ktsp mabin 2009 2010

33
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional dan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan mengamanatkan bahwa Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) jenjang pendidikan dasar dan menengah disusun oleh satuan pendidikan dengan mengacu kepada Standar Isi (SI) dan Standar Kompetensi Lulusan (SKL) serta berpedoman pada panduan yang disusun oleh Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP). Pengembangan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan yang mengacu pada standar nasional pendidikan dimaksudkan untuk menjamin pencapaian tujuan pendidikan nasional. Standar nasional pendidikan terdiri atas: standar isi, standar proses, standar kompetensi lulusan, standar pendidik dan tenaga kependidikan, standar sarana dan prasarana, standar pengelolaan, standar pembiayaan, dan standar penilaian pendidikan. Dua dari kedelapan standar nasional pendidikan tersebut, yaitu Standar Isi (SI) dan Standar Kompetensi Lulusan (SKL) merupakan acuan utama bagi satuan pendidikan dalam mengembangkan kurikulum. Untuk memenuhi amanat Undang-undang tersebut di atas dan guna mencapai tujuan pendidikan nasional pada umumnya, serta tujuan pendidikan sekolah pada khususnya, MAN Binong sebagai lembaga pendidikan tingkat menengah memandang perlu untuk mengembangkan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Melalui KTSP ini sekolah dapat melaksanakan program pendidikannya sesuai dengan karakteristik, potensi, dan kebutuhan peserta didik. Untuk itu, dalam pengembangannya melibatkan seluruh warga sekolah dengan berkoordinasi kepada pemangku kepentingan di lingkungan sekitar sekolah. Dalam dokumen ini dipaparkan tentang Kurikulum MAN Binong, yang secara keseluruhan mencakup: KTSP MAN Binong 1

Upload: jalaludin-el-kholifah

Post on 21-Jul-2015

313 views

Category:

Education


0 download

TRANSCRIPT

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan

Nasional dan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2005 tentang

Standar Nasional Pendidikan mengamanatkan bahwa Kurikulum Tingkat Satuan

Pendidikan (KTSP) jenjang pendidikan dasar dan menengah disusun oleh satuan

pendidikan dengan mengacu kepada Standar Isi (SI) dan Standar Kompetensi Lulusan

(SKL) serta berpedoman pada panduan yang disusun oleh Badan Standar Nasional

Pendidikan (BSNP).

Pengembangan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan yang mengacu pada standar

nasional pendidikan dimaksudkan untuk menjamin pencapaian tujuan pendidikan

nasional. Standar nasional pendidikan terdiri atas: standar isi, standar proses, standar

kompetensi lulusan, standar pendidik dan tenaga kependidikan, standar sarana dan

prasarana, standar pengelolaan, standar pembiayaan, dan standar penilaian pendidikan.

Dua dari kedelapan standar nasional pendidikan tersebut, yaitu Standar Isi (SI) dan

Standar Kompetensi Lulusan (SKL) merupakan acuan utama bagi satuan pendidikan

dalam mengembangkan kurikulum.

Untuk memenuhi amanat Undang-undang tersebut di atas dan guna mencapai tujuan

pendidikan nasional pada umumnya, serta tujuan pendidikan sekolah pada khususnya,

MAN Binong sebagai lembaga pendidikan tingkat menengah memandang perlu untuk

mengembangkan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP).

Melalui KTSP ini sekolah dapat melaksanakan program pendidikannya sesuai dengan

karakteristik, potensi, dan kebutuhan peserta didik. Untuk itu, dalam

pengembangannya melibatkan seluruh warga sekolah dengan berkoordinasi kepada

pemangku kepentingan di lingkungan sekitar sekolah.

Dalam dokumen ini dipaparkan tentang Kurikulum MAN Binong, yang secara

keseluruhan mencakup:

KTSP MAN Binong 1

1. Struktur dan muatan kurikulum;

2. beban belajar peserta didik;

3. kalender pendidikan;

4. silabus, dan

5. rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP).

B. LANDASAN

Penyusunan kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP) ini dilaksanakan dengan

landasan yuridis sebagai berikut :

1. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem

Pendidikan Nasional

Pasal 38 ayat 2 “Kurikulum pendidikan dasar dan menengah dikembangkan sesuai

dengan relevansinya oleh setiap kelompok atau satuan pendidikan dan komite

madrasah/sekolah di bawah koordinasi dan supervise dinas pendidikan atau kantor

Departemen Agama Kabupaten/kota untuk pendidikan dasar dan provinsi untuk

pendidikan menengah”.

Pasal 51 ayat 1 “Pengelolan satuan pendidikan anak usia dini, pendidikan dasar

dan pendidikan menengah dilaksanakan berdasarkan standar pelayanan minimal

dengan prinsip manajemen berbasis sekolah/madrasah”.

2. Peraturan pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2005 tentang

Standar Nasional Pendidikan

Pasal 17 ayat 2 “Sekolah dan komite sekolah atau madrasah dan komite madrasah,

mengembangkan kurikulum tingkat satuan pendidikan dan silabusnya berdasarkan

kerangka dasar kurikulum dan standar kompetensi lulusan, di bawah supervise

dinas kabupaten/kota yang bertanggungjawab di bidang pendidikan untuk SD,

SMP, SMA dan SMK, dan departemen yang menangani urusan pemerintah di

bidang Agama untuk MI, MTs, MA dan MAK”.

Pasal 49 Ayat 1 “Pengelolaan satuan pendidikan pada jenjang pendidikan dasar

dan menengah menerapkan manajemen berbasis sekolah yang ditunjukkan dengan

kemandirian, kemitraan, partisipasi, keterbukaan dan akuntabilitas”

3. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 tahun 2006 tentang Standar

Isi

4. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 23 Tahun 2006 tentang Standar

Kompetensi LulusanKTSP MAN Binong 2

5. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 24 tahun 2006 tentang

pelaksanaan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional No 22 dan 23 tahun 2006

6. Peraturan Menteri Agama No. 2 Tahun 2008 tentang Standar Kompetensi

Lulusan dan Standar Isi Pendidikan Agama Islam dan Bahasa Arab di Madrasah.

C. Tujuan Pendidikan Madrasah

Secara umum tujuan pendidikan sekolah sebagai bagian dari tujuan pendidikan nasional

adalah meningkatkan kecerdasan, pengetahuan, kepribadian, akhlak mulia, serta

keterampilan untuk hidup mandiri dan mengikuti pendidikan lebih lanjut

Berdasarkan Keputusan Menteri Agama Republik Indonesia Nomor 307 Tahun 1993

tentang Madrasah Aliyah , dijelaskan dalam BAB II pasal 2 bahwa :

1. Meningkatkan pengetahuan siswa untuk melanjutkan pendidikan pada jenjang yang

lebih tinggi ;

2. Meningkatkan pengetahuan siswa untuk mengembankan diri sejalan dengan

perkembangkan Ilmu Pengetahuan , Teknologi dan Kesenian yang dijiwai ajaran

Agama Islam ;

3. Meningkatkan kemampuan siswa sebagai anggota masyarakat dalam mengadakan

hubungan timbal balik dengan lingkungan sosial , budaya dan alam sekitarnya yang

dijiwai ajaran Agama Islam .

Sedangkan bentuk satuan dan lama pendidikan Madrasah Aliyah, dapat dijelaskan

dalam Bab III Pasal 3 yang menyatakan :

1. Madrasah Aliyah ( MA ) adalah satuan pendidikan dalam jenjang pendidikan

menengah dalam bentuk sekolah menengah umum yang berciri khas Agama Islam:

2. Lama pendidikan di Madrasah Aliyah 3 (tiga) tahun setelah Madrasah Tsanawiah

atau setelah sekolah lanjutan tingkat pertama , atau satuan pendidikan yang setara.

