konsep teori dan prinsip belajar mengajar

Download Konsep Teori Dan Prinsip Belajar Mengajar

If you can't read please download the document

Post on 03-Feb-2016

854 views

Category:

Documents

197 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

belajar

TRANSCRIPT

Bab IITopik IPENDIDIKAN KESEHATAN DALAM PRAKTEK KEPERAWATANDefinisi Pendidikan(Edukasi Kesehatan)

Dalam promosi kesehatan edukasi kesehatan merupakan bagian integral yang tidak dapat dipisahkan. Edukasi kesehatan bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kemampuan klien agar mandiri dalam pemeliharaan kesehatannya. Kami uraiakan beberapa definisi dari pendidikan kesehatan dibawah ini.Pendidikan kesehatan adalah proses untuk meningkatkan kemampuan masyarakat dalam memelihara dan meningkatkan kesehatan ( Notoatmodjo , 2010 ).Pendidikan kesehatan adalah aktivitas perawat memberikan informasi kepada klien yang membutuhkan perawatan diri untuk memastikan kontinuitas pelayanan dari rumah sakit ke rumah. (Volvo : 2004)Pendidikan kesehatan adalah perencanaan pengajaran yang baik dan komprehensif serta sesuai dengan kebutuhan pembelajaran klien yang akan membantu klien dalam mengambil keputusan tentang pelayanannya dan membantunya lebih sehat dan mandiri ( Behar Horenstein et.al., 2005; Oeman et.al.,2002 ).Edukasi pasien adalah salah satu bagian yang penting dalam pemberian model bagi perawat di dalam pemeliharaan kesehatan seperti bagaimana memberikan arahan kepada ibu hamil agar menjaga kesehatan ibu dan bayinya.Memberikan arahan kepada orang tua agar datang ke puskesmasuntuk memeriksakan dirinya. ( Patricia : 2005 )Pendidikan kesehatan adalah semua kombinasi dari rancangan pembelajaran berdasarkan teori yang memberikan kesempatan kepada individu, kelompok, dan komunitas memperoleh informasi dan keterampilan yang dibutuhkan untuk membuat keputusan kesehatan yang optimal( Edelman & Mandle, 2010 ).Jadi dapat kami simpulkan bahwa Pendidikan kesehatan adalah proses peningkatan pengetahuan dan kemampuan dalam pemeliharaan kesehatan yang bertujuan untuk mencapai taraf kesehatan optimal.Untuk menjadi pendidik yang efektif, perawat harus lebih dari sekedar memberi informasi saja. Perawat harus menentukan secara hati hati apa yang klien harus ketahui dan menentukan waktu kapan klien siap belajar. Ada 3 area yang merupakan tanggung jawab klien dalam pendidikan klien :persiapan klien dalam menerima perawatan

persiapan klien pulang dari perawatan rumah sakit

pencatatan aktivitas pendidikan klien

Tujuan Pendidikan Kesehatan

Tujuan pendidikan kesehatan kesehatan klien adalah membantu individu, keluarga, atau komunitas untuk mencapai tingkat kesehtan optimal ( Edelman dan Mandle, 2010 ).Menurut Undang-undang Kesehatan No. 23 Tahun 1992 dan WHO, tujuan pendidikan kesehatan adalah meningkatkan kemampuan masyarakat untuk memelihara dan meningkatkan derajat kesehatan; baik secara fisik, mental dan sosialnya, sehingga produktif secara ekonomi maupun social, pendidikan kesehatan disemua program kesehatan; baik pemberantasan penyakit menular, sanitasi lingkungan, gizi masyarakat, pelayanan kesehatan, maupun program kesehatan lainnya ( Mubarak, 2009).Dalam fundamental of nursing Ruth F Craven juga menyebutkan tujuan dari edukasi kesehatan adalah :Meningkatkan kesejahteraan

Mencegah penyakit

Memulihkan kesehatan dan fungsi jika terjadi penyakit

Membantu pasien dan keluarga beradaptasi terhadap perubahan.

