kti maria siap print

29
BAB I PENDAHULUAN 0.1 Latar Belakang Kanker leher rahim merupakan jenis penyakit kanker yang paling banyak diderita wanita diatas usia 18 tahun. Kanker leher rahim ini menduduki urutan nomor dua penyakit kanker didunia bahkan sekitar 500.000 wanita di seluruh dunia di diagnosa menderita kanker leher rahim dan rata-rata 270.000 meninggal tiap tahun (Depkes RI, 2008). Diperkirakan pada tahun 2010 kanker leher rahim menjadi penyebab utama mortalitas diseluruh dunia dan pada tahun 2030 diperkirakan terjadi kasus kanker baru sebanyak 20 hingga 26 juta jiwa dan 13 hingga 17 juta jiwa meninggal akibat kanker leher rahim. Peningkatan angka kejadian kanker diperkirakan sebesar 1% per tahun. Pada tahun 2008 disampaikan dalam world cancer report bahwa terjadi 12 juta jiwa pasien yang baru didiagnosis kanker leher rahim.

Upload: novirman-anduring

Post on 04-Jul-2015

928 views

Category:

Documents


1 download

TRANSCRIPT

Page 1: Kti Maria Siap Print

BAB I

PENDAHULUAN

1 Latar Belakang

Kanker leher rahim merupakan jenis penyakit kanker yang paling banyak

diderita wanita diatas usia 18 tahun. Kanker leher rahim ini menduduki urutan

nomor dua penyakit kanker didunia bahkan sekitar 500.000 wanita di seluruh

dunia di diagnosa menderita kanker leher rahim dan rata-rata 270.000 meninggal

tiap tahun (Depkes RI, 2008).

Diperkirakan pada tahun 2010 kanker leher rahim menjadi penyebab

utama mortalitas diseluruh dunia dan pada tahun 2030 diperkirakan terjadi kasus

kanker baru sebanyak 20 hingga 26 juta jiwa dan 13 hingga 17 juta jiwa

meninggal akibat kanker leher rahim. Peningkatan angka kejadian kanker

diperkirakan sebesar 1% per tahun. Pada tahun 2008 disampaikan dalam world

cancer report bahwa terjadi 12 juta jiwa pasien yang baru didiagnosis kanker leher

rahim.

World Health Organization (WHO) menyatakan bahwa sekitar sepertiga

kanker dapat disembuhkan jika didiagnosis dan ditangani pada stadium dini,

untuk itu perlunya skrining kanker seperti melakukan papsmear untuk mendeteksi

kelainan sel-sel pada leher rahim (Nofa, 2003).

Kini pap smear telah dikenal sebagai suatu pemeriksaan yang aman, murah

dan telah dipakai bertahun-tahun untuk mendeteksi kelainan sel-sel leher rahim.

Semakin dini sel-sel abnormal terdeteksi semakin rendah resiko seseorang

menderita kanker leher rahim (Wim De Jong, 2004).

Page 2: Kti Maria Siap Print

Sekitar 80% kasus kanker leher rahim terjadi pada wanita yang hidup

berkembang. Di Indonesia terdapat 90-100 kasus kanker leher rahim per 100.000

penduduk. Kanker leher rahim adalah kematian nomor satu yang sering terjadi

pada wanita Indonesia. Setiap wanita tanpa memandang usia dan latar belakang

beresiko terkena kanker leher rahim.

Tingginya kasus di negara berkembang ini disebabkan terbatasnya akses

screening dan pengobatan. Masih banyak wanita dinegara berkembang, termasuk

Indonesia kurang mendapat informasi dan pelayanan terhadap penyakit kanker

leher rahim. Ini disebabkan karena tingkat ekonomi rendah dan tingkat

pengetahuan wanita yang kurang tentang papsmear (Meutia, 2008).

Kanker leher rahim disebabkan oleh Human Papiloma Virus (HPV).

Menurut Bambang (2008) mengatakan kaum lelaki berperan sangat bersar dalam

penularan HPV. Laki-laki yang suka berganti-ganti pasangan beresiko besar

menularkan virus Papiloma dari pasangannya yang menderita kanker leher rahim

ke pasangannya yang baru (Andreas, 2008).