D. Visi dan Misi MAN Binong

Kurikulum tingkat satuan pendidikan Madrasah Aliyah Negeri Binong Kabupaten Subang

disusun dalam kerangka mnifestasi visi dan misi yang menjadi cita-cita agung institusi.

Adapun visi dan misi lembaga dirumuskan sebagai berikut :

Visi :

Terwujudnya nuansa pendidikan yang Islami, unggul dalam prestasi dan berakhlakul

karimah

Misi :KTSP MAN Binong 3

1. Pemantapan sikap dan kepribadian yang agamis dalam kehidupan sehari-hari

melalui pembiasaan pengamalan keagamaan

2. Melaksanakan pembelajaran yang berbasis kemampuan sehingga siswa

berkembang sesuai dengan bakat, minat dan kemampuannya.

3. Membantu setiap siswa memahami tentang kemampuan dan potensi diri serta

pengembangannya secara optimal.

4. Menumbuhkembangkan semangat kompetitif yang sehat dalam meraih

keunggulan prestasi pada semua warga madrasah.

5. Mengoptimalkan pemanfaatan lahan/tanah dan pengadaan fasilitas pendukung

pembelajaran.

6. Pemahaman tentang pemanfaatan hasil teknologi (komputer, internet) bagi

pengembangan ilmu pengetahuan.

7. Menerapkan manajemen berbasis madrasah yang melibatkan semua stakeholder.

E. Tujuan Madrasah

Berdasarkan visi dan misi madrasah, tujuan yang hendak dicapai adalah:

1. Terwujudnya perilaku siswa berakhlaqul karimah yang tercermin pada pola ucap

dalam kehidupan sehari-hari

2. Peningkatan kualitas pembelajaran yang mengacu pada CTL (Contectual Teaching

and Learning)

3. Peningkatan proporsi lulusan yang melanjutkan pendidikan ke Perguruan Tinggi

(negeri maupun swasta)

4. Terciptanya iklim kompetitif yang kondusif dalam meraih prestasi

5. Mengupayakan adanya fasilitas penunjang pembelajaran (masjid, laboratorium dan

lapangan olah raga)

6. Mengembangkan kemitraan yang sinergis dengan stakeholder (majlis

madrasah/komite, orang tua siswa dan istansi

KTSP MAN Binong 4

BAB II

Struktur Kurikulum dan Beban Belajar

A. Sejarah Singkat MAN Binong

MAN Binong dalam prosesnya merupakan pe-negeri-an dari MAS Darul Ma’arif

Pamanukan berdasarkan Surat Keputusan Menteri Agama No. 515A Tanggal 25 November

1995 dengan nama MAN Pamanukan dengan lokasi di lingkungan Yayasan Darul Ma’arif

Pamanukan.

Namun dalam perjalanannya, staf guru Yayasan Pendidikan Islam Darul Ma’arif

Pamanukan menolak keberadaan MAN Pamanukan, sehingga sedikit atau banyaknya

mengakibatkan proses KBM terganggu. Oleh karena itu Drs. Icang Sudaryat (Kepala MAN

pada waktu itu) berusaha mencari tempat lain sampai akhirnya bertemu dengan Bpk.

Abdurrahman (Humas MTs Darul Hikam Binong). Dari Bpk. Abdurrahman inilah diperoleh

petunjuk bahwa ada salah seorang yang hendak mewakafkan tanahnya untuk dijadikan

lokasi pendidikan. Hamba Allah yang baik dan hendak mewakafkan tanahnya tersebut

tersebut bernama H. Sonjaya. Tanah wakaf tersebut seluas 10.000 M2 (sepuluh ribu meter

persegi). Sesuai akta ikrar wakaf tertanggal 28 November 1995 No. W2/07/157/1995 yang

dibuat dihadapan M.I. Haris (Kepala KUA Kec. Binong) dan surat pengesahan Nadzir maka

tanah tersebut digunakana untuk keperluan pembangunan Madrasah Aliyah Negeri (MAN)

Pamanukan.

Sebelum MAN Pamanukan didirikan diatas tanah wakaf tersebut, maka proses KBM

sempat berpindah-berpindah tempat di KUA Kec. Binong, MTs Darul Hikam dan MTs

Darul Fikri Ulum..

Pada Tahun 1998 dibangunlah gedung sekolah yang cukup representatif di tanah wakaf

tersebut sebanyak 6 ruang belajar yang berlokasi di Desa Cicadas Kecamatan Binong

Kabupaten Subang dengan tetap memakai nama MAN Pamanukan.

Mengingat nama MAN Pamanukan dirasa janggal, karena lokasi MAN Pamanukan berada

di wilayah Binong maka dikeluarkanlah Peraturan Menteri Agama Republik Indonesia No.

4 Tahun 2006 Tentang Perubahan Atas lampiran Keputusan Menteri Agama No. 515A

Tahun 1995 Tentang Pembukaan dan Penegerian Beberapa Madrasah yang mengubah

nama MAN Pamanukan menjadi MAN Binong.

KTSP MAN Binong 5

Sesuai dinamika waktu yang telah mencapai selama 13 tahun, MAN Binong mengalami

perkembangan baik secara fisik dan non fisik dan berusaha untuk berbenah sesuai dengan

tutntutan dinamika pendidikan yang senantiasa berubah. Menyadari akan hal tersebut, maka

MAN Binong berusaha untuk melakukan inovasi sesuai dengan perubahan zaman guna

mempersiapkan lulusannya untuk menempuh pendidikan yang lebih tinggi dan sekaligus

membekali untuk hidup bermasyarakat.

B. Gambaran Keadaan MAN Binong

MAN Binong terletak di Kabupaten Subang, tepatnya di Cicadas kecamatan Binong.

Kabupaten Subang sebagai salah satu kabupaten di kawasan utara Provinsi Jawa Barat

meliputi wilayah seluas 205.176,95 ha atau 6,34 % dari luas Provinsi Jawa Barat. Wilayah

ini terletak di antara 107º 31' sampai dengan 107º 54' Bujur Timur dan 6º 11' sampai dengan

6º 49' Lintang Selatan.

Secara administratif, Kabupaten Subang terbagi atas 253 desa dan kelurahan yang

tergabung dalam 22 kecamatan. Berdasarkan Peraturan Daerah Kabupaten Subang Nomor 3

Tahun 2007 tentang Pembentukan Wilayah Kerja Camat, jumlah kecamatan bertambah

menjadi 30 kecamatan.

KTSP MAN Binong 6

Batas-batas wilayah administratif Kabupaten Subang adalah di sebelah selatan berbatasan

dengan Kabupaten Bandung Barat, di sebelah barat dengan Kabupaten Purwakarta dan

Karawang, di sebelah timur dengan Kabupaten Sumedang dan Indramayu dan Laut Jawa

yang menjadi batas di sebelah utara.

Berdasarkan topografinya, Binong adalah daerah dataran rendah dengan ketinggian 10 – 25

dpl yang meliputi, yaitu Mulyasari, Binong, Kediri, Karangwangi, Citrajaya, Cicadas,

Kihiyang, Karangsari dan Nanggerang.

.Adapun dilihat dari komposisi kelompok umur, penduduk kecamatan Binong terdiri dari

24,52 % usia anak-anak (0-14 tahun), 7,58 % usia remaja (15-19 tahun), 29,31 % usia muda

(20-39 tahun) dan 38,59 % usia tua dan lansia.

Dalam bidang pendidikan kecamatan Binong terbilang cukup maju. Untuk tingkat SLTA

saja, disamping MAN Binong terdapat SMA Asthahanas (SMA Unggulan), SMK Negeri

dan Swasta dan MA Al-Ma’arif. Namun dilihat dari mutu pendidikan umumnya masih

rendah. Rendahnya ini berkaitan erat dengan mata pencaharian penduduk yang sebagian

besar adalah petani.

