ini

    bersal dari luar kota atau daerah pinggiran Malang, ada yang dari Lumajang, Lamongan,

    Sidoarjo, Riau, Aceh, Surabaya, Ponorogo dan ada juga yang berasal dari Malang (seperti

    misalanya dari Kucur, Dampit, Malang Selatan). Santri Anak Asuh merupakan anak yang

    mendapatkan biaya pendidikan sekolah, pembinaan dalam bidang agama; keilmuan di

    sekolah dan keterampilan. Namun anak-anak tersebut tidak tinggal di pondok, melainkan di

    rumah orang tua mereka sendiri yang tempatnya berasal dari daerah Karangbesuki dan daerah

    sekitarnya. Mereka ada yang dari tingkat pendidikan TK hingga SMA dan jumlah dari santri

    anak asuh ini adalah 18 orang. Sedangkan Santri Dewasa merupakan santri yang terdiri dari

    ibu dari santri anak asuh yang masih buta untuk membaca Al Quran. Santri dewasa ini

    dibuat untuk meningkatkan kualitas orang tua.

    Panti asuhan ini juga memiliki visi dan misi. Visi dari panti asuhan ini adalah

    m