Pada umumnya penderita Ca serviks adalah umur 30-60 tahun tapi sangat

rentan terjadi pada wanita usia 35-55 tahun. Saat ini usia remaja juga beresiko

terkena kanker leher rahim, ini disebabkan karena ada beberapa atau sebagian

remaja mulai atau telah dan pernah berhubungan seksual pada usia dibawah 18

tahun serta sering berganti pasangan, ini akan beresiko tinggi teerkena infeksi

virus HPV. Semua wanita yang berusia 18 tahun atau lebih dan telah aktif secara

seksual harus melakukan papanicolaou (papsmear). Semakin dini sel-sel

abnormal dideteksi semakin rendah resiko wanita menderita kanker leher rahim

(Bobak, 2004).

Page 3: Kti Maria Siap Print

Dari uraian di atas peneliti tertarik melakukan penelitian mengenai

gambaran pengetahuan wanita usia subur (WUS) tentang pap semar di Puskesmas

Lubuk Alung Kec.Lubuk Alung Kab. Padang Pariaman

2 Perumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan diatas, maka yang

menjadi permasalahan pada penelitian adalah “Bagaimanakah Tingkat

pengetahuan Wanita Usia Subur (WUS) tentang papsmear di wilayah kerja

Puskesmas Lubuk Alung Kab. Padang Pariaman?”

3 Tujuan Penelitian

3.1 Tujuan Umum

Untuk mengetahui bagaimana tingkat pengetahuan Wanita Usia Subur

(WUS) tentang pap smear di wilayah kerja Puskesmas Lubuk Alung Kab. Padang

Pariaman Tahun 2010.

.3.2 Tujuan Khusus

Untuk mengetahui pengetahuan Wanita Usia Subur (WUS) tentang

pap smear berdasarkan umur.

Untuk mengetahui pengetahuan Wanita Usia Subur (WUS) tentang

paps mear berdasarkan tingkat pendidikan.

Untuk mengetahui pengetahuan Wanita Usia Subur (WUS) tentang

paps mear berdasarkan pekerjaan.

Untuk mengetahui pengetahuan Wanita Usia Subur (WUS) tentang

paps mear berdasarkan sumber informasi.

Page 4: Kti Maria Siap Print

4 Manfaat Penelitian

1. Bagi Peneliti.

Untuk menambah wawasan dan pengetahuan peneliti dalam penerapan

ilmu yang didapat selama masa pendidikan di Akademi Kebidanan

SUMBAR khususnya dalam bidang kesehatan reproduksi wanita tentang

papsmear.

2. Bagian Instansi Pendidikan

Menambah bahan bacaan perpustakaan AKBIDSUMBAR Lubuk Alung

yang dapat dijadikan untuk pengembangan ilmu pengetahuan serta dapat

dijadikan panduan bagi mahasiswa/mahasiswi yang akan melanjutkan

penelitian.

3. Bagi Wanita.

Untuk menambah wawasan dan pengetahuan wanita dibidang kesehatan

reproduksi khususnya tentang manfaat pemeriksaan pap smear.

Page 5: Kti Maria Siap Print

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Pengetahuan

2.1.1 Defenisi Pengetahuan

Pengetahuan adalah merupakan hasil dari “Tahu” dan ini terjadi setelah

orang melakukan penginderaan terhadap suatu objek tertentu. Penginderaan

terjadi melalui panca indra manusia, yaitu: indra penglihatan, pendengaran,

penciuman, rasa dan raba (Notoatmodjo, 2003).

Pengetahuan atau kognitif yang merupakan domain yang sangat penting

untuk terbentuknya tindakan seseorang. Pengetahuan diperlukan sebagai dorongan

fisik dalam menumbuhkan rasa percaya diri maupun dengan dorongan sikap

perilaku setiap orang sehingga dapat dikatakan bahwa pengetahuan merupakan

stimulasi terhadap tindakan seseorang (Notoatmodjo, 2003).

2.1.2 Tingkatan Pengetahuan Dalam Domain Kognitif

Menurut Notoatmodjo (2003) tingkat pengetahuan terdiri dari 6 (enam)

tinkatan, yakni :

a. Tahu (Know)

Tahu diartikan mengingat suatu materi yang telah dipelajari sebelumnya.