Sedangkan mengenai gambaran tentang MAN Binong adalah:

1. Keadaan Madrasah

a. Sarana dan Prasarana

- Tanah dan Halaman

Status tanah madrasah sudah sertifikat hak milik yang diperoleh dari wakaf H

Sonjaya (Alm) seluas 10.000 m2, pada tahun 2006 mendapat belanja modal

seluas 743 M2, luas lahan seluruhnya 10.743 m2. Tanah tersebut baru

digunakan untuk pra sarana pendidikan seluas 1.019 m2, sisanya masih berupa

tanah sawah.

KTSP MAN Binong 7

- Gedung Madrasah

Bangunan madrasah pada umumnya dalam kondisi baik dan jumlah ruang kelas

memadai untuk kegiatan belajar mengajar dengan luas bangunan seluruhnya

1.019 m2

Keadaan gedung dan sarana lainnya :

No Uraian Jumlah Kondisi1 Ruang Kepala Madrasah 1 baik2 Ruang TU 1 baik3 Ruang Guru 1 baik4 Ruang Kelas 6 baik5 Ruang Lab. IPA 1 baik6 Ruang Lab. Bahasa 1 baik7 Ruang Perpustakaan 1 baik8 Ruang Lab. Komputer 1 baik9 Ruang OSIS 1 baik10 Ruang PMR dan Pramuka 1 baik11 Koperasi Siswa 1 baik12 Musholla 1 baik13 Aula 1 baik14 Lapangan upacara 1 baik15 Area Parkir 2 Baik16 Lapangan Bola Voli 1 Baik17 Lapangan Basket 1 Baik18 Lapangan Futsal 1 Baik19 Lapangan Tenis Meja 1 Baik

b. Anggaran Madrasah

Anggaran madrasah berasal dari dana pemerintah dan dana yang dihimpun dari

orang tua peserta didik. Setiap peserta didik dikenai biaya Rp. 55.000,- /bln.

Alokasi dana disamping untuk memenuhi kelengkapan sarana belajar peserta didik,

terutama diperuntukkan untuk menunjang kegiatan intrakurikuler dan

ekstrakurikuler.

Sumber Dana Pendidikan MAN Binong

Tahun

Pelajaran

Pemerintah / DIPA

(Rp.)

Komite Madrasah

(Rp.)Jumlah

2008/2009 1.314.557.000 138.480.000 1.453.037.0002009/2010 1.314.557.000 301.800.000 1.616.357.000

KTSP MAN Binong 8

2. Personil Madrasah

MAN Binong didirikan pada tahun 1996 yang merupakan penegerian MAS Darul

Ma’arif Pamanukan. Pimpinan madrasah yang pernah bertugas di MAN Binong sejak

awal berdirinya (1996) adalah:

No Nama Periode Tugas1 Drs. Icang Sudaryat 1996 - 20012 Drs. Sofandi 2001 - 20033 Drs. Yusup Supratman 2003 (PLT)4 Drs. H. Hasan Maulany, M.M.Pd. 2003 - 20095 Drs. Dede Abdulbar April 2009 s.d. sekarang

Adapun jumlah seluruh personil madrasah ada sebanyak 34 orang, terdiri dari guru 23

orang, staf TU 9 orang dan pembantu umum 2 orang.

No Nama Jabatan Status1 Drs. Dede Abdulbar Kepala Madrasah PNS2 Drs. H. Asep Gunawan, M.M.Pd. PKM/Guru Fiqh PNS3 Jalaludin el-Kholifah, S.Ag. PKM/Guru Ekonomi PNS4 Datim Sudyarmadi, S.Pd. PKM/Guru B. Indonesia PNS5 Drs. H. Yusup Supratman Guru Qur’an Hadits PNS6 Dra. Nafilah Suratmi Guru Geografi PNS7 Drs. Denda Hidayat Guru Sosiologi PNS8 Drs. Sobur Sahmudin Guru Matematika PNS9 Ecih Yunengsih, S.Pd. Guru Matematika PNS

10 Dra. Lilis Suryani Guru Seni Budaya PNS11 Daud Sutedi, S.Pd. Guru Fisika PNS

No Nama Jabatan Status

12 Yeti Sustilawati, S.Ag.Guru Aqidah Akhlak &

PKnPNS

13 Hidayatullah, S.Ag Guru Penjaskes PNS

14 Kasman, S.Ag., M.Pd.IGuru Qur’an Hadits &

BTQPNS

15 Ike Dewi Rostiawati, S.Pd. Guru Bahasa Indonesia PNS16 Komariah, S.Pd. Guru Bahasa Inggris PNS17 E. Kosasih, S.Ag. Guru Bahasa Arab PNS18 Cecep Dasa, S.Pd. Guru Bahasa Inggris PNS19 Drs. Oom Rukman Guru SKI dan BTQ PNS20 S. Hidayat, S.Ag. Guru Sejarah PNS21 Dian Ekawati, S.Pd. Guru Biologi Honorer22 Dewi Agustiani Dzulfifah, S.Pd. Guru Kimia Honorer23 Popon Dauni, ST Guru Komputer Honorer24 Drs. H. Haposan Lubis Kaur TU PNS25 Tarsep Jono, SE Bendahara PNS26 Ahmaludin Staf TU PNS

KTSP MAN Binong 9

27 Ma’mun Djazuli Staf TU PNS28 Suparman Staf TU PNS29 Nunung Herawati Staf TU PNS30 Rukmana Staf TU PNS31 Memet al-Harun Staf TU PNS32 Adang Staf TU PNS33 Mashuri Pembantu Umum Honorer34 Mukhdor Pembantu Umum Honorer

3. Keadaan Peserta Didik

a. Jumlah Peserta Didik

Jumlah peserta didik pada tahun pelajaran 2009/2010 seluruhnya berjumlah 272

siswa. Persebaran jumlah peserta didik antar kelas merata. Peserta didik di kelas X

ada sebanyak 2 rombongan belajar. Peserta didik di kelas XI dan XII program

IPA masing-masing sebanyak 2 rombongan belajar . Sedangkan pada program

IPS di Kelas XI dan Kelas XII masing-masing ada satu rombongan belajar.

Jumlah Peserta Didik Pada Tahun 2009

KelasJumlah

JumlahRombel Laki-laki Perempuan

X 2 30 44 74XI IPA 1 7 22 29XI IPS 1 13 14 27XII IPA 2 27 27 54XII IPS 1 19 22 41Jumlah 6 96 129 225

Sebagian besar peserta didik dari Kecamatan Binong sejumlah 124 siswa (55,1%),

dari Kecamatan Pagaden sejumlah 56 siswa (24,9%), dari Kecamatan Tambak

Dahan sejumlah 34 siswa (15,1%) dan sisanya sejumlah 11 siswa (4,9%) dari

daerah kecamatan lainnya.

b. Keadaan Tidak Naik Kelas dan Putus Sekolah/Drop out

Peserta didik yang tidak naik kelas dan putus sekolah setiap tahunnya bersifat

fluktuatif.

Tahun Pelajaran Kelas JumlahTidak

Naik/Lulus

Putus

Sekolah2007/2008 X 125 - 7

XI 115 - 5

KTSP MAN Binong 10

XII 76 - 1

2008/2009X 60 1 -XI 109 - -XII 103 - -

Kondisi putus sekolah peserta didik terutama disebabkan karena masih

kurangnya kesadaran orang tua dan peserta didik tentang arti pentingnya

pendidikan, selain juga karena faktor kesulitan ekonomi.

Untuk mengatasi kendala ekonomi, sekolah telah mengupayakan berbagai bantuan

keringanan biaya berupa infaq guru dan staf TU.

c. Input dan Output NEM

Pencapaian nilai rata-rata NEM peserta dari tahun ke tahun cenderung mengalami

kenaikan. Namun demikian, peserta didik yang melanjutkan ke jenjang pendidikan

yang lebih tinggi, khususnya PMDK atau UMPTN ternyata kurang memuaskan.

