Kronologis penolakan - di jakarta malam senin

Download Kronologis penolakan - di jakarta malam senin

Post on 22-Nov-2014

374 views

Category:

Food

3 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

 

TRANSCRIPT

<ul><li> 1. 1 | P a g e KRONOLOGIS PENOLAKAN MASYARAKAT PULAU PADANG KECAMATAN MERBAU KABUPATEN KEPULAUAN MERANTI PROP. RIAU TERHADAP HUTAN TANAMAN INDUSTRI (HTI) PT. RAPP BLOK PULAU PADANG (SK NO. 327/MENHUT-II/2009 TANGGAL 12 JUNI 2009) DAN GAMBARAN SINGKAT PULAU PADANG Presented by: SUTARNO A.GAMBARAN SINGKAT KABUPATEN KEPULAUAN MERANTI dan PERIJINAN HTI PULP Kabupaten Kupulauan Meranti adalah Kabupaten termuda di Propinsi Riau. Sejak ditandatanganinya UU No.12 tahun 2009 tentang Pembentukan Kabupaten Kepulauan Meranti tanggal 16 Januari 2009 oleh Presiden, Menteri dalam Negeri tanggal 26 Mei 2009 meresmikan Pembentukan Kabupaten Kepulauan Meranti yang sebelumnya merupakan bagian dari wilayah administrasi Kabupaten bengkalis. Kabupaten Kepulauan Meranti terdiri dari Pulau Tebingtinggi, Pulau Padang, Pulau Merbau, Pulau Ransang, Pulau Topang, Pulau Manggung, Pulau Panjang, Pulau Jadi, Pulau Setahun, Pulau Tiga, Pulau Baru, Pulau Paning, dan Pulau Dedap. Kepulauan Meranti merupakan daerah yang terdiri dari dataran- dataran rendah, dengan ketinggian rata-rata sekitar 1-6,4 m di atas permukaan laut. Di daerah ini juga terdapat beberapa sungai dan tasik (danau) seperti sungai Suir di pulau Tebingtinggi, sungai Merbau, sungai Selat Akar di pulau Padang serta tasik Putri Pepuyu di Pulau Padang, tasik Nembus di pulau Tebingtinggi), tasik Air Putih dan tasik Penyagun di pulau Rangsang. Gugusan daerah kepulauan ini terdapat beberapa pulau besar seperti pulau Tebingtinggi (1.438,83 km), pulau Rangsang (922,10 km), pulau Padang dan Merbau (1.348,91 km). Berdasarkan hasil sensus penduduk (SP) Badan Pusat Statistik (BPS) Bengkalis, yang tinggal pada tahun 2000 berjumlah sekitar 166,1 ribu jiwa dan SP pada tahun 2010 ini jumlah penduduk meningkat sekitar 176,4 ribu jiwa,yang terdiri dari 90.577 laki-laki,dan 85.794 perempuan. Kabupaten Kepulauan Meranti merupakan sebuah Kabupaten termuda di Provinsi Riau, dibagian Timur Laut berbatasan langsung dengan Selat Melaka dan Negara jiran Malaysia. </li> <li> 2. 2 | P a g e Untuk diketahui, akibat terbitnya izin-izin HTI sebelum Pemekaran, saat ini di Riau, dan khususnya di Kepulauan Meranti PT. RAPP, PT. SRL sedang melakukan pembabatan hutan alam di kawasan gambut dalam dan pulau-pulau kecil terluar. Perizinan HTI Di Kabupaten Kepulauan Meranti PT. Lestari Unggul Makmur (LUM), di pulau Tebing Tinggi memperoleh izin areal seluas 10.390 ha. Dengan SK IUPHHK-HTI tanggal 31 Mei 2007 No. 217/Menhut- II/2007. PT. Sumatera Riang Lestari (SRL), Memperoleh SK IUPHHK-HTI definitive seluas 215.305 Ha. Dari luasan areal tersebut di Pulau Rangsang PT. SRL memiliki areal konsesi sekitar 18.921 