Yang termasuk mengingat kembali tahap suatu yang spesifik dari

keseluruhan bahan yang dipelajari atau rangsangan. Jadi tahu merupakan

tingkat pengetahuan yang paling rendah

b. Memahami (Comprehension)

Page 6: Kti Maria Siap Print

Memahami diartikan sebagai sutau kemampuan menjelaskan secara benar

tentang objek yang diketahui dan dapat menginterprestasikan materi

tersebut secara benar. Orang yang telah paham terhadap objek atau materi

harus dapat menjelaskan, menyebutkan contoh : menyimpulkan,

meramalkan terhadap objek yang dipelajari.

c. Aplikasi (Aplication)

Aplikasi diartikan sebagai kemampuan untuk menggunakan suatu materi

yang telah dipelajari pada situasi atau kondisi real (sebenarnya)

d. Analisa (Analysis)

Analisa adalah Kemampuan untuk menjabarkan materi suatu objek

didalam struktur organisasi tersebut dam masih ada kaitannya satu sama

lain. Kemampuan-kemampuan analisis dapat dikaitkan dari penggunaan-

penggunaan kata kerja seperti kata kerja seperti menggambarkan,

memisahkan, mengelompokkan dan sebagainya.

e. Sintesis (Shintesis)

Sintesis Menunjukkan pada suatu kemampuan untuk meletakkan atau

menghubungkan bagian-bagian dalam suatu bentuk keseluruhan yang

baru, dengan kata lain sintesis itu suatu kemampuan untuk menyusun

suatu formulasi baru dari formulasi yang ada.

f. Evaluasi (Evaluation)

Evaluasi berkaitan dengan pengetahuan untuk melakukan penelitian

terhadap suatu materi atau objek. Pengukuran pengetahuan dapat

dilakukan dengan wawancara atau angket yang menanyakan tentang

Page 7: Kti Maria Siap Print

materi yang ingin diukur dari suatu objek penelitian atau responden ke

dalam pengetahuan yang ingin kita ketahui atau kita ukur.

2.1.3 Faktor-faktor yang Mempengaruhi Pengetahuan

1. Usia

Usia merupakan lamanya hidup dalam hitungan waktu (tahun). Wanita

yang sudah menikah atau memulai aktivitas seksual pada usia muda

(kurang dari 18 tahun) mendekati resiko terkena kanker leher rahim

(Notoatmodjo, 2003).

2. Pendidikan

Pendidikan merupakan proses belajar yang pernah ditempuh secara

formal didalam lembaga pendidikan. Tingkat pendidikan mempunyai

hubungan terhadap motivasi untuk melakukan papsmear, karena

semakin tinggi tingkat pendidikan, maka semakin tinggi pula tingkat

pengetahuan dan kesadaran pada orang tersebut dalam menerima

informasi. Tingkat pendidikan tinggi akan berbeda cara penilaian

seseorang, sehingga timbul keinginan atau motivasi seseorang itu

berbeda terhadap kematian akibat penyakit pada organ reproduksinya

karena rendahnya pengetahuan dan kesadaran wanita untuk melakukan

pap smear (Notoatmodjo, 2003).

3. Sumber Informasi

Sumber informasi adalah segala sesuatu yang menjadi perantara dalam

penyampaian informasi, merangsang pikiran dan kemampuan (Kamus

Page 8: Kti Maria Siap Print

Besar Bahasa Indonesia). Media informasi untuk komunikasi massa

terdiri dari :

Media cetak atau cetakan, yaitu surat kabar, majalah, buku.

Media elektronik, yaitu radio, tv, internet.

2.2 Tinjauan Umum Tentang Pemeriksaan Papsmear

2.1.3 Pengertian

Papsmear adalah pemeriksaan yang aman, murah dan telah dipakai

bertahun-tahun untuk mendeteksi kelainan sel-sel dimulut rahim (Andreas, 2008).

Papsmear adalah suatu metode pemeriksaan sel-sel yang diambil dari

leher rahim dan kemudian diperiksa dibawah mikroskop untuk melihat

perubahan-perubahan yang terjadi dari sel leher rahim (Yohanner, 1999)

Kanker leher rahim adalah salah satu jenis kanker yang paling dapat

dicegah dan dapat diobati pada stadium dini dengan angka kesembuhan 100% dari

semua kasus kanker. Umur penderita biasanya 35-55 tahun tetapi dapat terjadi di

usia dini yaitu 18 tahun (Bobak, 2004).

Kanker leher rahim merupakan kanker yang paling menakutkan bagi

semua wanita.kanker ini dapat mengakibatkan kematian. Jenis kanker ini paling

sering ditemukan diantara penyakit kanker ginekologi (Dhanny, 2008).

Beberapa faktor predisposisi keganasan kanker serviks adalah :

Berhubungan seks diusia dini.