Jadi tujuan pendidikan kesehatan adalah untuk memperoleh pengetahuan dan pemahaman pentingnya kesehatan untuk tercapainya perilaku kesehatan sehingga dapat meningkatkan derajat kesehatan fisik, mental dan sosial, sehingga produktif secara ekonomi maupun sosial.Metode Pendidikan Kesehatan

Penyampaian pendidikan kesehatan harus menggunakan cara tertentu, materi juga harus disesuaikan dengan sasaran, demikian juga alat bantu pendidikan disesuaikan agar dicapai suatu hasil yang optimal. Untuk sasaran kelompok, metodenya harus berbeda dengan sasaran massa dan sasaran individual. Untuk sasaran massa pun harus berbeda dengan sasaran individual dan sebagainya.Metode pendidikan individual.

Dalam pendidikan kesehatan, metode pendidikan yang bersifat individual ini digunakan untuk membina perilaku baru, atau seseorang yang telah mulai tertarik kepada suatu perubahan perilaku atau inovasi.
Bentuk pendekatan antara lain:Bimbingan dan penyuluhan (guidance and counseling)

Dengan cara ini kontak antara klien dengan petugas lebih intensif, setiap masalah yang dihadapi oleh klien dapat dikorek, dan dibantu penyelesaiannya.Interview (wawancara)

Wawancara antara petugas kesehatan dengan klien untuk menggali informasi mengapa ia tidak atau belum menerima perubahan, untuk mengetahui apakah perilaku yang sudah atau yang akan diadopsi itu mempunyai dasar pengertian dan kesadaran yang kuat. Apabila belum maka perlu penyuluhan yang lebih mendalam lagi.Metode pendidikan kelompok

Dalam memilih pendidikan kelompok, harus mengingat besarnya kelompok sasaran serta tingkat pendidikan formal pada sasaran. Untuk kelompok yang besar metodenya akan lain dengan kelompok kecil.Metode pendidikan massa (public)

Metode pendidikan (pendekatan) massa untuk mengkomunikasikan pesan-pesan kesehatan yang ditujukan kepada masyarakat yang sifatnya massa atau public, maka cara yang paling tepat adalah pendekatan massa. Tanpa membedakan golongan umur, jenis kelamin, pekerjaan, status social, tingkat pendidikan dan sebagainya.Pada umumnya bentuk pendekatan cara massa ini tidak langsung. Biasanya mengguanakan atau melalui media massa. Beberapa contoh metode antara lain ceramah umum (public spesking), pidato-pidato diskusi tentang kesehatan melalui media elektronik baik tv maupun radio, simulasi, tulisan-tulisan di majalah atau Koran dan bill board yang di pasang di pnggir jalan, spanduk poster dan sebagainya. (Notoatmodjo, 2010)Penggunaan alat bantu atau media