Input dan Output NEM / Mata Pelajaran Peserta Didik

Input TahunRata-Rata

NEMOutput Tahun

Rata-Rata

NEMPT

2006/2007 6,22 2006/2007 7,40 62007/2008 6,27 2007/2008 7,77 82008/2009 6,35 2008/2009 7,57 12

Faktor ekonomi keluarga dan kurangnya kesadaran terhadap pendidikan diduga

menjadi menjadi penyebab minimnya lulusan MAN Binong untuk melanjutkan

pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi (PT).

4. Orang Tua Peserta Didik

Disamping kondisi sosial ekonomi masyarakat Subang yang heterogen, juga secara

umum wilayah Kabupaten Subang beriklim tropis, curah hujan rata-rata pertahun 2.352

mm dengan jumlah hari hujan 100 hari. Dengan iklim yang demikian, serta ditunjang

oleh adanya lahan yang subur dan banyaknya aliran sungai, menjadikan sebagian besar

luas tanah Kabupaten Subang digunakan untuk pertanian. Oleh karenanya sudah barang

tentu akan mempengaruhi pola kehidupan masayarakat sekitar pada umumnya,

termasuk kecamatan Binong.

KTSP MAN Binong 11

Hal ini dibuktikan dengan keadaan orang tua peserta didik di MAN Binong yang

didasarkan pada latar belakang pekerjaan bersifat variatif, namun demikian yang

berprofesi sebagai petani lebih dominan.

Data ini diperoleh dari formulir yang diberikan kepada siswa yang dikembalikan pada

saat mendaftar ulang menjadi siswa baru.

Keadaan Orang Tua Peserta Didik

Pada Tahun 2009/2010

No Pekerjaan Jumlah Prosentase

1 Petani 150 66,67%

2 Pedagang 28 12,44%

3 PNS 12 5,33%

4 TNI / Polri 6 2,67%

5 Pensiunan 10 4,44%

6 Wiraswasta 19 8,44%

Jumlah 225 100%

5. Kerjasama Madrasah

Kerjasama MAN Binong antara lain dilakukan dengan:

a. Orang Tua

Kerjasama dengan orang tua siswa dilaksanakan melalui Komite Madrasah. Hal ini

mengingat urgens-nya peran orang tua dalam pengembangan pendidikan, yaitu :

1. donatur dalam menunjang kegiatan dan sarana sekolah, namun belum

berjalan optimal mengingat kondisi ekonominya;

2. mitra sekolah dalam pembinaan pendidikan;

3. mitra dalam membimbing kegiatan peserta didik;

4. mitra dialog dalam peningkatan kualitas pendidikan; dan

KTSP MAN Binong 12

5. sumber belajar

b. Alumni

Kerjasama dengan alumni dilakukan antara lain dalam kegiatan ekstrakurikuler

sebagai instruktur, informasi dunia kerja dan perguruan tinggi serta promosi dalam

kegiatan penerimaan siswa baru.

c. Instansi Lain

MAN Binong juga menjalin kerjasama dengan Puskesmas Binong, dimana Fihak

Puskesmas memberikan materi tentang Kesehatan Remaja yang diberikan pada

siswa kelas XII selama semester ganjil.

6. Prestasi yang pernah diraih

a. Bidang Akademis

b. Bidang Non Akademis

- Juara 3 Lomba Siswa Teladan Tk. SLTA Se-Kabupaten Subang Tahun 1999

- Juara 2 Lomba K-3 Tk. SLTA Se-Kabupaten Subang Tahun 1998

- Juara Harapan II SKJ Tk. SLTA Se-Kabupaten Subang Tahun 1998

- Juara 2 Volley Ball Putra Tk. SLTA Se-Kabupaten Subang Tahun 2003

- Juara 2 Tenis Meja Putra Tk. SLTA Se-Kabupaten Subang Tahun 2003

- Juara 3 Volley Ball Putra Tk. SLTA Se-Kabupaten Subang Tahun 2004

- Juara 1 Sepak Bola Tk. SLTA Se-Kecamatan Binong Tahun 2004

- Juara 1 Cerdas Cermat Tk. SLTA Se-Kabupaten Subang Tahun 2002

- Juara 3 Cerdas Cermat Tk. SLTA Se-Kabupaten Subang Tahun 2003

- Juara 3 Karaoke Putri Tk. SLTA Se-Kabupaten Subang Tahun 2004

- Juara 1 Tenis Meja Ganda Putra Tk. SLTA Se-Kabupaten Subang Tahun 2007

- Juara Harapan II Gerakan Jalan Tk. SLTA Se-Kabupaten Subang Tahun 2009

C. Struktur dan Muatan Kurikulum

1. Kelompok Mata Pelajaran

Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan Pasal

KTSP MAN Binong 13

6 Ayat (1) menyatakan bahwa kurikulum untuk jenis pendidikan umum, kejujuran,

dan khusus pada pendidikan dasar dan menengah terdiri atas

1. kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia;

2. kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian;

3. kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi;

4. kelompok mata pelajaran estetika;

5. kelompok mata pelajaran jasmani, olahraga, dan kesehatan.

Cakupan setiap kelompok mata pelajaran disajikan pada tabel berikut ini.

Cakupan Kelompok Mata Pelajaran

No Kelompok Mata

Pelajaran

Cakupan

1. Agama dan

Akhlak Mulia

Kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia

dimaksudkan untuk membentuk peserta didik

menjadi manusia yang beriman dan bertakwa

kepada Tuhan Yang Maha Esa serta berakhlak

mulia. Akhlak mulia mencakup etika, budi pekerti,

atau moral sebagai perwujudan dari pendidikan

agama.

2. Kewarganega-

raan dan

Kepribadian

Kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan

kepribadian dimaksudkan untuk peningkatan

kesadaran dan wawasan peserta didik akan status,

hak, dan kewajibannya dalam kehidupan

bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara, serta

peningkatan kualitas dirinya sebagai manusia.

Kesadaran dan wawasan termasuk wawasan

kebangsaan, jiwa dan patriotisme bela negara,

penghargaan terhadap hak-hak asasi manusia,

kemajemukan bangsa, pelestarian lingkungan

hidup, kesetaraan gender, demokrasi, tanggung

jawab sosial, ketaatan pada hukum, ketaatan

membayar pajak, dan sikap serta perilaku anti

korupsi, kolusi, dan nepotisme.

KTSP MAN Binong 14

No Kelompok Mata

Pelajaran

Cakupan

3. Ilmu

Pengetahuan

dan Teknologi

Kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan

teknologi pada SMA/MA/SMALB dimaksudkan

untuk memperoleh kompetensi lanjut ilmu

pengetahuan dan teknologi serta membudayakan

berpikir ilmiah secara kritis, kreatif dan mandiri.

4. Estetika Kelompok mata pelajaran estetika dimaksudkan

untuk meningkatkan sensitivitas, kemampuan

mengekspresikan dan kemampuan mengapresiasi

keindahan dan harmoni. Kemampuan

mengapresiasi dan mengekspresikan keindahan

serta harmoni mencakup apresiasi dan ekspresi,

baik dalam kehidupan individual sehingga mampu

menikmati dan mensyukuri hidup, maupun dalam

kehidupan kemasyarakatan sehingga mampu

menciptakan kebersamaan yang harmonis.

5. Jasmani,

Olahraga dan

Kesehatan

Kelompok mata pelajaran jasmani, olahraga dan

kesehatan pada SMA/MA/SMALB/SMK/MAK

dimaksudkan untuk meningkatkan potensi fisik

serta membudayakan sikap sportif, disiplin, kerja

sama, dan hidup sehat.

Budaya hidup sehat termasuk kesadaran, sikap,

dan perilaku hidup sehat yang bersifat individual

ataupun yang bersifat kolektif kemasyarakatan

seperti keterbebasan dari perilaku seksual bebas,

kecanduan narkoba, HIV/AIDS, demam berdarah,

muntaber, dan penyakit lain yang potensial untuk

mewabah.

