ktsp smaniwa 2012-2013 revisi lagi 1 (2)

Download Ktsp Smaniwa 2012-2013 Revisi Lagi 1 (2)

Post on 18-Jan-2016

8 views

Category:

Documents

0 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

pendidikan

TRANSCRIPT

KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN

BAB IPENDAHULUAN

A. Rasionalisasi1. Latar Belakanga. Kondisi Nyata

SMA PGRI 2 Porongberdiri pada tahun 2003 terletak di Jalan Raya Pagerngumbuk Kecamatan Wonoayu Kabupaten Sidoarjo.

Pada Tahun Pelajaran 2012 / 2013 SMA PGRI 2 Porongmemiliki 786 siswa dengan 3 rombongan belajar yang terdiri dari :

Kelas X sebanyak 1 kelas dengan jumlah siswa 18 Kelas XI sebanyak 1 kelas (program IPA : 1 kelas,) dengan jumlah siswa 28.

Kelas XII sebanyak 1 kelas (program IA : 1 kelas) dengan jumlah siswa 35.

Dengan jumlah Tenaga Pendidik 11 orang yang terdiri dari 2 Guru GTY, 9 Guru Tidak Tetap ( GTT) , 3 orang PTT dan 3 Petugas Layanan Khusus yang terdiri dari 3 orang berstatus PNS, 3 orang masih PTT.Gambaran mengenai keadaan sekolah (profil sekolah) dalam kurun waktu empat tahun terakhir (2011-2014) dapat dikemukakan sebagai berikut.

I. Kesiswaan

1. Jumlah peserta didik per rombel belum sesuai dengan ketentuan kementerian pendidikan Nasional yaitu 32 siswa per rombel.

2. Sekolah menerima Peserta Didik Baru sesuai pagu yang ditetapkan setiap tahun

3. Sekolah telah melaksanakan Managemen Berbasis Sekolah untuk mendukung kegiatan peserta didik.

4. Sekolah telah mengupayakan bantuan kepada peserta didik yang memiliki ekonomi lemah melalui BKSM.

5. Sekolah belum optimal dalam memberikan pelayanan khusus kepada peserta didik sesuai dengan kecerdasan, bakat, dan minat peserta didik.

6. Sekolah telah mengikuti lomba akademik atau olimpiade Mata Pelajaran.

7. Sekolah telah mengikuti lomba non akademik .

II. Kurikulum dan Kegiatan Pembelajaran

Pada umumnya kurikulum dan kegiatan pembelajaran telah berjalan dengan baik, namun demikian ada beberapa hal yang perlu mendapat perhatian dan peningkatan yaitu :

1. KKM 75 dan dilengkapi dengan rencana pencapaian kriteria ketuntasan ideal 80 % belum tercapai secara optimal.

2. 90 % Guru melakukan Pengembangan Silabus secara mandiri dengan melibatkan seluruh guru

3. 50% Dalam rencana pembelajaran masih ada yang belum memuat: tujuan pembelajaran secara tepat, strategi pembelajaran yang bervariasi, media pembelajaran yang tepat dan bervariasi.

4. 80 % Guru mengintegrasikan Pendidikan Budaya Karakter bangsa yang terintegrasi dalam setiap mata pelajaran dengan benar..

5. 60 % guru memasukkan Pendidikan kecakapan hidup yang terintegrasi pada setiap mata pelajaran.

6. 50 % Guru memasukkan pendidikan berbasis lokal dan global yang terintegrasi dalam setiap Mata pelajaran

7. 80 % Guru Melaksanakan pembelajaran kegiatan TM , penugasan secara struktur dan kegiatan mandiri tidak terstruktur berjalan secara efektif dan efisien.8. 50 % guru melakukan pengembangan bahan ajar.

9. 70 % Guru Melakukan penyusunan dan pengembangan berbasis TIK untuk pembelajaran10. 60% Guru yang Melakukan penyusunan program layanan konsultasi akademik bagi siswa dalam rangka pelaksanaan remedial .