Ha. Melalaui Keputusan Menteri Kehutanan No.262/Menhut-II/2004 tanggal 21 Juli 2004 jis. No. SK.99/Menhut-II/2006 tanggal 11 April 2006 dan No.208/Menhut/2007 tanggal 25 Mei 2007. PT. Riau Andalan Pulp and Paper (PT. RAPP), Berdasarkan Keputusan Menteri Kehutanan Nomor 130/Kpts-II/1993 tanggal 27 Februari 1993 yang telah diubah dengan Keputusan Menteri Nomor 137/Kpts-II/1997 tanggal 10 Maret 1997 dan Keputusan Menteri Kehutanan Nomor SK.356/Menhut-II/2004 tanggal 1 Oktober 2004, PT. RAPP diberikan IUPHHK-HTI pada hutan Produksi atas hutan produksi lebih kurang 235.140 hektar. Areal izin berdasarkan SK tersebut di atas, berada di empat Kabupaten di Propinsi Riau yakni; Kabupaten Kampar, Kabupaten Siak, Kabupaten Pelalawan dan Kabupaten Kuantan Singingi. Kemudian PT. RAPP berdasar SK. No.327/Menhut-II/2009 tanggal 12 Juni 2009, (Perubahan ketiga) dengan luas areal 350.165 Ha. SK Menhut No. 327/2009 yang dikeluarkan Menteri Kehutanan untuk areal yang berada di Kabupaten Bengkalis direkomendasikan oleh Wakil Bupati Bengkkalis H. Nurmansyah Abdul Wahab, surat Nomor: 522.1/HUT/820, tanggal 11 Oktober 2005. Surat Gubernur Riau yang dijadikan dasar dikeluarkannya SK No.327/Menhut-II/2009 tanggal 12 Juni 2009 adalah Surat Gubernur RIAU No. KPTS 667/XI/2004 tanggal 11 November 2004, tentang kelayakan Lingkungan IUPHHK-HT di areal Tambahan Kabupaten Pelalawan, Siak, dan Bengkalis Propinsi Riau Oleh PT. Riau Andalan Pulp and Paper. Sementara Surat Gubernur No. KPTS. 667/XI/2004 tanggal 11 November 2004 tersebut, DINYATAKAN SUDAH TIDAK BERLAKU oleh Keputusan Gubernur Riau Nomor: Kpts. 326/VII/2006 tentang Kelayakan Lingkungan Kegiatan IUPHHK-HT di areal Tambahan Kabupaten Pelalawan, Siak, dan Bengkalis Propinsi Riau Oleh PT. Riau Andalan Pulp and Paper. Dengan SK Menhut No. 327/2009 ini PT. RAPP mendapat tambahan seluas 115.025 Ha. </li> <li> 3. 3 | P a g e Luas areal tambahan 115.025 ha ini, seluas 41.205 ha. BERADA DI KABUPATEN KEPULAUAN MERANTI, TEPATNYA DI PULAU PADANG KECAMATAN MERBAU. B.SEJARAH SINGKAT PULAU PADANG Sejarah Pulau Padang dan Masyarakat Kecamatan Merbau Kab. Kepulauan Meranti Pulau Padang sudah dihuni oleh masyarakat sejak zaman Kolonial Belanda sampai saat ini. Hal ini terlihat pada Peta yang dibuat pada tahun 1933 oleh pemerintah Kolonial Belanda. Dalam peta tersebut telihat letak beberapa perkampungan yang sudah ada sejak dibuatnya peta tersebut seperti Tandjoeng Padang, Tg. Roembia S. Laboe, S. Sialang Bandoeng, Meranti Boenting, Tandjoeng Kulim, Lukit, Gelam, Pelantai , S. Anak Kamal dan lain-lain. Selain itu, Salah satu bukti bahwa Pulau Padang sudah didiami warga ratusan tahun yang lalu adalah adanya nama SEORANG tokoh yakni Tuk Derosul di desa Lukit yang diperkirakan lahir pada tahun 1850an sebagai anak dari warga suku asli/sakai bernama Lukit (saat ini Lukit menjadi nama sungai lukit dan Desa Lukit. Tuk Darasul dimakamkan