2. Struktur Kurikulum

Struktur kurikulum MAN meliputi substansi pembelajaran yang ditempuh dalam satu KTSP MAN Binong 15

jenjang pendidikan selama tiga tahun mulai kelas X sampai dengan kelas XII.

Struktur kurikulum disusun berdasarkan standar kompetensi lulusan dan standar

kompetensi mata pelajaran. Pengorganisasian kelas-kelas pada MAN Binong dibagi

dalam dua kelompok, yaitu kelas X merupakan program umum yang diikuti oleh

seluruh peserta didik, serta kelas XI dan XII merupakan program penjurusan. MAN

Binong membuka dua program/penjurusan, yaitu:

a. Program Ilmu Pengetahuan Alam (IPA), dan

b. Program Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS)

1. Kelas X

K o m p o n e nAlokasi Waktu

Semester 1 Semester 2

A. Mata Pelajaran

1. Pendidikan Agama Islam

a. Al-Qur'an-Hadis 2 2

b. Akidah-Akhlak 2 2

c. Fikih 2 2

d. Sejarah Kebudayaan Islam - -

2. Pendidikan Kewarganegaraan 2 2

3. Bahasa Indonesia 4 4

4. Bahasa Arab 3 3

5. Bahasa Inggris 4 4

6. Matematika 4 4

7. Fisika 3 3

8. Biologi 3 3

9. Kimia 3 3

10. Sejarah 1 1

11. Geografi 2 2

12. Ekonomi 2 2

13. Sosiologi 2 2

14. Seni Budaya 2 2

15. Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan 2 2

16. Teknologi Informasi dan Komunikasi 3 3

17. Keterampilan/Bahasa Asing - -

KTSP MAN Binong 16

B. BTQ 2 2

J u m l a h 48 48

2. Program IPA

K o m p o n e n

Alokasi Waktu

Kelas XI Kelas XII

Smt 1 Smt 2 Smt 1 Smt 2

A. Mata Pelajaran

1. Pendidikan Agama Islam

a. Al-Qur'an-Hadis 2 2 2 2

b. Akidah-Akhlak 2 2 - -

c. Fikih 2 2 2 2

d. Sejarah Kebudayaan Islam - - 1 1

2. Pendidikan Kewarganegaraan 2 2 2 2

3. Bahasa Indonesia 4 4 4 4

4. Bahasa Arab 3 3 3 3

5. Bahasa Inggris 4 4 4 4

6. Matematika 6 6 6 6

7. Fisika 4 4 5 5

8. Kimia 4 4 5 5

9. Biologi 5 5 5 5

10. Sejarah - - - -

11. Seni Budaya 2 2 2 2

12. Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan

2 2 2 2

13. Teknologi Informasi dan Komunikasi

3 3 3 3

14. Keterampilan/Bahasa Asing - - - -

KTSP MAN Binong 17

B. BTQ 2 2 2 2

J u m l a h 48 48 48 48

3. Program IPS

K o m p o n e n

Alokasi Waktu

Kelas XI Kelas XII

Smt 1 Smt 2 Smt 1 Smt 2

A. Mata Pelajaran

1. Pendidikan Agama Islam

a. Al-Qur'an-Hadis 2 2 2 2

b. Akidah-Akhlak 2 2 - -

c. Fikih 2 2 2 2

d. Sejarah Kebudayaan Islam - - 1 1

2. Pendidikan Kewarganegaraan 2 2 2 2

3. Bahasa Indonesia 4 4 4 4

4. Bahasa Arab 3 3 3 3

5. Bahasa Inggris 4 4 4 4

6. Matematika 5 5 5 5

7. Sejarah 3 3 3 3

8. Geografi 4 4 4 4

9. Ekonomi 4 4 4 4

10. Sosiologi 4 4 5 5

11. Seni Budaya 2 2 2 2

12. Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan

2 2 2 2

13. Teknologi Informasi dan Komunikasi

2 2 2 2

14. Keterampilan/Bahasa Asing - - - -

B. BTQ 2 2 2 2

KTSP MAN Binong 18

J u m l a h 48 48 48 48

3. Muatan Kurikulum

Muatan kurikulum MAN Binong meliputi sejumlah mata pelajaran yang keluasan dan

kedalamannya sesuai dengan Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar yang

ditetapkan oleh BSNP, dan muatan lokal yang dikembangkan oleh madrasah serta

pengembangan diri.

a. Mata Pelajaran

Mata pelajaran terdiri dari mata pelajaran wajib yaitu Bahasa Arab, Aqidah Akhlak,

Qurdis, Fiqih, SKI, Pendidikan Kewarganegaraan, Bahasa Indonesia, Bahasa

Inggris, Matematika, Biologi Kimia, Fisika, Sejarah, Ekonomi, Geografi, Sosiologi,

Penjaskes, Seni dan budaya dan Teknologi Informasi Komunikasi.

b. Muatan Lokal

Program Muatan Lokal disusun berdasarkan kebutuhan siswa untuk bersosialisasi

dengan lingkungan disekitarnya dan kebutuhannya kelak setelah lulus dari madrasah

yang mengacu pada ciri khas keagamaan madrasah dan budaya daerah setempat.

Program Muatan Lokal

Baca Tulis dan Keterampilan Qiro’at al-Quran

Kelas X Semester I

STANDAR KOMPETENSI KOMPETENSI DASAR1. Memahami kaidah-kaidah ilmu

tajwid dan penerapannya dalam

pembacaan dan penulisan al

Quran

1. Menjelaskan kaidah Huruf Hijaiyyah

2. Menjelaskan kaidah-kaidah ahkamul

mad wal qasher

3. Menjelaskan bacaan isti’adzah dan

basmallah

KTSP MAN Binong 19

Kelas X Semester II

Standar Kompetensi Kompetensi Dasar

2. Memahami kaidah-kaidah ilmu

tajwid dan penerapannya dalam

kehidupan sehari-hari

1. Menjelaskan hukum nun bersukun dan

tanwin

2. Menjelaskan hukum mim dan nun

bertasyid

3. Menjelaskan hukum lam ta’rif dan lam

bersukun pada fi’il

c. Kegiatan Pengembangan Diri

Pengembangan diri diarahkan untuk pengembangan karakter peserta didik yang

ditujukan untuk mengatasi persoalan dirinya, persoalan masyarakat di lingkungan

sekitarnya, dan persoalan kebangsaan.

Kegiatan pengembangan diri di MAN Binong meliputi:

a. Kegiatan pengembangan diri yang dilaksanakan sebagian besar di dalam kelas

(intrakurikuler) dengan alokasi waktu 1 jam tatap muka, yaitu Bimbingan

konseling, mencakup hal-hal yang berkenaan dengan pribadi, kemasyarakatan,

belajar, dan karier peserta didik. Bimbingan konseling diasuh oleh guru yang

ditugaskan.

b. Kegiatan pengembangan diri yang dilaksanakan sebagian besar di luar kelas

(ekstrakurikuler), diasuh oleh guru pembina. Pelaksanaannya secara reguler

setiap hari Sabtu, yaitu

• OSIS

• Olahraga voli, Sepakbola, Bola Basket dan Futsal

• Pramuka;

• Palang Merah Remaja (PMR);

• Koperasi Siswa

• Remaja Islam Musholla Ibnu Khaldun (Nama musholla di MAN Binong)

• Paskibra

KTSP MAN Binong 20

• Pengajian Kitab Kuning di Musholla Ibnu Kholdun

c. Program pembiasan mencakup kegiatan yang bersifat pembinaan karakter

peserta didik yang dilakukan secara rutin, spontan, dan keteladanan

Program Pembiasaan

Rutin Spontan KeteladananUpacara Membiasakan antri Berpakaian rapiSenam Memberi salam Memberikan pujian Membaca Al

Qur’an 10’ sebelum

belajar

Mencium tangan

ketika berpapasan

dengan guru

Dilarang merokok atau

makan sambil berjalan.