Gonta-ganti pasangan

Merokok

Mencuci vagina

Page 9: Kti Maria Siap Print

Kekurangan vitamin

Penggunaan estrogen

Alasan utama mengapa kanker leher rahim memiliki mortalitas yang besar

adalah karena wanita datang memeriksakan dirinya sudah stadium lanjut. Ini

terjadi karena 90% dari kasus kanker leher rahim pada stadium dini tidak

memiliki gejala khas sehingga penderita tidak mengetahui adanya kanker di

tubuhnya.

Kanker leher rahim ditandai dengan timbulnya sel-sel pada mulut rahim

yang tidak lazim (abnormal). Sebelum sel-sel kanker terjadi beberapa perubahan

yang dialami oleh sel-sel kanker, terjadi beberapa perubahan yang dialami oleh

sel-sel tersebut selama bertahun-tahun. Pada stadium awal, kanker ini cenderung

tidak terdeteksi dan tidak ada keluhan yang dirasakan. Gejala klinis stadium lanjut

ditandai dengan wanita yang sering mengalami perdarahan pada vagina yang tidak

normal, keputihan, seperti nanah dan berbau, perdarahan setelah berhubungan

sesksual, ini sudah merupakan stadium lanjut (Purnamasari, 2008).

Papsmear dapat dilakukan pada wanita yang sudah mulai aktif

berhubungan seks. Test papsmear merupakan pemeriksaan serologi dengan

tingkat sensitivitas yang cukup baik dan tergolong murah. Terbukti tes ini cukup

efektif menurunkan angka kejadian dan kematian yang diakibatkan kanker mulut

rahim. Test ini dapat dilakukan setelah bersih haid dan tidak melakukan hubungan

seksual paling sedikit 24 jam sebelum dilakukan test papsmear (Dhanny, 2008).

2.1.4 Manfaat Penggunaan Papsmear

Manfaat papsmear adalah untuk mendeteksi secara dini adanya kondisi

tidak normal dari sel-sel dinding rahim yang dapat berkembang menjadi sel

Page 10: Kti Maria Siap Print

kanker sehingga dapat dilakukan terapi secepatnya dan diharapkan dapat

mengurangi angka kematian akibat kanker leher rahim (evennett, 2003).

2.1.5 Alat Persiapan Papsmear

Spekulum cocor bebek

Spatula ayre

Cytabrush

Kaca objek

Alkohol 95% (See, 2007).

2.1.6 Cara Pengambilan Sediaan Papsmear

Tuliskan data klinis pasien yang jelas pada lembar permintaan

konsultasi.

Pasang spekulum cocor bebek untuk menampilkan serviks.

Spatula dengan ujung yang di usap 360° pada permukaan serviks.

Geserkan spatula pada kaca benda yang telah diberikan label dengan

pensil pada sisi kirinya sepanjang setengah panjang gelas dan geserkan

sekali saja agar tidak terjadi kerusakan sel.

Spatula ayre yang telah dimotiviasi dengan ujung yang panjang agar

bisa mencapai sambungan skuamokolumner atau kapas lidi diusap 360°

pada permukaan endoserviks, kemudian digeserkan pada setengah

bagian sisinya.

Masukkan segera dalam larutan fiksasi, biasanya alkohol 95%, biarkan

larutan fiksasi minimal selama 30 menit.

Page 11: Kti Maria Siap Print

Keringkan di udara bila tempat pencernaan jauh dari tempat praktek,

masukkan sediaan dalam amplop/pembungkus agar tidak pecah (Ramli,

2000).

2.2 Syarat Utama Pengambilan Cairan Pemeriksaan Papsmear

Syarat utama cairan yang akan diambil adalah tidak boleh bercampur

cairan-cairan lainnya yang dapat mengganggu pemeriksaannya, oleh karena itu

dapat dirinci sebagai berikut :

1. Cairan yang akan diambil dibagian luar genetalia, biarkan sebagaimana

adanya jangan dicuci sekali pun berbau.

2. Cairan senggama jangan dicuci menjelang pengambilan bahannya jangan

melakukan hubungan seks sedikitnya 24 jam. Terlihat di sini bahwa

pengambilan papsmear tidak menimbulkan rasa sakit tetapi metode ini

mempunyai keuntungan yang sangat besar (Manuaba, 1999).

2.3 Indikasi Pemeriksaan Pap Smear

1. Leukorea (keputihan)

Yaitu cairan putih yang keluar dari liang senggama secara berlebihan.

Leukorea bukan penyakit, tetapi gejala penyakit sehingga sebab yang pasti

belum ditetapkan. Oleh karena itu untuk menentukan penyakit dilakukan

berbagai pemeriksaan cairan yang keluar dari vagina.leukorea sebagai

gejala penyakit dari vagina.