di pemakaman umum dusun I kampong Tengah Desa Lukit, sebelah barat Masjid Ar-Rohama. Dalam penjelasan Kamaruddin (36), beliau adalah keturunan ke lima dari Tuk Darasul, yakni Kamaruddin bin Ajis bin Atim bin Pasang bin Tuk Derasul. Ajis bin Atim wafat tahun 2009 pada usia 67 tahun yang berarti Ajis lahir pada tahun 1942. Atim bin Pasang wafat pada tahun 1981 pada usia 80 tahun yang berarti lahir pada tahun 1901. Pasang bin Tuk Derasul wafat pada tahun 1961 pada usia 82 tahun yang berarti lahir pada tahun 1879. Sedangkan Pasang adalah anak dari Tuk Derasul yang saat ini nama tersebut diabadikan pada nama sebuah jalan, Jalan Tuk Derasul. Diinformasikan juga bahwa pada waktun Tuk Derasul masih hidup di kampong itu ada warga bernama Lukit warga asli suku Sakai/Akid, dan nama bapak Lukit saat ini di abadikan pada nama desa, yaitu desa Lukit dan anaknya lukit karena tinggal disebuah sungai akhirnya sungai tersebut diberi nama Sungai Lukit. (sumber: wawancara dengan Kamaruddin, warga desa Lukit) Dari waktu kewaktu desa Lukit dan desa-desa lain di Pulau Padang, sebagaimana telah disebut di atas semakin ramai didiami oleh masyarakat, baik penduduk asli pedalaman suku akid/sakai, melayu maupun jawa yang datang ke Pulau Padang sejak zaman sebelum kemerdekaan. </li> <li> 4. 4 | P a g e Sampai saat ini ketergantungan masyarakat terhadap lahan perkebunan karet atau sagu maupun ketergantungan terhadap hutan cukup tinggi. Hal ini dapat dibuktikan dengan bahan baku dasar perumahan warga yang mendiami Pulau Padang 95 persen berasal dari kayu hutan. Secara administrative, Pulau Padang terdiri dari 1 kelurahan dan 13 desa. Semuanya dalam naungan Kecamatan Merbau. Kecamatan Merbau saat ini hanya melingkup dua pulau, yakni Pulau Padang dan Pulau Dedap (luas sekitar 2 ha. dan tidak berpenghuni). Nama-nama desa yang terdapat di pulau Padang dari sisi utara ke selatan adalah sebagai berikut: Tanjung Padang, Dedap, Kudap, Bandul, Selat Akar, Mengkopot, Mengkirau, Bagan Melibur, Kelurahan teluk Belitung, Mekarsari, Pelantai, Meranti Bunting, Tanjung Kulim dan lukit. Secara geografis, Pulau Padang seluas 1109 km atau 110.000 ha. Di barat Pulau Padang terdapat Sumatera, di timurnya ada Pulau Merbau, di tenggara ada Pulau Rantau, dan di seberang utara ada Pulau Bengkalis. Panjang Pulau Padang dari utara ke selatan adalah 60 km, lebarnya 29 km dan seluruhnya datar. Sebelum pemekaran, Kecamatan Merbau terdiri dari Pulau Padang, Pulau Merbau dan Pulau Dedap. Dan setelah pemekaran Kecamatan Merbau tinggal Pulau Padang dan pulau Dedap. Sedangkan Pulau Merbau menjadi kecamatan Pulau Merbau. Kependudukan, Kecamatan Merbau Jumlah jiwa sebanyak 52.038 jiwa sebelum dimekarkan. Sedangkan perkiraan jumlah jiwa setelah dimekarkan secara definitive pada awal pada Januari 2011 jumlah jiwa Kecamatan Merbau atau Pulau Padang saat ini 35.224 jiwa. Atau 8206 KK (Sumber: UPTD