Shalat berjamaah Membuang sampah

pada tempatnya

Tepat waktu

Kunjungan pustaka Musyawarah Hidup sederhana

Pembiasaan ini dilaksanakan sepanjang waktu belajar di sekolah. Seluruh guru

ditugaskan untuk membina program pembiasaan yang telah ditetapkan oleh

sekolah. Adapun penilaian kegiatan pengembangan diri bersifat kualitatif.

Potensi, ekspresi, perilaku, dan kondisi psikologi peserta didik merupakan

portofolio yang digunakan untuk penilaian.

d. Pendidikan Kecakapan Hidup

Pendidikan kecakapan hidup diperoleh melalui:

• Pendidikan kecakapan hidup yang diterapkan oleh sekolah merupakan

bagian integral dari pembelajaran pada setiap mata pelajaran. Dengan

demikian, materi kecakapan hidup akan diperoleh peserta didik melalui

kegiatan pembelajaran sehari- hari yang emban oleh mata pelajaran yang

bersangkutan.

• Kecakapan yang diperoleh melaui diklat pada kegiatan ekstrakurikuler

e. Beban Belajar

Beban belajar dalam sistem paket digunakan oleh tingkat satuan pendidikan.

Jam pembelajaran untuk setiap mata pelajaran pada sistem paket dialokasikan

KTSP MAN Binong 21

sebagaimana tertera dalam struktur kurikulum. Pengaturan alokasi waktu untuk

setiap mata pelajaran yang terdapat pada semester ganjil dan genap dalam satu

tahun ajaran dapat dilakukan secara fleksibel dengan jumlah beban belajar yang

tetap. MA menambah empat jam pelajaran tambahan mempertimbangkan

kebutuhan peserta didik dalam mencapai kompetensi. Selain itu, penambahan

jam tersebut dimanfaatkan untuk mata pelajaran lain yang dianggap penting

dantidak terdapat di dalam struktur kurikulum yang tercantum di dalam Standar

Isi. Alokasi waktu untuk penugasan terstruktur dan kegiatan mandiri tidak

terstruktur dalam sistem paket sebesar 30% s.d. 60% dari waktu kegiatan tatap

muka mata pelajaran yang bersangkutan.

Penugasan struktur adalah kegiatan pembelajaran yang berupa pendalaman materi

pembelajaran oleh peserta didik yang dirancang oleh pendidik untuk mencapai

standar kompetensi. Waktu penyelesaian penugasan struktur ditentukan oleh

pendidik. Adapun kegiatan mandiri tidak terstruktur adalah kegiatan

pembelajaran yang berupa pendalaman materi pembelajaran oleh peserta didik

yang dirancang oleh pendidik untuk mencapai standar kompetensi. Waktu

penyelesaiannya diatur sendiri oleh peserta didik.

Pemanfaatan alokasi waktu untuk penugasan terstruktur dan kegiatan mandiri

tidak terstruktur tersebut mempertimbangkan potensi dan kebutuhan peserta

didik dalam mencapai kompetensi. Adapun alokasi waktu untuk praktik, yaitu

dua jam kegiatan praktik di sekolah setara dengan satu jam tatap muka. Empat

jam praktik di luar sekolah setara dengan satu jam tatap muka. Kegiatan tatap

muka adalah kegiatan pembelajaran yang berupa proses interaksi antara peserta

didik dengan pendidik. Beban belajar kegiatan tatap muka per jam

pembelajaran pada MAN Binong ditetapkan berlangsung selama 45 menit.

Kegiatan belajar kegiatan tatap muka per minggu pada setiap satuan pendidikan

adalah sebagai berikut.

Kelas

Satuan jam

pembelajaran

Tatap Muka

(menit)

Jumlah Jam

Pelajaran per

Minggu

Minggu efektif per

Tahun

Waktu Pembelajaran per Tahun

Jumlah jam pe Tahun (menit)

X – XII 45 38-39 34 – 38

1.292–1.482 jam pembe- lajaran( 5 8 . 1 4 0 – 66690 menit

969–1.111,5

KTSP MAN Binong 22

f. Alokasi Waktu Tugas-Tugas

1. Tugas terstruktur

Tugas terstruktur berupa laporan hasil pengerjaan tugas yang diminta

pendidik kepada peserta didik dan secara spesifik persoalannya dibuatkan

oleh pendidik adapun waktunya diluar jam pelajaran/ tatap muka.

2. Tugas mandiri

Tugas mandiri berupa laporan hasil pengerjaan tugas yang diminta pendidik

kepada peserta didik dan lebih dominan melibatkan peserta didik untuk

mencari persoalan sekaligus jawabannya yang masih berkenaan dengan

materi pelajaran. Adapun waktunyan diluar jam pelajaran.

3. Tugas praktek

Tugas praktek berupa laporan hasil pengerjaan tugas yang diminta pendidik

kepada peserta didik dan merupakan proses aplikasi dan pengembanan

potensi psikomotorik dari siswa, sehingga suatu konsep dapat dipahami

secara aplikatif. Adapun waktunya didalam dan diluar jam pelajaran.

g. Pelaksanaan Pembelajaran

1. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)

Pelaksanaan pembelajaran dipersiapkan melalui (RPP) yang memuat pokok

bahasa dan jam pertemuan pada masing-masing mata pelajaran. RPP

merupakan penjabaran dari rancangan program yang telah ditetapkan dalam

silabus, sehingga RPP dibuat dan dikembangkan oleh setiap guru MAN

Binong secara bertahap setiap awal tahun pelajaran untuk dua semester.

2. Waktu

Pelaksanaan pembelajaran dilaksanaan selama 45 menit setiap jam tatap

muka/ pelajaran pada setiap hari mulai pukul 07.00 s.d. 13.30 WIB,

sehingga terdiri dari 8 jam pelajaran kecuali hari jum’at 6 jam pelajaran .

3. Tempat

KTSP MAN Binong 23

Pelaksanaan pembelajaran sebagian besar berlangsung didalam kelas dan

selebihnya di aula, laboratorium, lapangan Olah Raga, perpustakaan, ruang

multi media, ruang kesenian, dan taman-taman madrasah sebagai proses

pembelajaran out door.

h. Ketuntasan Belajar

Ketuntasan belajar setiap indikator yang telah ditetapkan dalam suatu kompetensi dasar berkisar antara 0–100%. Kriteria ideal ketuntasan untuk masing-masing indikator 75%. Kriteria ketuntasan minimal dengan mempertimbangkan tingkat kemampuan rata-rata peserta didik, kompleksitas kompetensi, serta kemampuan sumber daya pendukung dalam penyelenggaraan pembelajaran. MAN Binong berusaha meningkatkan kriteria ketuntasan belajar secara terus-menerus untuk mencapai kriteria ketuntasan ideal. Ketuntasan belajar tiap mata pelajaran ditentukan berdasarkan Imtak siswa, kompleksitas, dan daya dukung.Berdasarkan hal tersebut, maka MAN Binong menetapkan ketuntasan belajar pada masing-masing mata pelajaran sebagai berikut:

Target Ketuntasan Belajar Peserta Didik

Mata PelajaranTarget Ketuntasan

2008/2009 2009/2010

a. Aqidah Akhlak 70 72

b. Fiqih 68 70

c. Quran Hadist 70 75

d. SKI 60 65

e. Pendidikan Kewarganegaraan 70 75

f. Bahasa Indonesia 60 65

g. Bahasa Inggris 60 62

h. Bahasa Arab 60 65

i. Matematika 60 62

j. Fisika 60 62

k. Biologi 63 65

l. Kimia 60 62

m. Sejarah 65 70

n. Geografi 65 68

o. Ekonomi 65 67

p. Sosiologi 66 70

q. Seni Budaya 65 70

r. Penjaskes 70 75

s. Teknologi Informasi dan Teknologi 65 70

KTSP MAN Binong 24

Mata PelajaranTarget Ketuntasan

2008/2009 2009/2010

t. BTQ 68 75

MAN Binong menargetkan agar angka ketuntasan belajar tersebut semakin

meningkat setiap tahunnya. Oleh karena itu, setiap warga sekolah diharapkan

untuk lebih bekerja keras lagi agar mutu pendidikan sekolah dapat meningkat

dari tahun ke tahun.

i. Kegiatan Remidial

1. Remedial Teaching

Merupakan pengulangan proses pembelajaran di dalam kelas untuk setiap

mata pelajaran yang belum tuntas dipahami oleh peserta didik. Maksud dari

belum tuntas adalah nilai dari peserta didik belum mencapai Standar

Ketuntasan Belajar Minimal (SKBM) yang telah ditentukan.