2. Kelarnya darah sewaktu senggama (kontak berdarah)

Page 12: Kti Maria Siap Print

Kontak berdarah merupakan keadaan yang abnormal dan melakukan

pemeriksaan lebih lanjut untuk membuktikan dan menegakkan apa

penyebabnya, sehingga dapat dilakukan pengobatan yang tepat. Penyebab

kontak berdarah seperti : adanya benda asing dalam liang senggama atau

rahim, infeksi leher rahim, permukaan mulkut rahim, tumor jinak sekitar

mulut rahim

Hasil Pemeriksaan Papsmear

Hasil papsmear merupakan hasil yang sesuai diadakan oleh usaha dari

pemeriksaan laboratorium sitologi. Hasil papsmear dari pemeriksaan laboratoium

Sitologi dengan mendeteksi perubahan kecil pada sel-sel di leher rahim yang

mengarah pada keganasan dimana dalam stadium dini pengobatan mudah

dilakukan dan perlu untuk sembuh pun lebih besar.

Page 13: Kti Maria Siap Print

BAB III

METODE PENELITIAN

Kerangka Konsep

Berdasarkan uraian teori dalam rumusan masalah di atas, maka penulis

mengembangkan kerangka konsep sebagai berikut :

Variabel Independen Variabel Dependen

3.2 Defenisi operasional

Pengetahuan adalah segala sesuatu yang diketahui wanita usia subur

(WUS) tentang pap smear dengan kategori :

a. Baik : Apabila skor 76% -100% jawaban benar (16-20, soal benar)

b. Cukup : Apabila skor 56% - 75% jawaban benar (12-15, soal benar)

c. Kurang : Apabila skor <56% jawaban benar (<11, soal benar) (Arikunto, 2002).

Skala ukurAlat ukur

: OrdionalKuesioner

Karakteristik WUS- Umur- Tingkat Pendidikan- Sumber Informasi

Pengetahuan WUS Tentang Pap Smear

Page 14: Kti Maria Siap Print

1. Umur adalah usia wanita subur (WUS) saat dilakukan penelitian yang

dinyatakan dengan tahun dengan kategori:

a. 18 – 21

b. 22 – 26

c. 27 – 31

d. 32 – 35

Alat ukur : Kuesioner

Skala ukur : Interval

2. Tingkat pendidikan adalah pendidikan Format terakhir yang pernah

diselesaikan wanita usia subur (WUS) dengan kategori:

a. SD

b. SMP

c. SMA

d. Perguruan Tinggi

Alat ukur : Kuesioner

Skala ukur : Ordinal

3. Sumber informasi adalah media yang digunakan wanita usia subur (WUS)

untuk memperoleh informasi tentang Pap Smear dengan kategori:

Media massa

Tenaga kesehatan

Keluarga / masyarakat

Media elektronik

Skala : Nominal

Page 15: Kti Maria Siap Print

Alat ukur : Kuesioner

3.3 Jenis Penelitian

Jenis penelitian adalah bersifat deskriptif yaitu untuk memperoleh

gambaran pengetahuan Wanita Usia Subur (WUS) tentang Pap Smear di

kelurahan Puskesmas Lubuk Alung Kec.Lubuk Alung Kab. Padang Pariaman

Lokasi dan waktu Penelitian

Lokasi Penelitian

Penelitian dilakukan di Puskesmas Lubuk Alung Kec.Lubuk Alung

Kab. Padang Pariaman dengan alasan karena tersedianya jumlah WUS yang

memadai

3.4.2 Waktu Penelitian

Waktu penelitian dilaksanakan pada bulan November 2010

3.5 Populasi dan Sampel

3.5.1 Populasi

Populasi dalam penelitian ini adalah semua Wanita Usia Subur (WUS)

yang mengikuti papsmear Puskesmas Lubuk Alung Kec. Lubuk Alung Kab.

Padang Pariaman sebanyak 30 orang

Sampel

Dalam pengambilan sampel peneliti mengunakan total sampling yaitu

dimana semua populasi dijadikan sampel penelitian yang berjumlah 30 orang

3.6 Jenis dan Cara Pengumpulan Data

Page 16: Kti Maria Siap Print

3.6.1 Jenis Data

1. Data primer

Data yang diperoleh dari hasil survey di Puskesmas Lubuk Alung

Kec. Lubuk Alung Kab. Padang Pariaman dengan membagikan

kuesioner kepada responden.