11. 75 % Guru melakukan penyusunan program, pelaksanaan dan penerapan remidial berkelanjutan.III. Kelulusan

1. 100 % kriteria kelulusan dari sekolah 80 % atau rata- rata nilai UN 80 tercapai

2. UN mendapatkan 8 besar untuk IPA dan 3 Besar IPS ditingkat kabupaten dan 11 besar ditingkat provinsi

3. 50 % Lulusan terserap dalam PMDK dan SNMPTN

4. 70 % lulusan melanjutkan ke Perguruan Tinggi baik Negeri maupun Swasta.

IV. Pendidik dan Tenaga Kependidikan

1. 94 % Tenaga pendidik yang melaksanakan tugas sesuai dengan bidangnya ( Mata Pelajaran yang diampu)

2. 69 % tenaga Pendidik telah Lulus sertifikasi guru

3. 29 % Tenaga tenaga Pendidikan telah lulus pascasarjana ( S 2 ).

V. Sarana dan Prasarana

1. 70 % Jumlah ruang belajar terpenuhi 2. 90 % sarana ruang kelas terpenuhi.

3. Belum punya tenaga perpustakaan (Pustakawan)

4. 50% Pengembangan perpustakaan berbasis TIK5. 50 % Koleksi buku dalam perpustakaan diisi dengan lengkap

6. Laboraturium Biologi, Kimia dan Fisika masih jadi satu ( Lab bersama )

7. Belum punya tenaga laboran Fisika

8. Sarana Laboratorium Fisika masih 45%

9. Belum punya tenaga laboran Biologi

10. Sarana Laboratorium . Biologi masih 45%

11. Belum punya tenaga laboran Kimia

12. 70% sarana Laboratorium. Kimia terpenuhi

13. 50 % ruang lab. Komputer terpenuhi

14. 50 % sarana lab. Komputer terpenuhi15. Belum ada lab Bahasa 16. 70 % Ruang Guru terpenuhi.

17. 90 % sarana Ruang Guru.

18. 70 % Ruang Tata Usaha terpenuhi

19. 85% sarana Ruang Tata Usahaterpenuhi.20. 100% ruang Konseling terpenuhi21. 85% sarana Ruang konseling terpenuhi22. 60 % ruang UKS terpenuhi

23. 60% sarana Ruang UKS terpenuhi

24. 100 % alat listrik terpenuhi25. 100% Pemenuhan alat dan bahan kebersihan26. 90%Pemenuhan alat dan bahan kerumahtanggaan27. 75 % sarana olahraga terpenuhiVI. Keuangan dan Pembiayaan

1. Pembiayaan cukup tinggi ( sekitar 125.000 rupiah per bulan per anak atau sekitar 70%)

2. Sumber pembiayaan sebagaian besar masih berasal dari pemerintah dan orangtua siswa dan belum berasal dari dukungan dunia usaha dan industri.

VII. Budaya dan Lingkungan Sekolah

1. Sekolah melaksanakan program kebersihan dan keindahan lingkungan sekolah dan kelas dengan prosedur dan jadwal yang ditetapkan.

2. Sekolah melaksanakan program keamanan dengan prosedur dan jadwal yang ditetapkan.

3. Seluruh warga sekolah selalu menerapkan 4S ( Senyum, Salam, Sapa dan Sopan)4. Seluruh warga sekolah selalu berjabat tangan bila bertemu Sekolah melaksanakan program tata tertib sekolah untuk siswa, tenaga pendidik dan tenaga kependidikan.

5. 90% Sekolah menyelenggarakan kegiatan untuk meningkat pembiasaan belajar bagi warga sekolah, kegiatan Imtaq jumat, Pekan kebersihan, tertib upacara, Exsibition Englis, tukar informasi, dan sejenisnya.

6. 85% Sekolah membangun hubungan yang harmonis dengan masyarakat sekitar lingkungan sekolah.