2. Waktu Kegiatan

Remedial teaching dilaksanakan diluar proses pembelajaran terjadwal,

sehingga bisa ditentukan sesuai kesepakatan pendidik dan peserta didik yang

belum mencapai SKBM

3. Evaluasi

Remedial teaching harus dilengkapi dengan evaluasi hasil kegiatan yang

dilaksanakan langsung di akhir kegiatan atau pada saat lain sesuai

kesepakatan pendidik dan peserta didik. Evaluasi terhadap soal yang

diberikan dilakukan dengan mengadakan uji Tingkat Kesukaran dan Daya

pembeda Soal. Untuk soal yang memiliki daya pembeda kurang baik, maka

pada saat evaluasi remedial teaching soal harus diperbaiki.

4. Hasil Penilaian

Nilai hasil evaluasi kegiatan remedial teaching diperoleh melalui 2 metode:

a. Penggabungan dengan hasil evaluasi pembelajaran terjadwal

b. Murni diperoleh dari hasil evaluasi remedial teaching

j. Penjurusan

KTSP MAN Binong 25

Sesuai kesepakatan Madrasah dengan Komite Madrasah serta dengan

memperhatikan keadaan sarana dan prasarana yang tersedia di madrasah, maka

madrasah menetapkan ada 2 (dua) program studi/jurusan yang diprogramkan,

yaitu jurusan Ilmu Pengetahuan Alam dan Ilmu Pengetahuan Sosial.

Waktu Penjurusan

1) Penentuan penjurusan program studi Ilmu Pengetahuan Alam, Ilmu Sosial,

dan Bahasa dilakukan pada akhir semester 2 kelas X.

2) Pelaksanaan penjurusan pada semester 1 kelas XI.

Kriteria penjurusan :

1) Peserta didik yang bersangkutan naik ke kelas XI

2) Peserta didik dinyatakan masuk jurusan Ilmu Pengetahuan Alam, apabila

yang bersangkutan berminat ke jurusan Ilmu Alam dan nilai

matapelajaran yang menjadi ciri khas jurusan ilmu alam ( matematika,

fisika, kimia dan biologi) mencapai kategori tuntas.

3) Peserta didik dinyatakan masuk jurusan Ilmu Pengetahuan Sosial, apabila

yang bersangkutan berminat ke jurusan Ilmu Sosial dan nilai mata pelajaran

yang menjadi ciri khas jurusan Ilmu Sosial ( ekonomi, geografi, sejarah dan

sosiologi) mencapai kategori tuntas.

k. Kenaikan Kelas dan Kelulusan

Kenaikan kelas dan lulusan diatur oleh madrasah mengacu kepada ketentuan-

ketentuan yang ditetapkan oleh Diknas dan Depag.

a. Kenaikan kelas dilaksanakan pada setiap akhir tahun pelajaran atau pada

akhir semester 2.

b. Ketentuan kenaikan kelas didasarkan pada hasil penilaian yang dilakukan

pada semester 2.

c. Peserta didik dinyatakan Naik ke kelas XI, apabila yang bersangkutan

memiliki:

1) Mata pelajaran yang tidak mencapai ketuntasan batas minimal (SKBM)

maksimum 3 (tiga) mata pelajaran

2) Kehadiran minimal 90%KTSP MAN Binong 26

d. Peserta didik dinyatakan Naik ke kelas XII, apabila yang bersangkutan

memiliki:

1) Mata pelajaran yang tidak mencapai ketuntasan batas minimal (SKBM)

maksimum 4 (empat) mata pelajaran

2) Untuk jurusan Ilmu Pengetahuan Alam, semua mata pelajaran yang

menjadi ciri khas Ilmu Pengetahuan Alam (Matematika, Fisika, Kimia,

dan Biologi) mencapai ketuntasan belajar minimal (SKBM).

3) Untuk jurusan Ilmu Pengetahuan Sosial, semua mata pelajaran yang

menjadi ciri khas Ilmu Pengetahuan Sosial (Ekonomi, Geografi, Sejarah

dan Sosiologi) mencapai ketuntasan belajar minimal (SKBM).

4) Untuk semua jurusan, semua mata pelajaran yang menjadi ciri khas

jurusan Agama (Qurdis, Fiqih Aqidah Akhlak) mencapai ketuntasan

belajar minimal (SKBM).

5) Kehadirannya minimal 90%.

6) Peserta didik dinyatakan Lulus dari MAN Binong apabila memenuhi

kriteria kelulusan, sebagaimana tercantum dalam kriteria kelulusan Ujian

Nasional dan Madrasah

Kriteria Kelulusan Ujian Nasional

1) Memiliki nilai rata-rata minimal 5.25 untuk seluruh mata pelajaran yang diujikan dengan tidak ada nilai di bawah 4.25; atau

2) memiliki nilai minimal 4.00 pada salah satu mata pelajaran, dengan nilai pada 2 (dua) mata pelajaran lainnya masing-masing minimal 6,00

3) Satuan pendidikan dapat menetapkan batas kelulusan di atas nilai sebagaimana disebutkan pada poin (1) dan (2) dengan syarat mendapat persetujuan dari Komite Madrasah dan dilaporkan pada Kanwil di Kandepag.

Kriteria Kelulusan Ujian Madrasah

1) Memiliki nilai rata-rata minimum 6.002) Lulus ujian praktek untuk semua mata ujian praktek.3) Kepribadian sekurang-kurangnya mendapat nilai baik 4) bebas dari Narkoba5) Memiliki nilai minimum setiap mata pelajaran Ujian

Madrasah, berdasarkan kriteria ketuntasan minimal

KTSP MAN Binong 27

BAB III

KALENDER PENDIDIKAN

Kurikulum satuan pendidikan pada setiap jenis dan jenjang diselenggarakan dengan

mengikuti kalender pendidikan pada setiap tahun ajaran. Kalender pendidikan adalah

pengaturan waktu untuk kegiatan pembelajaran peserta didik selama satu tahun ajaran yang

mencakup permulaan tahun pelajaran, minggu efektif belajar, waktu pembelajaran efektif,

dan hari libur.

A. Alokasi Waktu

Minggu efektif belajar adalah jumlah minggu kegiatan pembelajaran untuk setiap tahun

pelajaran. Sekolah/madrasah dapat mengalokasikan lamanya minggu efektif belajar

sesuai dengan keadaan dan kebutuhannya.

Waktu pembelajaran efektif adalah jumlah jam pembelajaran setiap minggu, meliputi

jumlah jam pembelajaran untuk seluruh mata pelajaran termasuk muatan lokal, ditambah

jumlah jam untuk kegiatan pengembangan diri

Permulaan tahu pelajaran adalah waktu dimulainya kegiatan pembelajaran pada awal

tahun pelajaran pada setiap satuan pendidikan.