Media pendidikan pada hakikatnya adalah alat bantu pendidikan, alat-alat yang digunakan oleh pendidik dalm menyampaikan bahan pendidikan/pengajaran. Disebut media pendidikan kesehatan karena alat- alat tersebut merupakan saluran (channel) untuk menyampaikan informasi kesehatan dan karena alat-alat tersebut digunakan untuk mempermudah penerimaan pesan-pesan kesehatan bagi masyarakat dan klien ( Notoatmodjo, 2010 ).Salah satu tujuan menggunakan alat bantu yaitu menimbulkan minat, mencapai sasaran yang banyak, merangsang sasaran pendidikan untuk meneruskan pesan-pesan yang diterima kepada orang lain, untuk mempermudah penyampaian, penerimaan informasi oleh sasaran pendidikan, mendorong keinginan orang untuk mengetahui dan menegakkan pengertian yang diperoleh (Notoatmodjo, 2010).Menurut para ahli, indera yang paling banyak menyalurkan pengetahuan ke dalam otak adalah mata. Kurang lebih 75% sampai 87% dari pengetahuan manusia diperoleh disalurkan melalui mata. Sedangkan 13% sampai 25% lainnya tersalur melalui indera lain. Dari sini dapat disimpulkan bahwa alat-alat visual lebih mempermudah cara penyampaian dan penerimaan informasi atau bahan pendidikan (Notoatmodjo, 2010)Pada garis besarnya hanya ada tiga macam alat bantu pendidikan (alat peraga), antara lain:Alat bantu melihat (visual aids) yang berguna dalam membantu menstimulasi indera mata (penglihatan) pada waktu terjadinya pendidikan. Alat ini ada 2 bentuk:(1) Alat yang diproyeksikan, misalnya slide, film, film strip dan sebagainya.(2) Alat-alat yang tidak diproyeksikan:(a) Dua dimensi, gambar peta, bagan dan sebagainya.(b) Tiga dimensi, misalnya bola dunia, boneka dan sebagainya.Alat-alat bantu dengar (audio aids), yaitu alat dapat membantu untuk menstimulasikan indera pendengar pada waktu proses penyampaian bahan pendidikan/pengajaran. Misalnya : piring hitam, radio, pita suara dan sebagainya. Alat bantu lihat-dengar, seperti televise dan video cassette. Alat-alat bantu pendidikan ini lebih dikenal dengan Audio Visual Aids (AVA) (Notoatmodjo, 2010).

Pendidikan Pasien Sebagai Salah Satu Dimensi Caring Perawat

Keperawatan adalah penerapanartdanhuman sciencemelalui transaksitranspersonal caring untuk membantumanusia mencapai keharmonisan pikiran,jiwa dan raga yang menimbulkanself knowlegde,self-control, self-care,danselfhealing.a. KlienKlien adalah individu atau kelompok yang mengalami ketidakharmonisan pikiran, jiwa dan raga, yang membutuhkan bantuan terhadap pengambilan keputusan tentang kondisi sehat-sakitnya untuk meningkatkan harmonisasi,self-control, pilihan danself determination.b. KesehatanKesehatan adalah kesatuan dan keharmonisan didalam pikiran, jiwa dan raga antara diri dengan orang lain dan antara diri dengan lingkungan.c. LingkunganLingkungan adalah dimana interaksitranspersonal caringterjadi antara klien dan perawat.

Sikap keperawatan yang berhubungan dengan caring adalah :Kehadiran

Kehadiran adalah suatu pertemuan orang dengan orang yang merupakan sarana untuk lebih mendekatkan dan menyampaikan manfaat caring.Sentuhan

Menggunakan sentuhan merupakan salah satu cara pendekatan yang menenangkan dimana perawat dapat mendekatkan diri dengan klien untuk memberikan perhatian dan dukungan.Mendengarkan

Mendengarkan termasuk apa yang dikatakan pasien dengan memahami dan mengerti maksud klien serta memberikan respon balik terhadap lawan bicara ( Kemper, 1992 )Peran Pendidikan Pasien Dalam Pelayanan Kesehatan

Secara garis besar factor factor yang mempengaruhi kesehatan baik individu, kelompok maupun masyarakat dikelompokkan menjadi 4 ( Blum ; 1974 ) :Lingkungan

Banyak fasilitas kesehatan yang dibangun oleh instansi, pemerintah, swasta maupun LSM, namun karena perilaku masyarakat, sarana tersebut kurang dimanfaatkan dan dipelihara dengan baik. Maka diperlukan pendidikan kesehatan untuk masyarakat.Perilaku

Peran pendidikan kesehatan dalam perilaku. Pendidikan kesehatan berupaya agar masyarakat dapat mempraktekkan hidup sehat bagi dirinya sendiri dan bagi masyarakat dapat berprilaku hidup sehat.Pelayanan kesehatan

Lebih dari 7000 puskesmas tersebar di seluruh Indonesia. Tapi pemanfaatannya belum optimal. Oleh karena itu, perlu pendidikan kesehatan agar masyarakat