Kependudukan dan Catatan Sipil Kec. Merbau April 2011) Secara sosial-budaya, Meskipun terdiri dari berbagai suku dan etnis antara lain; melayu, jawa, akid/sakai, cina, bugis, batak, minang dan lain- lain hidup dalam kerukunan antar sesama dan kedamaian meski berbeda suku dan agama. Secara ekonomi, Hampir secara keseluruhan sumber kehidupan mereka menggantungkan diri pada hasil perkebunan/karet, sagu, pertanian/palawija, dan hasil hutan secara turun temurun, sejak zaman kolonialisme Belanda. Bahkan untuk perkebunan sagu dan karet berkelanjutan sampai turun temurun beberapa generasi, </li> <li> 5. 5 | P a g e usia pohon karet bahkan sudah mencapai 80-100 tahun masih berproduksi. Kecenderungan masyarakat untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari bagi warga melayu dan jawa bercocok tanam, mengembangkan perkebunan karet atau mencari kayu di hutan untuk hasil tambahan. Dan sebagian yang hasil hutan adalah sumber kehidupan yang pokok dan utama. Bagi warga sakai adalah berburu babi di hutan dan mencari ikan/siput di hutan bakau. Bagi wagra cina berdagang. Dan wagra pendatang bugis, Lombok, padang dan banjar lebih cenderung kepada berkebun dan terkadang buruh kasar. Kepemilikan Lahan/tanah Perkebunan, Sejak dahulu Kepemilikan lahan/tanah memiliki ciri khas tersendiri, yang sangat jauh berbeda dengan kepemilikan tanah di Pulau Jawa. Bagi masyarakat pulau padang kepemilikan cukup hanya dengan bermusyawarah antar sesama warga (kelompok) yang bersepakat mengambil sebuah kawasan dan kemudian dan cara penentuannya adalah dengan undi. Sampai saat ini pun mayoritas masyarakat tidak memiliki SKT (alas Hak) untuk perumahan dan Kebun karet yang mereka miliki atau lahan-lahan baru yang mereka jadikan untuk perkebunan baru. Namun demikian secara turun temurun masing-masing mengakui bahwa kaplingan tersebut dulunya miliknya si Polan, maka sampai hari ini pun tanah tersebut adalah milik ahli waris si Polan. Struktur Tanah, Pulau padang merupakan lahan/tanah rawa gambut dengan ketebalan gambut mencapai 6 meter lebih. Hasil uji pengeboran 4 kilometer dari bibir pantai tepatnya di RT 01 RW 03 dusun 03 desa Lukit. Dan pada jarak 5 kilo meter dari bibir pantai mencapai kedalaman 5.8 meter. (Tim Pengkaji Gambut dari UGM bekerja sama dengan ICRAF Bogor, Universitas Utrick Belanda dan UNRI bersama-sama dengan Masyarakat Pulau Padang). C.GEJOLAK MASYARAKAT MENYIKAPI HUTAN TANAMAN INDUSTRI (HTI) PENOLAKAN Masyarakat terhadap HTI di Pulau-pulau lain, di wilayah administrasi Pemerintahan Kabupaten Kepulauan Meranti (Rangsang dan Tebing Tinggi) dan sekitarnya seperti Semenanjung Kampar, tidak dapat dipisahkan dengan penolakan Masyarakat Pulau Padang terhadap Operasional PT. RAPP di Pulau Padang. Dan Penolakan tersebut sudah dilakukan oleh masyarakat Kepulauan Meranti sejak sebelum Kabupaten ini dimekarkan dari Kabupaten induk Bengkalis. SEPINTAS PENOLAKAN HTI DI PULAU TEBING TINGGI Tanggal 7 Mei 2008 (Riauterkini-Pekanbaru) </li> <li> 6. 