Waktu libur adalah waktu yang ditetapkan untuk tidak diadakan kegiatan

pembelajaran terjadwal pada satuan pendidikan yang dimaksud. Waktu libur dapat

berbentuk jeda tengah semester, jeda antarsemester, libur akhir tahun pelajaran, hari libur

keagamaan, hari libur umum termasuk hari-hari besar nasional, dan hari libur khusus.

KTSP MAN Binong 28

Waktu libur adalah waktu yang ditetapkan untuk tidak diadakan kegiatan pembelajaran

terjadwal. Hari libur sekolah/madrasah ditetapkan berdasarkan Keputusan Menteri

Pendidikan Nasional, dan/atau Menteri Agama dalam hal yang terkait dengan hari raya

keagamaan, kepala daerah tingkat kabupaten/kota, dan atau organisasi penyelenggara

pendidikan dapat menempatkan hari libur khusus.

Sekolah/madrasah pada daerah tertentu yang memerlukan libur keagamaan lebih panjang

dapat mengatur hari libur keagamaan sendiri tanpa mengurangi jumlah minggu efektif

belajar dan waktu pembelajaran efektif. Bagi sekolah/madrasah yang memerlukan

kegiatan khusus dapat mengalokasikan waktu secara khusus tanpa mengurangi jumlah

minggu efektif belajar dan waktu pembelajaran efektif.

Hari libur umum/nasional atau penetapan hari serentak untuk setiap jenjang dan jenis

pendidikan disesuaikan denga peraturan pemerintah pusat/provinsi/Kabupaten.

Alokasi Waktu pada Kelender Pendidikan

No Kegiatan Alokasi Waktu Keterangan

1. Minggu efektif

belajar

Minimum 34

minggu dan

maksimum 38

minggu

Digunakan untuk kegiatan

pembelajaran efektif pada setiap

satuan pendidikan

2. Jeda tengah

semester

Maksimum 2

minggu

Satu minggu setiap semester

3. Jeda

antarsemester

Maksimum 2

minggu

Antara semester I dan II

4. Libur akhir tahun

pelajaran

Maksimum 3

minggu

Digunakan untuk penyiapan kegiatan

dan administrasi akhir dan awal

tahun pelajaran5. Hari libur

keagamaan

2 – 4 minggu Daerah khusus yang memerlukan

libur keagamaan lebih panjang dapat

mengaturnya sendiri tanpa

mengurangi jumlah minggu efektif

belajar dan waktu pembelajaran

efektif

KTSP MAN Binong 29

No Kegiatan Alokasi Waktu Keterangan

6. Hari libur

umum/nasional

Maksimum 2

minggu

Disesuaikan dengan Peraturan

Pemerintah7. Hari libur khusus Maksimum 1

minggu

Untuk satuan pendidikan sesuai

dengan ciri kekhususan masing-

masing8. Kegiatan khusus

sekolah/madrasah

Maksimum 3

minggu

Digunakan untuk kegiatan yang

diprogramkan secara khusus oleh

sekolah/madrasah tanpa mengurangi

jumlah minggu efektif belajar dan

waktu pembelajaran efektif

B. Penetapan Kalender Pendidikan1. Permulaan tahun pelajaran adalah bulan Juli setiap tahun dan berakhir pada bulan

Juni tahun berikutnya.

2. Hari libur sekolah ditetapkan berdasarkan Keputusan Menteri Pendidikan Nasional,

dan/atau Menteri Agama dalam hal yang terkait dengan hari raya keagamaan,

kepala daerah tingkat kabupaten/kota

3. Pemerintah pusat/provinsi/kabupaten/kota dapat menetapkan hari libur serentak untuk

satuan-satuan pendidikan.

4. Kalender pendidikan untuk setiap satuan pendidikan disusun oleh masing-masing

satuan pendidikan berdasarkan alokasi waktu sebagaimana tersebut pada dokumen

standar isi ini dengan memerhatikan ketentuan dari pemerintah/ pemerintah daerah.

5. Hari belajar efektif adalah hari belajar yang betul-betul digunakan untuk kegiatan

pembelajaran, sesuai dengan tuntutan kurikulum.

6. Jumlah hari belajar efektif dalam 1 tahun pelajaran 228 hari belajar yang digunakan

untuk kegiatan pembelajaran, sesuai dengan kurikulum yang berlaku.

7. Jam belajar efektif adalah jam belajar yang betul-betul digunakan untuk proses

pembelajaran sesuai tuntutan kurikulum. Jumlah jam belajar efektif setiap minggu

untuk kelas X, XI, dan XII masing-masing 42 jam pelajaran, dengan alokasi waktu

45 menit per jam pelajaran. Jumlah jam belajar efektif selama satu tahun untuk kelas

X, XI, dan XII masing-masing 1.596 jam pelajaran.

Sesuai acuan penetapan kalender pendidikan, MAN Binong berdasarkan Keputusan

Kepala Kantor Departemen Agama Provinsi Jawa Barat Nomor Kw.10.1.1/I/PP.01.1/KTSP MAN Binong 30

….. /2009

Berdasarkan ketentuan tersebut di atas, maka kalender pendidikan MAN Binong diatur

sebagai berikut.

Perhitungan Hari Belajar Sekolah Efektif, Penyerahan Buku Laporan Penilaian perkembangan/Buku Laporan Penilaian Hasil Belajar (Rapor), Hari Libur

Sekolah, Hari Libur Bulan Ramadhan/Hari Raya Idulfitri, Peringatan Hari Besar Nasional, dan Perkiraan Hari Libur Umum, Tahun Pelajaran 2009/2010

Semester Bulan/TahunHari

Sekolah

Penyeraha

n Rapor

Hari Libur

Smt/mid Minggu UmumRamadhan/Hari

raya

1

13 Juli 2009

Agustus 2009

September 2009

Oktober 2009

November 2009

Desember 2009

3 Januari 2010

16

23

11

24

24

8

-

-

-

-

-

1

-

3

3

8

1

2

5

4

4

5

4

1

1

1

-

-

-

1

1

-

2

12

-

1

-

-

Jumlah 106 1 15 25 4 15

II

4 Januari 2010

Februari 2010

Maret 2010

April 2010

Mei 2010

Juni 2010

Juli 2010

24

22

21

21

20

7

-

-

-

-

-

-

1

-

-

-

-

-

-

2

10

4

4

5

4

5

4

2

-

2

2

1

2

-

-Jumlah 115 1 12 26 6

Jumlah dalam 1 Tahun

Pelajaran 2009/2010 221 2 27 51 10 15

KTSP MAN Binong 31

BAB V

PENUTUP

Dengan telah selesainya penyusunan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP)

MAN Binong pada awal tahun pelajaran 2009/2010 maka salah satu pedoman dan acuan

dalam kegiatan belajar mengajar telah dimiliki oleh SMA/MA

Dengan mengacu pada Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22, 23, dan 24 Tahun

2006 maka MAN Binong yang sebelumnya telah menggunakan Kurikulum Berbasis

Kompetensi (KBK) yang dikenal Kurikulum 2004 pada semua tingkatan kelas langsung

melaksanakan Kurikulum 2006 serempak pada semua tingkatan kelas pada tahun pelajaran

2009/2010.

MAN Binong ini memenuhi syarat sehingga rencana kami mengembangkan MAN Binong

dapat berhasil dengan baik. Kami juga sangat mengharap dukungan dari semua pihak,

khususnya guru, karyawan, maupun para siswa serta masyarakat yang sebagian besar

terwakili oleh orang tua siswa. Banyak bantuan yang sudah diberikan kepada kami dari

berbagai pihak, kami mengucapkan banyak terima kasih. Kepada pemerintah yang memberi

kesempatan kepada kami untuk menyusun Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP),

semoga Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) MAN Binong ini mampu menjadi

sarana bagi madrasah untuk ikut mencerdaskan generasi muda harapan bangsa. Amin

KTSP MAN Binong 32

KTSP MAN Binong 33