7. 90% Sekolah memiliki program dalam rangka menjalin hubungan dengan alumni.VIII. Peran Serta Masyarakat dan Kemitraan

1. Tiap tahun melaksanakan penyusunan program Kerja bersama Komite sebagai wakil Orang Tua Siswa.2. Pertemuan anggota komite minimal 6 kali dalam setahun3. Koordinasi antara sekolah dengan komite sekolah minimal 6 kali dalam setahun4. Penyusunan program pertemuan rutin komite dengan guru minimal 2 kali dalam setahun

b. Kondisi Ideal

Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi dan bahan pelajaran, serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu. Tujuan tertentu ini meliputi tujuan pendidikan nasional serta kesesuaian dengan kekhasan, kondisi dan potensi daerah, satuan pendidikan, dan peserta didik. Oleh sebab itu, kurikulum disusun oleh satuan pendidikan untuk memungkinkan penyesuaian program pendidikan dengan kebutuhan dan potensi yang ada di daerah.

Pengembangan Kurikulum SMA PGRI 2 Porongmengacu pada Standar Nasional Pendidikan (SNP) untuk menjamin pencapaian tujuan pendidikan nasional. SNP terdiri atas (1) standar isi, (2) standar proses, (3) standar kompetensi lulusan, (4) standar tenaga pendidik dan kependidikan, (5) standar sarana dan prasarana, (6) standar pengelolaan, (7) standar pembiayaan, dan (8) standar penilaian pendidikan.

Selain acuan utama tersebut, pengembangan kurikulum SMA PGRI 2 Porongjuga mendasarkan diri pada hasil Evaluasi Diri Sekolah yang dikembangkan dalam 62 indikator pencapaian. SMA PGRI 2 Porongmempunyai target melampaui kinerja indikator-indikator SNP yang ada, khususnya pemenuhan SI dan SKL.

Kurikulum SMA PGRI 2 Porongadalah kurikulum operasional yang disusun, dikembangkan, dan dilaksanakan di SMA Negeri 1 Wonoayu. Kurikulum ini terdiri atas tujuan pendidikan tingkat satuan pendidikan, struktur dan muatan kurikulum tingkat satuan pendidikan, kalender pendidikan, dan silabus. Berkaitan dengan SI, SMA PGRI 2 Porong mendasarkan diri pada kurikulum nasional (KTSP) yang telah di kembangkan oleh Pemerintah.

c. Potensi dan Karakteristik Satuan Pendidikan Dalam rangka pengembangan kurikulum SMA PGRI 2 Porongmemilki potensi sebagai berikut:

1. Lingkungan sekolah yang strategis dan kondusif untuk pembelajaran.

2. Komite sekolah memberikan dukungan penuh terhadap kegiatan pengembangan sekolah

3. Orang tua/Wali peserta didik memiliki kepedulian dan komitmen yang tinggi untuk kemajuan sekolah

4. Sarana dan prasarana relatif memadai

5. Memiliki tenaga pendidik yang berkualifikasi S1 sesuai dengan bidang yang diampunya dan memiliki guru yang berkualifikasi S2 sebanyak 13 orang.

6. Sekolah memiliki Tim penyusun KTSP yang terdiri atas guru, pengawas, dan kepala sekolah sebagai ketua merangkap anggota.

7. Dalam penyusunan kurikulum, sekolah melibatkan pendidik dan komite sekolah.

8. Dalam penyusunan kurikulum, sekolah melibatkan narasumber dari PTN dan pemerhati pendidikan.

9. Peserta didik memilki karakteristik sebagai pembelajar yang mandiri

10. Peserta didik memilki motivasi belajar dan rasa percaya diri yang tinggi

Iklim akademik sekolah yang kondusif

2. Dasar Hukuma. Undang-undang Dasar 1945 Pasal 31 ayat (5), Pemerintah memajukan ilmu pengetahuan dan teknologi dengan menjunjung tinggi nilai-nilai agama dan persatuan bangsa untuk kemajuan peradaban serta kesejahteraan umat manusia dan Pasal 32 ayat (1), Negara memajukan kebudayaan nasional Indonesia di tengah peradaban dunia dengan menjamin kebebasan masyarakat dalam memelihara dalam mengembangkan nilai-nilai budayanya.

b. Undang-u