6 | P a g e Sejak sebulan terakhir warga Desa Nipah Sendanu dan Desa Sungai Tohor,Kecamatan Tebing Tinggi, Kabupaten Bengkalis Riau dirudung gelisah. Setiap ada kapal berlabuh di dermaga Harapan Baru, yang merupakan gerbang masuk daerah tersebut, puluhan pasang mata siap mengintai gerak-gerik orang asing yang turun dari kapal. Kemarahan warga memuncak ketika buruh perusahaan PT Lestari Unggul Makmur (LUM) yang menjadi kontraktor pelaksana pembukaan HTI menyebarkan selembaran kertas yang berisi SK Menhut No 217/Menhut-II/2007 Tanggal 31 Mei di Wilayah Desa Sungai Tohor. Dalam SK Menhut tersebut PT Lestari Unggul Makmur diberi izin atas usaha pemanfaatan hasil hutan kayu pada hutan tanaman industri (UPHHTI) di Desa Nipah Sendadu, Sungai Tohor, Tanjung Sari, Lukun dan Desa Kepau Baru seluas 10.930 hektare. Akibat rencana pembukaan HTI yang semena-mena dari perusahaan itu, Forum Komunikasi Kepala Desa se Kecamatan Tebingtinggi menolak keberadaan PT Lestari Unggul Makmur Penolakan warga atas rencana pembukaan HTI tersebut mendapat dukungan dari Ketua DPRD Riau Chaidir. Ia menyesalkan rencana HTI di daerah penghasil sagu terbesar di Indonesia itu. "Sesuai dengan laporan pengaduan warga, saya rasa ada kesalahan dalam pemberian izin HTI tersebut. Sebab kawasan yang akan dijadikan HTI itu merupakan daerah penghasil sagu terbesar di Indonesia. Saya setuju bila warga meminta Menhut untuk meninjau kembali izin tersebut, " kata Chaidir. SEPINTAS PENOLAKAN HTI DI PULAU RANGSANG Tanggal 22 Juli 2010, (Riauterkini-Pekanbaru) Hari Kamis sekitar pukul 17.30 WIB. Dua unit alat berat jenis excafator milik PT Sumatera Riang Lestari (SRL) dibakar sekelompok warga Desa Tanjung Kedabu, Kecamatan Rangsang, Kabupaten Kepulauan Meranti. Tanggal 14 Agustus 2010 (Serikat Tani Riau) Masyarakat Desa Tanjung Kedabu yang tergabung dengan Serikat Tani Riau sebanyak 600an orang menggelar aksi ke lokasi Areal Konsesi PT. SRL yang sedang melakukan aktifitas Pembabatan Hutan dan memasang patok agar Kegiatan PT. SRL tidak melewati patok yang dibuat masyarakat. Dan sempat terjadi komunikasi antara masyarakat dan humas PT. SRL via telp. Dan perusahaan menyepakati untuk tidak menggarap hutan/lahan yang sudah dipasang patok SEPINTAS PENOLAKAN MASYARAKAT TELUK MERANTI DI SEMENANJUNG KAMPAR Tanggal 20 Agustus 2009, Masyarakat sekitar kawasan semenanjung Kampar yaitu Teluk Meranti telah membuat surat keputusan yang dengan tegas menolak </li> <li> 7. 7 | P a g e semua rencana operasional PT. RAPP Ring Kampar, dengan alasan bahwa operasi perusahaan akan menjadi ancaman serius bagi sumbersumber kehidupan mereka 24 Agustus 2010 Selasa, masyarakat dan tokoh masyarakat Teluk Meranti serta lembaga swadaya masyarakat (LSM) menggelar aksi protes di Kantor DPRD Pelalawan dan Kantor Bupati Pelalawa...</li></ul>