2. Data sekunder

Data yang diperoleh peneliti dari dokumentasi dan arsip Puskesmas

Lubuk Alung Kec. Lubuk Alung Kab. Padang Pariaman

3.6.2 Metode Pengumpulan Data

Dengan membagikan kuesioner kepada responden dan mengumpulkan data

dengan datang ke Puskesmas juga mendatangi ke rumah responden sehingga

terkumpullah semua hasil kuesioner yang dibagikan.

3.7 Pengolahan Data dan Analisa Data

3.7.1 Pengolahan Data

1. Editing

Dilakukan dengan memeriksa kelengkapan jawaban kuesioner dengan

tujuan agar data yang masuk dapat diolah secara benar sehingga

pengolahan data dikelompokkan dengan menggunakan aspek

pengaturan.

2. Coding

Page 17: Kti Maria Siap Print

Memberikan kode pada setiap jawaban yang diberikan responden

selanjutnya menghitung skor jawaban dari pertanyaan yang diberikan

dan selanjutnya diberi kode.

3. Tabulating

Untuk mempermudah analisa data dan pengolahan data serta

pengambilan kesimpulan, data dimasukkan dalam bentuk tabel

distribusi frekuensi.

Analisa Data

Analisa data dapat dilakukan dengan cara deskriptif dengan melihat

presentase data yang terkumpul dan disajikan tabel distribusi frekuensi kemudian

dicari besarnya persentase jawaban masing-masing responden dan selanjutnya

dilakukan pembahasan dengan menggunakan teori kepustakaan yang ada.

Page 18: Kti Maria Siap Print

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur peneliti ucapkan kehadirat Allah SWT, atas rahmat dan

karunia-Nya sehingga peneliti dapat menyelesaikan penulisan Proposal Karya

Tulis Ilmiah ini yang berjudul “Tingkat Pengetahuan Wanita Usia Subur

(WUS) Tentang Pap Smear Di wilayah kerja Puskesmas Lubuk Alung Kab.

Padang Pariaman”

Dalam penyelesaian Proposal Karya Tulis Ilmiah ini peneliti banyak

mengalami kesulitan, akan tetapi berkat bantuan dari berbagai pihak akhirnya

peneliti dapat menyelesaikan Proposal Karya Tulis Ilmiah ini tepat pada

waktunya. Untuk itu peneliti mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya

kepada :

1. Seluruh Dosen Pengajar di Akademi Kebidanan Sumbar atas bimbingan

dan pengarahannya selama ini

2. Teman-teman Akademi Kebidanan khususnya angkatan I selama ini

menjadi motivasi dan inpirasi sehingga proposal ini selesai penulis buat.

Page 19: Kti Maria Siap Print

3. Seluruh Staf, dan Pegawai Administrasi Program Studi D-III Akedemi

Kebidanan Sumbar

4. Kepada orangtua tercinta yang telah memberikan kasih sayang, dorongan

moril maupun material, serta doa kepada peneliti untuk menyelesaikan

proposal karya tulis ilmiah ini.

5. Semua pihak yang mendukung, membantu, dan mendoakan peneliti dalam

menyelesaikan Proposal Karya Tulis Ilmiah ini.

Peneliti menyadari bahwa penulisan Proposal Karya Tulis Ilmiah ini

masih jauh dari kesempurnaan baik dari segi isi maupun susunan bahasanya.

Untuk itu peneliti mengharapkan saran dan bimbingan dari pembaca yang dapat

membangun kesempurnaan Proposal ini.Semoga Karya Tulis Ilmiah ini

bermanfaat bagi pembaca umumnya dan bagi peneliti khususnya.

Akhir kata peneliti mengucapkan terima kasih.

Lubuk Alung, November 2010

Peneliti

Page 20: Kti Maria Siap Print

PRA PROPOSALKARYA TULIS ILMIAH

GAMBARAN PENGETAHUAN WANITA USIA SUBUR (WUS) TENTANG PAP SMEAR DI KELURAHAN

PUSKESMAS LUBUK ALUNG KEC. LUBUK ALUNG KAB. PADANG PARIAMAN

Proposal ini diajukan sebagai salah satu syarat untuk menyelesaikan pendidikan DIII di Akademi Kebidanan Sumbar Lubuk Alung

Page 21: Kti Maria Siap Print

Disusun Oleh:

MARIA PALASARIBP: 0801007

AKADEMI KEBIDANAN SUMATERA BARATLUBUK ALUNG

2010/2011